Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Cemburunya


__ADS_3

Ketika itu Aisyah sudah bersiap di rumahnya umi Salamah untuk pergi ke kantin. Tiba tiba umi Salamah menghampirinya.


" Aisyah, kamu mau ikut umi ga jemput Usman dan istrinya di bandara ? " tanya umi.


" Ka Usman pulang hari ini mi dari kairo ? " tanya Aisyah antusias.


" Ia, tadi Usman telpon umi, katanya minta di jemput sekarang juga, kamu ikut umi ya, kita berangkat bersama Soleh ke bandara " pinta umi Salamah. Aisyah pun terdiam.


" Aku tunggu di rumah aja ya mi, aku mau masak, buat menyambut kepulangannya ka Usman bersama istrinya " jawab Aisyah.


" Ya sudah tidak apa apa kalau tidak mau ikut, umi pergi sekarang ya, abi mu sudah menunggu di rumahnya Soleh, asalamualaikum "


" Waalaikumsalam " jawab Aisyah. Umi Salamah pun pergi kebandara bersama kiyai Husen dan ustad Soleh. Kini Aisyah mengurungkan niatnya pergi ke kantin karna ia harus beberes rumah dan memasak untuk makan bersama, menyambut kedatangan putra bungsunya umi Salamah.


Ketika selesai memasak dan berberes, Aisyah pun duduk di teras samping sambil merentangkan tangannya karna merasa lelah. ia sangat antusias menyambut ka Usman, karna ia punya berbagai pertanyaan pada putra bungsunya umi Salamah itu.


"Kak Usman kan salah satu muridnya kiyai Mansyur, tentu ia tau tentang keberadaan Riziq di kairo, siapa tau ka Usman pernah bertemu dengan Riziq, atau mungkin ka Usman sering bertemu Riziq di sana "


ucap Aisyah sambil tersenyum senyum sendiri memikirkan hal yang belum pasti.


Setelah menunggu hampir 3 jam. Aisyah melihat umi Salamah dan kiyai Husen datang bersama seorang laki laki.


" Itu pasti ka Usman, tapi kemana istrinya, apa tidak jadi pulang ke sini " gumam Aisyah.


" Asalamualaikum "


" Waalaikumsalam " jawab Aisyah. Perlahan Aisyah menghampiri mereka.


" Selamat datang ka Usman, selamat datang kembali di pesantren " ucap Aisyah sambil tersenyum pada laki laki yang bersama umi dan abinya. Namun laki laki itu malah tersenyum senyum sambil menundukan wajahnya.


" Aisyah ini Fahmi temannya Usman dari kairo, Usman masih di belakang bersama istrinya " ucap umi Salamah. Seketika Aisyah langsung tersenyum malu.

__ADS_1


" Oh maaf saya tidak tau " ucap Aisyah pada Fahmi.


" Tidak apa apa Aisyah "


Tidak lama kemudian ustad Usman dan istrinya datang bersama ustad Soleh.


" Asalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


Usman pun menatap Aisyah.


" Ini pasti Aisyah ya " ucap ustad Usman. Aisyah pun mengangguk tersenyum.


" Ini ka Usman dan yang ini ka Nisa, istri kaka " ucap ustad Usman kembali. Meskipun baru bertemu ustad Usman sudah menganggap Aisyah adiknya sendiri. Aisyah pun menyapa ka Nisa yang kini sedang mengandung 6 bulan.


Mereka pun masuk dan makan makan bersama. Sesekali Aisyah memergoki Fahmi yang selalu memandangnya. Aisyah hanya diam saja tak menanggapinya. Setelah lama ngobrol, mereka pun pergi ke perkebunan untuk memanen beberapa sayuran disana. ustad Rasyid dan ustad Azam pun membantu memanen di perkebunan.


" Wah cabainya sudah pada merah, kau liat Ziq pohon cabai yang kamu tanam sudah siap di panen, kalau kau masih di sini, uni pasti membuatkanmu sambal " ucap Aisyah bicara sendiri sambil tersenyum. Satu persatu cabai itu di petik oleh Aisyah dan di masukan ke dalam keranjang. Tiba tiba Aisyah lupa memegang cabai lalu mengusap mata, hingga kini matanya kepedihan.


" Aww, pedih " ringis Aisyah. Ustad Rasyid yang melihatpun merasa ada yang aneh dengan Aisyah. Perlahan ia menghampiri untuk menolongnya, karna yang lain posisinya sangat jauh dai Aisyah.


" Kamu kenapa Aisyah ? " tanya ustad Rasyid.


" Mata saya pedih " ucap Aisyah yang sudah bercucuran air mata. Seketika ustad Rasyid mengambil air minumnya dan nembersihkan matanya Aisyah, dan seketika itu pula ustajah Yasmin melihat mereka. Darahnya seperti mendidih, rasa cemburunya datang kembali meski dia bilang ikhlas jika Aisyah bersama suaminya. Dengan sedikit berlari ustajah Yasmin menghampiri mereka dan langsung menarik tangannya ustad Rasyid. Aisyah dan ustad Rasyid pun terkejut dengan kedatangannya ustajah Yasmin.


" Sedang apa kalian ? " tanya ustajah Yasmin yang kini sedang di rasuki rasa cemburu.


" Yas, saya cuma menolong Aisyah "


" Bohong " ucap ustajah Yasmin tak percaya.

__ADS_1


" Maaf ustajah, sepertinya ustajah salah faham, tadi ustad Rasyid hanya menolong saya " ucap Aisyah menjelaskan. Ustajah Yasmin malah mendengus kesal.


" Saya sudah memberi kesempatan kamu Aisyah, bukankah saya pernah menyuruhmu untuk menikah dengan suami saya, tapi kamu malah menolaknya, lalu apa ini, kalian malah ada main di belakang saya " ucap ustajah Yasmin penuh emosi. Aisyah dan ustad Rasyid pun terkejut dengan pertuturan ustajah Yasmin.


" Istighfar Yas, kau salah paham, kami tidak ada hubungan apa apa, rasa cemburumu itu membutakan mata dan pikiranmu " ucap ustad Rasyid.


" Aku memang cemburu, cemburu melihat suamiku berdua dengan perempuan lain, dan kau Aisyah, kau munafik sekali ya, kemarin kau menolak mentah mentah untuk ku nikahkan dengan suamiku, tapi sekarang kau asik berdua duaan dengan suamiku. Dasar kau wanita penggoda " ucap ustajah Yasmin dengan begitu kesalnya, rasa cemburunya menutupi akal sehatnya. Seketika Aisyah langsung menangis.


" Yasmin " bentak ustad Rasyid yang tak terima Aisyah di sebut wanita penggoda.


" Apa !, bela saja terus Aisyah.


dasar kau perempuan rendahan Aisyah bahkan kau lebih rendah dari pekerjaanmu " ucap Ustajah Yasmin yang semakin tak bisa mengontrol emosinya. Aisyah sudah berurai air mata.


" cukup Yasmin, yang rendah itu mulutmu, kau wanita terhormat, berpendidikan, tidak sepantasnya kau bicara seperti itu pada orang lain " ustad Rasyid tak kalah emosi.


" Lihatlah di depan istrimu sendiri kau membela Aisyah, tidak pernah kah kau mengerti perasaanku, aku ini istrimu hargailah aku sedikit saja " ucap ustajah Yasmin sambil berlalu pergi meninggalkan mereka di perkebunan.


Ustad Rasyid terdiam, lalu ia menatap Aisyah yang kini sudah berurai air mata.


" Maafkan istri saya Aisyah " ucap ustad Rasyid.


" Pergilah, temui ustajah Yasmin berilah dia penjelasan, biar dia tidak salah paham " ucap Aisyah. Seketika itu ustad Rasyid langsung menyusul istrinya itu.


Tiba tiba Fahmi datang menghampiri Aisyah.


" Kenapa Aisyah ? " tanya Fahmi.


" Sejak kapan mas Fahmi di sini ? " tanya Aisyah heran sambil menyeka air matanya.


" Dari tadi Aisyah, maaf saya tidak sengaja mendengar perdebatan kalian, kamu tidak apa apakan Aisyah ? " tanya Fahmi cemas.

__ADS_1


" Saya tidak apa apa permisi asalamualaikum" Seketika itu Aisyah langsung pergi meninggalkan Fahmi.


__ADS_2