Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Anum


__ADS_3

Masih dengan mereka di rumah sakit. Setelah di beri nama ANUM RAHMADANI AL FIQRI, bayi itu pun di suruh untuk di beri asi.


" Coba di beri asi dulu bayinya, nanti sore sudah boleh pulang, karna ibu dan bayinya sangat sehat" ucap sang dokter. Ustad Rasyid dan ustadzah Yasmin pun mengangguk. Dokter pun keluar dari ruangan itu.


" Ustadzah, bayinya di kasih asi dulu" ucap umi Salamah. Ustadzah Yasmin pun mengangguk. Saat ustadzah Yasmin mau membuka kancing bajunya, ia langsung melirik pada ke-4 ustad yang masih ada di ruangan itu. Tiba tiba ustad Rasyid berdehem sengaja untuk mengusir ke 4 sahabatnya itu.


" Ehem ehem"


Namun ke-4 ustad itu masih belum faham apa maksud dari deheman ustad Rasyid.


" Ang kau sakit tenggorokan?" tanya Riziq setelah mendengar kakaknya berdehem.


" Tidak" jawab ustad Rasyid.


" Mumpung kau ada di rumah sakit, sekalian kau periksa ke dokter THT" ucap ustad Usman memberi saran. Hingga ustad Rasyid mengeryitkan keningnya.


" Saya tidak sakit tenggorokan" tegas ustad Rasyid.


" Lalu kenapa kau berdehem?"


" Apa kalian tidak mengerti, istriku mau menyusui bayinya" ucap ustad Rasyid.


" Ooh, silahkan" ucap ustad Usman. Namun ke 4 ustad itu masih setia berdiri di ruangan itu hingga ustad Rasyid memicingkan matanya dengan sedikit menggeram. Saat itulah ke-4 ustad itu baru tersadar.


" Astaghfirullah alazim. Maaf ustad Rasyid" ucap mereka bebarengan sambil melangkah keluar. Zahira sudah tertawa sedari tadi.


" Ka Rasyid, keluarkan parang sama cangkulnya, kau babad habis tuh bapa bapak rempong itu" tutur Zahira sambil cekikikan. Setelah ke-4 ustad itu keluar, tiba tiba ustad Usman masuk lagi.


" Apa lagi ustad?" tanya ustad Rasyid sedikit kesal.


" Kau pun harus keluar" jawab ustad Usman.


" Kenapa aku harus keluar, aku kan suaminya" jawab ustad Rasyid.


" Aku tau kau suaminya, maka dari itu, aku takut saat kau melihat istrimu memberi asi pada bayimu, tiba tiba hasrat dan birahimu keluar, bukankah itu bahaya, apa lagi sekarang istrimu sedang dalam masa nifas" tutur ustad Usman sambil menarik ustad Rasyid keluar. Umi Salamah sudah menggeleng gelengkan kepalanya melihat kelakuan putranya itu.


" Maafkan putraku ustadzah" ucap umi Salamah.


" Tidak apa apa umi"


" Oh iya ngomong ngomong kiyai Samsul dan umimu kapan kesini?" tanya umi Salamah.


" Umi sama abi sepertinya besok bisa kemari, mereka masih ada di luar kota, tadi mas Rasyid sudah menghubungi mereka" jawab ustadzah Yasmin. Umi Salamah pun mengangguk.


Ustadzah Yasmin pun kini menyusui putrinya, meskipun air susunya masih sedikit. Di luar ke-5 ustad itu pun duduk di ruang tunggu, tiba tiba ponselnya Riziq bergetar. Riziq langsung mengangkat panggilan itu setelah tau yang menghubunginya adalah Aisyah.


" Asalamualaikum uni"


" Waalaikum salam Le, bagaimana dengan ustadzah Yasmin?" tanya Aisyah.


" Alhamdulilah, ustadzah Yasmin sudah melahirkan dengan persalinan normal, bayinya perempuan. Cantik sepertimu" tutur Riziq.


" Sempat sempatnya si brondong ngegombalin istrinya" gumam ustad Usman saat mendengar percakapan Riziq dan Aisyah.


" Syukur kalau begitu, aku akan menunggu kedatangan ustadzah Yasmin di rumahnya. Oh iya Le, Syakir bersamaku, takutnya mereka khawatir" tutur Aisyah.


" Iya uni, nanti sore juga pulang"


" Aku tutup telponnya ya Le, asalamualaikum"


" Waalaikum salam" jawab Riziq.


Siang pun tiba, semuanya pun pamit pulang. Kecuali Riziq, Zahira dan ustad Usman.


"Ustadzah Yasmin, kami pamit pulang dulu ya" ucap umi Salamah dan ustadzah Ulfi. Ustadzah Yasmin pun mengangguk.


" Terima kasih ya semuanya" ucap ustadzah Yasmin.


" Ustad, kami juga harus pulang" ucap ustad Azam.


" Iya ustad, terima kasih banyak"


" Ya sudah ayo, Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Ustad Azam, umi Salamah, ustadzah Ulfi, dan Dewi mereka pulang naik mobilnya ustad Soleh. Kini tinggalah menyisakan ustad Rasyid, Riziq, ustad Usman dan Zahira yang berada di rumah sakit menunggu ustadzah Yasmin.


" Ziq, kau tidak ikut pulang, Hawa kan baru pulang dari rumah sakit, apa tidak apa apa" ucap ustad Rasyid.

__ADS_1


" Tidak apa apa ang, Hawa sudah baikan, lagi pula ada umi Salamah sama bi Ratna yang menemani Aisyah" jawab Riziq.


" Oh iya, Syakir juga sekarang ada bersama Aisyah, jadi kalian tidak perlu khawatir" ucap Riziq kembali.


" Ya terima kasih"


* * * * * * *


Sore pun tiba, ustadzah Yasmin dan bayinya pun pulang naik taxi online bersama Zahira, Riziq dan suaminya serta ustad Usman. Ustadzah Yasmin nampak bahagia melihat buah hatinya yang kini sudah terlelap di pangkuannya, ia dan ustad Rasyid sangat mendamba damakan bayi perempuan. Zahira pun ikut terlelap di sebelahnya ustadzah Yasmin.


Sesampainya di rumah ustadzah Yasmin, ustad Rasyid pun membantu istri dan bayinya turun dari mobil. Riziq sudah membawa tas bawaannya ustadzah Yasmin. Di lihatnya Aisyah, Syakir dan bi Ratna sedang menunggu kedatangan mereka di depan rumah, tak lupa juga Adam dan Hawa yang kini sedang di gendong Aisyah dan bi Ratna. Ustad Rasyid, ustadzah Yasmin, Riziq dan ustad Usman pun menghampiri mereka.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Aisyah pun tersenyum dan langsung menghampiri ustadzah Yasmin yang sedang menggendong bayinya.


" Waaah bayinya cantik ya kaya Hawa"


ustadzah Yasmin pun tersenyum. Tiba tiba Aisyah terdiam sambil mengedarkan pandangan.


" Le, Zahira mana?" tanya Aisyah.


Riziq pun menengokan badannya untuk mencari Zahira. Iya terdiam, seharusnya Zahira ada di belakangnya.


" Ustad, kau melihat Ira?" tanya Riziq.


" Ira lagi tidur" jawab ustad Usman.


" Di mana?"


" Di taxi"


Riziq pun melihat taxi sudah tidak ada di depan tumahnya ustad Rasyid.


" Astaghfirullah alazim" ucap Riziq dan ustad Usman.


" Kenapa Le?" tanya Aisyah.


" Ira masih di dalam taxi, ia tertidur di sana aku lupa membangunkannya" jawab Riziq.


Saat Riziq mau mengejar taxinya, ustad Usman menawarkan diri.


" Biar aku saja"


Ustad Usman langsung berlari untuk mengejar taxi yang sudah lumayan jauh. Di lihatnya Zahira masih terlelap.


"Ya Allah, nyenyak sekali dia" ucap ustad Usman.


" Ira bangun"


Zahira pun terbangun sambil mengerjap ngerjapakan matanya.


" Sudah sampai ya" ucap Zahira sambil mengusap usap matanya. Tiba tiba iya terdiam saat ia hanya melihat ustad Usman.


" Kakak kakaku mana?, sepertinya ini bukan rumahnya ka Rasyid. Kini kita ada dimana om ustad?" tanya Zahira.


" Sekarang kita sudah sampai di alam gaib. Sempat sempatnya kau tidur di dalam taxi" gerutu ustad Usman. Zahira hanya mengerucutkan bibirnya.


" Ayo turun"


Zahira pun turun dari taxi sambil mengerucutkan bibirnya.


" Pak, lain kali setelah penumpang turun, bapak cek lagi ya takutnya ada barang yang ketinggalan, begini begini juga si selebor ini adalah anak manusia" ucap ustad Usman pada pak supir taxi.


" Iya ustad, nanti saya akan lebih teliti lagi" jawab supir taxi itu. Zahira dan ustad Usman pun kembali ke rumahnya ustad Rasyid.


" Iraa, maafkan ka Riziq sudah meninggalkanmu" ucap Aisyah.


Mereka pun masuk ke rumahnya ustad Rasyid.


" Ira, tolong tunggu bayinya ya, ka Yasmin mau ke kamar mandi dulu" ucap ustadzah Yasmin yang masuk kamar mandi di bantu suaminya. Kini Zahira Aisyah dan ustad Usman lah yang menunggu bayi perempuan itu. Riziq menunggu di depan rumah sambil menggendong Hawa.


" Nama bayinya siapa Ira?" tanya Aisyah.


" Namanya Anom ka" jawab Zahira. Tiba tiba ustad Usman langsung menyauti.


" Anum bukan Anom" jawab ustad Usman sedikit menggerutu.

__ADS_1


" Lupa, lagian cuma beda satu huruf saja" gerutu Zahira.


" Eh slebor, beda satu huruf saja artinya juga jadi beda. Anum artinya hadiah dari Allah, sementara Anom \= Anoman, kau tau itu artinya apa kan" ucap ustad Usman.


" Iya tau"


" Apa?" tanya ustad Usman.


" Anoman adalah salah satu dewa dalam kepercayaan agama hindu, sekaligus tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal. Dan rupanya sangat mirip denganmu" jawab Zahira.


" Enak saja mirip denganku" gerutu ustad Usman. Aisyah sudah tertawa tawa.


"Kau ini cerita seperti itu saja sangat hafal dan pintar, giliran pelajaran agama otakmu nyungseb" tutur ustad Usman.


" Aku hafal karna aku suka nonton sinetron Mahabarata, om ustad tau kenapa aku suka nonton film itu?" tanya Zahira.


"Apa?"


" Aku sangat suka tokoh Arjuna yang di perankan syaheer sheikh. Dia mirip sekali dengan ka Yusuf hi hi hi" ucap Zahira sambil tertawa kecil di ujung kalimatmya. Aisyah dan ustad Usman pun langsung mengeryitkan keningnya.


" Aisyah, kau rukiyah adik iparmu itu, sepertinya dia di rasuki dedemit" ucap ustad Usman.


" Enak saja gerutu Zahira"


Tidak lama kemudian ustadzah Yasmin dan ustad Rasyid keluar dari kamar mandi.


" Ustadzah, mau makan dulu, aku sudah masak dan kubawa semua masakannya di rantang" ucap Aisyah sambil menunjuk rantang makanan yang ia bawa.


" Kalian makan saja dulu, saya mau pamit pulang, Nisa pasti mencariku" ucap ustad Usman.


" Ka Usman tidak mau makan dulu?" tanya Aisyah.


" Nanti saja di rumah, Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


" Ustad Terima kasih banyak untuk waktunya" ucap ustad Rasyid. Ustad Usman pun mengangguk dan pergi dari rumahnya ustad Rasyid. Aisyah pun mengambil rantang makanan dan menatanya di meja makan.


" Kalian makan saja dulu, biar aku jaga Anum" ucap Aisyah. Tidak lupa Aisyah mengajak suaminya untuk makan.


" Le, kau makan sana sama kakakmu, biar aku yang jaga anak anak"


" Uni tidak makan?" tanya Riziq.


" Uni sudah makan"


Riziq pun ikut makan bersama ustad Rasyid dan ustadzah Yasmin. Kini yang menjaga Anum Hawa dan Adam hanyalah Aisyah dan Syakir, karna setelah ustad Usman pergi, bi Ratna pun ikut pulang. Setelah selesai makan, ustad Rasyid dan ustadzah Yasmin pun kembali menjaga Anum.


" Syakir, bibi titip Adam sama Hawa ya" ucap Aisyah.


" Bibi Aisyah mau kemana?" tanya Syakir.


" Bibi mau cuci piring dulu sebentar"


Syakir pun mengangguk.


"Maaf ya Aisyah, kami merepotkanmu" ucap ustadzah Yasmin.


" Tidak apa apa ustadzah"


Aisyah sudah pergi ke dapur dan membereskan meja dapur, saat ia akan mencuci piring, Riziq pun menghampirinya dan berdiri di sebelahnya.


" Aku bantu ya uni"


Aisyah pun tersenyum. Saat mau membilas piringnya, Riziq malah menggosok gosok tangan istrinya itu.


" Le, yang di gosok itu piringnya, kenapa kau menggosok tanganku" ucap Aisyah sedikit protes. Riziq malah tersenyum.


" Modus sedikit memangnya gak boleh" ucap Riziq sambil tersenyum senyum.


" Ini di rumah orang Le, malu kalau ketauan"


" Biarkan saja"


Mereka malah bercanda canda dan terdengar tawa tawa kecil sampai ke ruang tamu. Ustadzah Yasmin dan ustad Rasyid yang mendengarpun hanya saling menatap.


" Kenapa?" tanya ustad Rasyid pada istrinya.


" Mereka sangat romantis, kapan kita seperti itu?" tanya ustadzah Yasmin. Seketika ustad Rasyid terdiam lalu tersenyum pada istrinya itu.

__ADS_1


" Maaf Yas, aku bukan tipe laki laki yang bisa romantis seperti adiku, tapi kau lihat, meskipun aku tak romantis, buktinya kita punya bayi lagi" ucap ustad Rssyid sambil tersenyum senyum. Hingga ustadzah Yasmin bersemu merah.


__ADS_2