
Masih dengan mereka yang kini masih di perjalanan berlibur ke kebun binatang. Aisyah sudah tertidur di bahunya Riziq. Yang lain pun sebagian sudah tertidur karna perjalanan memakan waktu yang lumayan lama.
" Umi, umi pegal tidak. Kalau pegal biar aku yang gendong Adam" ucap Riziq pada umi Fadlun.
" Tidak apa apa, nanti kalau di pindah takutnya Adam bangun" jawab umi Fadlun. Tiba tiba Aisyah menggeliat lalu merangkul dan memeluk Riziq dengan mesra namun matanya masih terpejam. Seketika itu pula Riziq langsung membangunkan Aisyah karna posisi istrinya itu nampak kurang mengenakan jika dilihat orang lain.
" Uni bangun"
Riziq mencoba membangunkan, namun Aisyah malah mengerjap ngerjapkan matanya lalu terpejam kembali. Karna Aisyah tidak bangun, lalu Riziq merubah posisi istrinya itu sambil melepaskan pelukan Aisyah karna ia merasa tak enak dan malu jika ada yang melihat. Setelah melepaskan pelukan istrinya itu, Aisyah malah kembali memeluk Riziq.
" Uni bangun" ucap Riziq sambil berbisik.
" Goda aku dulu Le" ucap Aisyah sambil membuka kancing kemeja Riziq bagian atas. Mata Aisyah masih terpejam, ia lupa kalau dirinya kini ada di dalam mobil. Saat Aisyah membuka kancing bajunya Riziq, seketika itu pula Riziq langsung menepis tangannya Aisyah. Riziq sudah celingak celinguk takut ada yang melihat kelakuan istrinya, namun terlambat karna ustadzah Ulfi sudah tersenyum senyum geli sambil menundukan kepalanya. Wajah Riziq sudah memucat karna malu, ia pun mengancingkan bajunya kembali.
" Uni bangun kita sekarang ada di dalam mobil" ucap Riziq sambil menggoyang goyangkan bahunya Aisyah. Seketika Aisyah langsung terbangun.
" Astaghfirullah, Le aku lupa kalau aku ada di dalam mobil, kupikir kita ada di dalam kamar" jawab Aisyah. Riziq hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
" Kelakuanmu mengotori kesucian seisi mobil" ucap Riziq. Wajah Aisyah sudah memerah.
" Untung kau baru membuka kancing bajuku belum membuka sarungku" gerutu Riziq.
" Ada yang lihat tidak Le?" tanya Aisyah cemas.
" Tidak ada" jawab Riziq.
" Alhamdulilah"
Aisyah merasa lega.
" Hanya ustadzah Ulfi tadi sempat mengintip" ucap Riziq sambil tersenyum senyum.
Deg.
Aisyah langsung menatap ustadzah Ulfi yang kini sudah menahan tawanya. Wajah Aisyah memerah kembali, ia pun menarik sorbannya Riziq lalu menutupi wajahnya dengan sorban karna merasa malu. Riziq sudah tertawa tawa melihat kelakuan istrinya itu.
" Uni kau hampir saja melakukan adegan syur di dalam mobil" goda Riziq sambil berbisik.
" Lee, kau jangan menggodaku terus" protes Aisyah masih dengan menyembunyikan wajahnya di balik sorban. Riziq sudah cekikikan tak bersuara.
" Kalian dari tadi bisik bisik apaan sih aku kepo" ucap Zahira sambil membalikan badannya menghadap Riziq dan Aisyah.
" Sudah kubilang jika kau kepo maka uban di kepalamu akan tumbuh mendadak" ucap Riziq pada Zahira.
" Apa maksudmu?"
" Uban di kepalamu akan tumbuh sebelum waktunya"
Kini Zahira duduk kembali menghadap ke depan sambil mengerucutkan bibirnya. Diam diam Zahira mengintip Yusuf dari balik kursinya. Zahira tersenyum senyum sendiri. Umi Fadlun yang melihat pun merasa heran dengan perempuan kecil yang ada di sebelahnya itu.
" Ira kau sedang menatap apa?" tanya umi Fadlun.
" Aku sedang menatap masa depan umi" jawab Zahira dengan masih mengintip Yusuf. Umi Fadlun pun terdiam keheranan.
" Uni, kau ambil Hawa sana, kasian ustad Usman" pinta Riziq.
" Hmmm"
Aisyah pun bangun dari duduknya. Ia terheran melihat Zahira mencuri curi pandang pada Yusuf.
" Ira kau sedang apa?" tanya Aisyah sambil menyipitkan matanya. Zahira pun tersenyum malu karna ia ketahuan.
" Mengintip calon imamku ka" jawab Zahira sambil tersenyum senyum.
" Kau mau bintitan ngintip ngintip" ucap Aisyah sambil berlalu ke belakang menemui kakaknya dan Hawa. Ustad Usman masih terlelap bersama Hawa.
" Ya Allah kasihan sekali kakaku yang satu ini" ucap Aisyah sambil mengambil Hawa dari pangkuannya ustad Usman. Ustad Usman hanya diam saja tanpa sadar Hawa telah di bawa oleh Aisyah.
" Maaf ka Nisa aku merepotkan" ucap Aisyah. Nisa pun tersenyum.
" Tidak apa apa Aisyah" jawab ka Nisa. Aisyah pun duduk kembali bersama Riziq.
Sesampainya di kebun binatang Jakarta. "Sudah sampai" ucap ustad Soleh memberitau.
" Alhamdulilah"
" Alhamdulilah kita sampai dengan selamat"
__ADS_1
Mereka pun satu persatu turun dari mobil. Mang Ilham dan bi Ratna turun paling awal karna mereka duduk paling depan. Saat ustad Soleh berjalan kedepan, ustad Usman masih terlelap, ia merasa kelelahan setelah berkutat melawan kejahilan Hawa.
" Man bangun sudah sampai" ucap ustad Soleh sambil menepak pundak adiknya itu. Ustad Usman pun terbangun sambil mengerjap ngerjapkan matanya. Tiba tiba ia terkejut saat melihat Hawa tidak ada di pangkuannya.
" Hawaaaaaa" ucap ustad Usman sedikit berteriak karna panik.
" Hawa hilang, dia kemana Nis?, jangan jangan ada yang menculik Hawa mm" belum selesai bicara, Nisa sudah membungkam mulut suaminya dengan tangan kanannya.
" Tante Nisa, om ustadnya di rukiah dulu, biar nyawanya pada kumpul lagi" ucap Zahira meledek.
" Hawa sudah diambil oleh ibunya" ucap Nisa pada suaminya.
" Aisyah, ngambil Hawa gak bilang bilang, akukan jadinya panik" gerutu ustad Usman. Mereka pun keluar dari mobil.
Ustad Soleh sudah membeli semua karcis dan membagikannya pada rombongan pesantren itu.
" Ka usman apa di kebun binatang ini ada unta?" tanya Aisyah.
" Kenapa memangnya?" tanya ustad Usman.
" Ga kenapa napa, kupikir ka Usman mau naik unta seperti yang umi lakukan saat ngidam waktu hamil ka Usman" ucap Aisyah. Hingga ustad Usman memicingkan matanya pada Aisyah.
" Kau jangan macam macam ya Aisyah"
" Ka Aisyah, sepertinya om ustad sudah tidak sabar ingin bertemu dengan spesiesnya" ucap Zahira sambil cekikikan. Ustad Usman sudah menggeram. Tidak lama kemudian mereka pun masuk ke kebun binatang itu. Mang Ilham dan ustad Soleh sudah membawa tikar. Aisyah pun mendorong dorong Kereta bayinya sambil menggandeng lengannya Riziq.
" Kondisikan matamu ya Le" Aisyah memperingatkan suaminya agar bisa menjaga matanya untuk tidak menatap sesuatu yang bukan haknya.
" Iya uni" jawab Riziq pasrah.
Dewi pun menghampiri mereka.
" Ustad Riziq, tidak mau kah kau membantuku" ucap Dewi sedikit ngos ngosan karna kelelahan setelah membawa bawa tas besarnya.
" Membantu apa ka Dewi, kalau kau menyuruhku untuk menggendongmu, maaf saja aku tidak sanggup" tutur Riziq.
" Bukan menggendongku ustad, tapi membawa tasku, badanmu kan tinggi besar, masa kau tidak kuat membawa tasku" jawab Dewi. Karna kasihan Riziq pun membantu Dewi membawa tas besarnya.
" Astaghfirullah isinya apa ka, berat sekali, apa di dalam tasmu ini ada kembaranmu?"
Dewi sudah cengengesan.
Kini Riziq sudah membawa 2 tas sekaligus. Ustad Soleh dan mang Ilham sudah menggelar tikar di sebuah pelataran khusus pengunjung. Mereka pun duduk beristirahat di sana. Umi Salamah sudah memangku Hawa.
" Cucu umi tadi kenapa nangis terus" ucap umi Salamah sambil menciumi pipinya Hawa. Ustad Soleh dan ustad Azam sudah membagikan ketring satu persatu. Mata Dewi nampak berbinar saat menerima ketring itu, namun tiba tiba ia cemberut saat melihat nasi yang ada di dalam box ketring itu.
" Kenapa Wi?" tanya Aisyah.
" Nasinya kecil sekali, sepertinya tidak cukup untuku"
Aisyah hanya mengeryitkan keningnya.
" Matamu rabun ya Wi, nasi sebesar itu dibilang kecil" ucap Aisyah sedikit heran. Dewi sudah cengengesan.
" Porsi makanku kan berbeda dengan kalian, he he"
Aisyah pun memberikan ketringnya pada Dewi.
" Untuku?" tanya Dewi.
" Hmmm"
Dewi sudah tersenyum bahagia. Aisyah makan satu ketring berdua bersama Riziq.
" Wi masa kau masih kurang, bukannya kau bawa warteg di dalam tasmu itu" ledek ustad Usman hingga Dewi mengerucutkan bibirnya.
Zahira sudah larak lirik sana sini.
" Ira kau cari siapa?" tanya Aisyah.
" Aku cari ka Yusuf, ko dia tidak ada disini ya" ucap Zahira heran sambil berbisik.
" Kelakuan warisanmu genit sekali Le"
Tiba tiba Yusuf datang dan duduk bergabung dengan mereka.
" Kau habis cari apa Suf, kalau kau mencari spesies yang seperti Zahira, maaf saja kau tidak akan menemukannya karna dia itu termasuk spesies langka" tutur ustad Usman bercanda. Yusuf hanya tersenyum sementara Zahira sudah cemberut kesal. Tiba tiba ustad Usman berbisik pada Yusuf.
__ADS_1
" Zahira sangat mengagumimu, jadi kau harus banyak banyak istighfar karna dia perempuan paling menjengkelkan yang ada di pesantren setelah Aisyah" tutur ustad Usman. Yusuf pun kembali tersenyum.
Setelah selesai makan makan, sebagian dari mereka sudah berkeliling melihat hewan hewan yang ada di sana. Riziq sudah mendorong kereta bayinya, dan Aisyah berjalan di sebelahnya sambil bergandeng tangan. Mereka bak pengantin baru yang sedang berbulan madu. Ustad Rasyid pun merasa iri dengan kemesraan mereka. Ustadzah Yasmin yang sadar kalau suaminya itu sedang menatap Aisyah dan Riziq, ia langsung menggandeng lengan suaminya sambil tersenyum. Ustad Rasyid pun tersenyum pada istrinya dan berjalan berkeliling bersama yang lain.
Mereka pun melihat binatang tupai yang meloncat loncat di atas pohon.
" Ira binatang itu mirip denganmu ya, kecil kecil menyebalkan" ucap Dewi.
" Segini menyenangkannya dibilang menyebalkan huufh" gerutu Zahira. Aisyah dan Riziq pun melihat ular yang kini sedang terkurung dikandangnya, yang lain pun mengikuti mereka.
" Uni kau takut tidak dengan ular?" tanya Riziq.
" Tidak"
" Lalu apa yang kau takuti?"
" Kau" jawab Aisyah.
" Kenapa kau takut padaku?"
" Karna jika kau marah padaku maka habislah aku" jawab Aisyah. Riziq hanya tersenyum senyum saja pada istrinya itu. Perlahan Riziq berpindah posisi ke sebelah kanan untuk melihat binatang kura kura. Saat Aisyah melihat binatang biyawak, ia langsung menarik tangan yang ada disebelahnya, ia fikir itu adalah Riziq, ternyata yang ditarik itu adalah tangannya ustad Rasyid.
" Kau lihat Le, biyawak nya mirip denganmu" ucap Aisyah masih dengan menggenggam tangannya ustad Rasyid.
" Aisyah" panggil ustad Rasyid yang terkejut saat Aisyah menarik tangannya. Aisyah pun terkejut saat mendengar suara udtad Rasyid apalagi saat melihat tangannya menggenggam tangannya ustad Rasyid. Seketika itu pula Aisyah langsung melepaskan tangan kakak iparnya itu.
" Astaghfirullah, maaf ustad" Aisyah merasa menyesal karna tidak hati hati. Ustad Rasyid pun menganggukan kepalanya. Aisyah pun mengedarkan pandangannya untuk mencari Riziq. Saat melihat Riziq ada di sebelah, Aisyah menghampiri suaminya itu dengan sedikit berlari, ustad Rasyid hanya diam sambil menundukan kepalanya. Untung saja Riziq tidak melihat kejadian tadi begitu pula dengan ustadzah Yasmin yang tidak ngèh.
Aisyah langsung menggenggam tangannya Riziq.
" Untung tadi si berondongku tidak lihat, kalau saja dia lihat, bahaya itu. Dia bisa ngamuk ngamuk dan mengacak ngacak kebun binatang ini" batin Aisyah.
" Uni Adam sama Hawa tertidur, kita ustirahat dulu ya, kasian mereka" pinta Riziq. Aisyah pun mengangguk. Kini mereka sudah bergabung dengan umi Fadlun dan umi Salamah serta bi Ratna yang sedang duduk bersantai di tikar yang mereka bawa.
" Adam sama Hawa tidur?" tanya umi Salamah, Aisyah sudah menaruh bantal kecil untuk putra putrinya yang kini di baringkan di sana.
" Iya mi mereka tidur"
Riziq sudah berbaring di pangkuannya Aisyah.
" Kau lihat uni, foto foto yang kuambil tadi, bagus baguskan" ucap Riziq sambil memperlihatkan foto yang ada di kamera ponselnya.
" Diiih, aku paling cantik ya Le" ucap Aisyah sambil tersenyum senyum. Hingga Riziq mengeryitkan keningnya.
" Ya iyalah paling cantik, orang di fotonya sama ustad Usman, ustad Soleh, kiyai Husen dan aku, dan kau satu satunya perempuan di foto itu, jadi kau yang paling cantik" tutur Riziq. Aisyah sudah tersenyum senyum.
" Tapi pada kenyataannya usiaku paling muda di foto itu" ucap Riziq sambil cengengesan.
" Eh ngomng ngomong Zahira kemana ya?" tanya Riziq.
" Tadi sih ikut sama Dewi"
Sementara dengan Zahira yang melihat Yusuf sedang berdiri memandangi binatang harimau. Diam diam Zahira dan Syifa menghampiri Yusuf.
" Ka Yusuf" panggil Zahira. Yusuf pun langsung membalikan badannya menghadap Zahira.
" Hansemnya calon imamku, kalau kau berubah jadi harimau, aku ikhlas jika kau menerkamku" batin Zahira.
" Kenapa Ira?" tanya Yusuf.
" Ka boleh tidak minta foto bareng" ucap Zahira. Yusuf pun terdiam.
" Maaf Ira, aku tidak enak sama yang lain" jawab Yusuf.
"Sekali saja ka pliss buat kenang kenangan" ucap Zahira sedikit memelas. Yusuf mulai menimbang nimbang, sebenarnya ia tidak mau karna takut itu akan menjadi fitnah. Tapi karna Zahira sedikit memaksa, jadi mau tidak mau dia mengizinkan. Zahira tersenyum senang, ia memberikan ponselnya pada Syifa.
" Syifa, kamu fotoin ka Ira ya sama ka Yusuf " pinta Zahira pada Syifa. Syifa pun mengangguk. Zahira sudah tersenyum manis saat di foto bareng pujaan hatinya.
" Sudah Syifa?" tanya Zahira.
" Sudah ka"
" Aku pergi dulu ya Ira, asalamualaikum" ucap Yusuf sambil berlalu.
" Waalaikum salam, makasih ya ka Yusuf" Zahira sudah berjingkrak jingkrak karna merasa senang bisa berfoto bareng Yusuf.
" Coba kulihat hasil jepretanmu" ucap Zahira sambil mengambil ponselnya dari tangan Syifa. Saat melihat hasil foto itu, Zahira langsung menggeram pada Syifa.
__ADS_1
" Anak tuyul, kenapa kau memotoku dengan ka Yusuf, wajah kami tidak di foto, kau fikir aku sedang memoto model baju" gerutu Zahira. Syifa memoto Zahira dan Yusuf hanya dari badan sampai ke leher.
" Sudah susah susah memaksa ka Yusuf untuk foto bareng, eh hasilnya sungguh mengecewakan. Dasar anak sama ibu sama sama menyebalkan"