
Kini Aisyah berberes di kantinnya bi Ratna untuk bersiap siap pulang. Ia tak sabar pulang ke rumah umi salamah ia ingin kembali menghafal surah Arrahman karna batas waktu menghafalnya sudah harus berahir hari ini. Sebenar nya ia sudah hafal semua namun ia ingin mengulas kembali agar hasilnya maksimal.
"Aisyah, apa Dewi sudah memberikan daftar ketring yang di pesan untuk besok ? " tanya bi Ratna.
"Sudah bi, sebelum ke rumahnya umi nanti aku mampir ke rumahnya bibi mengantar wadah wadah kue yang sudah kosong " tutur Aisyah. Bi Ratna pun tersenyum.
"Sepertinya kamu sangat senang ya tinggal di rumahnya umi Salamah ? " tanya bi Ratna sambil duduk di sebelahnya Aisyah.
"Aku senang karna umi dan abi mengajariku banyak pelajaran agama yang tak pernah ku tau sebelumnya, tapi aku juga senang tinggal di rumahnya bibi, aku merasa punya orang tua baru " tutur Aisyah sambil memeluk bibinya itu. Bi Ratna pun tersenyum sambil membelai lembut kepala Aisyah. Setelah selesai berberes beres kini Aisyah pulang ke rumahnya umi salamah, ia juga tidak lupa dengan menyimpan wadah wadah kue kosong ke rumahnya bi Ratna.
Sesampainya di rumah umi Salamah, Aisyah pun di sambut dengan senyuman hangat dari uminya itu.
"Umi sudah makan ? " tanya Aisyah.
"Umi belum laper " jawab umi Salamah.
__ADS_1
Aisyah pun kini berkutat di dapur untuk menyiapkan makan malam, tak lupa ia juga meluangkan waktunya untuk menghafal surah Arrahman sambil mencuci peralatan dapur yang kotor, besok ia dan Riziq akan menemui ustad Rasyid untuk menyelesaikan hukumannya. Dari luar terdengar beberapa orang mengucap salam, Aisyah pun menjawab salam namun ia tak menemui orang orang itu, karna umi Salamah sudah membuka pintu terlebih dulu. Ternyata yang datang adalah kiyai Husen, ustad Rasyid dan ustad Azam. Mereka bertiga kini duduk di ruang tamu sambil membicarakan tentang pesantren. Sementara Aisyah sedang asik menghafal sambil mencuci piring di dapur.
Saat kiyai Husen pamit sebentar ke rumahnya ustad Usman untuk mengambil data data pesantren.
Ustad Rasyid dan ustad Azam pun mendengar suara orang mengaji di ruang dapur. Ustad Rasyid sudah mengira itu adalah Aisyah. Perlahan ustad Rasyid berjalan menuju sumber suara, ia berdiri tepat di ambang pintu mendengarkan Aisyah yang sedang menghafal sambil mencuci, namun Aisyah lagi lagi tak menyadari dengan keberadaan ustad Rasyid yang kini sedang memperhatikannya.
"Muttaki ina ala rafrafin khudriw wa abquriyyin hisan .( 76 )
Fabiayyi ala irabbikuma tukazziban . ( 77 )
Ustad Rasyid pun tersenyum saat mendengar dan mengetahui kalau Aisyah sudah berhasil menghafal surah Arrahman beserta artinya. Saat Aisyah membilas piring yang nampak begitu bening, ia melihat sosok ustad Rasyid yang terpantul dari piring yang sedang ia pegang itu. Nampak wajah ustad Rasyid yang tersenyum padanya. Saat Aisyah membalikan wajahnya ternyata ustad Rasyid sudah pergi . Aisyah tersenyum wajahnya kini nampak menjadi merah.
"Asalamualaikum " ucap Riziq yang kini datang bersama kiyai Husen. Ia bertemu kiyai Husen saat pulang dari rumahnya ustad Soleh. Mereka yang ada di rumah pun menjawab salam bersamaan. Ustad Rasyid pun kini memicingkan matanya melihat adik laki lakinya yang baru saja datang.
"Mau apa kamu kemari ? " tanya ustad Rasyid.
__ADS_1
"Aku mecari aang, jadi aku kesini " jawab Riziq sambil tersenyum senyum. Awalnya ustad Rasyid mengira kalau adiknya itu datang ke rumah kiyai Husen untuk menemui Aisyah. Kini Riziq sudah duduk di sebelah ustad Rasyid. Umi Salamah menemui Aisyah di dapur untuk membuatkan minum.
"Aisyah buatin minum ya ada tamu di dalam ada Riziq juga " tutur umi salamah sambil membantu Aisyah menyiapkan minum.
"Riziq ? "
Setelah selesai membuatkan minuman untuk para tamu, kini Aisyah menghampiri mereka sambil membawa beberapa gelas minuman, sementara umi salamah membawa beberapa piring berisi kue cemilan.
"Uni tau aja kalau aku lagi haus " celetuk Riziq. Aisyah pun langsung menyodorkan gelas minuman yang ia pegang ke arah sahabat kecilnya itu, namun entah kenapa Riziq malah menggeserkan tangannya Aisyah hingga minuman itu berada tepat di hadapan ustad Rasyid. Riziq sengaja ingin menggoda Aisyah dan kakaknya. Perlahan ustad Rasyid menerima gelas yang ada di tangannya Aisyah.
" Terima kasih " ucap ustad Rasyid sambil tersenyum.
Entah kenapa Aisyah menjadi gugup ia merasa malu berhadapan dengan ustad Rasyid, sementara dengan Riziq ia malah tersenyum senyum melihat mereka. Untung saja kiyai Husen dan umi salamah tidak menyadari dengan apa yang dilakukan mereka. Setelah membawa nampan ke dapur, Aisyah langsung memegangi jantung nya yang ia rasa tak biasa.
" Kenapa aku jadi deg degan saat dekat dengan ustad Rasyid, astaghfirullah perasaan apa ini"
__ADS_1
Aisyah merasa aneh dengan perasaannya sendiri, ia mulai berfikir apa mungkin ia jatuh hati pada ustad Rasyid. Ia pergi ke kamar mandi dan langsung membasuh wajahnya dengan air, mencoba menghilangkan perasaan aneh yang ada dalam hati dan pikirannya.