Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Hamil ?


__ADS_3

Setelah membawa Aisyah ke dokter, Riziq pun membawa Aisyah pulang ke rumah, di ikuti oleh dewi yang kini mendorong kereta bayi Adam dan Hawa.


" Asalamualaikum" ucap mereka saat masuk kedalam rumah. Dewi pun membuka pintu. Seketika itu pula Riziq mendudukan Aisyah kekursi.


" Kau tidak apa apa uni?" tanya Riziq cemas.


" Masih sakit, tapi tidak seperti tadi"


Riziq memberikan obat yang dokter Husna berikan.


" Minumlah uni"


Seketika Dewi langsung memberikan air hangat yang ia ambil di dapur. Aisyah langsung meminum obat itu. Perlahan Riziq mengelus ngelus kakinya Aisyah sambil mengoleskan salep yang dokter Husna berikan. Aisyah terus menatap suaminya itu, ia merasa kalau Riziq marah terhadap kakaknya.


" Le"


" Hmm"


" Kau tidak marahkan pada kakakmu?" tanya Aisyah cemas.


" Kenapa uni bertanya seperti itu?"


" Uni melihat ada rasa tak suka di wajahmu, ustad Radyid hanya menolongku saja, jadi jangan berfikir yang macam macam" ucap Aisyah. Riziq pun tersenyum lalu duduk di sebelahnya Aisyah, sementara Dewi kini ia sedang duduk di teras depan bersama Adam dan Hawa.


" Kau tau uni, bukankah aku sering bilang padamu, aku percaya padamu kalau kau tidak mungkin menghianatiku apalagi menduakanku. Tapi uni, aku hanya tak suka jika ada laki laki lain yang menyentuhmu, meskipun dia hanya menyentuh pergelangan kakimu yang sakit. Aku tak ikhlas jika miliku di sentuh orang lain. Kau tau uni saat aku jatuh ke sawah saat kita pulang kampung kemarin. Aku menutup mataku, karna aku tak mau melihat sesuatu yang bukan miliku, aku mencoba mempertahankan kesucian mataku hingga aku tersungkur kesawah. Kau pun sebaiknya begitu uni, pertahankanlah kesucianmu hanya untukku. Terkadang aku tak iklas jika ada laki laki yang menatap kecantikan wajahmu selain diriku" tutur Riziq. Aisyah pun tersenyum lalu ia langsung memeluk suaminya itu.


" Aku mencintaimu" ucap Aisyah sambil mencium pipinya Riziq. Dewi yang melihat pun menggeleng gelengkan kepalanya.


" Ck ck ck, kalian menyuruhku untuk menjaga Adam dan Hawa, sementara kalian sendiri malah mesra mesraan" gerutu Dewi dalam hati.


" Ehem ehem" Dewi berdehem. Aisyah pun langsung melepaskan pelukannya.


" Aisyah anak anakmu sudah tidur, biar kutidurkan di dalam ya, Setelah itu aku akan memasak untuk kalian" ucap Dewi.


" Terima kasih ya Wi"


Setelah memindahkan Adam dan Hawa ketempat tidur, Dewi pun langsung masak ke dapur.


" Uni sebaiknya kau istirahat, aku mau melihat ka Dewi dulu" pinta Riziq. Kini Riziq ikut membantu memasak.


" Kau yakin ustad, kalau kau bisa masak?" tanya Dewi tak percaya.


" Jangan menghinaku ka Dewi, aku sering lihat chef Juna masak di tv" ucap Riziq yang kini telah membantu Dewi memasak sayur jamur. Setelah hampir satu jam memasak, akhirnya selesai juga. Dewi sudah menyiapkan semua makanan di atas meja.


" Sepertinya sangat nikmat, ustad, kau panggil Aisyah sana. Cacing cacing dalam perutku sudah tidak sabar" ucap Dewi. Riziq sudah memapah Aisyah ke meja makan.


" Ini semua kau yang masak Le?" tanya Aisyah.

__ADS_1


" Aku hanya memasak sayur jamur saja, yang lain ka Dewi yang masak" jawab Riziq.


Sedari tadi Dewi sudah makan dengan lahapnya. Hingga Aisyah dan Riziq mengeryitkan keningnya.


" Kau kerasukan jin apa Wi?" ledek Aisyah.


" Jangan banyak bicara. Kalian cepatlah makan, nanti makanannya habis olehku" ucap Dewi. Aisyah dan Riziq pun makan bersama.


" Uni kau cobain masakanku, pasti rasanya enak" ucap Riziq sambil menyodorkan tumis jamur kehadapannya Aisyah. Aisyah sudah meringis ketakutan melihat masakannya Riziq.


" Ini hasil maha karyamu Le?" tanya Aisyah.


" Hmm"


"Apa aku tidak akan keracunan makan masakanmu itu, dari bentuknya saja sudah terlihat betapa hancurnya masakan itu" batin Aisyah. Mau tidak mau Aisyah pun mencoba masakan yang di buat suaminya itu. Saat makanan itu masuk kemulutnya, matanya nampak membulat, ingin rasanya Aisyah meludahkan makanan itu, namun karna ia ingin menghargai usaha suaminya, mau tidak mau ia pun menelannya, tiba tiba, perutnya seakan ada yang mengaduk ngaduk, rasa mual mulai menyerang perut Aisyah. Seketika itu pula Aisyah berlari ke kamar mandi ambil menjinjitkan kakinya yang masih sakit.


" Uni kau kenapa?" tanya Riziq cemas.


Oo Oo Oo. Aisyah muntah muntah di kamar mandi. Hingga Riziq dan Dewi terkejut mendengarnya.


" Aisyah hamil lagi?" tanya Dewi. Riziq yang mendengar pertanyaan Dewi pun langsung tersenyum sambil berlari ke kamar mandi.


" Uni kau hamil?" tanya Riziq penasaran. Aisyah hanya mengeryitkan keningnya mendengar ucapannya Riziq. Aisyah hanya menggeleng gelengkan kepalanya saja. Seketika itu pula Riziq langsung menggendong Aisyah untuk membawanya ke klinik. Memeriksa keadaannya Aisyah. Aisyah nampak terkejut saat Riziq menggendongnya.


" Leee"


" Ka Dewi aku titip anak anak sebentar" teriak Riziq sambil berlalu. Riziq terus menggendong Aisyah sampai ke klinik. Sesampainya di klinik, Riziq pun terdiam saat ustad Rasyid menggendong ustadzah Yasmin ke klinik yang sama.


" Istriku pingsan" jawab ustad Rasyid sambil berlalu masuk keruangan sang dokter.


" Le turunkan aku" pinta Aisyah. Riziq pun mendudukan Aisyah di kursi tunggu.


" Le, ustadzah Yasmin kenapa?" tanya Aisyah.


" Entahlah"


Mereka pun menunggu giliran untuk di periksa. Riziq sudah mengelus ngelus perutnya Aisyah. Seketika itu pula Aisyah menepis tangan suaminya itu.


" Le, yang sakit itu kakiku, kenapa kau mengelus ngelus perutku" ucap Aisyah heran.


" Uni kau kan sedang hamil" ucap Riziq yang kembali mengelus perut Aisyah.


" Le, aku tidak hamil" ucap Aisyah tegas.


" Heii, dokter belum memeriksamu, lagi pula tadi kau muntah muntah, itukan tanda tandanya orang hamil" ucap Riziq. Hingga Aisyah mengeryitkan keningnya. Tiba tiba ustad Rasyid dan ustadzah Yasmin keluar dari ruangannya dokter Husna. Wajahnya ustad Rasyid nampak tersenyum bahagia begitupun dengan ustadzah Yasmin.


" Ang, ustadzah Yasmin kenapa ?" tanya Riziq.

__ADS_1


" Alhamdulilah istriku sedang hamil lagi" jawab ustad Rasyid sambil tersenyum.


" Benarkah?, alhamdulilah, Selamat Ang" ucap Riziq ikut senang.


" Makasih Ziq" jawab ustad Rasyid.


" Kalian sendiri kesini mau ngapain?" tanya ustadzah Yasmin.


" Kita juga mau memeriksa keha," belum juga Riziq menjawab, Aisyah sudah menutupi mulutnya Riziq dengan tangan kirinya.


" Kita kesini mau memeriksa kakiku yang terkilir " ucap Aisyah.


" Kakimu tidak apa apa Aisyah?" tanya ustad Rasyid.


" Tidak apa apa ustad hanya terkilir, terima kasih" jawab Aisyah.


"Kenapa Aisyah berterima kasih pada suamiku?" batin ustadzah Yasmin.


" Kita permisi dulu, Asalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


Ustad Rasyid dan ustadzah Yasmin pun pergi dari klinik. Kini giliran Aisyah yang di periksa oleh dokter Husna.


" Bagaimana dok, berapa sekarang usia kandungan istri saya?" tanya Riziq. Dokter Husna pun mengeryitkan keningnya mendengar pertanyaan dari Riziq. Sementara Aisyah sudah menundukan wajahnya karna malu.


" Tapi maaf ustad, istri anda tidak sedang hamil" jawab dokter Husna.


" Tidak hamil?, tapi tadi dia muntah muntah dok"


" Le, aku muntah muntah karna aku mual makan masakanmu yang tak karuan rasanya itu" jawab Aisyah.


" Jadi uni mual karna makanan, bukan mual karna hamil?"


" Hmmm"


Riziq sudah tersenyum malu. Dokter Husna pun mengeleng gelengkan kepalanya heran melihat kelakuannya Riziq.


Setelah tau Aisyah tidak hamil, Riziq pun menggendong Aisyah untuk pulang.


" Uni kau yang muntah muntah tapi kenapa ustadzah Yasmin yang hamil ya" tanya Riziq heran. Riziq dan Aisyah pun pergi dari klinik.


Saat ustad Usman melihat Riziq keluar dari klinik sambil menggendong Aisyah, ia nampak panik.


" Aisyah kenapa ya" gumam ustad Usman. Karna penasaran, ustad Usman pun bertanya pada dokter Husna.


" Asalamualaikum, maaf dok, saya mau tanya tadi ada laki laki yang menggendong istrinya kemari itu kenapa ya?" tanya ustad Usman.

__ADS_1


" Oh itu, istrinya pingsan, kebetulan istrinya sedang hamil" jawab dokter Husna. Dikter Husna mengira yang di tanyakan ustad Usmsn adalah ustad Rasyid dan ustadzah Yasmin. Seketika ustad Usman membelalajan matanya, ia hampir tak percaya kalau Aisyah hamil lagi.


" Aisyah hamil?, astaghfirullah, itu artinya aku dalam bahaya, ini akan menjadi zona gawat darurat untuku, Aisyah pasti ngidam yang aneh aneh lagi padaku, di pasti mengerjaiku lagi. Aku benar benar harus waspada 24 jam"


__ADS_2