
Setelah pergi dari perkebunan, Zahira pun menemui Aisyah di rumahnya umi Salamah.
"Ka, aku sudah selesai" Zahira pun memberikan kertas itu.
" Kau mau makan dulu?" tanya Aisyah.
" Ka boleh tidak aku main ke rumahnya ka Rasyid?" tanya Zahira.
" Kau yakin mau kesana?" tanya Aisyah. Zahira pun mengangguk.
" Mau kak Aisyah anter?" tanya Aisyah kembali.
" Tidak usah ka, aku masih tau ko jalannya"
" Yasudah pergilah, tapi pulangnya jangan terlalu sore" pinta Aisyah.
" la kak, ngomong ngomong rumahnya Yusuf sebelah mana rumahnya kak Rasyid?" tanya Zahira. Seketika Aisyah langsung memicingkan matanya.
" Kenapa kau bertanya rumahnya Yusuf?" ucap Aisyah sedikit tak suka.
" Kalau aku main kerumahnya boleh tidak ya" tanya Zahira sambil tersenyum senyum.
" Heeei, kau jangan macam macam, kau jangan terlalu genit jadi perempuan, kalau kakakmu tau dia bisa marah"
" Ka Aisyah saja suka genit pada kakakku" jawab Zahira polos. Wajah Aisyah sudah nampak memerah.
" Aku genit pada kakakmu karna dia suamiku"
" Pokoknya jangan genit genit pada Yusuf" ucap Aisyah sedikit mengancam. Zahira pun mengangguk sambil mengerucutkan bibirnya. Zahira pun pergi ke rumahnya ustad Rasyid. Sesampainya disana. Zahira pun mengetuk pintu.
Tok tok tok
" Permisi"
Seketika ustadzah Yasmin membuka pintu. Zahira pun tersenyum.
" Permisi kak, aku Zahira"
Ustadzah Yasmin pun tersenyum.
" Kau Zahira adiknya suamiku?" tanya ustadzah Yasmin. Zahira pun mengangguk. Ustadzah Yasmin terdiam saat melihat baju gamis yang di kenakan Zahira nampak kelonggaran hingga ujung gamisnya kotor di penuhi tanah karna terseret seret.
" Ayo masuk" pinta ustadzah Yasmin.
Zahira pun sudah duduk di ruang tamu. Ustadzah Yasmin membawa minuman dan beberapa cemilan.
" Kakak istrinya kak Rasyid?" tanya Zahira. ustadzah Yasmin mengangguk.
" Kak Rasyidnya sekarang kemana kak?"
" Kakakmu sedang ada urusan dia belum pulang. Oh ia Zahira, kenapa bajumu besar begitu, kotor lagi" tanya ustadzah Yasmin. Zahira pun tersenyum malu.
" Aku pakai bajunya kak Aisyah, bjunya kebesaran jadi terseret seret di tanah"
" Kau tidak punya baju yang pas ukuranmu?" tanya ustadzah Yasmin. Zahira pun menggelengkan kepalanya.
" Yasudah nanti kak Yasmin belikan baju baru untukmu"
" Beneran kak?" tanya Zahira antusias.
__ADS_1
" Tentu"
" Kita mau belanja ke mall kak"
" Jangan ke mall, kakakmu tidak akan mengijinkanku pergi ke mall, lagi pula aku sedang hamil muda"
" Terus belanjanya kapan?" tanya Zahira sedikit kecewa.
" Sekarang juga boleh, tapi belanja online saja"
" Beneran kak?" tanya Zahira sambil tersenyum bahagia.
" Hmm, kau boleh beli apa saja nanti kak Yasmin yang bayar" Tentu saja Zahira sangat senang.
" Tapi aku tidak pegang hp kak, hp ku disita sama kak Riziq" ucap Zahira cemberut.
" Kenapa disita?"
" Kak Riziq sudah mendaftarkanku jadi santriwati disini , lusa aku mulai ikut belajar" ucap Zahira. Ustadzah Yasmin pun tersenyum.
" Yasudah pake hp kak Yasmin saja, kau pilih semua baju yang kamu suka" ucap ustadzah Yasmin sambil memberikan hp nya.
Zahira pun tak menyia nyiakan kesempatan ia langsung memilih milih baju yang ia suka.
" Aku sudah pilih ka" ucap Zahira sambil memberikan hp nya kembali pada ustadzah Yasmin. Seketika ustadzah Yasmin mengeryitkan keningnya melihat semua baju yang dipesan Zahira adalah celana jeans dan baju baju kaos yang sering dipakainya sebelum pergi ke pesantren.
" Ya Allah, kenapa kau membeli baju baju seperti ini, kau dilarang berpenampilan seperti ini di pesantren" tutur ustadzah Yasmin. Zahira sudah tersenyum getir.
" Maaf kak aku lupa"
Ustadzah Yasmin pun memilihkan baju baju yang pantas untuk Zahira.
" Waah makasih ya kak, ka Yasmin baik banget" ucap Zahira antusias. Tiba tiba ustad Rasyid datang.
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
Ustad Rasyid terdiam saat melihat Zahira. Zahira pun ikut terdiam saat Kakaknya itu menatapnya dengan rasa yang tak biasa. Zahira langsung menundukan kepalanya.
" Mas sudah pulang, ini ada Zahira main kemari" ucap ustadzah Yasmin. Zahira sudah tersenyum namun ustad Rasyid malah bersikap dingin seolah masih tak percaya tiba tiba ia punya adik perempuan. Zahira mulai tak nyaman dirumah itu, hingga akhirnya ia memutuskan untuk pulang.
" Kak aku permisi pulang dulu" ucap Zahira pamit.
" Tidak mau makan dulu?" tanya ustadzah Yasmin. Zahira menggelengkan kepalanya.
" Baayy" pamit Zahira.
" Astagfirullah" ucap ustad Rasyid dan ustadzah Yasmin saat Zahira mengucap Bayy dari pada asalamualaikum. Setelah kepergian Zahira, ustad Rasyid pun duduk sambil menonton tv.
" Mas, aku ingin makan mangga muda" ucap ustadzah Yasmin. Ustad Rasyid terdiam sambil menatap istrinya.
" Kau ngidam?"
" Hmmm"
" Sebentar aku kerumahnya ustad Azam, kebetulan dia punya pohon mangga, dan kebetulan juga mangganya sedang berbuah" ucap ustad Radyid. Ustadzah Yasmin pun mengangguk.
Setelah meminta izin pada ustad Azam, ustad Rasyid pun mengambil galah, namun galahnya tak sampai mengenai mangganya, karna pohon mangga milik ustad Azam sangat tinggi. ustad Rasyid nampak kebingungan, karna ia tak bisa naik pohon. Tiba tiba Riziq dan ustad Usman kebetulan lewat dan melihat ustad Rasyid kebingungan.
__ADS_1
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
" Ang kau sedang apa disini, sepertinya kau nampak kebingungan" tanya Riziq.
" Istriku ngidam ingin mangga muda" jawab ustad Rasyid.
" Sudah dapat mangganya?" tanya ustad Usman.
" Belum, galahnya tidak sampai ke atas, aku juga tidak bisa naik pohon, takut" jawab ustad Rasyid.
" Heei ustad Rasyid, kau menang tampan doang, tapi nyalimu CIUT" ledek ustad Usman.
" Yasudah biar aku saja yang naik" pinta Riziq.
" Heeei ustad Riziq, kau jangan macam macam, kau lupa kejadian dulu, kau bisa naik tapi gak bisa turun" gerutu ustad Usman. Riziq pun tersenyum malu.
" Biar aku saja yang naik, aku sudah ahli dalam naik menaiki, kalau tidak percaya kau boleh tanya pada istriku" ucap ustad Usman. Tiba tiba ia terdiam dan langsung menatap ustad Rasyid.
" Ustad Rasyid kau sudah minta izin kan sama ustad Azam?"
" Sudah"
" Alhamdulilah, itu artinya aku tidak akan jadi pencuri lagi. Berarti ustadzah Yasmin pikirannya lurus gak bengkok kaya Aisyah" tutur ustad Usman. Riziq sudah memicingkan matanya, dan ustad Usman sadar akan hal itu.
" He he, maaf ustad Riziq, aku cuma mau mengingatkan saat Aisyah hamil dia menyuruhku untuk mencuri tomat, dan jangan sampai sekarang ustadzah Yasmin ngidam ingin mangga muda tanpa izin" tutur ustad Usman kembali.
Ustad Usman sudah berancang ancang untuk naik.
" Ustad Usman, tidak mau lepas sarung dulu?" tanya ustad Rasyid.
" Sarungnya jangan di lepas, nanti mahkotaku kelihatan" ucap ustad Usman.
" Bismilahirahmanirrahim" ucap ustad Usman sambil naik ke atas pohon mangga. Dan benar saja dia sangat ahli naik pohon, dalam hitungan detik ustad Usman sudah sampai di atas. Satu persatu ia mengambil buah mangga muda. Di lemparnya mangga itu pada ustad Rasyid, dan dengan sigap ustad Rasyid menangkapnya.
" Sudah cukup belum?" tanya ustad Usman.
" Sudah"
Perlahan ustad Usman pun turun dari pohon mangga. Setelah sampai di bawah.
" Waah ustad Usman memang pandai dalam naik menaiki yah" goda Riziq. Tiba tiba ustad Usman meraba kepalanya. Ia merasakan kopeahnya tidak menempel di kepalanya. Seketika itu ia langsung menatap ke atas pohon. Dan benar saja dugaannya, kopeahnya nyangkut di atas pohon mangga.
" Astaghfirullah alazim, itu kopeah pake nyangkut segala, tau ajah dengan kebiasaanku kalau sudah turun suka pengen naik lagi. Harus naik pohon lagi ini mah hadeuuuh" gerutu ustad Usman. Riziq dan ustad Rasyid sudah menahan geli melihat kelakuannya ustad Usman.
Ustad Usman pun naik lagi ke atas pohon. Sesampainya di atas, ia langsung mengambil kopeahnya yang tersangkut. Setelah itu ia pun berniat untuk turun tiba tiba terdengar suara,
SRUEEEEEEKKKH
Riziq dan ustad Rasyid pun langsung mengadah ke atas setelah mendengar suara aneh itu.
" Astaghfirullah alazim" ucap ustad Usman sambil menggelengkan kepala.
" Kenapa ustad?" tanya ustad Rasyid.
" Sarung saya robek nyangkut di ranting" ucap ustad Usman. Riziq dan ustad Rasyid sudah menundukan kepalanya sambil menahan tawa. Setelah ustad Usman turun.
" Hadeuuuh nikmat sekali hadiahku ini, sudah dua kali naik pohon, kopeah nyangkut eh sarung pake robek pula, lengkap sudah rezeki hari ini"
__ADS_1