Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Kepergian Riziq


__ADS_3

Kini Riziq sudah berdiri berhadapan dengan ustad Rasyid di rumahnya untuk membicarakan tentang kepergiannya ke kairo.


"Jadi kau mau pergi, meninggalkanku di sini ? " tanya ustad Rasyid.


"Seperti yang sudah di jelaskan kiyai Mansyur pada aang tadi pagi, aku akan pergi dengannya ke kairo." tutur Riziq.


Ustad Rasyid terdiam. Sebenarnya ia tak mengijinkan Riziq pergi ke kairo, namun karna Riziq yang memaksa dan kiyai Mansyur yang meminta, akhirnya mau tidak mau ustad Rasyid mengizinkan Riziq pergi ke kairo untuk menuntut ilmu di sana.


" Apa kepergianmu ke kairo ada hubungannya dengan Aisyah ? "tanya ustad Rasyid.


"Ini tak ada hubungannya dengan Aisyah, aku ingin melanjutkan sekolah disana, aku juga ingin pintar sepertimu " jawab Riziq berbohong.


"Apa kau masih marah padaku ? "tanya ustad Rasyid kembali.


"Hmmm " jawab Riziq singkat.


" Sampai kapan kau akan marah padaku ? " tanya ustad Rasyid kembali.


"Anggap saja Itu hukuman untuk mu ang, karna kau telah menyakiti Aisyah, bukan kah aku sering bilang, kalau kau menyakiti Aisyah kau akan kehilanganku, dan mungkin aku akan menghilang dengan cara seperti ini. Entah kapan aku akan kembali, aku sendiri tidak tau " tutur Riziq


" Kenapa kau harus menghukumku seperti ini, aku sangat menyayangimu, kau satu satunya keluarga yang ku punya " jawab ustad Rasyid.


" Sekarang kau sudah punya teman hidupmu, kau sudah punya seorang istri, ustajah Yasmin yang akan menemani sisa hidupmu belajarlah mencintainya, dan lupakan Aisyah, biarkan dia mendapatkan jodohnya, jangan ganggu lagi kehidupannya, dia berhak untuk bahagia "


Seketika ustajah Yasmin yang mendengar pembicaraan mereka di balik pintu depan rumah ia menitikan air mata mendengar pembicaraan mereka, kalau suaminya itu mencintai Aisyah. Ia berdiri di luar tanpa sepengetahuan Ustad Rasyid dan Riziq.

__ADS_1


" Pantas saja selama ini aku merasa ada yang berbeda dengan suamiku, sikap dingin dan sedikit acuh padaku karna dia mencintai perempuan lain, Aisyah, dia kah yang selama ini ada di hatimu, lantas kenapa kau menikahi ku, apa kau terpaksa menikahiku kau terpaksa karna ayah yang meminta, hatiku kecewa sekali mendengar semua ini " gumam ustajah Yasmin dalam hati sembari menyeka air matanya.


* * * * * *


Pagi pagi sekali, Aisyah dan Dewi sudah menunggu Riziq di perkebunan, karna hari ini Riziq akan pergi ke kairo. Aisyah sudah menangis sedari tadi, melepas kepergian sahabat kecilnya itu. Menyisakan sesak di dadanya. Tidak lama kemudian Riziq datang.


"Asalamualaikum "


" Waalaikum salam "


Aisyah sudah menangis sesegukan menatap Riziq yang kini sudah ada di hadapannya.


" Kau akan meninggalkanku Ziq ? " tanya Aisyah sambil menyeka air matanya.


" Uni jangan menangis, sekarang aku akan pergi, nanti ada saatnya aku kembali " ucap Riziq.


" Entahlah aku sendiri belum tau, do'akan aku ya uni, biar aku jadi orang yang berguna di sana, jaga dirimu baik baik, aku yakin kau akan mendapatkan jodohmu di sini. Dan kau juga jangan lupa dengan janjimu padaku, kau hanya akan menikah dengan lelaki yang belum beristri "


Aisyah pun mengangguk pasti.


" Satu lagi kau jangan mencari tau tentang diriku, karna aku akan baik baik saja, kau akan mendapatkan surgamu di sini, kau jangan pergi dari pesantren ini. Disini kau akan mendapatkan ilmu agama, jadilah wanita soleha, jangan pernah berubah tetaplah seperti ini, tetaplah menjadi perempuan yang baik, kudo'akan kau slalu bahagia, do'a terbaiku untukmu " tutur Riziq.


" Terima kasih selama ini kau selalu ada untuku, ku do'akan kau pun selalu bahagia. Jadilah laki laki yang bisa menjaga kehormatan perempuan. Akan ku jadikan kau kenangan manis dalam hidupku, akan ku pastikan aku akan menikah dengan laki laki yang belum beristri " ucap Aisyah pasti.


Riziq pun tersenyum. Perlahan Aisyah memberikan sesuatu pada Riziq yang ia sembunyikan dari balik badannya. Saat Riziq melihatnya ia tersenyum.

__ADS_1


"Ini untukmu, kenang kenangan dari uni "


Perlahan Riziq pun menerimanya sambil tersenyum. Aisyah memberikannya sebuah sorban berwarna putih tulang bergaris batik berwarna coklat.


" Terima kasih uni " ucap Riziq. Nampak senang di raut wajahnya menerima barang pemberian Aisyah. Sementara Dewi sudah bercucuran air mata melihat mereka.


" Kau benar benar akan pergi Ziq ? " tanya Dewi memastikan, Riziq hanya menjawabnya dengan anggukan kepalanya.


"Aku pergi sekarang ya, jaga dirimu baik baik " ucap Riziq kembali. Tiba tiba Riziq langsung memeluk Aisyah, sontak Aisyah terkejut begitupun dengan Dewi.


"Jangan memeluk Aisyah, kalau ada yang lihat kau akan di gantung di pohon mangganya ustad Azam yang menjulang tinggi itu " gerutu Dewi.


Perlahan Riziq melepaskan pelukannya.


" Aku pergi uni, kak Dewi aku titip uni Aisyah, tolong jaga dia baik baik, asalamualaikum " ucap Riziq sambil berlalu pergi.


"Waalaikumsalam " jawab Aisyah dan Dewi, mata Aisyah sudah berkaca kaca menatap Riziq yang kini sudah berjalan jauh.


" Riziq " panggil Aisyah.


Seketika Riziq berhenti dan menengokan kepalanya pada Aisyah.


" Hati hati " teriak Aisyah. Riziq pun tersenyum lalu melanjutkan kembali jalannya. Seketika Aisyah menangis sejadi jadinya.


" Kenapa kau meninggalkanku Ziq " ucap Aisyah sambil sesegukan, Dewi mencoba menenangkan Aisyah dengan mengelus ngelus pundak Aisyah.

__ADS_1


" Wi, kenapa satu persatu orang yang ku sayangi pergi meninggalkanku "


" Kau yang sabar Aisyah, Allah akan memberikan jalan yang terbaik untukmu, kau tinggal menunggu saja, serahkan semuanya pada Allah, semua akan indah pada waktunya. " ucap Dewi sambil memeluk Aisyah.


__ADS_2