
Pagi pagi sekali Aisyah sudah mengancingkan baju kokonya Riziq sebelum suaminya itu berangkat mengajar. Dilihatnya leher Riziq memerah bekas cakaran. Perlahan Aisyah pun merabanya, hingga Riziq sedikit meringis.
" Sakit ya Le?" tanya Aisyah sedikit khawatir.
" Hmmm, itu hasil perbuatanmu semalam, kau seperti kucing betina yang mau melahapku" ucap Riziq sambil memeluk pinggang Aisyah yang kini sedang merapihkan baju kokonya Riziq. Wajah Aisyah sudah bersemu merah. Rasa malu pun hadir tanpa di undang.
" Kau tau uni semalam aku hampir tidak mengenalimu, kau seperti kerasukan setan genit. Semalam itu adalah pertama kalinya aku melihatmu seliar itu kau mencakarku sana sini" tutur Riziq. Aisyah sudah menyembunyikan wajahnya di dada suaminya itu karna malu, jika dilihat wajahnya pasti sudah memerah seperti tomat. Riziq terus saja menggoda istrinya itu.
"Kau lihat tidak uni wajahku semalam nampak ketakutan" goda Riziq. Seketika Aisyah langsung memukul pelan pinggang suaminya itu karna selalu nenggodanya.
" Dan kau menikmatinya" gerutu Aisyah.
" Ha ha ha" Riziq tertawa tawa. Membuat Aisyah semakin malu di buatnya, ia sadari kalau kejadian semalam di luar kendalinya. Entah kenapa semalam ia nampak berhasrat pada Riziq, setelah suaminya itu menggodanya, tiba tiba nafsunya memuncak begitu saja.
" Coba aku ingin lihat wajahmu sekarang" ucap Riziq sambil mengangkat dagu istrinya itu. Seketika Aisyah langsung memeluk Riziq sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah itu. Riziq sudah tersenyum senyum.
" Uni kenapa wajahmu memerah seperti itu, apa kau malu padaku" ucap Riziq menggoda Aisyah sambil tersenyum senyum.
" Jangan menggodaku terus aku malu" ucap Aisyah dengan masih menyembunyikan wajahnya. Riziq tak henti hentinya menertawakan Aisyah, hingga Aisyah mengerucutkan bibirnya.
" Lain kali kalau kau mau bercinta denganku, kau harus pastikan kuku tanganmu dipotong terlebih dulu biar kau tidak menyakitiku" ucap Riziq dengan tersenyum senyum.
" Kalau aku menggigitmu apa kau akan memotong semua gigiku?" tanya Aisyah sambil mendongakan wajahnya. Riziq malah tertawa.
" Memangnya kau berani menggigitku?" tanya Riziq sambil menatap wajah Aisyah.
" Kau menantangku?"
" Hmmm"
Perlahan Aisyah melepas satu persatu kancing baju koko suaminya itu yang baru saja selesai ia kancingkan. Setelah selesai melepas kancingnya Riziq, Aisyah pun menyibakan sedikit baju itu hingga pundaknya Riziq terekpos jelas. Riziq sudah tersenyum senyum melihat kelakuan istrinya itu. Perlahan Aisyah mendekatkan wajahnya ke dada bidang suaminya itu. Nafas Aisyah yang hangat kini sudah terasa berhembus di dadanya Riziq, Aisyah semakin mendekatkan wajahnya hingga hampir menempel di permukaan kulit suaminya itu. Ketika bibir Aisyah hampir menempel di kulitnya Riziq, tiba tiba Aisyah meraih tangan suaminya itu lalu menggigitnya.
" HUAAAAAAAAAA" teriak Riziq kesakitan karna tangannya di gigit Aisyah. Riziq sudah meniup niup tangannya yang tergigit itu sambil meringis.
" Kau melepas bajuku kenapa yang digigit tanganku" protes Riziq heran. Aisyah sudah tertawa tawa.
" Aku baru menggigit tanganmu saja kau sudah menjerit, apa lagi aku menggigit yang lain" ucap Aisyah sambil tersenyum senyum.
" Uni kau mau masuk neraka"
" Coba kulihat bekas gigitanku" ucap Aisyah sambil meraih tangannya Riziq. Seketika Aisyah langsung mengecup tangannya Riziq tepat di bekas gigitannya itu.
" Sudah tidak sakit lagi kan?, sudah sekarang kau berangkat, nanti kau terlambat, jangan menggodaku terus" ucap Aisyah sambil berlalu untuk pergi melihat Adam dan Hawa, namun tiba tiba Riziq menarik tangannya.
" Mau kemana kau" ucap Riziq sambil menarik Aisyah hingga tubuhnya tidak sengaja mendekapnya.
" Apa lagi Le?"
" Kau tidak lihat kancing bajuku lepas semua. Tanggung jawab uni" pinta Riziq.
" Ha ha ha" Aisyah tertawa tawa. Lalu ia pun mengancingkan kembali baju kokonya Riziq.
" Sudah selesai, kau berangkat sana takutnya nanti telat, jangan lupa pakai sorbannya" ucap Aisyah sambil memakaikan sorban itu hingga menutupi bekas cakarannya semalam.
" Tutupin dengan sorban, kalau ka Usman lihat bahaya, nanti dia akan mengoceh kemana mana, dia akan menceramahimu panjang kali lebar kali tinggi dan meluas kemana mana hingga akhirnya membuatmu naik darah" tutur Aisyah. Riziq hanya tersenyum saja.
" Ya sudah aku berangkat"
Aisyah sudah mencium tangan suaminya itu, tidak lupa Riziq pun mencium keningnya Aisyah.
" Nanti malam aku akan membalaskan dendamku padamu, aku akan menggigitmu sesuai takaran yang kau berikan padaku saat kau menggigit tanganku" ucap Riziq sambil tersenyum senyum. Mendengar ucapan suaminya, Aisyah langsung bergidik ngeri.
" Asalamualaikum"
" Waalaikum salam"
Riziq pun pergi untuk mengajar.
" Mengerikan sekali ucapan suamiku itu. Salah kau sendiri Aisyah, berani beraninya kau membangunkan harimau yang sedang tidur, suamimu itu tidak dibangunkan saja suka bangun sendiri. Menakutkan"
* * * * * * * *
Malampun tiba, Aisyah sudah duduk di hadapan Riziq sambil menggunakan mukena, kalau ada waktu Riziq selalu mengajarkan istrinya mengaji.
Setelah selesai mengaji, mereka masih duduk mengobrol.
" Uni besok umi Fadlun sama abi Mansyur mau pulang ke Indonesia" ucap Riziq.
" Besok?"
" Hmmm"
" Tapi kemarin umi Fadlun bilang dia pulang ke sininya bulan depan" ucap Aisyah.
" Katanya jadwalnya di percepat, soalnya abi ada urusan di Indonesia"
Aisyah pun mengangguk ngangguk.
" Besok siang kita jemput ke bandara ya" pinta Riziq.
" Hmmm"
" Uni kalau ustad Usman menguji kecerdasan Zahira, aku ingin menguji kecerdasanmu" ucap Riziq.
__ADS_1
" Bukankah sebelum kau mengujiku, kecerdasanku sudah di atas rata rata" ucap Aisyah sambil tersenyum senyum.
" Masa" ucap Riziq tak percaya. Aisyah malah tertawa.
" Baiklah kau mau bertanya apa padaku?" ucap Aisyah.
" Sebutkan siapa yang tercipta dari api, siapa yang di azab dari api, dan siapa yang terpelihara dari api?" tanya Riziq pada Aisyah. Aisyah sudah tersenyum senyum.
" Kenapa kau senyum senyum begitu?" tanya Riziq.
" Pertanyaanmu sangat canggih Le, otaku hanya memutar mutar di tempat saja" jawab Aisyah.
" Itu artinya kau dan Zahira sebelas dua belas" ledek Riziq. Aisyah sudah mengerucutkan bibirnya.
" Aku hanya bisa menjawab yang pertama"
" Apa?" tanya Riziq.
" Iblis" jawab Aisyah.
" Kalau yang lainnya tidak tau?" tanya Riziq kembali. Aisyah pun menggeleng gelengkan kepalanya.
" Yang tercipta dari api itu iblis, yang di azab dari api itu Abu jahal dan yang terpelihara dari api itu nabi Ibrahim as." tutur Riziq. Aisyah pun mengangguk ngangguk.
" Aku boleh memberikan pertanyaan untukmu?" tanya Aisyah.
" Apa?"
" Siapa yang kalau cemburu hatinya berapi api?" tanya Aisyah. Riziq sudah memicingkan matanya, lalu ia menarik ujung mukena Aisyah.
" AKUUUUUUUUUUUU" jawab Riziq. Aisyah sudah tertawa tawa.
" Sekarang aku tanya lagi, siapa yang tercipta tanpa ayah dan ibu?" tanya Riziq. Aisyah sudah mengeryitkan keningnya.
" Emang ada Le?" tanya Aisyah penasaran.
" Ada, uni tau tidak?"
Aisyah kembali menggeleng gelengkan kepalanya.
" Ini tidak tau itu tidak tau, lalu apa yang kau tau" ucap Riziq meledek.
" Aku taunya menggodamu saja he he. Ya sudah apa jawabannya?" tanya Aisyah
" Yang tercipta tanpa ayah dan ibu adalah nabi Adam as, malaikat dan kambing nabi Ibrahim as" jawab Riziq. Aisyah pun kembali mengangguk ngangguk.
" Besok akan ku antarkan uni ke kelasnya Zahira"
" Untuk apa kau mengantarkanku kesana?" tanya Aisyah.
" Ha ha ha ha"
" Kau menyebalkan Le" ucap Aisyah sedikit kesal.
* * * * * * * *
Keesokan harinya, Setelah pulang mengajar, Riziq dan Aisyah sudah bersiap untuk pergi menjemput umi Fadlun dan kiyai Mansyur.
" Uni kau sudah siap?" tanya Riziq. Aisyah pun menjawab dari dalam kamar.
" Sudah Le"
" Kau ingat apa yang sering kukatakan sebelum kita bepergian?" tanya Riziq sedikit berteriak.
" Iyaaaaa" jawab Aisyah sedikit kesal.
"Pasti dia mau bilang. Uni penampilanmu jangan terlalu berlebihan, mak up mu jangan terlalu mencolok, jangan pakai lipstik nanti mata mata di luar sana akan menatapmu dengan tatapan liar dan lapar" batin Aisyah.
Aisyah sudah menggendong Adam dan Riziq menggendong Hawa.
" Mana kereta bayinya uni?"
Aisyah pun mengambil kereta bayi itu dan menaruh Adam dan Hawa di sana. Mereka pun berjalan menuju depan gerbang untuk menunggu taxi yang mereka pesan. Setelah hampir sampai di depan gerbang, mereka melihat Zahira yang baru pulang mengikuti pelajarannya ustadzah Ulfi. Zahira pun tersenyum melihat mereka. Seketika itu ia langsung berlari menghampiri mereka.
" Ka mau pada kemana?" tanya Zahira.
" Kita mau menjemput abi sama umi" jawab Riziq.
" Siapa umi sama abi?" tanya Zahira penasaran.
" Nanti ku kenalkan, sekarang kita pergi dulu, asalamualaikum" ucap Aisyah.
" Ka aku mau ikut" rengek Zahira. Aisyah dan Riziq malah saling lirik.
" Memangnya kau tidak ada kelas?" tanya Riziq. Zahira pun menggelengkan kepalanya.
" Boleh ya aku ikut, aku bosan di pesantren terus, aku ingin melihat suasana di luar sana" pinta Zahira. Riziq langsung menatap Aisyah. Seketika itu Aisyah menganggukan kepalanya.
" Ya sudah kau boleh ikut"
" Horeeeeeee"
Pada akhirnya Zahira pun pergi bersama Riziq dan Aisyah ke bandara. Mereka menaiki taxi online.
__ADS_1
Sesampainya di bandara, mereka pun duduk di ruang tunggu. Riziq sudah menggoda Hawa yang kini sedang di gendong Aisyah. Sementara Adam sedang di gendong Zahira. Ini pertama kalinya Adam dan Hawa di bawa ke bandara. Mereka nampak anteng dan tidak rewel.
" Ka abi dan umi mu itu siapa?" tanya Zahira.
" Mereka itu orang tua angkatku, mereka yang menyekolahkanku di Kairo dulu" jawab Riziq. Zahira pun mengangguk ngangguk.
" Le itu mereka" tunjuk Aisyah pada umi Fadlun dan kiyai Mansyur. Mereka pun berdiri untuk menyambut kiyai Mansyur dan umi Fadlun. Zahira sudah lirik sana lirik sini mencari mereka.
" Yang mana, oh itu ya laki laki yang memakai topi dan memakai baju hitam, mereka nampak seperti mafia" ucap Zahira salah orang.
"Bukan yang itu, tapi itu yang memakai sarung dan pakai sorban. Umi ku yang memakai gamis berwarna coklat" ucap Riziq sambil menujuk pada umi dan abinya. Zahira pun tersenyum melihatnya.
" Waaah, abi mu hansem sekali ya ka, meskipun sudah berumur tapi dia terlihat tampan dan berkharismatik, tapi sayang hatiku sudah terpaut dengan ka Yusuf" tutur Zahira. Riziq sudah memicingkan matanya.
" Kau jangan macam macam ya Ira, kau lihat perempuan yang berjalan di sebelahnya, dia adalah istrinya" ucap Riziq mengingatkan.
Aisyah sudah larak lirik kiri kanan dengan sedikit kecemasannya hingga membuat Riziq heran.
" Uni, kenapa sedari tadi kau lirik sana lirik sini. Siapa yang sedang kau cari?" tanya Riziq.
" Aku sedang mencari Zahra, aku takut dia ikut bersama mereka, aku harus waspada" ucap Aisyah. Riziq hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
" Asalamualaikum"
" Waalaikum salam"
" Umi sehat?" tanya Aisyah.
" Alhamdulilah umi sama abi sehat" ucap umi Fadlun. Umi Fadlun langsung mencium Adam dan Hawa.
" Cucu cucu umi yang cantik dan manis" ucap umi Fadlun sambil mengunyel unyel pipinya Adam dan Hawa, tiba tiba ia terdiam melihat Zahira begitu pun kiyai Mansyur.
" Ziq, sekarang kau punya **** siter" ucap kiyai Mansyur sambil menatap Zahira. Di bilang **** siter, Zahira langsung mengerucutkan bibirnya.
" Aku ralat kata kataku tadi, dia tidak hansem, tidak tampan dan tidak berkhari**smatik. Dia laki laki yang menyebalkan" gerutu Zahira dalam hati.
" Dia siapa Ziq?" tanya umi Fadlun sambil menatap Zahira dengan senyuman ramahnya.
" Ini Zahira umi, dia adiku" jawab Riziq.
" Adik?" ucap umi Fadlun dan kiyai Mansyur sambil mengeryitkan keningnya.
" Nanti aku ceritakan, ayo kita langsung pulang"
Mereka pun akhirnya pulang dengan memesan dua taxi. Riziq, Aisyah dan Zahira serta Adam dan Hawa satu mobil taxi kembali. Sementara umi Fadlun dan kiyai Samsul menaiki taxi berdua. Saat Mereka baru menaiki taxi, tiba tiba pak supir tersenyum. Dialah supir taxi yang biasa Riziq tumpangi sehabis pulang dari bandara.
" Eh si mas sama si mba, kita ketemu lagi" ucap pak supir.
" Eh si bapak kita ketemu lagi, bapa masih hidup?" tanya Riziq. Aisyah sudah mencubit pinggang Riziq namun hanya pelan saja.
" Le kenapa kau bertanya seperti itu" ucap Aisyah. Riziq malah tersenyum.
" Maaf uni cuma bercanda"
Namun Zahira malah tertawa tawa.
" Eh bocah ingusan kenapa kau tertawa?" ucap Riziq sedikit tak suka. Zahira sudah duduk di depan.
" Waah ini siapa mas, istri baru apa **** siter baru?" tanya pak supir sambil menjalankan mobilnya. Zahira yang mendengar pertanyaan pak Supir ia langsung menggeram pada orang yang ada di sebelahnya itu.
" Dia dedemit pak" jawab Riziq. Seketika Zahira langsung mengerucutkan bibirnya.
" Masa si neng manis begini dibilang dedemit" ucap pak supir. Seketika Zahira langsung tersenyum.
" Tuh pak supir yang umurnya hampir setengah abad aja bilang aku manis, sementara umur kalian yang masih muda muda malah bilang aku dedemit, sepertinya kalian harus pergi ke dokter mata" tutur Zahira. Aisyah sudah tersenyum senyum.
" Iya iya besok ka Riziq sama ka Aisyah pergi ke dokter mata" ucap Riziq pasrah.
Setelah sampai di depan gerbang pesantren. Zahira keluar mobil itu dengan menggendong Adam, sementara Aisyah keluar dengan menggendong Hawa. Saat Riziq hendak keluar, ia nampak hati hati dan waspada, karna sudah dua kali keluar dari taxi itu ia terkena sial, yang pertama saat ia di cubit semut betina yang sedang cemburu. Yang kedua saat jari jarinya tergencet pintu mobil saat Aisyah membanting pintunya dengan keras.
" Bismillahirahmanirrahim" ucap Riziq sambil membuka pintu mobil dengan sangat hati hati, setelah ia membayar taxi itu.
" Hati hati mas, nanti jari jarinya tergencet lagi" ucap pak supir mengingatkan.
" Iya pak"
Setelah berhasil keluar mobil dengan selamat.
" Alhamdulilah aku selamat" ucap Riziq bersyukur.
Mobil taxi pun melaju kembali
" Duluan mas mba" ucap pak supir berpamitan.
" Hati hati pak" ucap Riziq sedikit berteriak.
" Astaghfirullah Le, kereta bayi Adam sama Hawa masih di bagasi mobil" ucap Aisyah. Seketika Riziq langsung berteriak sambil mengejar taxi itu.
" PAAAAAAAAKKKK" teriak Riziq. Untung saja pak Supir itu menatap kaca spion yang memperlihatkan Riziq sedang berlarian di mengejarnya. Seketika pak Supir langsung menghentikan mobilnya.
" Alhamdulilah" ucap Riziq yang berhasil mengambil kereta bayinya. Ia pun kembali berjalan menghampiri Aisyah dan Zahira dengan ngos ngosan karna sudah berlarian.
" Entah kenapa kalau menaiki taxi itu ada saja yang membuat susah" ucap Riziq. Aisyah dan Zahira sudah tertawa tawa.
__ADS_1
" Ayo kita ke rumahnya umi Fadlun"