
Malam menunjukan pukul 21:25. Kini kandungan Aisyah sudah menginjak bulan ke 9, menurut perhitungan dokter, Aisyah akan melahirkan tidak lama lagi. Saat Aisyah bangun dari tidurnya Aisyah merasakan sakit perut yang tak biasa.
" Le" Aisyah mencoba memanggil Riziq yang sedang berzikir di ruang tamu.
" Le" panggil Aisyah kembali. Saat Riziq mendengar panggilan istrinya itu, ia langsung menemui Aisyah di dalam kamar.
" Kenapa Uni?" tanya Riziq.
" Le, perutku sakit" ucap Aisyah sambil meringis. Seketika Riziq langsung panik, ia mengelus perut Aisyah.
" Apa kau mau melahirkan uni?" tanya Riziq.
" Hubungi umi sama bi Ratna Le, sepertinya uni mau melahirkan" ucap Aisyah. Seketika itu pula Riziq langsung menghubungi umi Salamah, bi Ratna dan umi Fadlun. Tidak lupa juga Riziq menghubungi ustad Rasyid dan Dewi. Tidak lama kemudian mereka pun datang sambil tergesa gesa.
" Aisyah kau mau melahirkan nak?" tanya umi Salamah.
" Sepertinya begitu umi, perutku sakit dan sedikit mulas" ucap Aisyah sedikit meringis.
" Yasudah kita bawa Aisyah ke rumah sakit" pinta umi Fadlun. Bi Ratna sudah mengelus ngelus punggung Aisyah.
" Sebentar ya, kita tunggu Usman dulu, dia sedang meminjam mobil Soleh" ucap umi Salamah. Tidak lama kemudian ustad Usman datang sambil membawa mobil.
" Alhamdulilah Usman datang, ayo kita bawa Aisyah" ucap umi Salamah. Mereka pun membawa Aisyah kedalam mobil tidak lama kemudian mereka berangkat menuju rumah sakit terdekat. Ustad Rasyid pergi ke rumah sakit menggunakan motor mengikuti mobil yang mereka tumpangi.
Sesampainya di rumah sakit, Aisyah pun langsung di tangani sang dokter kandungan. Kebetulan dokter kandungan yang menangani Aisyah adalah seorang perempuan, sesuai keinginannya. Aisyah sudah mendapatkan ruang persalinan.
Tidak lama kemudian dokter Ayu datang untuk memeriksa keadaan Aisyah.
" Permisi, ibu bapak, saya mau periksa ibu Aisyah, di mohon untuk sebagian menunggu di luar" ucap Dokter Ayu. Ustad Usman, ustad Rasyid dan Dewi pun keluar untuk menunggu di luar. Dokter Ayu pun mulai memeriksa Aisyah. Aisyah sudah meringis dari tadi.
" Le" panggil Aisyah.
Riziq pun sudah menggenggam tangan istrinya itu.
" Kenapa Uni, apa uni mau minum" tanya Riziq.
" Perutku sakit Le" wajah Aisyah sudah nampak pucat.
" Yang sabar Aisyah, banyak banyaklah berdo'a" ucap umi Fadlun.
Bi Ratna sudah mengelus ngelus kepala Aisyah dengan lembut.
" Berdo'alah, setiap perempuan pasti mengalami hal seperti ini" ucap umi Salamah.
Aisyah sudah sedari tadi meringis terus. Riziq pun sudah berkali kali memanjatkan do'a untuk keselamatan Aisyah dan bayinya.
" Ya Allah selamatkan istri dan calon bayiku. lancarkanlah persalinannya. Sempurnakanlah bayiku, jangan sampai ada yang kurang satu pun, Amiin"
" Baru pembukaan ke-7, yang sabar ya ibu Aisyah, nanti saya kembali lagi" ucap dokter Ayu. Setelah itu dokter ayu meninggalkan ruangannya Aisyah.
" Pembukaan itu apa?" tanya Riziq tak mengerti.
" Jangan banyak tanya, kau tenangkanlah Aisyah, dari tadi dia meringis terus" ucap umi Fadlun.
" Uni, berdo'alah. kau harus semangat berjuang untuk melahirkan buah hati kita" ucap Riziq berusaha menyemangati Aisyah sambil mengelus ngelus kepala istrinya, sesekali ia mencium kening Aisyah.
Sudah hampir 30 menit dokter ayu pun memeriksa Aisyah kembali.
" Baru pembukaan ke-9, yang sabar ya ibu Aisyah, satu pembukaan lagi" ucap dokter Ayu.
Seketika Riziq langsung mendekati dokter Ayu karna ia penasaran. Namun tiba tiba umi Fadlun langsung menarik tangannya.
" Kau mau ngapain Ziq?" tanya Umi Fadlun.
" Mau lihat pembukaan" ucap Riziq yang masih tak paham.
__ADS_1
" Kau jangan macam macam, istrimu mau melahirkan. Kau jangan genit genit" ucap umi Fadlun kembali. Umi Salamah dan bi Ratna pun tersenyum senyum melihat kelakuan Riziq, termasuk dokter Ayu.
Setelah hampir 10 menit, dokter Ayu pun memeriksa Aisyah kembali.
" Sudah waktunya" ucap dokter Ayu.
" Cuma satu orang yang boleh menemani, yang lain boleh keluar" ucap dokter Ayu kembali. Kini Riziqlah yang menemani Aisyah di ruang persalinan. umi Salamah, umi Fadlun dan bi Ratna menunggu di luar bersama ustad Rasyid, Dewi dan ustad Usman.
" Aisyah gimana bi?" tanya Dewi cemas.
" Lagi di tangani dokter" jawab bi Ratna.
Riziq sudah menggenggam tangan Aisyah.
" Semangat uni, aku mencintaimu" bisik Riziq. Aisyah pun sudah merasakan sakit dan mulas yang luar biasa.
" Yang kuat ya ngedennya ibu Aisyah" pinta dokter Ayu yang di bantu 1 orang perawat.
Aisyah pun sudah mengeden sekuat tenaganya, hingga keringat bercucuran di dahinya.
" Iya sedikit lagi bu" ucap Dokter Ayu.
" Ayo yang kuat ibu Aisyah" ucap dokter Ayu kembali. Riziq semakin terlihat panik.
" Uni" panggilnya lirih sambil mengelap keringat di dahi istrinya.
" Ayo lebih kuat lagi ibu Aisyah" pinta dokter Ayu. hingga Aisyah mengeluarkan sekuat tenaganya. Ia menjerit sambil menarik sorban yang melilit di lehernya Riziq. Alhasil Riziq pun ikut menjerit karna merasa lehernya tercekik oleh sorban yang di tarik Aisyah.
" Aaaaaaaaa" (Aisyah)
" Aaaaaaaaa" (Riziq)
Yang di luar langsung terdiam mendengar suara jeritan itu.
" Apa di dalam ada dua orang yang melahirkan, Sepertinya terdengar dua orang yang menjerit" tanya ustad Usman.
" Sepertinya yang menjerit itu suara laki laki. Dan sepertinya itu suaranya ustad Riziq, Astaghfirullah, apa ustad Riziq juga ikut melahirkan" pertanyaan konyol keluar dari mulutnya Dewi. Hingga bi Ratna menepuk pundaknya Dewi.
" Kalau bicara itu yang masuk akal" ucap bi Ratna.
" Kita kan pernah melihat ustad Riziq muntah muntah bersama Aisyah" jawab Dewi lirih.
Tiba tiba terdengar suara tangisan bayi.
" Alhamdulilah " ucap mereka semua. Tiba tiba mereka terdiam mendengar tangisan bayi lagi. Kini ada 2 tangisan bayi yang terdengar di telinga mereka.
" Suara tangisan bayinya ada dua, Astaghfirullah, jadi benar ustad Riziq melahirkan juga" tanya ustad Usman, hingga umi Salamah menggeram pada putranya itu.
" Ia, bayi yang satu di lahirkan oleh Aisyah dan bayi yang satunya lagi di lahirkan oleh ustad Riziq. Apa ini penomena alam ya" ucap Dewi semakin tak masuk akal.
" Kau pikir ustad Riziq punya rahim hingga bisa melahirkan." gerutu bi Ratna.
" Sudah sudah, kalian malah memperkeruh suasana" ucap umi Fadlun.
Sementara yang di dalam, Aisyah sudah berkaca kaca melihat dua bayi yang ada di hadapannya yang satu di gendong Riziq dan yang satu di gendong oleh dokter Ayu.
" Selamat ya ibu Aisyah, bayi anda kembar, laki laki dan perempuan" ucap dokter Ayu.
"Le" panggil Aisyah sambil tersenyum. Air matanya sudah menetes di pelupuk matanya.
Riziq pun tersenyum sambil menyeka air matanya Aisyah.
" Bayi kita kembar Le?" tanya Aisyah memastikan.
" Hmmm" ucap Riziq sambil mengangguk, matanya pun sudah mulai berkaca kaca. Rasa bahagianya tidak bisa di sembunyikan lagi. si kembar pun di bersihkan perawat terlebih dahulu setelah itu, di berikannya pada Aisyah dan Riziq karna mereka sudah tak sabar untuk menggendong buah hati mereka.
__ADS_1
" Terima kasih ya Uni, kau telah memberikan hadiah terindah untuk keluarga kita" ucap Riziq sambil mencium keningnya Aisyah.
" Aku bahagia Le" ucap Aisyah sambil bercucuran air mata. Sesekali ia mencium putra putrinya itu. Lalu Riziq mengumandangkan Azan di telinga kanan putra putrinya itu, lalu membacakan Iqomah di telinga kiri putra putrinya.
" Allahuakbar allahuakbar....
Yang di luar sudah merasa tegang dibuatnya. Tiba tiba dokter Ayu dan perawat keluar. Seketika mereka langsung mendekat pada dokter dan perawat itu sambil memberikan pertanyaan yang bertubi tubi.
" Dok, bagaimana keadaan Aisyah?"
"Bagaimana keadaan bayinya?"
" Bayinya laki laki apa perempuan?"
" Aisyah dan bayinya sehatkan ?"
" Apa ustad Riziq juga ikut melahirkan?"
Hingga dokter Ayu di buat bingung untuk menjawabnya.
" Alhamdulilah, ibu Aisyah dan bayi bayinya sehat dan selamat" ucap dokter Ayu.
" Bayi bayi?, bayi Aisyah kembar dok?" tanya umi Salamah.
" Iya, bayinya ibu Aisyah kembar, laki laki dan perempuan" ucap dokter Ayu kembali.
" Alhamdulilah" mereka mengucap syukur.
" Boleh kita lihat dok?"
" Silahkan"
Tanpa aba aba, mereka pun berbondong bondong masuk ruangan Aisyah.
" Aisyaaaaah" teriak Dewi bahagia.
" Hei Aisyah kenapa putra putrimu tidak mirip denganku" ucap ustad Usman. Hingga umi Salamah menepuk pundaknya.
" Kau ini, ayahnya bukan ibunya juga bukan, mana mungkin bayinya mirip denganmu" gerutu umi Salamah.
" Siapa tau saja umi, waktu ngidamkan Aisyah sempat mual melihat wajahku dan sempat ngidam ingin memandangi wajahku" jawab ustad Usman.
" Selamat ya nak, kau jadi ibu sekarang" ucap umi Salamah sambil mencium pipinya Aisyah. Umi salamah pun mencium keningnya Aisyah termasuk bi Ratna. Mereka sangat bahagia atas kelahirnya bayi Aisyah dan Riziq. Ibu ibu itu berebut ingin menggendong bayinya Aisyah.
Perlahan ustad Radyid mendekati Riziq sambil memeluk adik kesayangannya itu.
" Selamatya sekarang kau jadi seorang ayah"
" Terima kasih Ang" ucap Riziq sambil tersenyum. Tiba tiba ustad Usman mendekati Riziq.
" Ustad Riziq, kau ikut melahirkan juga?" tanya ustad Usman. Hingga Riziq mengeryitkan keningnya.
" Ziq, kau sudah mengazani putra putrimu?" tanya umi Fadlun.
" Sudah umi"
" Sudah punya nama?" tanya umi Salamah.
" Sudah umi, yang laki laki bernama ADAM dan yang perempuan bernama HAWA. Adam Al fiqri dan Hawa Khoerunissa."
Aisyah pun tersenyum dan sangat suka dengan nama yang di berikan untuk anak anaknya.
" Kau suka dengan nama itu Uni?" tanya Riziq.
" Suka" jawab Aisyah.
__ADS_1
" Semoga mereka menjadi anak yang soleh dan solehah" ucap bi Ratna.
" Alhamdulilah ya Allah, kau memberikan keluargaku kebahagiaan yang sempurna" ucap umi Salamah.