Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Abi dan umi


__ADS_3

Aisyah kini sedang asik memasak di rumahnya umi Salamah sambil bersalawat dengan begitu merdunya. Tiba tiba ia teringat akan Riziq.


"Dia pulang gak ya ke rumahnya " ucap Aisyah pada dirinya sendiri. Ada rasa khawatir di pikirannya, tiba tiba juga umi Salamah menghampirinya.


"Aisyah, sudah selesai masaknya ? " tanya umi Salamah lembut.


"Sudah umi " jawab Aisyah, umi pun tersenyum.


" Umi sama abi mau bicara sama kamu " ucap umi Salamah membuat Aisyah terdiam, perasaannya kembali tak enak seperti ada sesuatu yang penting, ia mulai gelisah sendiri.


"Ayo " ajak umi Salamah, perlahan Aisyah mendekati umi Salamah dan langsung menemui kiyai Husen.


Kiyai Husen sudah duduk bersila di karpet bludru yang sering di duduki para tamu.


"Duduklah " pinta kiyai Husen lembut.


Aisyah pun duduk di hadapan kiyai Husen begitupun dengan umi Salamah.


"Ada apa abi, abi sama umi mau bicara apa ? " tanya Aisyah penasaran. Kiyai Husen pun tersenyum.


"Abi tanya berapa umurmu sekarang ? " tanya kiyai Husen, Aisyah di buat terheran dengan pertanyaan abinya.


"21 tahun abi " jawab Aisyah, kiyai Husen tersenyum begitupun dengan umi Salamah.


"Umurmu sudah cukup untuk menikah, kau sudah punya calon ? " tanya kiyai Husen kembali. Aisyah malah diam membisu mendengar pertanyaan abi nya, membuat kecurigaan di benaknya.


"Kenapa abi bertanya seperti itu ? " ucap Aisyah curiga. Namun kiyai Husen malah tersenyum kembali.


"Abi hanya tanya, apa kamu sudah punya calon ? " kiyai Husen kembali mengulangi pertanyaannya. Aisyah menjawab dengan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Sebelumnya apa kau pernah suka sama seseorang ? " tanya umi Salamah. Aisyah terdiam sambil menundukan kepalanya, tidak mungkin ia menyebut nama ustad Rasyid.


"Tidak ada umi " jawab Aisyah berbohong. kiyai Husen dan umi Salamah pun tesenyum.


"Kalau seseorang yang kau sayangi punya ? " tanya umi lembut.


"Banyak umi" jawab Aisyah singkat.


"Siapa ? "tanya umi kembali.


"Umi, abi, bi Ratna mang ilham satu lagi Riziq " jawab Aisyah menyebutkan satu persatu orang yang ia sayangi. Umi dan abinya tersenyum mendengar jawaban Aisyah.


"Abi mau bicara sama kamu, kamu masih ingat sama kiyai Mansyur, sahabat abi yang kemarin datang kesini ? " tanya kiyai Husen. Mendengar nama kiyai Mansyur Aisyah mulai takut dan gelisah, seperti ia tau apa yang akan di bicarakan abi dan uminya itu.


"Ingat bi " jawab Aisyah terbata.


"Dia menaruh hati padamu, dan ia ingin menikahimu " ucap kiyai Husen. Seketika Aisyah langsung terkejut seperti tersambar petir, ketakutannya kini menjadi kenyataan.


"Dia memang sudah mempunyai istri"


"Lalu kenapa ingin menikahiku, bukan kah itu akan menyakiti istrinya " jawab Aisyah.


"Mereka menikah sudah hampir 15 tahun, namun mereka belum mempunyai keturunan, umi Fadlun istrinya kiyai Mansyur meminta suaminya untuk menikah lagi agar bisa mempunyai keturunan." tutur umi Salamah.


Aisyah terdiam, ia sungguh tak mau menikah dengan lelaki yang sudah beristri itu apalagi ia tak mencintainya. Umi Salamah membelai lembut kepalanya Aisyah.


"Aisyah, kiyai Mansyur lelaki yang baik, soleh dia juga seorang guru pengajar di kairo, kalau kau menikah dengannya, kau akan berjuang mendapatkan surga bersamanya" tutur umi Salamah.


"Aku tidak mau menyakiti istrinya umi " jawab Aisyah.

__ADS_1


"Kau tidak akan menyakitinya Aisyah, dia sendiri yang meminta suaminya untuk menikah lagi, kalau kau menikah dengan kiyai Mansyur, kau akan membantunya untuk mendapatkan keturunan, kiyai Mansyur taat dalam agama, abi yakin dia bisa adil pada istri istrinya " tutur kiyai Husen, Aisyah ingin menjerit, sudah di lepaskan oleh ustad Rasyid kini ia harus terjerat oleh kiyai Mansyur. Sungguh miris hidupnya. Aisyah hanya menundukan kepalanya, ia nampak gelisah, tangannya pun sudah basah berkeringat.


"Bagaimana keputusanmu Aisyah ? " tanya kiyai Husen, Aisyah hanya diam saja ia tak tau harus menjawab apa, dalam lubuk hatinya ia menolak untuk menikah dengan kiyai Mansyur. Perlahan umi Salamah membelai lembut kepalanya Aisyah.


"Umurmu sudah cukup untuk menikah, kalau kau mau menerima kiyai Mansyur umi sangat senang sekali " ucap umi Salamah ia benar benar berharap Aisyah mau menikah dengan kiyai Mansyur yang baik dan terbilang laki laki soleh yang bertaqwa.


"Aku belum bisa jawab sekarang umi, tidak apa apakan aku memikirkannya dulu " ucap Aisyah, pikirannya bingung dan gelisah.


"Tidak apa apa, kau juga perlu mengenalnya, besok kiyai Mansyur dan istrinya ingin bertemu denganmu" ucap kiyai Husen.


kini Aisyah dilema kembali, ia meminta Riziq untuk menemuinya di perkebunan.


Sesampainya di perkebunan, Aisyah duduk sendirian menunggu Riziq. Saat Riziq datang ia pun tersenyum.


"Asalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


"Kenapa uni menyuruhku datang kemari, apa uni mau menyuruhku pulang lagi ? " tanya Riziq to the poin. Aisyah malah menggelengkan kepalanya. Riziq menangkap wajah Aisyah yang nampak takut dan gelisah .


"Uni kenapa ? " tanya Riziq penasaran.


"Kiyai Mansyur meminta uni untuk menjadi istrinya " seketika Riziq langsung membelalakan matanya, ia hampir tak percaya dengan ucapan Aisyah.


"Apa !, uni tidak bohong kan, dia itu sudah punya istri, mana mungkin dia memintamu untuk menjadi istrinya, setauku dia sangat mencintai istrinya" ucap Riziq menegaskan.


"Kata umi istrinya kiyai Mansyur lah yang menginginkan suaminya menikah lagi, karna sudah hampir 15 tahun mereka menikah tapi belum dikaruniai seorang anak " tutur Aisyah. Sontak Riziq langsung terkejut dan marah.


"Jadi uni akan di jadikan tumbal untuk mereka mendapatkan keturunan, jahat sekali mereka, uni kau jangan mau, kau harus menolaknya, aku tidak ikhlas kau hanya di jadikan tumbal mereka, aku tidak ikhlas kau jadi istri kedua, demi Allah aku tidak ikhlas uni " jawab Riziq dengan sedikit emosi.

__ADS_1


"Umi sama abi sangat berharap uni mau menerimanya " jawab Aisyah sambil menundukan kepalanya.


"Masalah yang sama kembali lagi, kau jangan bodoh seperti kakakku, yang ingin menukarkan kebahagiaannya hanya untuk berbalas budi, kau berhak bahagia uni, tapi tidak dengan cara seperti ini, kumohon tolak kiyai Mansyur, jangan mau jadi istri keduanya " tutur Riziq menjelaskan. Aisyah malah menangis, ia bingung harus menjawab Apa,


__ADS_2