Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Lantunan alquran


__ADS_3

Satu minggupun berlalu, kini Aisyah sudah selesai datang bulan, ia tak sabar menemui ustad Rasyid dan melantunkan surah Arrahman yang hampir satu minggu lebih ia hafalkan. Ia ingin menyelesaikan hukuman yang ustad Rasyid berikan, ia juga tak sabar ingin melihat senyum manis dari ustad Rasyid. Kini Aisyah sadar kalau dirinya ada hati pada ustad Rasyid, ia membayangkan betapa bahagianya kalau ustad Rasyid menjadi imamnya kelak.


Aisyah tersenyum akan lamunannya itu, hatinya selalu berbunga bunga kala ia bertemu dengan kakaknya Riziq itu.


" Astaghfirullahalazim , berpikir apa aku ini manamungkin ustad Rasyid menaruh hati pada perempuan sepertiku, dia pasti menginginkan perempuan soleha dan baik, pasti kriterianya itu seorang ustajah bukan penjaga kantin sepertiku " gumam Aisyah dalam hati. Ia sadar akan posisinya itu.


Tiba tiba Riziq menemuinya.


"Asalamualaikum uni " ucap Riziq sambil berdiri di hadapan Aisyah.


"Waalaikum salam " jawab Aisyah.


"Uni sudah selesaikan datang bulannya " tanya Riziq pasti.


"Dari mana kamu tau ? " tanya Aisyah heran.


Riziq malah tersenyum.


" Terlihat dari wajahmu, wajah uni sekarang terlihat berseri tidak seperti kemarin kemarin saat uni sedang datang bulan terlihat sekali wajah uni berubah menjadi menakutkan saat uni sedang datang bulan " tutur Riziq.


Kini Aisyah sudah memicingkan matanya.


"Kamu bilang uni menakutkan " ucap Aisyah menahan kesal. Riziq malah tertawa.


"Ha ha ha" ia uni terlihat menakutkan saat datang bulan sudah seperti ibu tiri yang mau merebus anak tirinya " tutur Riziq sambil tertawa. Aisyah langsung terdiam, ia sadar kalau dirinya sedang datang bulan emosinya sering tak stabil.


"Ya sudah kapan kita akan menemui kakakmu " ucap Aisyah tak sabar, membuat bocah ingusan yang ada di hadapannya itu tersenyum heran.


"Cieeee , sepertinya uni tak sabarya ingin cepat bertemu dengan kakakku yang tampan itu " ucap Riziq menggoda Aisyah.


"Jangan menggodaku seperti itu "


"Tapi aku melihat wajah uni berbeda saat berhadapan dengan kakakku, wajah uni nampak berseri seri seperti sedang berbunga bunga " tutur Riziq. Aisyah pun tersenyum malu, ucapan yang di lontarkan dari mulutnya Riziq memang benar adanya. Bi Ratna hanya tersenyum mendengar perdebatan mereka.

__ADS_1


"Ya sudah kita temui aang Rasyid sekarang kebetulan dia sedang tidak ada jadwal mengajar, sekalian ajak ka Dewi juga biar kakakku tidak marah melihat kita berdua "


Sebelum pergi ke aula merekapun mengajak Dewi kesana.


"Pokoknya setelah pulang dari aula kau harus mentraktirku makan baso di depan gerbang pesantren " ucap Dewi meminta sogokan karna dirinya selalu di bawa bawa dalam urusan hukuman yang di berikan oleh ustad Rasyid.


"Kau tidak pernah ikhlas kalau membantuku " gerutu Aisyah.


Sesampainya di aula mereka melihat ustad Rasyid yang sedang duduk bersama Yusuf putranya ustad Azam dan ustajah Ulfi.


"Asalamualaikum " ucap mereka bersama sama.


"Waalaikumsalam " jawab ustad Rasyid dan Yusuf.


Saat Riziq dan Dewi masuk ke aula, Aisyah malah mematung di pintu, ia merasa ada yang berbeda dengan hatinya kala ia melihat ustad Rasyid. Riziq yang melihatpun langsung menarik tangan Aisyah untuk menghampiri kakaknya itu.


"Ayo uni masuk " ucap Riziq.


perlahan Aisyah pun masuk dan duduk di hadapan ustad Rasyid dan Yusuf jarak mereka sekitar 1, 5 meter. Riziq duduk di sebelah Aisyah sementara Dewi lebih memilih bersandar di tembok sedikit lebih jauh dari posisi mereka. Ustad Rasyid memicingkan matanya pada adik kesayangannya itu, Riziq yang mengerti akan tatapan kakaknya itu seketika ia langsung menggeserkan duduknya sedikit menjauh dari Aisyah.


"Mulailah " ucap ustad Rasyid.


" Bismillahirrahmanirrahim , dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang " Aisyah berdo'a dalam hati.


Perlahan ia memulai bacaan itu .


"Audzubilahiminas syaiton nirojim bismillahirrahmanirrahim


Arrahman.....


Aisyah melantunkan surah Arrahman dengan begitu merdunya, begitu menggema di aula, terdengar begitu merdu di telinga ustad Rasyid, ia tak menyangka Aisyah begitu pandai mengaji. Kini ada rasa berbeda dalam diri ustad Rasyid ketika melihat Aisyah, ia merasa bangga dengan perempuan yang sedang melantunkan bacaan alquran di hadapannya ini, sampai ia tak terasa menampakan senyum. Riziq yang sadar akan tatapan dan senyum yang di berikan kakaknya terhadap Aisyah, ia juga ikut tersenyum.


" Sepertinya aang menyukai uni Aisyah " gumam Riziq dalam hati. Sementara dengan Dewi ia malah tertidur menyandar ke tembok ketika mendengar Aisyah melantunkan surah Arrahman dengan begitu merdunya, hingga kini tinggal ayat terahir.

__ADS_1


"Tabarakasmu rabbika ziljalali wal ikram. . . shodaqallahuladzim "


Setelah selesai melantunkan surah Arrahman, Aisyah pun kini membacakan artinya dari ayat pertama hingga ayat terahir. Setelah selesai Aisyah langsung menatap ustad Rasyid, ustad Rasyid pun tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


"Gimana ang hafalan uni tidak ada yang salahkan ? " tanya Riziq.


"Sempurna " jawab ustad Rasyid, membuat Aisyah melebarkan senyumnya .


"Jadi sekarang hukumannya sudah selesaikan ustad ? " tanya Aisyah, ustad Rasyid pun mengangguk pasti. Aisyah tersenyum senang bukan main.


"Alhamdulilah " ucap Aisyah pelan. Riziq pun ikut melebarkan senyumnya.


"Tapi kalian harus ingat, jangan membuat masalah lagi " tutur ustad Rasyid mengingatkan.


"Terima kasih ustad Rasyid, saya akan berusaha tidak akan mencari masalah lagi " ucap Aisyah. Setelah mereka selesai dengan urusan hukuman yang di berikan ustad Rasyid, mereka langsung pamit.


"Kami permisi ustad Rasyid asalamualaikum "


mereka pun langsung pergi dari aula, baru saja setengah perjalanan,


"Alhamdulilah ya ziq hukuman kita udah selesai rasanya uni tenang, tidak merasa takut lagi" ucap Aisyah.


"Seharusnya uni buat masalah baru lagi biar uni selalu terikat sama aang Rasyid"


Aisyah malah mengeryitkan keningnya mendengar pertuturan Riziq yang tak masuk akal.


"Aku tau uni suka kan sama kakakku ? " tanya Riziq sambil menggoda. Wajah Aisyah langsung memerah.


"So tau kamu " ucap Aisyah sambil berlalu meninggalkan Riziq, namun baru beberapa langkah ia terhenti .


"Astaghfirullahalazim " ucap Aisyah sedikit panik sambil membulatkan matanya.


"kenapa uni ?" tanya Riziq heran .

__ADS_1


"Dewi ketinggalan di aula, dia tadi tertidur uni lupa membangunkannya " ucap Aisyah panik. Riziq langsung menepuk jidatnya ketika ia mengingat Dewi. Dan ahirnya mereka pun kembali lagi ke aula untuk membangunkan Dewi.


__ADS_2