Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Jodoh


__ADS_3

Masih dengan Dewi yang kini mengantarkan Zahira kembali lagi ke rumahnya Aisyah.


" Asalamualaikum"


Ucap Dewi sambil mengetuk pintu.


" Waalaikum salam" jawab Aisyah sambil membuka pintu, ia terdiam heran karna Zahira balik lagi ke rumahnya.


" Ira, katanya tadi mau pulang" ucap Aisyah. Tiba tiba Aisyah kembali terdiam melihat Zahira yang basah kuyup.


" Ira kau kenapa?" tanya Aisyah cemas. Riziq pun menghampiri mereka.


" Ira kau kenapa?" tanya Riziq yang juga tak kalah cemas.


" Aku sama ka Yusuf jatuh ke sungai" jawab Zahira. Aisyah dan Riziq terkejut dan saling lirik heran.


" Ko bisa?"


" Ceritanya panjaaaang banget. Sepanjang jalan tol cipali, seluas samudra, sedalam lautan dan setinggi langit ke- 7, jadi jangan tanya bagaimana kejadiannya, karna aku membutuhkan 3 hari 3 malam untuk menceritakannya sampai selesai" tutur Zahira.


" Masa?" tanya Aisyah tak percaya, ia pun langsung menatap Dewi.


" Tadi kaki Ira kecakip kepiting, ia histeris ketakutan hingga terpeleset ke sungai, Yusuf yang menolongnya. Sekian" ucap Dewi.


" Kau bilang kalau di ceritakan akan membutuhkan waktu 3 hari 3 malam, itu buktinya Dewi cerita tidak sampai 5 menit sudah selesai" ucap Aisyah pada Zahira. Zahira sudah cengengesan.


" Kau tau Ira, kenapa kau sampai di cakip kepiting?" ucap Riziq. Zahira pun mengangguk.


" Apa?" tanya Riziq.


" Kepiting itu hanya jelmaan Dewa amor, supaya aku bisa dekat dengan ka Yusuf, kau tau ka Riziq, Ka Yusuf meniupi kakiku yang luka, bukankah itu so sweat namanya" ucap Zahira sambil tersenyum senyum.


" Bukan itu jawabannya Ira"


" Lalu?"


" Karna kau kualat padaku, kau menarik sarungku hingga hampir melorot dan kau membawa lari si biru" tutur Riziq. Aisyah pun terkejut.


" Ira kau tidak boleh melorotkan sarung kakakmu" ucap Aisyah tegas.


" Kenapa memangnya ka?"


" Karna cuma aku yang boleh melorotkan sarung kakakmu" ucap Aisyah tegas.


" Astaghfirullah alazim" ucap Dewi sambil menutupi telinganya Zahira.

__ADS_1


" Lama lama telingamu akan rusak kalau mendengar ucapan sepasang suami istri yang ada di hadapanmu ini. Sungguh menggelikan" gerutu Dewi. Zahira malah tertawa.


" Sudah sudah, sekarang kau mandi dan bersihkan badanmu" pinta Riziq.


" Kau pakai baju ka Aisyah saja, nanti bajumu ka Aisyah cuci dulu, sorbannya juga di cuci dulu sebelum di kembalikan pada Yusuf" tutur Aisyah. Zahira pun mengangguk.


" Satu lagi yang harus di cuci" ucap Dewi.


" Apa?"


" Kerudungku, adik iparmu yang tersayang ini telah membersihkan ingusnya memakai kerudungku tanpa izin. Pokoknya aku minta pertanggung jawaban. Bukankah itu sangat menjijikan" tutur Dewi sedikit kesal. Aisyah dan Riziq malah cekikikan hingga Dewi menggeram kesal.


" Iya iya aku cuciin" ucap Aisyah. Aisyah pun mengambil kerudungnya dan memberikannya pada Dewi untuk di pakainya sementara saat kerudungnya akan dicuci. Saat Dewi melepaskan kerudungnya, seketika itu pula Riziq langsung membalikan badannya agar tidak melihat sesuatu yang bukan haknya.


" Sudah" ucap Dewi. Dewi pun memberikan kerudungnya pada Aisyah. Aisyah pun menerima kerudung itu dengan hati hati sambil bergidik jijik.


" Cuci yang bersih" ucap Dewi tegas


" Hmmm"


Tiba tiba terdengar seseorang memanggil Dewi.


" Mba Dewi" teriak tukang somay yang sedari tadi mengejar Dewi.


" Kenapa pak?" tanya Dewi.


" Astaghfirullah, saya lupa pak, maaf"


Dewi pun mengambil dua bungkus somay itu.


" Berapa bang?" tanya Dewi.


" 15.000 mba"


Saat Dewi akan membayarnya, tiba tiba ia terdiam karna ia lupa tidak membawa uang. Dewi nampak kebingungan.


" Aku lupa bawa uangnya" Dewi langsung menatap Aisyah. Seketika itu pula Aisyah dan Riziq langsung menjawab.


" NGGAAAAAAK"


" Asalamualaikum"


ucap Aisyah sambil menutup pintu. Hingga Dewi langsung mengerucutkan bibirnya.


" Kau jahat sekali Aisyah"

__ADS_1


" Bagaimana mba mau di bayar sekarang?" tanya tukang somay. Dewi sudah cengengesan.


" Bayarnya nanti saja ya kalau kita ketemu lagi" ucap Dewi hingga tukang somay itu menepuk jidatnya. Mereka pun pergi dari rumahnya Aisyah.


Aisyah sudah menggerutu di dalam rumahnya.


" Sudah menyuruhku menyuci kerudungnya, eh malah mau minta jajanannya di bayarin" gerutu Aisyah. Saat Zahira mandi, Aisyah pun mencuci dan mengeringkan bajunya Zahira serta sorbannya Yusuf.


Setelah selesai mandi, Zahira pun duduk di ruang tamu dengan mengenakan gamisnya Aisyah yang sedikit kebesaran. Aisyah pun tersenyum lalu duduk di sebelahnya Zahira.


" Biar ka Aisyah bantu"


Aisyah pun mengeringkan rambut adik iparnya itu lalu menyisirnya.


" Mana sorbannya Yusuf, nanti ku kembalikan saat kemasjid" pinta Riziq.


" Belum kering Le"


" Jangan dikembaliin ka, biar jadi kenang kenangan untuku. Pasti ka Yusuf punya banyak sorban di rumahnya" ucap Zahira yang tidak rela kalau sorbannya harus di kembalikan.


" Kau tidak boleh begitu Ira, sorban itu punya Yusuf, Sudah bagus dia meminjamkannya padamu" ucap Riziq.


" Jangan ka buat aku saja sorbannya" rengek Zahira.


" Ira, kau tidak boleh begitu" pinta Aisyah.


" Iya iya kau boleh mengembalikan sorbannya pada ka Yusuf. Tapi jangan lupa katakan pada ka Yusuf kalau aku mencintainya" tutur Zahira.


" Eh bocah semprul, ucapanmu itu salah, seharusnya kau mengatakan terima kasih pada Yusuf, bukannya mengatakan cinta" gerutu Riziq. Riziq pun pergi. Zahira hanya bisa mengerucutkan bibirnya. Aisyah hanya tersenyum.


" Dengarkan ucapannya ka Aisyah Ira, kau ini masih muda, masih banyak sesuatu hal yang lebih bermanfaat selain membicarakan soal cinta atau pernikahan. Kau tau jodoh?. Allah sudah menyiapkan jodoh masing masing untuk semua umatnya termasuk dirimu Ira. Siapapun jodohmu dialah yang terbaik untukmu. Jika kau berjodoh dengan Yusuf, kau tidak perlu khawatir, seberapa banyak cobaan dan rintangan yang menerpa kalian, kalian pasti bisa melewatinya dan bersatu dengan Yusuf" ucap Aisyah.


" Benarkah?" tanya Zahira. Aisyah pun mengangguk.


"Allah tak pernah kehabisan cara untuk menyatukan yang berjodoh. Sejauh apapun jaraknya, sebesar apapun perbedaannya, Allah pasti satukan mereka" ucap Aisyah kembali.


" Seperti ka Aisyah sama ka Riziq ya, meskipun dulu ka Riziq di Kairo dan kau di sini, dia tetap mencintaimu. Dan perbedaan usia kalian yang lumayan terpaut jauh, dia tetap menyayangimu" ucap Zahira sambil menatap Aisyah. Aisyah pun mengangguk tersenyum.


" Allah pun tak pernah kehabisan cara untuk memisahkan yang tak berjodoh. Sedekat apapun jarak antara mereka, sedalam apapun cinta mereka, dan selama apapun mereka berusaha menjaga cinta itu, Allah pasti pisahkan mereka dengan caranya" tutur Aisyah kembali.


" Seperti ka Aisyah sama ka Rasyid ya?, meskipun kalian tinggal di pesantren yang sama, meskipun kalian saling mencintai, tapi Allah tetap pisahkan kalian dengan caranya?" ucap Zahira. Aisyah pun kembali menganggukan kepalanya.


" Kami dipisahkan sebelum bersatu, itu sudah membuktikan kalau kami tidak berjodoh" ucap Aisyah.


" Dan kakakmu Riziq. Dialah laki laki hebat yang Allah kirimkan untuk ka Aisyah. Dialah yang berani merentangkan tangannya untuk mengambilku disaat aku terpuruk saat seseorang telah membuangku. Dengarkan ka Aisyah Ira, jadilah wanita yang menjunjung tinggi kehormatannya. Yusuf adalah salah satu laki laki yang keimanannya kuat, dia tidak akan menatap perempuan yang belum menjadi yang halal baginya. Meskipun kau berusaha kuat untuk mendekati Yusuf, pasti dia akan menghindar, bukan berarti dia tidak mencintaimu ataupun membencimu, dia hanya sedang berusaha mempertahankan sesuatu yang menjadi haknya. Kau tau apa?, dia sedang berusaha meneguhkan keimanannya. Karna Yusuf tau, seorang laki laki yang keimanannya kuat dia hanya akan menjalani masa pacaran setelah menikah" tutur Aisyah. Zahira pun tersenyum.

__ADS_1


" Pantas saja kalau aku menyapa dan tersenyum padanya dia selalu menundukan kepalanya, apa karna aku ini belum menjadi yang halal baginya?" tanya Zahira. Aisyah pun mengangguk sambil mengelus kepala adik iparnya itu.


__ADS_2