Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Tangisan Aisyah


__ADS_3

Setelah pergi dari perkebunan meninggalkan Aisyah dan Dewi, kini Riziq sudah bersiap di depan gerbang pesantren. la berpamitan pada ustad Rasyid yang kini sudah berdiri bersama ustajah Yasmin di depan gerbang pesantren, sementara kiyai Mansyur dan umi Fadlun sudah menunggu Riziq di dalam mobil di luar gerbang pesantren.


Perlahan Riziq menghampiri ustad Rasyid.


" Ang aku pamit " ucap Riziq


Seketika ustad Rasyid langsung memeluk adik kesayangannya itu. Sebenarnya ia berat untuk melepas Riziq pergi, namun apa mau dikata Riziq yang keras kepala, keinginannya yang tidak bisa di bantah sedikitpun. membuat ustad Rasyid mau tidak mau harus melepasnya.


" Kau baik baik ya di sana " ucap ustad Rasyid sambil mengelus kepalanya Riziq. Setelah melepaskan pelukannya Riziq pun menatap kakanya itu.


" Kau jangan ganggu Aisyah " ucap Riziq tegas, tak peduli dengan keberadaan ustajah Yasmin yang kini berdiri di sebelahnya ustad Rasyid, yang sudah merasa panas mendengar nama Aisyah di sebutkan.


" Hmm " jawab ustad Rasyid singkat, baru saja Riziq berjalan beberapa langkah, ia terdiam melihat bi Ratna yang kini sedang berdiri di dekat gerbang menangisi kepergiannya. Perlahan Riziq mendekatinya sambil berkaca kaca.


" Kau mau pergi Ziq " ucap bi Ratna sambil menyeka air matanya, seketika Riziq langsung memeluk bi Ratna, tangis bi Ratna pecah melepas Riziq si bocah ingusan yang sering minta jatah makan di rumahnya. Setelah melepaskan pelukannya.


" Bi, jaga Aisyah untukku "


Bi Ratna langsung menganggukan kepalanya.


" Kamu baik baik ya di sana, jangan lupa makan, cepat pukang lagi kesini, bibi pasti akan merindukanmu " ucap bi Ratna sambil membelai lembut kepalanya Riziq.

__ADS_1


* * * * *


Sementara dengan Aisyah yang kini sedang duduk di perkebunan, menangisi kepergian sahabatnya itu, air mata sudah membanjiri pelupuk matanya.


" Kenapa kamu ninggalin uni Ziq, uni gak mau pisah sama kamu, kenapa tidak menimba ilmu di sini saja bersama uni, nanti tempat ini akan sepi tanpa kamu, pohon cabai yang kamu tanam saja belum berbuah, nanti siapa yang mau memanennya " ucap Aisyah bicara sendiri.


Tiba tiba Dewi berteriak memanggilnya dari kejauhan sambil berlari mendekati Aisyah dengan begitu ngos ngosan.


" Aisyah, Aisyah " teriak Dewi sambil berlari. Seketika Aisyah langsung menengok ke arah sumber suara.


" Dewi " ucap Aisyah lirih sambil menyeka air matanya. la heran melihat Dewi yang tergesa gesa menghampirinya.


" Aisyah " panggil Dewi kembali.


" Aisyah, ternyata Riziq pergi ke kairo bukan karna dia mendapatkan beasiswa, tapi karna dia pergi bersama kiyai Mansyur ke kairo " ucap Dewi menegaskan. Seketika Aisyah terkejut.


" Kiyai Mansyur ? " ucap Aisyah tak percaya.


" Ia Aisyah, Riziq pergi ke kairo bersama kiyai Mansur dan umi Fadlun, dan dia juga tidak mendapatkan beasiswa dari pesantren " ucap Dewi kembali.


" Sudah kuduga, aku merasa ada yang aneh kenapa tiba tiba kiyai Mansyur membatalkan pernikahan secara sepihak, aku yakin ini ada hubungannya sama Riziq " ucap Aisyah.

__ADS_1


" Ya sudah sebaiknya kau temui dulu Riziq, minta penjelasan padanya, sebelum dia keburu pergi, aku tadi liat dia ada di depan gerbang pesantren sedang berpamitan pada ustad Rasyid " ucap Dewi.


Seketika Aisyah langsung berlari untuk menemui Riziq, ia berlari dengan begitu kencangnya, karna jarak perkebunan dengan gerbang pesantren sangatlah jauh. Sekuat tenaga ia berlari, ketika hampir sampai di gerbang pesantren, ia tak sengaja menabrak ustad Rasyid dan ustajah Yasmin.


" Maaf " ucap Aisyah sambil berlari kembali, ustad Rasyid terus menatap kepergian Aisyah, nampak rasa cemburu di raut wajahnya ustajah Yasmin.


Aisyah terkejut melihat mobil yang di naiki Riziq baru saja melaju.


" Riziq " teriak Aisyah sambil berlari mengejar mobil itu.


" Riziq tunggu " teriak Aisyah kembali. Seketika itu pula Riziq langsung menengokan wajahnya ke belakang, ia melihat Aisyah yang sedang mengejarnya. Umi Fadlun dan kiyai Mansyur pun ikut melihat Aisyah yang kini sedang berlari mengejar mobil mereka.


" Mau berhenti dulu ? " tanya umi Fadlun. Riziq menggelengkan kepalanya, ia tak mau turun menemui Aisyah, ia takut keputusannya akan goyah ketika melihat tangisannya Aisyah. Umi Fadlun mengelus lembut kepalanya Riziq, mobil terus melaju tanpa menghirau kan Aisyah yang terus berlari. Riziq terdiam menundukan kepalanya sambil menggenggam sorban pemberian dari Aisyah.


" Maafkan aku uni "


" Kau akan baik baik saja begitu pun Aisyah, buatlah Aisyah bangga akan dirimu " ucap umi Fadlun sambil mengelus lembut pundaknya Riziq.


Aisyah menjatuh kan dirinya di trotoar jalan ketika menyadari Riziq sudah pergi jauh. Tangisnya pecah seketika .


" Kenapa kamu ninggalin uni Ziq, nanti uni sama siapa, kembalilah jangan pergi hiks. . . "

__ADS_1


Aisyah terduduk di tepi trotoar jalan sambil berutai air mata.


__ADS_2