Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
keputusan


__ADS_3

Tiga hari terlewati sudah, kini ustad Rasyid sudah punya jawaban tentang perjodohan itu. Apapun keputusannya ia harap tidak ada yang tersakiti.


"Asalamualaikum" ucap Riziq sambil membuka pintu.


"Waalaikumsalam " jawab ustad Rasyid sambil tersenyum. Riziq tak menanggapi kakanya ia masih merajuk pada ustad Rasyid.


"Ziq, aang ingin bicara padamu "


Riziq terdiam menatap ustad Rasyid.


"Duduklah " ucap ustad Rasyid sambil menepuk kursi yang ada di sebelahnya. Perlahan Riziq pun duduk di sebelah kakaknya, raut wajahnya datar tanpa ekspresi.


"Kau masih merajuk padaku ? "


"Hmmm " jawab Riziq singkat, membuat ustad Rasyid tersenyum sambil mengelus kepalanya Riziq.


"Kau boleh marah padaku, tapi asal kau tau aku sangat menyayangimu " ucap ustad Rasyid.


"Apa kau menyayangi Aisyah ? " tanya Riziq tegas. Membuat ustad Rasyid terdiam.

__ADS_1


"Aang menyukai Aisyah, tapi aang belum tau keputusan apa yang akan aang ambil "


"Aang jangan lupa malam ini adalah malam terahir kau berfikir, kiyai Husen akan meminta jawaban aang nanti malam, ku harap keputusan mu tidak membuatku kecewa." tutur Riziq mengingatkan, ia pun berlalu ke kamar nya meninggalkan ustad Rasyid sendirian, karna waktu 3 hari yang di berikan kiyai Husen telah terlewati.


Ustad Rasyid terdiam, ia mengingat ketika ayah kandungnya membawanya paksa ke pesantren ini ketika ia berumur 13 th, ia seperti di buang oleh ayahnya sendiri, merasa tak di inginkan, merasa di acuh kan dan merasa di asingkan oleh ayahnya sendiri. Namun dengan tangan terbuka kiyai Husen dan kiyai Samsul menerima ustad Rasyid yang kala itu menangis sesegukan karna tak ingin berpisah dari orang tuanya. Kiyai Samsul adalah ayah kandungnya ustajah Yasmin. Ayah nya ustad Rasyid mempunyai kehidupan baru, jadi untuk mengasingkannya ia membawa paksa ustad Rasyid untuk tinggal di pesantren, ia tak peduli anaknya setuju atau tidak, yang penting ia bisa mengeluarkannya dari rumah. Mungkin kala itu Riziq masih berumur 2 tahun. Setelah hampir hampir 3 th ustad Rasyid tinggal di pesantren kala itu umurnya 16 th, sama seperti umur Riziq sekarang. Kala itu ia tak pernah lagi menerima kiriman uang dari ayahnya, ayahnya seperti angkat tangan bukan karna tak mempunyai uang untuk membiyayai keperluan sekolah dan keperluan pribadi ustad Rasyid, hanya saja ayahnya sudah tak perduli lagi dengannya. Sejak itu lah kiyai Husen dan kiyai samsul ayah dari ustajah Yasmin memberinya beasiswa, karna melihat kecerdasan dalam diri ustad Rasyid.


Kiyai Samsul juga menunjang semua kebutuhan pribadinya, sampai ustad Rasyid bisa mencari penghasilan sendiri dengan menjadi guru pengajar di pesantren, tentu ia terpilih menjadi pengajar karna kecerdasannya di atas rata rata. Secara tidak langsung kiyai Samsul dan kiyai Husen sangat berpengaruh dalam hidupnya.


* * * * * *


Sore ini Aisyah sudah duduk bersama Dewi di perkebunan, di tempat biasa ia mencari udara segar.


"Ku lihat beberapa hari ini kau nampak gelisah, apa kau punya masalah ? " tanya Dewi sambil memasukan cemilan ke dalam mulutnya. Aisyah hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap perkebunan sayuran yang nampak luas itu.


"Asalamualaikum "


"Waalaikumsalam " jawab Aisyah dan Dewi, Riziq pun duduk di sebelah Aisyah tanpa bicara sepatah katapun, membuat Dewi mengeryit ke heranan melihat ke 2 sahabatnya yang sedari tadi hanya duduk diam tak bersuara.


"Sepertinya kalian menyembunyikan sesuatu dariku "ucap Dewi.

__ADS_1


Aisyah dan Riziq hanya diam mematung tak menanggapi ucapan yang di lontarkan Dewi. Tidak mendengar jawaban, Dewi pun menatap satu persatu sahabatnya itu.


"Kalian tidak mau bercerita padaku, jahat sekali, aku kan cuma ingin tau, siapa tau saja aku bisa bantu kalian " ucap Dewi kembali.


"Maaf wi, saat ini aku belum bisa cerita, mungkin kalau aku sudah siap pasti aku cerita sama kamu " tutur Aisyah menjelaskan.


"Uni lagi gelisah, kakakku akan di jodohkan dengan ustajah Yasmin " ucap Riziq seketika membuat Dewi membulatkan matanya, mulutnya menganga sampai makanan yang ada di mulutnya terjatuh dengan sendirinya, ia hampir tak percaya dengan ucapan yang di lontarkan Riziq.


"Aisyah, apa itu benar ? " tanya Dewi memastikan. Aisyah hanya mengangguk.


"Lalu, apa ustad Rasyid menerimanya ? " tanya Dewi kembali.


"Entahlah " jawab Aisyah singkat.


"Akan ku pastikan itu tidak akan terjadi " jawab Riziq. Aisyah pun tersenyum pada Riziq.


"Kau tidak perlu memaksa, jodoh Allah yang mengatur, sekuat apapun kau memaksakan kau tidak akan pernah bisa menghindar, jangan terlalu berambisi apalagi menuntut, kakakmu punya pilihan dia berhak untuk memilih " tutur Aisyah.


"Kalau keputusan kakakku menyakiti mu, bagaimana ? " tanya Riziq sambil menatap Aisyah yang kini ada di sampingnya. Aisyah hanya tersenyum.

__ADS_1


"Uni akan berusaha ikhlas " ucap Aisyah tegas. Riziq hanya diam mendengar jawaban Aisyah.


"Tapi aku yang tidak ikhlas uni, aku tidak mau melihatmu kecewa" gumam Riziq dalam hati.


__ADS_2