Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Tawaran


__ADS_3

Sesampainya di rumah. Aisyah pun menidurkan Adam dan Hawa di kamar. Sementara Riziq masuk kamar mandi karna merasa tubuhnya sangat di penuhi dengan keringat setelah berolahraga.


" Bobo dulu ya anak anaknya umi yang manis" ucap Aisyah yang kini sedang menidurkan bayi bayinya. Tidak lupa ia juga meberi do'a tidur untuk putra putrinya itu. Tiba tiba terdengar Riziq berteriak memanggilnya di kamar mandi.


" Uni"


Perlahan Aisyah pun menemui Riziq setelah melihat putra putrinya itu memejamkan mata.


" Sebentar, kenapa Le"


" Uni aku lupa bawa handuk, tolong ambilkan" pinta Riziq.


" Ia tunggu" Aisyah pun mengambil handuk dan langsung memberikannya pada Riziq.


" lni Le" ucap Aisyah sambil menyodorkan handuk dengan membuka sedikit pintu kamar mandi. Riziq bukannya mengambil handuk dari tangan Aisyah ia malah menarik tangan Aisyah masuk kedalam kamar mandi dan langsung menguncinya dikamar mandi. Tentu saja Aisyah sangat terkejut dengan apa yang di lakukan oleh suaminya itu.


" Leeeeee" teriak Aisyah di kamar mandi. Riziq malah tertawa saat melihat Aisyah menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.


" Le, kenapa kau menariku kesini?" tanya Aisyah dengan masih menutupi wajahnya.


" Kenapa Uni menutup mata, bukankah hampir setiap malam kau melihatku seperti ini" goda Riziq sambil melepaskan tangan Aisyah yang menutupi wajahnya sendiri.


" Le aku malu" ucap Aisyah sambil menundukan kepalanya. Riziq malah tersenyum.


" Tapi aku tidak malu"


" Kau kan memang tidak tau malu, buka pintunya biarkan aku keluar" pinta Aisyah.


"Kau masih punya tunggakan 15%" ucap Riziq.


" Le, kau seperti rentenir saja"


" Anggap saja begitu, biarkan aku menjadi seorang rentenir yang akan selalu menahih sesuatu padamu"


" Menagih apa?" tanya Aisyah.


" Nafsu dan birahi" jawab Riziq sambil tersenyum senyum.


" *Kau memang tidak pernah berubah selalu bersikap lebih dewasa dari umur*mu" batin Aisyah.


"30 menit" ucap Riziq sambil tersenyum senyum.


" Apa?"


" Cara berkasih sayang poin ketiga" ucap Riziq sambil tersenyum. Seketika itu pula Aisyah membelalakan matanya, setelah mendengar Riziq mengajaknya mandi bersama.


" Tidak mau nanti kau macam macam padaku"


" Kau menolaknya?, tidak mau masuk surga?, memangnya uni mau kalau aku memaksamu?" pertanyaan bertubi tubi Riziq lontarkan pada Aisyah.


" Selalu saja bertanya seperti itu, hingga aku tidak bisa untuk menolaknya ish ish ish" gerutu Aisyah dalam hati.


" Tapi kau janji dulu tidak akan macam macam" ucap Aisyah menegaskan.

__ADS_1


" Tidak mau" jawab Riziq sambil mendekati Aisyah. Aisyah sudah nampak ketakutan, hatinya sudah berdebar debar tak karuan.


" Heei, kanapa aku selalu berdebar debar seperti ini. padahalkan aku dan Riziq bukan pengantin baru yang belum pernah berdekatan seperti ini"


Aisyah sudah memojokan diri ke pintu saat Riziq sudah mendekatinya.


"Le kau mau apa?"


" Melepas pakaianmu" ucap Riziq tanpa malu malu. Wajah Aisyah nampak memerah.


" Jangan di lepas" ucap Aisyah sedikit berteriak.


" Memangnya uni mau basah basahan pake baju itu"


" Biar saja, kau saja bisa naik pohon pake sarung, kenapa aku tidak bisa mandi pake pakaian lengkap"


Riziq malah menatap lekat pada istrinya itu hingga Aisyah sedikit takut.


" Jangan bergerak aku akan melepaskan pakaianmu"


" Tapi janji dulu tidak akan macam macam" pinta Aisyah kembali.


" Tidak mau" jawaban Riziq tetap sama. Hingga Aisyah mendengus kesal.


30 menit pun berakhir. Kini Riziq sedang mengeringkan rambutnya Aisyah yang basah dengan mengosok gosokan handuk pada rambut istrinya itu. Sambil duduk di kursi.


" Pelan pelan Le, kalau kejambak kan sakit"


" Kau saja sering menjambak rambutku di tempat tidur saat kau kesakitkan" ucap Riziq sambil tersenyum senyum. Hingga Aisyah memukul pelan lututnya karna Riziq selalu menggodanya. Bukannya marah Riziq malah tertawa. Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.


Aisyah pun bergegas mengenakan kerudungnya, ia pun membuka pintu.


" Asalamualaikum"


Aisyah pun terdiam melihat Kiyai Samsul dan ustad Azam berdiri di depan rumahnya.


" Kenapa ayahnya ustajah Yasmin kesini, perasaanku menjadi tidak enak seperti ini"


" Waalaikumsalam" jawab Aisyah yang masih bertanya tanya.


" Ustad Riziqnya ada Aisyah?" tanya ustad Azam.


" Ada, silahkan masuk" ajak Aisyah.


Ustad Azam pun masuk bersama kiyai Samsul.


" Silahkan duduk, saya panggilkan dulu suami saya"


" Terima kasih Aisyah"


Aisyah pun menemui Riziq dikamarnya yang sedang memakai sarung.


" Le"

__ADS_1


" Hmmm"


" Ada kiyai Samsul mencarimu" ucap Aisyah sedikit cemas.


" Kiyai Samsul?"


" Temui dulu sana" pinta Aisyah. Setelah berpakaian lengkap Riziq pun menemui mereka.


" Asalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


Setelah bersalaman, Riziq pun ikut duduk bersama mereka.


" Sepertinya ada keperluan penting sampai kiyai datang kemari" ucap Riziq.


" Sebenarnya saya datang kemari ingin memberi sebuah tawaran pada ustad Riziq. Saya tau ustad Riziq adalah lulusan dari kairo, saya juga sudah tau dengan kecerdasan yang ustad miliki" ucap kiyai Samsul.


" Tawaran?, kalau boleh tau tawaran apa kiyai?" tanya Riziq.


" Saya menawarkan ustad Riziq untuk bisa mengajar di pesantren saya"


Riziq pun terdiam sambil mengeryitkan keningnya. Aisyah pun datang sambil membawa minuman dan menaruhnya di hadapan mereka.


" Maksudnya saya pindah mengajar?"


" la, ustad Riziq pindah mengajar ke pesantren saya yang ada di luar kota, kalau ustad mau, saya akan memberikan pasilitas premium untuk ustad. rumah, mobil, beserta fasilitas yang lain akan saya berikan pada ustad Riziq jika ustad mau pindah ke pesantren saya" tutur kiyai Samsul.


Aisyah benar benar terkejut mendengar tawarannya kiyai Samsul. Aisyah langsung menatap Riziq yang kini juga sedang bingung.


" Bagaimana ustad Riziq?" tanya kiyai Samsul. Ada rasa aneh dalam hatinya Riziq dengan penawaran yang di berikan kiyai Samsul.


" Aneh, tidak mungkin tiba tiba kiyai Samsul mengajaku untuk pindah mengajar di pesantrennya. Apalagi dengan fasilitas yang di berikan dengan sangat berlebihan. Aku yakin ada sesuatu di balik semua ini. Jujur aku tidak mau pindah dari pesantren ini" gumam Riziq dalam hati.


" Le, kumohon kau tolak ajakannya kiyai Samsul, aku tidak mau kalau harus pergi dari pesantren ini, demi Allah aku tidak mau" gumam Aisyah.


" Kalau ustad masih bingung, saya akan memberikan waktu untuk berfikir, ini bukan sebuah perintah, tapi ini hanya penawaran" ucap kiyai Samsul. Tidak lama pun kiyai Samsul dan ustad Azam pergi dari rumahnya Aisyah.


" Asalamualaikum "


" Waalaikumsalam"


Setelah mereka pergi, Aisyah pun duduk disebelahnya Riziq.


" Le, apa kau akan menerima tawarannya kiyai Samsul?" tanya Aisyah penasaran.


" Entahlah"


" Apa kau tergiur dengan fasilitas yang di berikan oleh kiyai Samsul?" tanya Aisyah kembali.


" Aku tidak tergiur dengan fasilitas yang di tawarkannya, karna aku hanya tergiur dengan istriku yang cantik ini" ucap Riziq sambil mencium hidung istrinya itu.


" Dasar genit"

__ADS_1


Riziq malah tertawa melihat ekspresi wajah istrinya itu.


__ADS_2