
Malampun tiba. Aisyah sudah berbaring di sebelahnya suaminya, ia menggunakan bahunya Riziq sebagai bantal.
"Le, kau senang tidak mau jadi ayah?" tanya Aisyah.
" Tentu saja. Di setiap pasangan suami istri pasti menginginkan seorang anak yang akan melengkapi sebuah keluarga. Itu adalah salah satu kesempurnaan dalam berumah tangga." jawab Riziq.
" Berapa sekarang umurmu Le?"
" Hmm, sebentar lagi 22 tahun. Kenapa memangnya uni?" tanya balik Riziq.
" Di umurmu yang segitu kau sudah siap jadi seorang ayah?" tanya Aisyah kembali. Riziq malah tersenyum.
" Sejak menikahimu, aku sudah mempersiapkan diri untuk menjadi seorang ayah. Karna setiap malam aku selalu menaruh saham di rahimmu, jadi aku sudah sangat mempersiapkan diri" tutur Riziq.
" Saham?" tanya Aisyah tak mengerti. Namun Riziq malah tertawa tawa.
" Sekarang aku yang tanya. Berapa umur uni sekarang?" ucap Riziq. Aisyah malah menyembunyikan wajahnya di dadanya Riziq. Sedikit malu karna umurnya lebih tua dari Riziq.
" Kenapa menyembunyikan wajahmu seperti itu?, aku hanya tanya berapa umur uni sekarang?" tanya Riziq.
" Sebentar lagi 17 tahun" ucap Aisyah masih dengan menyembunyikan wajahnya. Riziq pun langsung tersenyum senyum.
"Wah, ternyata aku menikahi gadis di bawah umur" goda Riziq. Seketika Aisyah menjawab dengan sedikit berteriak.
" Sebentar lagi 27 tahun" ucap Aisyah dengan nada meninggi. Hingga Riziq tertawa tawa di buatnya.
" Wah, ternyata uni masih muda sekali ya, bahkan lebih muda dariku" Goda Riziq. Seketika Aisyah langsung mengerucutkan bibirnya.
" Umurku memang lebih tua darimu, tapi wajahku nampak lebih muda darimu"
Riziq hanya tersenyum senyum saja.
" Aku tanya sekali lagi, dengan umur uni yang segitu, apa uni sudah siap jadi seorang ibu?" tanya Riziq.
" Tentu saja uni siap, umurku sudah cukup untuk mengandung, melahirkan dan menjadi seorang ibu" jawab Aisyah tegas. Riziq pun kebali tersenyum.
" Kau tau uni kenapa kau bisa cepat hamil?"
" Memangnya kenapa?" tanya Aisyah heran.
" Karna itu adalah hasil setiap malam kau menggodaku" ucap Riziq sambil tersenyum senyum. Hingga Aisyah mendengus kesal.
" Kau yang memaksaku untuk menggodamu terus" gerutu Aisyah.
" Uni, terima kasih ya, kau telah memberi kebahagiaan yang baru dalam hidupku"
Aisyah pun tersenyum.
" Aku juga bahagia Le".
__ADS_1
* * * * * * *
Pagi pagi sekali Riziq sudah bersiap untuk pergi mengajar. Perlahan Aisyah memakaikan sorban ke bahu suaminya, setelah itu ia memeluk Riziq sambil bermanja manja. Tiba tiba Aisyah merasa mual.
" Kenapa uni?" tanya Riziq cemas. Aisyah langsung berlari ke kamar mandi. Ia pun muntah muntah di dalam kamar mandi.
" Uni, kau baik baik saja?, kau tidak apa apakan" ucap Riziq semakin cemas. Perlahan Aisyah keluar dari kamar mandi, wajahnya sudah terlihat pucat.
" Uni kau tidak apa apa?, wajahmu nampak pucat, kita ke dokter ya" ucap Riziq mengajak Aisyah.
" Tidak usah Le, aku hanya butuh istirahat"
Riziq pun memapah Aisyah ke kursi tamu.
" Uni yakin tidak apa apa?"
" Hmm" jawab Aisyah sambil mengangguk.
" Hari ini aku akan menemanimu di rumah" ucap Riziq.
" Kau kan harus mengajar Le, aku tidak apa apa di tinggal, lagian aku sudah menyuruh Dewi untuk menemaniku disini, pergilah, anak anak membutuhkanmu" tutur Aisyah.
" Memangnya kau tidak membutuhkanku?" tanya Riziq.
" Uni tidak apa apa, pergilah" ucap Aisyah.
" Ya sudah, kalau uni memaksa. Tapi aku akan pergi setelah kak Dewi datang. Riziq pun perlahan lahan mengelus pundak dan kepalanya Aisyah.
" Hmm"
Tidak lama kemudian Dewi datang.
"Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam" jawab Aisyah dan Riziq. perlahan Riziq membukakan pintu.
" Masuk ka Dewi" ajak Riziq. Dewi pun masuk dan menemui Aisyah.
" Kau kenapa Aisyah? tanya Dewi cemas.
" Aku sedikit mual dan pusing"
" Mau ku antar kr dokter" ucap Dewi. Aisyah malah menggelengkan kepalanya.
" Le, kau boleh pergi, nanti kau terlambat, kau tidak perlu khawatir, ada Dewi yang menemaniku"
" Yasudah aku berangkat. Kak Dewi, kalau ada apa apa hubungi aku ya, aku titip uni ku"
Dewi pun mengangguk. Semenjak Aisyah hamil, Aisyah pun cuti bekerja dulu di kantinnya bi Ratna. Ia lebih sering berdiam di rumah.
__ADS_1
Setelah berpamitan, Riziq pun pergi untuk mengajar dengan berjalan kaki. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan ustad Usman.
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam.
Riziq pun tersenyum pada ustad Usman. Mereka pun jalan berdua.
" Ku dengar Aisyah sedang hamil ya? " ucap ustad Usman. Riziq pun mengangguk.
" Wah selamat ya ustad Riziq, sebentar lagi kau akan jadi seorang ayah"
" Terima kasih ustad" ucap Riziq.
" Aisyah ngidam apa ustad?" tanya Ustad Usman.
" Belum tau"
" Kau harus hati hati ya ustad Riziq. biasanya perempuan hamil itu ngidamnya suka yang aneh aneh."
" Aneh gimana?" tanya Riziq tak mengerti.
" Ya dulu waktu istriku hamil, ia ngidamnya tidak ingin melihatku, kau tau ustad Riziq. Aku selama 3 minggu di suruh tidur di luar, katanya pas bangun tidur istriku tidak mau melihatku, nanti takut anaknya jelek seperti ayahnya, itu yang sring di bilang istriku" tutur ustad Usman. Sebenarnya Riziq ingin tertawa, namun ia urungkan takut ustad Usman tersinggung.
" Anehkan, padahal sebelum hamil istriku sering mengatakan kalau aku ini tampan. Tapi anehnya ketika dia hamil malah bilang aku jelek, untung saja dia lagi hamil, kalau tidak sedang hamil, pasti aku sudah potong uang bulanannya karna mengatakan aku jelek" tutur ustad Usman kembali.
" Jadi ustad Usman selama 3 munggu tidur di luar?" tanya Riziq memastikan.
" Ia, mau tidak mau aku harus mengalah demi istri dan calon anaku" jawab ustad Usman.
" Jadi kalau istri kita ngidam waktu sedang hamil, keinginannya harus di turuti" tanya Riziq.
" Harus. Nanti kalau tidak dituruti takutnya anaknya nanti ileran" ucap ustad Usman.
" Mudah mudahan istriku tidak ngidam yang aneh aneh" ucap Riziq penuh harap.
" Kau harus lebih perhatian lagi pada Aisyah. Biasanya perempuan hamil itu sedikit manja, apalagi ini adalah kehamilan yang pertama buat Aisyah, kau harus siaga 24 jam"
" Tetima kasih atas pemberitahuannya"
" Kalau kau ingin bertanya soal perempuan ngidam, kau boleh tanya padaku, begini begini juga aku sedikit berpengalaman"
" Apa ustad Usman pernah ngidam juga?" tanya Riziq.
"Tidak pernah, tapi aku selalu ingin mewujudkan apa yang di mau oleh istriku waktu dia sedang hamil. Kau tau ustad Riziq, waktu umiku hamil saat mengandungku, dia ngidam ingin naik unta, kau bayangkan betapa prustasinya abi waktu itu. Hingga kak Soleh memberikan ide yang yang sedikit gila, dia mengajak umi pergi ke acara kegiatan manasik haji anak anak TK dan PAUD, di sana banyak patung patung unta yang akan di tumpangi anak anak untuk mengambil foto. Kau bayangkan umi menaiki patung unta itu, kau pasti bisa bayangkan apa yang terjadi" tutur ustad Usman panjang lebar.
" Apa untanya langsung rusak?" tanya Riziq.
" Tentu saja, untanya langsung ambruk untung saja umi tidak kenapa kenapa, dan akhirnya abi harus mengganti kerugian2 x lipat. Sejak tau cerita itu aku selalu ingin mewujudkan apapun yang diminta istriku saat ia sedang hamil, perjuangan seorang istri saat ia sedang mengandung sungguh luar biasa" ucap ustad Usman.
__ADS_1
Riziq pun tersenyum mendengarnya.