
Masih dengan mereka yang sedang berkumpul di rumahnya umi Salamah. Semua sudah saling memaafkan atas kesalah fahaman yang terjadi pada Zahira. Adam dan Hawa sudah merangkak di tengah tengah mereka membuat suasana nampak ceria.
" Ira om ustad sekali lagi minta maaf ya" ucap ustad Usman. Zahira langsung merentangkan tangannya kehadapan ustad Usman.
" Sungkem dulu baru aku maafin" ucap Zahira. Ustad Usman langsung mengeryitkan keningnya.
" Kau terlalu berlebihan Ira"
Seketika Riziq langsung mencubit adik perempuannya itu.
" Kau jangan macam macam Ira, tidak boleh seperti itu" pinta Riziq.
" Iya ka maaf"
" Maaf ya semua jadi bikin heboh begini" ucap ustad Soleh.
" Tidak apa apa ustad, gara gara kejadian tadi, kita jadi bisa kumpul seperti ini" ucap Riziq. Semuanya pun mengangguk.
" Sekali lagi selamat ya ustad, atas kehamilannya mba Nisa" ucap ustad Rasyid.
" Alhamdulilah terima kasih ustad Rasyid"
Nisa pun datang membawa minuman.
" Di minum dulu" pinta Nisa.
" Waaah terima kasih ka Nisa, tapi ngomong ngomong cemilannya ko gak di keluarin" ucap Dewi sambil tersenyum senyum.
" Otakmu makanan mulu Wi"
" Aku habis pingsan Aisyah, tenagaku terkuras habis"
Ustad Usman langsung teringat dengan uangnya 100.000 yang dikantongi Dewi saat ia mengompreskannya pada keningnya Dewi.
" Wi, aku baru ingat, mana uangku yang 100.000. Tadi aku kompreskan ke keningmu saat kau pingsan tadi" tutur ustad Usman.
" Ikh ustad, kalau sama uang inget saja, padahal aku sudah senang saat kau lupa"
Ustad Usman langsung merentangkan tangannya pada Dewi untuk menerima uangnya kembali. Sambil mengerucutkan bibirnya, Dewi langsung mengambil uang lima ribuan di kantong bajunya dan ditaruhnya di tangannya ustad Usman. Ustad Usman langsung mengeryitkan keningnya.
" Wi, mataku belum rabun ya, aku tadi memberikan uang berwarna merah, kenapa kau menggantinya dengan warna coklat" tutur ustad Usman tak suka. Dewi langsung tersenyum.
" Ustad Usman, warna merah itu warna cabe, cabe kalau kena mata pasti pedih, sementara coklat itu manis" tutur Dewi.
" Kau fikir aku Syifa yang gampang dibodohi, lagi pula kalau aku dikasih warna coklat nanti aku sakit gigi" jawab ustad Usman. Semua hanya menggeleng gelengkan kepala masing mading mendengar perdebatan mereka.
" Buatku saja, aku suka makan coklat" ucap Zahira sambil mengambil uang 5.000 dari tangannya ustad Usman.
" Iraaaa"
Riziq langsung memicingkan matanya pada Zahira. Zahira malah melemparkan senyum menggemaskannya.
" Sini kembalikan uangku, seharusnya kau berterima kasih padaku, karna aku menempelkan uang itu pada keningmu, kau jadi sadar dari pingsanmu" tutur ustad Usman. Bi Ratna langsung menepuk pundaknya Dewi.
" Kembalikan uangnya" pinta bi Ratna.
__ADS_1
Sambil mengerucutkan bibirnya Dewi langsung memberikan uang itu pada ustad Usman, namun tiba tiba Zahira langsung menyambar uang 100.000 itu dari tangannya ustad Usman.
" Buat aku saja, buat permintaan maafmu padaku om ustad" ucap Zahira sambil mengantongi uang itu.
" Kau jangan macam macam ya Ira, kau bilang tidak akan malak lagi padaku" ucap ustad Usman.
" Om ustadkan lagi bahagia hari ini karna ka Nisa hamil, jadi tidak ada salahnya kau berbagi kebahagiaan denganku, lagi pula aku ini adalah anak yatim, ada hak ku dalam dompetmu" tutur Zahira.
" Iraaaa" panggil Riziq sambil menggeram.
" Om ustad iklaskan?" tanya Zahira.
" Hmmm" ucap ustad Usman pasrah.
Zahira langsung tersenyum senyum.
" Rezeki anak soleh" ucap Zahira langsung mengibar ngibarkan uang 5.000 dan uang 100.000.
" Waaah kau menang banyak ya Ira" ucap mang Ilham.
" Kecil kecil materialistis" gerutu ustad Usman.
" Aku sering bilang om ustad, kalau laki laki MATA KERANJANG dan kalau perempuan MATA DUITAN" ucap Zahira. Umi Salamah dan Nisa hanya tersenyum senyum saja mendengar ucapan bocah ingusan itu.
" Yang mata duitan cuma kamu doang sama Dewi" gerutu ustad Usman.
Ira ngomong ngomong tadi nemu tespeknya dimana?" tanya Nisa.
" Di jalan ka, waktu aku mau pulang tadi, kupikir itu alat pengukur suhu tubuh, aku sudah masukan keketek, bahkan aku masukan kemulutku, tapi anehnya ko bau pipis ya" tutur Zahira, semua yang mendengarpun langsung tertawa.
" Benarkah?" tanya Zahira sambil menatap Nisa. Nisa langsung menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Zahira langsung bergidik jijik.
" Itu rezekimu hari ini Ira" ucap ustad Usman sambil tertawa. Mereka pun mengobrol ngobrol.
" Untung aku tadi tidak menggered Yusuf kesini, karna aku sudah suudzon padanya.
Bisa bisa aku di razam ustad Azam " ucap ustad Usman.
" Ikh om ustad, kenapa gak jadi gered ka Yusufnya, siapa tau nanti ustad Azam langsung menikahkanku dengan ka Yusuf" ucap Zahira.
" Huuuuuuu" Semua menyoraki Zahira. Hingga Zahira tersenyum malu. Seketika Riziq langsung menarik ujung kerudung belakang adiknya itu hingga kepalanya Zahira mendongak kebelakang.
" Leee"
Aisyah langsung mencubit kecil tangannya Riziq.
" Eh ngomong ngomong kemarin ustad Riziq ulang tahun ya?" tanya ustad Soleh. Riziq pun langsung tersenyum.
" Wah barakallah fii umrik ya ustad Riziq" ucap umi Salamah dan Nisa.
" Terima kasih Umi, terima kasih ka Nisa" ucap Riziq.
" Ngomong ngomong hari jadi yang keberapa ustad?" tanya ustad Soleh. Seketika ustad Usman langsung menjawab.
" 19 tahun" jawab ustad Usman. Aisyah langsung memicingkan matanya pada ustad Usman. Semua nampak mengeryitkan keningnya termasuk ustad Rasyid.
__ADS_1
" Apa wajahku terlalu manis ya hingga aku masih terlihat berumur 19 tahun" tutur Riziq sambil tersenyum senyum.
" Nyesel aku jawab 19 tahun, si berondong malah ke pe-dean" batin ustad Usman.
" 24 tahun" tegas Aisyah.
" Lalu kau berapa Aisyah?" tanya ustad Usman sengaja ingin mengejek. Aisyah langsung menggeram.
" Kenapa ekspresimu begitu Aisyah, ka Usman hanya tanya berapa umurmu" ucap ustad Usman sambil tersenyum senyum.
" Sab' ata' asyara sanatan( 17 tahun)" ucap Riziq.
" Massa" ucap ustad Usman.
" Tis' atun wa' iysruuna sanatan ( 29 tahun)" tegas Aisyah. Seketika ustad Usman dan Dewi langsung tertawa tawa. Namun Zahira malah mengeryitkan keningnya.
" Sab' ata' asyara sama tis' atun wa' iysruuna artinya apa sih?" tanya Zahira belum mengerti.
" Artinya bebas terserah maumu apa" ucap ustad Usman.
" Benarkah?"
" Hmmm"
" Berarti artinya Zahira cantik, imut dan menggemaskan" ucap Zahira sambil tersenyum senyum.
" Sakarepmu"
" Jadi umurmu 29 tahun ya Aisyah?" tanya Dewi dengan nada mengejek.
" Kalau ia memangnya kenapa?" tanya Aisyah.
" Ternyata umurmu 2 kali lebih muda dari suamimu ya" Dewi meledek. Hingga Aisyah mengerucutkan bibirnya.
" Tidak apa apa uni meskipun umurmu lebih tua dariku, tapi buatku kau masih 17 tahun" ucap Riziq hingga Aisyah tersenyum senyum.
" Mmmm, aku mencintaimu Le" ucap Aisyah sambil mencubit gemas pipi suaminya itu.
" Lebaaaaay"
" Modus"
" Menggelikan"
" Hueeeeek... Oo" Zahira pura pura muntah karna geli dengan pasangan suami istri itu.
" Kenapa kau Ira?" tanya Riziq setelah Zahira pura pura muntah.
" Aku sedikit mual, pipisnya ka Nisa masih kecium dimulutku setelah aku memasukan tespek itu ke mulutku tadi" jawab Zahira bohong.
" Kufikir kau hamil beneran"
Tiba tiba ustad Usman berbisik pada Zahira.
" Tutup telinga dan matamu, sepertinya si berondong sama istrinya sedang kumat"
__ADS_1