
Setelah selesai makan makan, mereka semua duduk di teras depan rumah kiyai Husen. Mereka pun mengobrol ngobrol ringan. Anak anak sudah berlari larian di halaman rumah. Ada Syifa, Syakir, Fadil, Fadli dan Fadlan (putra ustad Soleh). Aisyah pun bersama Zahira ikut berlarian karna sedang menggendong Adam dan Hawa yang ikut bermain di sana.
" Wi, kau ikut lari larian sana sama anak anak, siapa tau berat badanmu sedikit berkurang" ucap ustad Usman.
" Jangankan berlari, untuk jalan saja rasanya aku engap" jawab Dewi.
" Maklum saja ustad, Dewi tadi makan 3 piring" ucap bi Ratna.
" Astaghfirullah alazim" ucap ustad Usman sambil mengelus ngelus perut Nisa yang masih datar.
" Semoga anak kita tidak rakus seperti Dewi" bisik ustad Usman pada Nisa. Nisa hanya tersenyum menanggapinya.
Dewi malah tertawa.
" Ka Nisa, kalau makanannya ada sisa boleh aku bawa pulang?" tanya Dewi.
" Boleh" jawab Nisa.
" Astaghfirullah alazim. Wi kau punya berapa usus di perutmu?" tanya ustad Usman.
" Ususnya sih jumlahnya sama seperti punya kalian, cuma bedanya punyaku elastis seperti karet" jawab Dewi sambil tersenyum senyum. Ustadzah Ulfi malah tertawa.
" Sepertinya bisa buat menyimpan cadangan makanan ya Wi?" tanya ustadzah Ulfi sambil tersenyum senyum.
" Sepertinya begitu" jawab Dewi.
" Kalau ngomong pengen diet saja" gerutu ustad Usman.
" Eh mumpung kita lagi kumpul kumpul kita foto foto yu buat kenang kenangan" pinta Nisa.
" Boleh"
Zahira pun memberikan Hawa pada Riziq.
" Berat" gerutu Zahira. Zahira pun duduk di sebelahnya Riziq, sengaja ingin dekat dengan Yusuf. Riziq yang mengerti pun langsung memicingkan matanya dan memberikan tatapan menusuk pada adik perempuannya itu.
" Geser tempat dudukmu" pinta Riziq sambil berbisik.
" Hmmm"
jawab Zahira pasrah dan bergeser duduknya di dekat ustad Rasyid.
" Tidak boleh genit begitu, kurang baik karna kau seorang perempuan" ucap ustad Rasyid.
" Ia kak" jawab Zahira.
Ustad Soleh pun sudah mengambil kamera besar dan menaruhnya di halaman rumah di atas kursi berukuran tinggi.
" Ayo semuanya kumpul sini" pinta ustad Soleh. Semuanya nampak bangun dari duduknya. Ustadzah Yasmin sudah menggendong Anum.
" Hati hati" ucap ustad Rasyid.
Ustad Azam pun menggandeng lengan istrinya.
" Malu Bi, kita sudah tidak muda lagi" ucap udtadzah Ulfi. Ustad Azam malah tersenyum.
" Tidak apa apa Mi, kita jangan kalah sama yang muda" bisik ustad Azam. Yusuf pun tersenyum melihat orang tuanya itu. Tiba tiba Yusuf terdiam karna sedari tadi Zahira memperhatikannya hingga Yusuf kembali menundukan kepalanya karna sedikit malu di perhatikan seorang perempuan. Riziq yang melihat Zahira curi curi pandang pada Yusuf, ia pun langsung menjewer telinga adik perempuannya itu.
" Sekali lagi kau curi curi pandang pada Yusuf, kulakban matamu" ancam Riziq. Zahira langsung mengerucutkan bibirnya.
" Kondisikan matamu" pinta Riziq.
" Iya kak"
Zahira pun ikut bergabung bersama yang lain di halaman rumahnya umi Salamah. Saat Nisa mau berjalan ke halaman, tiba tiba ustad Usman langsung mencoba menggendongnya.
" Mau apa mas?" tanya Nisa.
" Mau menggendongmu"
" Tidak usah lebay mas, aku masih bisa jalan, memangnya mas kuat menggendongku?" tanya Nisa. Ustad Usman langsung tersenyum getir.
" Aku lupa kalau aku tidak kuat menggendong istriku" batin ustad Usman sedikit malu.
" Ayo"
Semua sudah berkumpul di halaman rumah. Riziq sudah menggendong Adam sementara Aisyah menggendong Hawa. Semua nampak berjejer rapih untuk di poto.
__ADS_1
" Sudah siap semuanya?" teriak ustad Soleh.
" Sudaaaaaah" teriak semuanya.
" Tunggu" ucap Zahira.
" Kenapa Ira?"
" Maaf ustad, aku pengen pipis" jawab Zahira sambil berlari masuk ke kamar mandinya umi Salamah.
" Huuuuuu"
Semua bersorak pada Zahira.
" Dasar selebor"
Tidak lama kemudian Zahira keluar dan ikut bergabung kembali.
" Sudah pipisnya Ira?" tanya ustad Usman.
" Sudah om ustad"
" Mulai besok, kau pinjam popoknya Hawa biar kau tidak mengganggu acara" ucap ustad Usman kembali hingga Zahira cemberut kesal.
" Sudah siap semuanya"
" Siaaaaap"
" 1..2..3"
JEBRED (ops salah wk wk wk)
JEPRET JEPRET JEPRET.
" Horeeeeeee"
Setelah selesai berfoto bersama, semua nampak sibuk dengan berpoto menggunakan hp masing masing.
"Le potokan kita sama Anum ya" pinta Aisyah. Aisyah yang kini sedang menggendong Adam dan Zahira menggendong Hawa langsung mendekati ustadzah Yasmin yang sedang menggendong Anum.
" Selesai"
" Ziq kau tidak mau berpoto bersamaku?" ucap ustad Rasyid. Riziq pun tersenyum lalu mereka berselpi bersama. Ada dua kata yang menggambarkan mereka yaitu yang satu tampan dan yang satu manis. Tiba tiba ustad Azam menghampiri.
" Kalau mau selfi itu ajak ajak" ucap ustad Azam sambil tersenyum. Kini mereka pun berselfi kembali hingga datanglah ustad Usman dan ustad Soleh.
" Jangan jadi sahabat durhaka. Kalian berpoto poto tapi tidak ajak ajak" gerutu ustad Usman. Hingga kini mereka berselfi berlima dengan gaya masing masing.
Zahira yang melihat pun langsung bergidik geli.
" Semuanya lihat, itu para bapak bapak rempong pada selfi" teriak Zahira.
" Kita jangan mau kalah" ucap ustadzah Ulfi sambil mengarahkan hpnya.
" Yang mau ikutan selfi ayo merapat" ucap ustadzah Ulfi. Para ibu ibu itu pun tidak mau kalah dan langsung ikutan berselfi.
JEPRET JEPRET JEPRET.
Zahira pun mendekati Syifa.
" Fa, kau fotokan aku ya dengan ka Yusuf" pinta Zahira. Syifa pun mengangguk. Namun tiba tiba Zahira teringat dengan hasil jepretan Syifa yang gagal total ketika di kebun binatang dulu.
" Tidak jadi"
Zahira mengambil hpnya kembali dari tangannya Syifa dan langsung menemui Syakir.
" Sya, potoin tante Ira sama ka Yusuf ya" pinta Zahira, namun Syakir malah menggelengkan kepalanya. Hingga Zahira mendengus kesal dan langsung memberikan uang 5.000 pada keponakannya itu sebagai sogokan.
" Ok" jawab Syakir sambil menerima uang 5.000 itu. Mereka berdua langsung menemui Yusuf.
" Ka Yusuf boleh kita berfoto?" ucap Zahira. Yusuf pun terdiam dan langsung memperhatikan yang lain yang sedang sibuk dengan ponsel masing masing. Yusuf pun mengangguk. Nampak Zahira tersenyum senang.
" Syakir potoin ya"
Syakir pun memoto Zahira bersama Yusuf.
Jepret....
__ADS_1
Setelah selesai, Syakir pun memberikan hp Zahira.
" Makasih ya Keponakan tante Ira yang ganteng" ucap Zahira sambil tersenyum senyum menerima hpnya dari tangannya Syakir. Tiba tiba mata Zahira membelalak, ia menggeram kesal pada keponakannya itu saat melihat hasil jepretannya yang hanya memoto kaki Zahira dan kakinya Yusuf.
" Aku ralat kata kataku, kau jelek Syakir" ucap Zahira sambil menggeram. Mendapatkan tatapan tajam dari tantenya, Syakir langsung kabur.
" Kabuuuur"
Zahira semakin kesal dibuatnya.
" Dia fikir kita sedang iklan sandal" gerutu Zahira. Yusuf pun tersenyum saat melihat hasil jepterannya Syakir. Perlahan Yusuf mengambil hp itu dari tangannya Zahira. Lalu ia berselfi sendiri.
Jepret...
Hasilnya terlihat bagus. Yusuf pun langsung memberikan hp itu pada Zahira.
" Untuk kenang kenangan" ucap Yusuf sambil berlalu pergi bergabung dengan yang lain. Zahira pun tersenyum saat melihat di layar ponselnya ada poto Yusuf yang sedang tersenyum. Ada rasa senang dalam hatinya yang teramat sangat.
Setelah acara makan makan selesai, semua pun pulang ke rumah masing masing kecuali Aisyah dan Riziq serta ustad Soleh. Riziq sudah duduk di hadapannya kiyai Husen.
" Saya ingin bicara denganmu"ucap kiyai Husen. Riziq pun mengangguk.
" Saya ini sudah tua, saya ingin pensiun memimpin pesantren" ucap kiyai Husen. Riziq pun terdiam mendengar ucapannya kiyai Husen.
" Saya minta padamu, bantulah Soleh dan Usman untuk memimpin pesantren ini" ucap kiyai Husen kembali. Riziq langsung menatap Aisyah, seketika Aisyah langsung mengangguk.
" Kau siap ustad Riziq?"
" Insya Allah saya siap kiyai" jawab Riziq. Semua nampak tersenyum dengan jawaban si berondong manis itu.
* * * * * *
Sore pun tiba Aisyah sudah menggandeng Riziq berjalan ke perkebunan. Sesampainya di sana, sepasang suami istri itu duduk di kursi panjang yang terbuat dari bambu, tempat favorit mereka. Kebetulan Adam dan Hawa sedang tidur di rumahnya umi Salamah.
" Tidak terasa Le, Pernikahan kita hampir menginjak 3 tahun" ucap Aisyah.
" Kau bahagia hidup bersamaku?" tanya Riziq sambil menatap istrinya.
" Tentu saja" jawab Aisyah hingga membuat Riziq tersenyum.
" Terima kasih telah menemaniku dikala suka maupun duka"
Aisyah langsung bersandar di pundaknya Riziq.
" Aku pun berterima kasih karna kau telah menjadi imam yang baik untuku berondongku" ucap Aisyah sambil tersenyum senyum. Riziq pun menundukan wajahnya sambil menatap Aisyah.
" Apa?" tanya Aisyah.
Riziq langsung tersenyum lalu mengetuk ngetukan jarinya pada pipinya. Hingga Aisyah langsung memicingkan matanya.
" Mau surga apa neraka?" tanya Riziq. Aisyah langsung tersenyum.
" Mau surga" jawab Aisyah sambil mencium manis pipi suaminya itu. Riziq pun ikut tersenyum. Kini mereka duduk berangkulan sambil menatap lurus ke arah perkebunan.
" Terima kasih ya Allah, kau telah menghadirkan orang orang yang menyayangiku di sini. Untukmu mang Ilham dan bi Ratna, terimakasih untuk semuanya, kalian membawaku kesini sudah seperti membawaku ke surga. Dan terima kasih untuk umi dan abi, kalian telah menyayangiku seperti putri kalian sendiri. Dan untuk ka Soleh dan ka Usman aku senang punya kakak seperti kalian. Umi Fadlun dan kiyai Mansyur, kalian adalah mertua terbaiku.
Dan untukmu Dewi, kau adalah sahabat terbaiku dan tak akan pernah tergantikan. Untukmu Zahira, meskipun kau menyebalkan, tapi aku menyayangimu.
Terima kasih juga untukmu ustad Rasyid, kau pernah menjadi kenangan manis dalam hidupku, berbahagialah bersama jodohmu. Dan untukmu Muhammad Riziq Alfiqri, t**erima kasih berondongku, kau selalu setia menemaniku dalam situasi apapun. Terima kasih kau selalu menjagaku dan anak anak, memberiku kebahagiaan yang teramat sangat dan membuatku lebih dekat dengan Allah. Kau bukan hanya sekedar suamiku, tapi kau adalah pahlawan dalam keluarga, imam yang bertanggung jawab untuku dan anak anak. Semoga Allah selalu melindungimu, berondongku yang manis aku mencintaimu Muhammad Riziq Alfiqri. Terima kasih ya Allah, kau telah mengirimkan jodoh yang terbaik untuku. Jodoh Aisyah.
-
-
-
' TAMAT '
-
-
-
Terima kasih banyak untuk para Reader yang selalu setia dengan kisahnya Riziq dan Aisyah. Maaf jika ada kata kata yang menyinggung. Sekali lagi terima kasih banyak.
Jangan takut ya ceritanya akan berlanjut dengan kisah yang baru namun masih dengan tokoh yang sama. untuk penggemas U. Usman dan Zahira, mereka masih stan bay untuk menghibur. untuk novel baru judulnya JANJI ANISSA. Nanti ada pengumumannya. bisa langsung di intip, prolognya sudah ada.
__ADS_1