Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Merepotkan


__ADS_3

Keesokan harinya, Aisyah begitu nampak kerepotan mengurus rumah dan mengurus anak anak. Sejak bangun tidur siang, Adam dan hawa begitu rewel. Aisyah nampak pusing sendiri karna tak ada yang membantunya mengurus Adam dan Hawa. Namun Aisyah begitu menikmatinya.


" Cup cup cup sayang jangan pada nangis ya" ucap Aisyah sambil memberi asi pada mereka. Namun mereka masih saja rewel dan mulai merengek rengek. Biasanya umi Salamah suka membantu Aisyah menjaga anak anak, namun hari ini umi Salamah banyak tamu di rumahnya, jadi tidak bisa membantu Aisyah mengurus Adam dan Hawa. Satu persatu Aisyah mengganti popok mereka, ia nampak kelelahan.


Dari kejauhan Riziq sudah mendengar tangisan anak anaknya, ia pun mempercepat langkahnya.


" Asalamualaikum"


" Waalaikumsalam, buka aja Le tidak di kunci, maaf aku sedang repot" ucap Aisyah yang kini sedang menggendong Adam dan Hawa di pangkuannya. Hari ini ia tak bisa menyambut Riziq seperti biasanya, karna Adam dan Hawa merengek rengek terus dari tadi.


Riziq pun membuka pintu dan langsung menemui mereka.


" Anak anak kenapa uni?, dari tadi kudengar mereka nangis terus?" tanya Riziq cemas.


" Tidak tau Le, hari ini mereka pada rewel semua"


" Biar aku yang jaga mereka, uni istirahat saja" pinta Riziq.


" Kau tidak salah Le, denganku saja mereka rewel apalagi denganmu"


" Heei uni kau jangan salah, jiwa keibu ibuan mengalir dalam darahku" ucap Riziq sambil tersenyum senyum. Hingga Aisyah mengeryitkan keningnya.


" Massa" ucap Aisyah tak percaya.


" Sudah sana uni istirahat, biar aku yang jaga mereka, lagian sepertinya uni sangat kelelahan." ucap Riziq sambil mengusap keningnya Aisyah yang berkeringat.


" Kau yakin Le?, kau kan baru pulang, kau juga pasti cape"


" Tenagaku 2 kali lipat darimu, uni tidak perlu khawatir, buktinya semalam saja kau kalah" ucap Riziq sedikit menyindir, hingga Aisyah mrngerucutkan bibirnya.


" Ya sudah kalau kau mau jaga anak anak, tapi kalau mereka menangis, kau bangunkan aku ya Le"


" Hmmm"


Aisyah pun memberikan Adam dan Hawa ke pangkuannya Riziq. Sebenarnya ia sangat khawatir dengan anak anak yang akan di jaga oleh ayahnya, karna Riziq yang memaksa jadi dia mengalah saja.


Aisyah masuk kamar untuk beristirahat. Kini tinggal Riziq yang sedang bermain dengan anak anak. Sesekali terdengar tawa dan tangis dari bibir mungil Adam dan Hawa.

__ADS_1


" Eh... anak abi yang cantik dan manis, jangan rewel ya, kita main sama abi"


Riziq sudah mengajak bermain ini dan itu, meskipun Adam dan Hawa umurnya belum sampai 2 bulan, tapi mainannya sudah menggunung di rumahnya, boneka dan mobil mobilan berserta mainan yang lain sudah banyak dimiliki Adam dan Hawa. Sebenarnya bukan Aisyah dan Riziq yang sengaja membelikannya. Namun bi Ratna, umi Salamah, ustad Usman dan umi Fadlun pun banyak memberikan mainan termasuk ustajah Ulfi. Sebenarnya ustad Rasyid pun sudah menyiapkan mainan untuk Adam dan Hawa, namun karna istrinya yang melarang, jadi mainan itu masih tersimpan dirumahnya.


Selang satu jam kemudian. Saat Aisyah bangun dari tidurnya, Ia merasa aneh dengan suasana hening di rumahnya. Tidak ada suara tangis dan tawa anak anaknya, tidak juga dengan suara Riziq yang sedang menggoda bayi bayinya. Perlahan Aisyah berjalan keluar kamar, tiba tiba matanya membulat sempurna dengan hasil mahakarya suami dan anak anaknya yang membuat seisi rumah sudah seperti kapal pecah. Mainan sudah berhamburan dimana mana.


" ASTAGHFIRULLAH, mereka apakan rumah ini hingga hancur seperti kapal pecah begini" ucap Aisyah sambil menggeleng gelengkan kepalanya. Ia pun mengedarkan matanya untuk mencari suami dan anak anaknya. Tiba tiba ia tersenyum melihat Riziq yang tertidur di lantai bersama Adam dan Hawa. Adam tidur di atas dadanya Riziq sementara Hawa tidur sambil memeluk lengan ayahnya hingga kakinya menempel di wajahnya Riziq. Perlahan Aisyah menghampiri mereka. Ia tersenyum melihat pemandangan yang ada di hadapannya itu.


" Manisnya suami dan anak anakku" ucap Aisyah. Perlahan ia menggendong Hawa dan memindahkannya ke tempat tidur, lalu setelah itu memindahkan Adam. Perlahan Aisyah pun mengangkat kepalanya Riziq, lalu memberinya bantal, hingga kepalanya menjadi nyaman. Setelah itu ia menghembuskan nafas kasar menatap seisi rumahnya yang berantakan. Perlahan Aisyah pun membereskan semuanya termasuk mainan putra putrinya.


" Aku tidak yakin kalau bayi bayiku sudah bisa bermain mainan seperti ini hingga berantakan semua, aku malah curiga suamikulah yang asik bermain sendiri" gerutu Aisyah sambil membereskan satu persatu mainan itu.


Setelah rumahnya menjadi rapih kembali, Aisyah pun menuju dapur untuk memasak. Kurang lebih satu jam ia memasak. Setelah selesai, ia pun menghampiri Riziq yang belum juga bangun sedari tadi. Perlahan Aisyah membangunkan suaminya itu.


" Le, Le bangun"


" Le, kau belum mengerjakan shalat Ashar" ucap Aisyah mengingatkan. Aisyah sudah menggoyang goyangkan tangannya Riziq. Namun bukannya bangun, Riziq malah menarik tangan Aisyah hingga Aisyah kini berada di pelukannya.


"Le" panggil Aisyah kaget. Riziq malah tersenyum.


" Le , lepaskan pelukanmu, kau sore sore begini sudah menggodaku"


" Kenapa kalau aku menggodamu, emangnya uni mau kalau aku menggoda pelayan toko yang ada dipasar kemarin" jawab Riziq. Hingga Aisyah menjadi kesal.


" Le, kau jangan berani berani menggoda perempuan lain ya" acam Aisyah. Riziq malah tertawa tawa.


" Kalau uni tidak mau aku menggoda perempuan lain, maka uni harus sering sering menggodaku, sekarang peluk aku 5 menit saja, setelah itu aku baru bangun"


Mau tidak mau Aisyah pun menurut. Setelah lima menit, Riziq pun melepaskan pelukannya.


" Kupastikan nanti malam aku akan mengalahkanmu lagi" bisik Riziq pada telinganya Aisyah. Hingga wajah Aisyah memerah. Riziq pun pergi kekamar mandi. Tidak lama kemudian terdengar ketukan pintu


Tok tok tok.


" Asalamualaikum"


" Waalaikumsalam" jawab Aisyah sambil membuka pintu. Di depan rumah sudah berdiri ustad Usman dan ustad Soleh.

__ADS_1


" Ka Usman ka Soleh" ucap Aisyah.


" Kita kesini, mau mengajak suamimu untuk berangkat bareng ke masjid" ucap ustad Usman.


" Sebentar dia masih mandi"


" Hei Aisyah kau sore sore begini sudah main genit genitan dengan suamimu" ledek ustad Usman.


" Apaan sih" jawab Aisyah sambil cemberut. Tiba tiba terdengar suara Hawa menangis. Aisyah segera menghampirinya di kamar. Sementara ustad Usman dan ustad Soleh menunggu di depan rumah. Riziq pun selesai mandi, ia pun bersiap siap terlebih dulu.


Aisyah menitipkan Hawa pada kakanya itu.


" Aku titip Hawa sebentar ya ka"


" Tidak mau anak anakmu suka mengerjaiku" jawab ustad Usman.


" Lulusan terbaik kairo tapi takut dengan bayi, memalukan" ledek Aisyah. Aisyah pun membeikan Hawa pada ustad Soleh.


" Titip sebentar ya ka, aku mau membantu suamiku berpakaian" ucap Aisyah keceplosan.


" ASTAGHFIRULLAH,," ucap ustad Usman dan ustad Soleh bersamaan mengucap istighfar, setelah mendengar Aisyah ingin membantu Riziq berpakaian. Seketika Aisyah tersenyum getir lalu ia langsung berlari masuk rumah. Dan benar saja Aisyah memang sering membantu Riziq mengancingkan baju, memakaikan sorban dan kopeahnya.


" Sudah selesai, kak Usman dan kak Soleh sudah menunggumu di depan"


" Ustad Usman dan ustsd Soleh ada di depan?"


" Hmmm"


Aisyah dan Riziq pun menemui mereka. Aisyah mengambil Hawa dari gendongan ustad Soleh.


" Makasih ya ka"


" Maaf sudah menunggulama" ucap Riziq.


" Ustad Riziq, itu sarung yang makein Aisyah?" tanya ustad Usman. Riziq hanya mengeryitkan keningnya tak mengerti dengan ucapannya ustad Usman. ustad Soleh sudah tersenyum senyum.


" Sudah sana berangkat, nanti terlambat" pinta Aisyah. Mereka pun akhirnya pergi ke masjid bersama.

__ADS_1


__ADS_2