Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Zahira.


__ADS_3

Setelah Riziq menyuruh istri dan adiknya masuk rumah, mereka pun menurut dan masuk ke rumah.


" Kita makan malam dulu ya" ucap Aisyah sambil berlalu ke dapur dan mempersiapkan makanan yang sebelumnya sudah di masak olehnya. Riziq dan Zahira pun duduk di meja makan.


" Anak anak sudah tidur uni?" tanya Riziq.


" Sudah Le" jawab Aisyah sambil menuangkan nasi untuk suami dan adik iparnya.


" Makan yang banyak Ira" pinta Aisyah.


" Hmmm"


Aisyah pun duduk di sebelahnya Riziq. Riziq sudah memimpin do'a. Aisyah pun menuangkan air putih dalam gelas. Lalu meminumnya hingga lipstik di bibirnya menempel di gelas meskipun tidak begitu jelas. Ia sengaja melakukan itu dan Riziq hanya bisa menurut karna lama lama ia sudah terbiasa dengan kelakuannya Aisyah.


" Jangan lupa minumnya di sini ya Le" tunjuk Aisyah pada bekas bibirnya di gelas itu.


" Hmm, uni sebaiknya kau jaga sikap dulu, ada Zahira di sini" bisik Riziq. Seketika Aisyah langsung melirik Zahira.


" Aku sudah terbiasa dengan kelakuan kalian" tegas Zahira setelah Aisyah menatapnya. Aisyah langsung tersenyum getir.


" Maaf, tidak ada maksudku mengotori kesucian fikiranmu" ucap Aisyah.


" Sudah sudah ayo makan" pinta Riziq.


Mereka pun makan bersama. Setelah selesai, mereka pun duduk di kursi ruang tamu.


" Lusa umi sama abi mau balik lagi ke kairo" ucap Riziq memberitau. Aisyah pun terdiam.


" Yah nanti bakalan rindu dong sama umi Fadlun" ucap Zahira.


" Rindu apanya?" tanya Riziq curiga. Zahira langsung cengengesan.


" Tentu saja rindu di kasih uang jajan rindu di perhatiin dan rindu di belanjain hi hi hi" tutur Zahira sambil tertawa ringan di akhir kalimatnya. Riziq dan Aisyah pun langsung menggelengkan kepala.


" Kelakuan warisanmu Le"


Waktu sudah menunjukan pukul 21:45. Zahira sudah menguap sedari tadi.


" Aku tidur duluan ngantuk. Tapi ka Aisyah jangan lupa bangunkan aku, jangan seperti yang sudah sudah, kau tidak membangunkanku dan malah mengunciku di dalam rumah" tutur Zahira mengingatkan.


" Iya iya, insya allah ka Aisyah gak akan lupa" tegas Aisyah.


" Aku masuk kamar dulu. Selamat malam baaay" ucap Zahira sambil masuk ke kamar.


" Itu kata Baaay tidak pernah lupa keluar dari mulut warisanmu Le" ucap Aisyah sambil cekikikan. Tiba tiba Zahira kembali membuka pintu kamar dan mendongakan kepalanya.


" Ka kalau ada ka Yusuf datang untuk mengambil sorbannya. Katakan padanya suruh masuk dan ambil langsung ke kamarku"


tutur Zahira.


" Kulempar kau pake geranat" ancam Riziq.


" Ha ha ha, aku cuma bercanda" ucap Zahira sambil masuk kembali ke kamarnya.


" Kau tidak ngantuk uni?" tanya Riziq hingga Aisyah menyipitkan matanya penuh curiga.


" Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Riziq heran setelah melihat tatapan mengintimidasi dari istrinya. Tiba tiba Riziq tertawa lalu menggendong Aisyah masuk ke kamarnya.


" Leeeeee" Aisyah terkejut tiba tiba Riziq menggendongnya. Riziq sudah membaringkan Aisyah di atas tempat tidur, namun ia lupa mengunci pintu kamar. Saat Rizia mendekati Aisyah, tiba tiba Aisyah merentangkan tangannya pada Riziq.


" Jangan Le"


Mendengar penolakan dari istrinya, Riziq pun memicingkan matanya.


" Uni mau jadi istri durhaka" ucap Riziq sambil menatap Aisyah.


" Maaf Le, aku lupa memberitaumu, kalau aku sedang kedatangan tamu bulanan" ucap Aisyah sedikit malu.


" Benarkah?" tanya Riziq tak percaya.


" Hmmm"


" Coba kulihat?" pinta Riziq hingga Aisyah mengeryitkan keningnya.


" Kau jangan macam macam ya Le" ancam Aisyah. Riziq malah tertawa.


" Kau tau uni, hukuman apa yang harus di berikan pada seorang istri yang suka mengancam suaminya?" tanya Riziq.


" Tapi aku tidak bohong Le, aku sedang datang bulan, tadi setelah aku mengerjakan shalat isya tiba tiba saja keluar"


" Siapa yang keluar" tanya Riziq pura pura tidak tau.


" Kau jangan pura pura bodoh Le"


Riziq malah tertawa.


" Iya iya aku percaya. Untung si dia belum sempat bangun" ucap Riziq sambil cengengesan.


" Dia siapa Le?" tanya Aisyah.


" Jangan suka kepo" ucap Riziq tegas. Aisyah langsung mengerucutkan bibirnya.


" Kenapa bibirmu manyun begitu?" goda Riziq.


" Aku kan penasaran Le, dia itu siapa, jangan jangan dia itu selingkuhanmu ya Le" ucap Aisyah curiga. Seketika Riziq langsung tertawa.


"Ha ha ha, kau ini ada ada saja uni. Jadi kau ingin tau dia itu siapa?" ucap Riziq sambil mendekati Aisyah. Aisyah langsung mengangguk.


" Jadi uni benar benar ingin tau dia siapa?" tanya Riziq kembali. Dan Aisyah pun kembali menganggukan kepalanya. Seketika Riziq langsung mendekati telinga istrinya.


" Kalau kau ingin tau siapa dia, kau lepas saja sarungku" bisik Riziq di telinganya Aisyah. Wajah Aisyah tiba tiba memerah, seketika Aisyah langsung mengambil bantal.


Bukh bukh.


2 kali bantal itu mendarat di dadanya Riziq.


" Ha ha ha" Riziq tertawa puas melihat mimik wajah istrinya yang nampak menggemaskan ketika marah.


" Kenapa wajahmu berubah merah begitu?, katanya uni ingin berkenalan dengannya?" ucap Riziq sambil tersenyum senyum.


" Nggaaaaaak"


" Ya sudah kalau tidak mau berkenalan dengannya, kita tidur saja, aku ngantuk" ucap Riziq sambil memeluk Aisyah.

__ADS_1


" Ingat ya Le kau jangan macam macam" ucap Aisyah mengingatkan.


" Hmmmm" jawab Riziq sambil memejamkan matanya. Dan kini mereka berdua pun terlelap.


Ketika pukul 01:30. Aisyah pun merasa kehausan. Ia mencari cari gelas berisi air yang biasa ada di sebelahnya. Matanya masih terpejam namun tangannya sudah aktif meraba raba untuk mencari gelas berisi air. Karna gelas minumnya di meja tidak ada, Aisyah pn meraba ke sebelah kanannya, tepatnya di wajahnya Riziq. Hingga Riziq terbangun saat istrinya itu meraba raba wajahnya.


" Uni tangannmu lagi ngapain" ucap Riziq sambil menepiskan tangan Aisyah.


" Haus Le" jawab Aisyah masih dengan mata terpejam.


" Kalau kau haus, kenapa kau meraba raba wajahku. Kau fikir wajahku ini galon" gerutu Riziq. Riziq pun membangunkan Aisyah dan memberikan gelas berisi air putih yang ada di sebelahnya.


" Buka dulu matamu" pinta Riziq. Aisyah langsung membuka matanya dan meminum air yang di berikan Riziq. Tiba tiba Aisyah terkejut dan langsung menyemburkan air yang telah diminumnya saat ia melihat sesuatu di sebelah tempat tidurnya, tepatnya di lantai kamarnya.


" Kenapa uni?, apa airnya terasa pahit?" tanya Riziq heran.


" Itu apaan Le putih putih yang sedang meringkuk di lantai kamar kita" tunjuk Aisyah pada sesuatu yang ada di lantai dengan sedikit ketakutan. Riziq pun mendongakan wajahnya untuk melihat sesuatu yang meringkuk itu.


" Dedemit uni" ucap Riziq menakut nakuti istrinya.


" Le aku takut"


Mereka pun turun dari atas tempat tidur untuk memastikan sesuatu yang meringkuk itu. Tiba tiba mereka terkejut.


" Bocah semprul" ucap Riziq sedikit kesal.


Yang meringkuk di lantai itu adalah Zahira yang memakai selimut putih dan memegangi sorban Yusuf. Ira nampak terlelap.


" Ira ngapain tidur di sini Le?" tanya Aisyah. Riziq pun membangunkan adik iparnya itu.


" Ira ira bangun"


Zahira pun bangun sambil mengerjap ngerjapkan matanya.


" Apaan sih ka aku ngantuk" jawab Zahira.


" Kenapa kau tidur di sini?"


" Aku takut ka Aisyah lupa lagi tidak membangunkanku, makanya aku tidur disini" jawab Zahira sambil memejamkan matanya kembali.


" Ira bangun" Aisyah mencoba membangunkan adik iparnya itu kembali. Namun Zahira sudah pergi ke alam mimpi kembali. Hingga Riziq dan Aisyah menggeleng gelengkan kepalanya heran.


" Semalam aku lupa mengunci pintu kamar, makanya warisanmu ini bisa menerobos masuk. Untung semalam kita gak ngapa ngapain ya Le" ucap Aisyah.


" Ya Allah, ini sorban Yusuf ngapain di pegangin terus, kalau ke ileran bagaimana?, dasar bocah semprul" gerutu Riziq sambil mengambil sorban itu dan menaruhnya di atas meja. Dengan hati hati Riziq pun mengangkat tubuh adik perempuannya itu lalu membaringkannya ke tempat tidur.


" Biarkan Ira tidur di sini, biar aku tidur di luar" ucap Riziq sambil berlalu keluar kamar dan tidur di kursi.


Suara adzan subuh pun sudah berkumandang di masjid pesantren. Aisyah pun bangun dan langsung keluar kamar untuk mencari suaminya. Di lihatnya Riziq masih tertidur di kursi tamu. Aisyah memutuskan untuk mandi duluan. Setelah itu ia mendekati suaminya. Dan perlahan Aisyah membangunkannya.


" Le, bangun sudah subuh"


Riziq pun menggeliat sambil mengerjap ngerjapkan matanya.


" Sudah subuh ya Ni?"


" Hmmm"


" Aku mandi dulu, kau jangan lupa bangunkan Ira" ucap Riziq mengingatkan. Aisyah pun kembali masuk kamar untuk membangunkan adik iparnya itu.


" Ira, Ira bangun sudah subuh"


Aisyah mengelus ngelus pundaknya Zahira. Namun Zahira masih terlelap seolah enggan meninggalkan mimpinya. Hingga kini Aisyah menepuk nepuk pipi adik iparnya itu.


" Ayo bangun Ira"


" Aku masih ngantuk ka"


" Bangun Ira, nanti kau kesiangan"


Zahira pun bangun dengan sedikit malas.


" Mandi dulu ya" pinta Aisyah sambil memberikan handuk. Zahira pun mengangguk sambil berlalu ke kamar mandi kebetulan Riziq baru selesai mandi. Dengan sigap Aisyah langsung membantu suaminya memakaikan baju koko, sorban dan kopeahnya. Riziq pun tersenyum saat istrinya itu membantunya mengancingkan bajunya.


" Selesai" ucap Aisyah sambil berlalu pergi untuk membuat sarapan. Namun dengan sigap Riziq menahannya.


" Aku belum mengucapkan terima kasih padamu" ucap Riziq sambil tersenyum.


" Apa?" tanya Aisyah tak mengerti. Perlahan Riziq mengangkat dagu Aisyah dengan telunjuknya. Satu tanda terima kasih mendarat di bibir Aisyah. Hingga kini wajahnya Aisyah bersemu merah.


" Aku buat sarapan dulu" Aisyah sedikit berlari pergi ke dapur untuk menyembunyikan rasa malunya. Riziq yang melihatnya pun langsung tertawa kecil.


" Uni aku berangkat ke masjid dulu" teriak Riziq.


" Hati hati Le"


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Riziq pun pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat subuh. Setelah Zahira selesai mandi, ia pun duduk di dapur berniat mau mencicipi masakannya Aisyah.


" Eh Ira, kau salat subuh dulu baru sarapan" pinta Aisyah.


" Emangnya ka Aisyah sudah shalat subuh?" tanya Zahira.


" Hari ini ka Aisyah tidak shalat dulu, sedang berhalangan" jawab Aisyah. Zahira pun mengangguk dan pergi untuk melaksanakan shalat subuh di kamarnya.


Setelah semua berkumpul, mereka pun sarapan bersama, Aisyah sarapan sambil menggendong Hawa, kebetulan Hawa sudah terbangun. Setelah selesai sarapan, Riziq pun mengambil sorban Yusuf untuk di kembalikan.


" Biar aku saja ka yang mengembalikannya" pinta Zahira.


" Biar ka Riziq saja yang mengembalikan, nanti kau genit genit pada Yusuf"


" Tapi sorban itu di kasih pinjam padaku, bukannya tidak sopan kalau bukan aku sendiri yang mengembalikannya" ucap Zahira.


" Pokoknya tidak boleh" Riziq masih kèukèuh. Hingga Zahira terpaksa merebutnya dari tangan Riziq.


" Biar aku saja. Asalamualaikum" ucap Zahira sambil berlari pergi.


" Waalaiku salam"


" Dasar bocah semprul" gerutu Riziq.

__ADS_1


Tiba tiba ia terdiam.


" Ya Allah uni aku belum memberikannya uang jajan minggu ini" ucap Riziq lupa.


" Ya sudah kau kejar saja dia" pinta Aisyah.


" Ya sudah aku berangkat ya uni, asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Sebelum pergi, Aisyah pun mencium tangan suaminya itu dan Riziq pun tidak lupa mencium keningnya Aisyah.


" Hati hati Le"


Saat Zahira berjalan menuju asrama, ia melihat Riziq dan teman temannya sedang berjalan menuju kelas mereka. Zahira pun tersenyum senang.


" Ingat Zahira kau harus jaga sikap, kata ka Aisyah kau tidak boleh genit genit" gumam Zahira. Saat Yusuf sudah berada di hadapannya.


" Asalamualaikum Ira" sapa Yusuf yang tau kalau Zahira mau mengembalikan sorbannya yang kini sedang di genggam Zahira.


" Waalaikum salam ka" jawab Zahira sambil menundukan wajahnya.


" Ingat Ira jaga sikap" batin Zahira.


Zahira pun memberikan sorbannya Yusuf.


" Terima kasih ya kak atas pertolongannya kemarin" ucap Zahira lembut. Yusuf pun mengangguk.


" Aku duluan ka asalamualaikum" ucap Zahira sambil menunduk.


"Sekarang kau tidak boleh menatapnya dulu Ira, dia belum halal bagimu. Nanti kalau dia sudah halal, aku pasti akan memandangnya tanpa berkedip hi hi hi" batin Zahira.


" Waalaikum salam" jawab Yusuf dengan sedikit merasa heran melihat sikapnya Zahira yang tidak biasanya. Salah satu temannya Yusuf langsung mengambil sorban itu dari tangannya Yusuf.


" Kenapa sorbanmu ada pada Zahira?" tanya salah satu teman Yusuf sambil mencium soban itu.


" Ikh bau iler"


Zahira pun pergi sambil menundukan kepalanya dengan sedikit terburu buru.


" Apa aku sudah terlihat menjunjung tinggi kehormatanku dengan tidak bersikap genit pada ka Yusuf?" batin Zahira. Ia terus berjalan sambil menunduk hingga ia tak sadar telah menabrak seseorang.


BRUUGH.


Zahira menabrak ustad Usman.


" Astaghfirullah selebor, kenapa kau berjalan sambil menunduk" gerutu ustad Usman.


" Maaf om ustad, aku sedang menjunjung tinggi kehormatanku" ucap Zahira hingga ustad Usman mengeryitkan keningnya tak mengerti dengan ucapan perempuan kecil yang ada di hadapannya itu.


"Apa maksud dari ucapannya. Mungkin dia sedang merasa lelah" batin ustad Usman.


" Kenapa kau belum memakai seragam?" tanya ustad Usman.


" Ini aku mau ke asrama untuk ganti seragam" jawab Zahira.


" Ya sudah pergilah nanti terlambat"


Namun Zahira masih berdiri mematung sambil tersenyum membuat ustad Usman curiga dan mengerti apa maksud dari senyuman bocah ingusan itu. Ustad Usman langsung mengambil uang dari saku bajunya.


" Jangan yang warna coklat, aku takut sakit gigi" ucap Zahira.


" Kau kecil kecil materialistis" gerutu ustad Usman sambil memberikan uang 20.000 pada Zahira. Zahira langsung tertawa.


" Memalukan sekali, aku yang lulusan terbaik kairo, pagi pagi sudah di palak bocah ingusan" batin ustad Usman.


" Waah makasih om ustad, kau harus sering sering memberiku uang jajan, aku kan anak yatim biar kau cepat masuk surga"


" Kau mendoakanku mati cepat cepat" gerutu ustad Usman.


" Ha ha ha" Zahira malah tertawa. Tiba tiba Riziq datang.


" Asalamualaikum"


"Waalaikum salam"


Zahira langsung menyembunyikan uang 20.000 itu. Namun terlambat, Riziq sudah melihatnya.


" Ira itu uang dari mana?, aku belum memberimu uang jajan" ucap Riziq curiga.


" Itu uang dariku ustad" ucap ustad Usman.


" Ira, kau pagi pagi sudah malak ustad Usman yang lulusan terbaik dari Kairo" ucap Riziq sedikit menyindir.


" Ustad Riziq kau menyindirku karna aku pagi pagi sudah dipalak"


" Maaf ustad tidak ada maksudku untuk itu" ucap Riziq.


" Tapi om ustad ngasih uang ini ikhlaskan?" tanya Zahira.


" Ikhlas lahir batin Ira"


" Tuh kan om ustad saja ikhlas ngasihnya"


" Tapi kau tidak boleh malak malak begitu" ucap Riziq mengingatkan. Zahira pun mengangguk ngangguk.


" Ya sudah kembalikan uang itu pada ustad Usman. Dan ini uang jajan untukmu dariku dan aang Rasyid" ucap Riziq sambil memberikan 2 amplop pada Zahira. Zahira pun menerima amplop itu namun ia enggan untuk mengembalikan uang yang di beri ustad Usman.


" Kembalikan Ira" pinta Riziq kembali.


" Tidak usah ustad Riziq, saya ikhlas" ucap ustad Usman.


" Nanti Ira kebiasaan minta terus"


" Ira ayo kembalikan uangnya" pinta Riziq kembali. Zahira langsung menggelengkan kepalanya.


" Ya Allah, itu ada perempuan telanjang" ucap Zahira sambil menunjuk ke arah belakang Riziq dan ustad Usman. Seketika itu pula Riziq dan ustad Usman dengan sigap langsung menutup matanya masing masing.


" Ha ha ha asalamualaikum" ucap Zahira sambil berlalu kabur. Riziq dan ustad Usman menggeram kesal saat sadar dirinya telah di bohongi oleh Zahira.


" Selebooor"


" Bocah sempruuul"

__ADS_1


__ADS_2