Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Cemburu tak jelas


__ADS_3

Sore hari Aisyah dan Riziq pergi ke kebun bersama kiyai Husen, untuk menanam beberapa sayuran. Mereka berjalan di belakang kiyai Husen. Tentu saja Aisyah dan Riziq berjalan sambil bergandeng tangan.


Sesampainya di perkebunan. Disana sudah ada ustad Usman dan ustad Soleh yang sedang memberi pupuk pada sayuran yang mulai tumbuh.


" Asalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


" Gandeng teruuuus, kalahin saja truk gandeng yang ada di jalan tol" ucap ustad Usman sambil memberi pupuk sayuran. Aisyah yang sadar akan hal itu, ia langsung melepaskan gandengan tangannya sambil mengerucutkan bibirnya. Riziq hanya tersenyum saja mendengar ucapannya ustad Usman.


" Kenapa kak Usman" tanya Aisyah.


" Tidak apa apa Aisyah." jawab ustad Usman. Kini Riziq sudah menanam bibit cabai bersama kiyai Husen. Perlahan Aisyah mendekatinya.


" Hati hati Le, kalau kau menanam bibit dalam satu galian ada 5 sampai 6 pohon yang tumbuh, akan ku hukum kau nanti " ucap Aisyah mengingatkan. Riziq malah tersenyum.


" Masih mau membandingkan bibit cabai dengan seorang perempuan?. Uni masih takut kalau dalam satu rumah itu akan ada 5 sampai 6 istri?" tanya Riziq.


" Jangankan 5 sampai 6 istri, ada dua saja dalam rumah, kepalaku pasti rasanya sudah terbakar" ucap Aisyah sambil berjongkok di hadapannya Riziq yang kini sedang menggali tanah untuk menanam bibit cabai. Riziq malah tertawa mendengar celotehan istrinya itu.


" Awas saja kalau kau berani membawa perempuan lain ke rumah, sudah ku pastikan kau tidak akan semudah biasanya untuk masuk kedalam rumah"


" Uni mau apakan pintu rumah kita? " tanya Riziq sambil tersenyum, ia merasa lucu kalau Aisyah sedang merasa cemburu. Cemburu yang tidak jelas hanya karna Riziq selalu menanamkan bibit dalam galian yang ia buat dengan jumlah tak biasa. Aisyah selalu memprediksikan galian adalah rumah dan bibit adalah perempuan. Alasan yang tak masuk akal pikir Riziq, namun ia merasa senang melihat istrinya cemburu.


"Akan ku gembok semua pintu yang ada di rumah, kalau perlu akan ku beri rantai di setiap pintu masuk"


" Aisyah, jangan ganggu suamimu" ucap kiyai Husen.


" Ia bi" ucap Aisyah tersenyum getir sambil berdiri untuk mengambil air. Terdengar gelak tawa ustad Usman yang memang sengaja menertawakan Aisyah. Aisyah berjalan mendekati ustad Usman untuk mengambil air.


" Kak Usman mentertawakanku?" tanya Aisyah sedikit kesal.


" Kenapa, kau masih mau main kucing kucingan lagi di kebun?, sekarang kalian sudah sah, sudah halal, tak perlu main main tak jelas seperti itu" ucap ustad Usman.


" Kenapa memangnya kalau aku masih main kucing kucingan, apa jiwa lelakinya kak Usman masih ingin meronta ronta, atau kak Usman masih ingin berguling gulingan di tanah perkebunan, kalau ia nanti aku bikin vidio, nanti aku kasih sama kak Nisa. Kira kira kak Nisa akan bereaksi seperti apa ya melihat suaminya berguling guling di tanah. Dia akan tertawa apa menangis ya menahan malu melihat kelakuan ajaib suaminya" tutur Aisyah sambil tertawa puas di akhir kalimatnya.


" Waah sekarang kau pandai bicara ya Aisyah" ucap ustad Usman sambil menuangkan bibit. Tiba tiba ustad Rasyid datang sambil menggendong syakir putranya.

__ADS_1


" Jangan mendekatinya, nanti istrinya cemburu lagi sama kamu" ucap ustad Usman mengingatkan. Aisyah hanya diam saja.


" Asalamualaikum" ucap ustad Rasyid.


" Waalaikumsalam"


Riziq pun mendekati kakaknya. Ia tersenyum pada Syakir keponakannnya.


" Hai Syakir" sapa Riziq sambil menggendong keponakannya itu. ustad Rasyid pun tersenyum, meskipun hubungannya dengan Riziq sedikit bermasalah, namun mereka selalu berusaha untuk rukun selama tidak menyangkut soal Aisyah.


" lkut om Riziq ya" ucap Riziq sambil berjalan mendekati Aisyah. Sementara ustad Rasyid pergi menemui kiyai Husen yang sedang menggali tanah.


" Uni, kau lihat keponakanku, dia terlihat manis seperti diriku kan?" ucap Riziq penuh percaya diri.


" Hai Syakir" sapa Aisyah sambil membelai pipinya Syakir.


" Syakir, kenalkan ini bibi Aisyah. lstrinya om Riziq"


" Kenapa memanggilku bibi, sementara memanggilmu om" tanya Aisyah heran.


" Memangnya uni mau di panggil tante?"


" Le aku mau" ucap Aisyah.


" Mau apa?"


" Aku mau punya anak" ucap Aisyah sambil tersenyum.


" Yu bikin" ucap Riziq menggoda Aisyah. Tiba tiba ustad Usman berdehem.


" Ehem ehem"


Aisyah dan Riziq lupa kalau di sebelahnya ada ustad Usman yang sedang berjongkok memberi pupuk sayuran. Aisyah dan Riziq pun tersenyum malu.


" Jangan sampai aku benar benar berguling guling di sini ya, mendengar ucapan kalian" ucap ustad Usman.


" Jangan berguling guling ka, nanti kotor, lebih baik ka Usman berjingkrak jingkrak saja, siapa tau Syakir terhibur" ucap Aisyah sedikit meledek. Riziq hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan mereka.

__ADS_1


" Uni aku titip Syakir ya, "


Riziq pun memberikan Syakir pada Aisyah.


" Syakir, main ya sama bibi Aisyah" ucap Aisyah sambil menggendong Syakir. Riziq kembali menanam bibit cabai. Sementara Aisyah duduk di tikar perkebunan sambil mendudukan Syakir di pangkuannya. Tidak jauh dari posisi ustad Usman. Syakir nampak senang bermain dengan Aisyah.


" Sepertinya kau sudah ingin mempunyai seorang anak" tanya ustad Usman.


" Hmmm, dulu ka Nisa berapa lama setelah menikah hingga mengandung" tanya Aisyah.


" Tidak sampai satu tahun"


Aisyah malah terdiam.


" Tidak boleh memaksakan diri, percaya saja pada Allah, cepat atau lambat kalian pasti di beri keturunan" ucap ustad Usman.


" Mau tau ga, trik trik ka Usman buat cepet punya anak" ucap ustad Usman kembali.


" Nggak." jawab Aisyah seketika. la yakin ucapan yang keluar dari mulutnya ustad Usman kebanyakan tak pernah masuk akal. ustad Usman malah tertawa tawa. Tiba tiba ia terdiam melihat dari kejauhan ustajah Yasmin berjalan menuju perkebunan. Ustad Usman memberitau Aisyah melalui ekor matanya. Seketika Aisyah langsung panik melihat ustajah Yasmin.


"Berikan Syakir padaku, kau pergilah temui suamimu, biar ustajah Yasmin tidak cemburu dan salah paham padamu" ucap Ustad Usman. Perlahan Aisyah memberikan Syakir ke pangkuannya ustad Usman. Setelah itu, ia pergi menemui Riziq.


" Asalamualaikum" ustajah Yasmin mengucap salam sambil menghampiri ustad Usman dan Syakir.


" Waalaikumsalam"


" Duh maaf ya ustad Usman jadi merepotkan" ucap ustajah Yasmin sambil mengambil Syakir dari pangkuannya ustad Usman. la terdiam ketika melihat Aisyah yang sedang membantu Riziq menanam bibit. Entah kenapa kalau melihat Aisyah, ustajah Yasmin selalu kesal dan cemburu. la masih tak terima jika suaminya lebih menyukai Aisyah di banding dirinya.


" Ustajah Yasmin tidak perlu khawatir, Aisyah dari tadi membantu suaminya. Dia tidak mengganggu ustad Rasyid, jadi kau tidak perlu cemburu padanya" ucap ustad Usman menjelaskan.


" Maaf, kalau rasa cemburu saya terlalu berlebihan. Entah kenapa saya selalu kesal dan cemburu ketika melihat Aisyah. Saya masih belum terima jika suami saya lebih menyayanginya di bandingkan saya istrinya. Setiap perempuan pasti punya rasa cemburukan ustad Usman?" tanya ustajah Yasmin.


" Ustajah benar, bukan hanya perempuan yang punya rasa cemburu, laki lakipun pasti punya rasa cemburu juga. Tapi rasa cemburu itu harus ada alasannya. Saya tidak pernah melihat Aisyah menggoda ustad Rasyid. Bahkan sekedar mengobrol pun tidak pernah." tutur ustad Usman. ustajah Yasmin hanya diam saja sambil menundukan kepalanya.


Riziq yang melihat ustajah Yasmin pun terdiam.


" Uni, kau jangan jauh jauh dariku. Aku takut kakak iparku akan semakin cemburu padamu"

__ADS_1


" Ia Le" jawab Aisyah sambil mendekatkan diri pada suaminya itu.


__ADS_2