Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Menagih


__ADS_3

Masih dengan anak anaknya kiyai Husen yang sedang mendapatkan hukuman dari abinya. Mereka nampak kesal setelah tau kiyai Husen tidur. Tanpa aba aba dan perintah, mereka menyudahi hukuman mereka sendiri.


"Huuuh,.kalau tau dari tadi abi tidur, aku sudah kabur 30 menit yang lalu" gerutu ustad Usman.


" Kakiku pegal banget" ucap Aisyah.


Mereka pun masuk kedalam rumah sambil terus menggerutu. Aisyah langsung duduk di hadapannya Riziq sambil menselonjorkan kakinya.


" Kakiku pegal banget, tadi aku kesemutan sampai tiga kali"


" Heei Aisyah, bukannya kau tidak mengangkat kakimu ya, aku mengangkat rok gamismu kulihat kakimu dua duanya menginjak tanah" ucap ustad Usman. Riziq pun mengeryitkan keningnya.


" Heei ustad Riziq, kau tidak usah berprasangka buruk padaku, aku hanya mengangkat sedikit rok gamisnya Aisyah. Kalau kau sering mengangkat rok gamisnya Aisyah sampai ke paha, maka aku cuma mengangkat rok gamis istrimu sampai mata kaki saja, jadi kau tidak usah menaruh curiga padaku" tutur ustad Usman kembali.


Riziq hanya tersenyum, lalu ia mengangkat kaki Aisyah dan memindahkannya ke dalam pangkuannya, perlahan Riziq pun memijat mijat kaki istrinya itu. Tentu saja Aisyah tersenyum melihat suaminya sangat perhatian, tapi tiba tiba ia menaruh curiga pada Riziq.


" Dia perhatian seperti ini pasti ada maunya, entah kenapa aku curiga dengannya, sebenarnya dia akan meminta hadiah apa padaku, perasaanku jadi tidak enak begini" gumam Aisyah dalam hati.


" Kenapa uni menatapku seperti itu?" tanya Riziq heran. Aisyah hanya menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa apa"


Ustad Usman yang melihat Riziq memijat kakinya Aisyah, ia pun langsung memanggil Nisa.


" Nis, Nisa" panggil ustad Usman sedikit berteriak karna Nisa sedang berada di dapur. Seketika Nisa datang dari dapur dan mendekati suaminya.


" Kenapa mas?" tanya Nisa.


" Kakiku pegal sekali Nis, kau pijat ya, ustad Riziq yang laki laki saja mau memijat Aisyah" ucap ustad Usman.


" Tapi mas aku lagi masak" jawab Nisa.


" Jangan jadi istri pembangkang, pijatlah sebentar saja" pinta ustad Usman. Mau tidak mau Nisa pun memijat kaki suaminya. Ntah kenapa tiba tiba kakinya ustad Usman terasa panas.


" Nis, kenapa tiba tiba kakiku terasa panas ya" ucap ustad Usman.


" Ka Usman sedang meriang?" tanya Aisyah.


" Tidak" jawab ustad Usman.


" Astaghfirullah, maaf mas aku lupa, barusan aku habis metikin cabai, aku mau membuat sambal, mungkin rasa panasnya berasal dari tanganku yang habis megang cabai" ucap Nisa. Seketika ustad Usman menggeram kesal.


" NISAAAAA"


Seketika itu pula Nisa langsung berlari kabur ke dapur.


" Ha ha ha" Aisyah tertawa terbahak bahak. Riziq ingin tertawa, namun ia coba untuk menahannya.


" Hei kalian ini berisik ya, kalian mau abi bangun, dan kita di hukum lagi berdiri di depan, memangnya kamu mau Man harga dirimu jatuh ambruk lagi, kau mau wajahmu yang tampan itu tercoreng noda hitam lagi?, kalau itu terjadi memangnya kau mau menaruh wajah tampanmu dimana?" ucap ustad Soleh.


" Nanti aku kasih kantong kresek berwarna hitam, biar ka Usman bisa menaruh wajah tampannya kedalam kantong kresek he he" ucap Aisyah sambil tertawa.

__ADS_1


" Heeei Aisyah. Jangan kau gores luka dalam hatiku, masa wajah ku yang tampan ini harus di taruh dalam kantong kresek berwarna hitam, nanti apa kata dunia" ucap ustad Usman.


Tiba tiba mereka mendengar suara batuknya kiyai Husen.


Uhuk uhuk.


" Sssstttt"


" Jangan berisik, nanti abi bangun"


" Le, sebelum abi bangun lebih baik kita pulang sekarang" ajak Aisyah. Riziq pun sudah menggendong Adam, lalu Aisyah menggendong Hawa.


Setelah pamit pada umi Salamah, Riziq dan Aisyah pun pulang berjalan kaki.


" Le, kau bilang apa pada ustajah Yasmin?" tanya Aisyah.


" Uni tidak perlu tau, yang uni harus tau, ustajah Yasmin akan bicara pada kiyai Samsul untuk membatalkan rencananya memindahkanku dari sini"


Aisyah pun mengangguk ngangguk.


" Uni sudah siapkan dengan hadiah yang akan ku minta padamu" ucap Riziq.


" Memangnya kau minta hadiah apa padaku?"


Riziq malah tersenyum.


" Kenapa senyumannya nampak mencurigakan, kumohon kau jangan minta hadiah yang aneh aneh" batin Aisyah.


* * * * * * *


" Tidur lagi ya anak anak umi yang manis"


Setelah memberi asi, bayi bayi Aisyah pun tertidur. Perlahan Aisyah naik keatas tempat tidur dan berbaring di sebelahnya Riziq. Aisyah mendongakan wajahnya, di lihatnya Riziq sedang asik membaca buku. Tanpa bicara apa apa Aisyah memejamkan matanya setelah membaca do'a. Riziq sempat melirik pada Aisyah.


" Uni"


" Hmmm"


" Kau sudah tidur?"


" Sudah" jawab Aisyah. Riziq langsung tersenyum.


" Hebat ya orang tidur bisa jawab"


Seketika Aisyah langsung membuka matanya.


" Apa Le"


" Katanya kau mau memberiku hadiah"


Aisyah pun terdiam, otaknya mulai berfikir.

__ADS_1


" Kau minta apa?" tanya Aisyah. Seketika Riziq langsung menindih tubuh istrinya itu


" Aku minta pelayanan plus plus darimu" jawab Riziq sambil tersenyum senyum. Aisyah mengeryitkan keningnya setelah mendengar hadiah yang diminta suaminya.


" lni ustad, tingkat kegenitannya sangat tinggi, umurnya baru 22 tahun saja genitnya sudah seperti ini, gimana nanti saat umurnya 30 tahun atau saat umurnya menginjak 50 pas dia mengalami masa puber ke-2. Duuh tidak bisa di bayangkan, sepertinya setiap malam aku harus selalu waspada, takut takut dia menyerang secara tiba tiba" gumam Aisyah dalam hati.


" Kenapa uni diam?" tanya Riziq.


" Kau yakin ingin mendapatkan pelayanan plus plus dariku?"


" Hmmm"


" Tapi Le, hari ini ada sesuatu yang berubah warna" ucap Aisyah.


" Bunglon?" tanya Riziq sedikit tak mengerti.


" Bukan"


" Lalu?"


Aisyah langsung berbisik pada Riziq.


" Daerah kewanitaanku berubah warna menjadi merah"


" Kau sedang menstruasi?" tanya Riziq sedikit kecewa.


" Hmmm"


" Kau tidak bohongkan?"


" Tidak"


" Coba kulihat" pinta Riziq tak masuk akal"


" Lihat Apa?" tanya Aisyah sambil mengeryitkan keningnya.


" Lihat sesuatu yang berubah warna"


" Kau jangan macam macam Le" ancam Aisyah.


Riziq malah tertawa.


" Baiklah akan kutagih hadiahku satu minggu lagi"


" Kau seperti renternir" gerutu Aisyah.


" Le"


" Hmmm"


" Berat" jawab Aisyah sambil menatap suaminya. Seketika Riziq tersenyum sambil menggeserkan posisinya.

__ADS_1


" Lewat satu minggu, bunganya 15 %"


" Dasar renternir genit si berondong manis, eh bukan, tapi renternir genit si tikus dapur he he"


__ADS_2