Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Barakallah fii umrik


__ADS_3

Masih dengan Zahira yang ikut ke perkebunan.


" Apa aku harus menyiram lagi?" tanya Zahira.


" Hmmmm" jawab ustad Usman.


Zahira pun pergi mengambil air, ia hanya mengambil setengah ember karna tidak kuat.


" Nyiramin airnya jangan banyak banyak, jangan satu tetes juga. Disiram bukan dimandiin" ustad Usman mengingatkan.


" Iya om ustad"


Zahira pun mulai menyiram sambil berdendang ria.


" Hehe.. hehe..hehe...


Haaaa ..haaaa....


Mmmm .. mmmm..


Ooo apa itu cinta"


" Astaghfirullah itu si selebor malah asik nyanyi nyanyi sambil berekspresi seperti di tik tok" gerutu ustad Usman sambil mendekati Zahira kembali.


" Eh selebor kenapa kau nyanyi nyanyi begitu. pake tik tokan segala. Harusnya kau bersholawat. Lagian kau kan tidak pegang hp, dari mana kau tau?" ucap ustad Usman.


" Aku suka pinjam hpnya ka Dewi saat jam istirahat" jawab Zahira.


" Kalau nanti aku ketemu Dewi, akan ku ambil hpnya lalu kutelan sekalian sama orang orangnya" gerutu ustad Usman. Zahira ingin tertawa namun takut kena omel.


" Memangnya om ustad sanggup memakan ka Dewi yang badannya 4 kali lipat dariku?" tanya Zahira.


" Kau tidak akan pernah tau bagaimana rakusnya seorang yang sedang marah"


" Baiklah nanti kusampaikan pada ka Dewi kalau om ustad mau memakannya. Tapi asal om ustad tau, rakusnya seseorang yang sedang marah akan kalah dengan laparnya seorang Dewi. Kita lihat siapa yang akan di makan duluan, om ustad atau ka Dewi" tutur Zahira.


Ustad Usman mulai membayangkan saat Dewi makan dengan rasa laparnya, tiba tiba ia langsung bergidik ngeri.


" Om ustad aku mau tanya, dari mana om ustad tau kalau itu adalah lagu di tik tok?" tanya Zahira.


" Ya karna aku suka menontonnya, oops astaghfirullah alazim" ucap ustad Usman sambil menutup mulutnya karna keceplosan.


" Ha ha ha" Zahira langsung tertawa puas.


" Om ustad munafik" ucap Zahira sambil tertawa tawa.


" Munafik adalah film favoritku, sudah sekarang kau siram kembali pohon tomatnya, sambil bershalawat ya"


" Iya om"


Zahira pun menyiram sambil bershalawat sesuai yang ia bisa. Riziq yang melihat dan mendengarpun langsung tersenyum.


" Setidaknya ada sedikit perubahan, dia masih lebih baik di banding saat pertama aku menemukannya" batin Riziq.


" Sungguh butuh perjuangan yang sangat ekstra untuk membimbing adikmu itu ustad" ucap ustad Usman saat mendekati Riziq.


" Sepertinya Zahira mempunyai kekurangan, ia sulit menangkap pelajaran yang masuk" ucap Riziq.


" Ustadzah Ulfi memberi pelajaran 100%, dia hanya bisa menangkap pelajaran dalam otaknya 35% saja"


" Harus lebih bersabar lagi"


" Hmmm"


Riziq dan ustad Usman pun kembali melanjutkan pekerjaannya. Tiba tiba Aisyah datang membawa kopi dan beberapa cemilan.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Di taruhnya kopi dan cemilan itu di atas tikar yang berada di tengah tengah perkebunan. Riziq, ustad Usman serta ustad Soleh pun langsung datang mendekati.


" Kopi kopi"


Saat ustad Usman mau membuatkan kopi untuknya sendiri, tiba tiba Aisyah berbisik.


" Mau menatap suamiku biar tambah manis?" tanya Aisyah. ustad Usman langsung mengeryitkan keningnya.


" Tidak usah, pengobatan diabetes itu mahal" jawab ustad Usman sambil melanjutkan meracik kopi.

__ADS_1


" Pasti hasil racikan kopiku paling nikmat, secara keahlianku meracik 11 12 dengan seorang barista" ucap ustad Usman sedikit percaya diri.


" Masssa" ledek Aisyah.


" Uni, dari pada kau berdebat terus lebih baik kau membuatkan kopi untuku" ucap Riziq.


" Iya Le maaf"


Aisyah pun meracik kopi untuk suaminya.


" Ira kau mau ka Aisyah buatkan kopi?" tanya Aisyah.


" Tidak usah ka"


Zahira pun duduk bergabung dengan mereka. Tiba tiba Aisyah berbisik pada Zahira.


" Besok kakakmu ulang tahun"


Zahira langsung menatap Aisyah.


" Benarkah?"


" Hmmm"


" Aku harus kasih hadiah apa?" tanya Zahira. Aisyah malah mengangkat kedua bahunya. Zahira pun berbisik pada ustad Usman.


" Om ustad, besok kakakku ulang tahun, kira kira hadiah apa yang cocok untuknya?" tanya Zahira.


" Satu karung beras dan sebongkah berlian" jawab ustad Usman sambil berbisik juga. Zahira langsung memicingkan matanya.


" Ngasih idenya jangan yang aneh aneh" prots Zahira. Seketika ustad Usman langsung membisikan sesuatu pada Zahira. Zahira yang mendengar hadiah yang di ucapkan ustad Usman langsung mengeryitkan kepalanya, namun dengan sedikit tertawa ia langsung mengangguk.


" Ok"


* * * * *


Pagi pagi sekali Aisyah sedang menunggu Riziq yang pergi ke masjid mengerjakan shalat subuh. Aisyah sudah berdiri di depan pintu. Aisyah nampak tersenyum saat melihat Riziq sedang berjalan pulang bersama ustad Soleh.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


" Ada yang aneh" batin Riziq.


Tidak lupa Aisyah pun mengunci pintu depan.


" Kenapa pintunya di kunci uni?" tanya Riziq heran. Aisyah malah tersenyum lalu secara perlahan ia mendorong Riziq hingga menempel di tembok. Mendapat perlakuan seperti itu, Riziq terdiam heran.


" Tumben sekali pagi pagi sudah menggodaku" ucap Riziq. Aisyah pun menarik sorban di pundaknya Riziq dan memakaikannya hingga menutupi kepalanya dan kepalanya Riziq. Tangan Aisyah langsung memegangi kedua pipi suaminya itu.


" BARAKALLAH FII UMRIK BERONDONG MANISKU" ucap Aisyah sambil menjinjitkan kedua kakinya. Mendapatkan perlakuan seperti itu Riziq langsung memeluk pinggangnya Aisyah.


Setelah puas memberikan hadiah pada suaminya, Aisyah langsung menarik kembali sorban yang menutupi kepalanya dan kepalanya Riziq. Nampak Riziq tersenyum bahagia. Bukan hanya bahagia karna mendapatkan hadiah dari istrinya, tapi ia bahagia karna Aisyah tidak lupa di hari ulang tahunnya.


" Terima kasih uni"


" Hmmm, semoga kau sehat selalu. Terima kasih telah menjadi imamku yang baik dan abi yang bertanggung jawab untuk anak anak"


Aisyah pun memeluk erat suaminya itu.


" Sepertinya kau melupakan sesuatu uni" ucap Riziq.


" Apa?" tanya Aisyah sambil mendongakan kepalanya.


" Kau telah membangkitkan hasratku"


" Aku akan bertanggung jawab" ucap Aisyah sambil mendorong Riziq masuk kamar.


.........


Di luar rumah, Zahira sudah mengetuk ngetuk pintu.


Tok tok tok.


" Asalamualaikum" Zahira mengucap salam namun tidak ada yang menjawab. Zahira terdiam heran, lalu ia mencoba membuka pintu, namun pintu terkunci dari dalam.


" Asalamualaikum ka Aisyah" teriak Zahira.


" Ka, aku di depan" teriak Zahira kembali.

__ADS_1


Namun kagi lagi tak ada yang menjawab salam atau pun membuka pintu.


" Apa ka Aisyah sama ka Riziq sudah pergi dari rumah pagi pagi begini" gumam Zahira. Namun ia masih melihat sandal Riziq masih ada di teras depan.


" Sandalnya ka Riziq masih ada, itu artinya orangnya masih di dalam"


Zahira dengan sabar duduk menunggu di depan rumah. Iya sudah membawa kotak kecil yang terbungkus kado. Kemarin Aisyah memberitaunya kalau Riziq ulang tahun. Zahira sudah tersenyum senyum dan kadang tertawa kecil saat menatap kado berukuran kecil itu.


Cekleek.


Pintu terbuka. Zahira langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Aisyah. Aisyah nampak terkejut saat melihat Zahira sudah ada di rumahnya.


" Ira, kau di sini?, kapan datang?" tanya Aisyah.


" Aku dari tadi di sini, aku ketuk ketuk pintu aku teriak teriak tapi gak ada yang buka pintu" gerutu Zahira. Aisyah sudah tersenyum malu.


" Maaf ya Ira, mungkin ka Aisyah tidak dengar"


" Hmmm, ka Riziq mana?, aku mau mengucapkan selamat untuknya" ucap Zahira sambil memperlihatkan kado yang ia bawa ke hadapan Aisyah. Aisyah pun mengeryitkan keningnya.


" Kecil sekali kadonya, memang isinya apa?" tanya Aisyah penasaran.


" Kunci mobil" jawab Zahira sambil tersenyum senyum.


" Massa"


" Ikh ka Aisyah kepo"


Tiba tiba Riziq menghampiri mereka.


" Ada apa sih?" tanya Riziq. Saat Zahira mau mengucapkan selamat, tiba tiba ia langsung menutup ke dua matanya saat melihat wajah kakaknya itu. Aisyah yang merasa heran dengan sikap adik iparnya itu, ia langsung menatap Riziq.


" Astaghfirullah Le" ucap Aisyah saat melihat ada lipstik di sudut bibir suaminya itu.


" Masuk kamar terus ngaca" ucap Aisyah sambil mendorong suaminya untuk masuk kamar. Riziq pun terpaksa masuk kamar. Sementara Aisyah langsung menyuruh Zahira untuk sarapan.


" Kasih kadonya nanti saja setelah sarapan" pinta Aisyah.


" Hmmm"


Ketika Riziq bercermin, ia terkejut melihat noda lipstik di sudut bibirnya.


" Astaghfirullah, beginilah nasib seorang suami yang mempunyai seorang istri yang tingkat kegenitannya setinggi langit" ucap Riziq sambil mengelap noda itu dengan tisu. Setelah noda itu hilang, Riziq pun langsung menemui Aisyah dan Zahira untuk sarapan bersama.


"Pagi pagi sudah main genit genitan, menggelikan" gerutu Zahira dalam hati.


Setelah sarapan Zahira pun mendekati Riziq.


" Barakallah fii umrik, kakak berondongku" ucap Zahira sambil memberikan kado berukuran kecil itu. Riziq pun tersenyum.


" Terima kasih Ira adiku yang paling menyebalkan seantera pesantren" ucap Riziq sambil tersenyum senyum. Tidak lupa Riziq menerima kado itu dari tangannya Zahira.


" Mau kasih do'a apa Ira?" tanya Aisyah.


" Semoga ka Riziq tidak berubah, selalu baik padaku, ngasih uang jajannya di tambahin, tidak pelit padaku dan mau membantuku kapanpun dan dalam situasi apapun" tutur Zahira. Riziq sudah mengeryirkan keningnya, sementara Aisyah sudah tertawa tawa.


" Itu bukan do'a untuku, tapi do'a untuk dirimu sendiri" gerutu Riziq. Hingga Zahira tersenyum malu.


" Le, coba kau buka kadonya aku penasaran isinya apa?, kotaknya kecil mungil begitu" ucap Aisyah. Riziq pun langsung membuka kado itu secara perlahan. Tiba tiba matanya membelalak hebat saat melihat isi kado dari Zahira. Karna penasaran, Aisyah pun melihat hadiah dari Zahira. Aisyah ingin tertawa tapi takut berdosa, hingga iya berusaha untuk menahannya.


" BALSEM" ucap Aisyah.


Riziq langsung menggeram kesal pada Zahira hingga ia melemparkan tatapan menusuk pada adiknya itu setelah melihat isi kadonya adalah balsem.


" Bocah sempruuuuuuul" gerutu Riziq. Seketika Zahira langsung berlari kabur setelah melihat situasi genting dan mencekam.


"Aku pergi Asalamualaikum" ucap Zahira sambil berlalu kabur. Aisyah sudah tertawa tawa.


"Dari mana dia tau kalau aku alergi dengan bau balsem" ucap Riziq kesal.


" Ira pasti tau dari Dewi"


" Kalau ketemu ka Dewi akan kukempesin badannya" gerutu Riziq.


" Ayo Le, kugosok badanmu pake balsem" ucap Aisyah sedikit mengejek hingga kini Riziq memicingkan matanya memberikan tatapan menusuk.


" Kabuuuuuurr" Aisyah berlari masuk kamar dan menguncinya.


Ceklek ceklek.

__ADS_1


" Uniiiiiii"


__ADS_2