Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Basah kuyup


__ADS_3

Setelah pergi dari asrama, Riziq mengajak Aisyah dan Zahira pergi ke kantinnya bi Ratna. Namun dari kejauhan Riziq melihat ustad Azam dengan Yusuf.


" Uni, tinggu disini sebentar ya, aku ada perlu dulu dengan ustad Azam" ucap Riziq.


" Hmm, jangan lama lama" jawab Aisyah.


Zahira pun melepas sandalnya dan ia duduk di atas sandal itu sambil menggoda Adam dan Hawa. Mereka menunggu Riziq di pinggiran jalan dan sebelahnya jalan ada sungai yang airnya nampak bening.


" Ira, kau jangan duduk di situ kotor" pinta Aisyah sambil membangunkan adik iparnya itu. Dengan terpaksa Zahira pun bangun, namun dengan tidak sengaja ia sedikit menendang sandalnya yang ia lepas hingga sandal itu terjatuh ke sisi sungai yang lumayan sedikit dalam.


" Yah ka sandalku" ucap Zahira sedikit cemas saat sandalnya terjatuh.


" Coba kau lihat, jatuh tidak kesungai" ucap Aisyah. Zahira pun berdiri disisian sungai dan menatap ke bawah.


" Ada kak, untung tidak jatuh ke air" ucap Zahira sedikit lega. Perlahan Zahira turun untuk mengambil sandal itu, ia hanya sedikit menurunkan kedua kakinya karna takut terjatuh kesungai.


" Ka pegang tanganku" pinta Zahira. Aisyah pun menggenggam tangannya Zahira sambil merentangkan tangan satunya lagi untuk menjaga keseimbangan.


" Sudah belum Ira?"


" Belum ka sedikit lagi"


Aisyah sudah nampak pegal dan sedikit berat untuk menahan tubuh Zahira agar tak jatuh kesungai.


" Ira cepetan, ka Aisyah sudah tidak kuat" ucap Aisyah yang kini telah berjongkok sambil memegang tangannya Zahira.


" Sebentar ka susah" jawab Zahira sambil berusaha untuk mengambil sandalnya.


Dari kejauhan, ustad Rasyid melihat Aisyah sedang berjongkok dan seperti sedang menahan sesuatu (kesakitan), ia tak melihat Zahira yang kini ada di bawah. Karna khawatir, ustad Rasyid pun mendekat pada Aisyah. Tubuh Aisyah semakin oleng karna tak bisa mengimbangi berat badannya. Ustad Rasyid pun terdiam saat melihat Zahira yang sedang berjongkok di pinggiran sungai untuk mengambil sandalnya yang terjatuh. Karna takut Aisyah dan Zahira jatuh, ustad Rasyid pun menggenggam tangannya Aisyah yang kala itu di rentangkan untuk mengimbangi berat badannya. Seketika Aisyah terkejut, saat melihat ustad Rasyid memegangi tangannya, ia tau maksudnya ustad Rasyid hanyalah untuk menolongnya dan tidak lebih.


" Kak sandalnya sudah dapat, tarik aku keatas" pinta Zahira. Matanya Aisyah membulat saat ia melihat Riziq berjalan kearahnya bersama Yusuf. Aisyah tidak mau suaminya itu cemburu dan salah faham lagi. Seketika Aisyah melepaskan tangannya ustad Rasyid, Dan seketika itu pula,


BYUUUUUURRR.


Aisyah dan Zahira terjatuh ke sungai.


" AAAAAAWWWW" Aisyah dan Zahira menjerit. Untung saja sungainya hanya sebatas dadanya Zahira, dan airnya pun tak terlalu deras, namun mereka nampak basah kuyup. Ustad Rasyid terkejut saat Aisyah melepaskan genggaman tangannya, namun saat ia melihat Riziq ia pun mengerti kenapa Aisyah sampai melepaskan tangannya dan memilih terjatuh ke sungai.


" Ka Aisyah" Zahira merengek.


" Kenapa kita bisa terjatuh" gerutu Zahira.


" Maaf lra"


Saat mendengar suara zahira, Riziq pun berlari mendekati mereka. Riziq pun terdiam saat melihat kakanya yang berdiri disana. Riziq mengeryitkan keningnya saat melihat Aisyah dan Zahira kini sedang basah basahan di sungai.


" Uni, lra, kalian sedang apa di sungai?" tanya Riziq heran. Aisyah hanya diam saja, ia masih takut kalau Riziq melihat ustad Rasyid menggenggam tangannya.


" Kalian sedang berenang apa mencari ikan?" tanya Riziq.


" Ka Riziiiiiq" rengek Zahira sambil menangis.


" Ka tolong aku tarik aku keatas" pinta Zahira. Tiba tiba Zahira tersenyum melihat Yusuf berdiri di atas, tepatnya di sebelah ustad Rasyid.


" Ka Yusuf, tolong tarik aku ke atas" pinta Zahira sedikit manja hingga Riziq memberikan tatapan menusuk pada adiknya itu.

__ADS_1


" Aang" ucap Riziq. Ustad Rasyid pun mengerti, ia langsung merentangkan tangannya pada Zahira. Sementara Riziq sudah merentangkan tangannya pada Aisyah.


" Gimana ceritanya tiba tiba kalian bisa Basah kuyup di sungai?" tanya Riziq heran.


Setelah Aisyah dan Zahira berada di atas. Aisyah hanya diam saja.


" Uni, kenapa kau terjebur ke sungai?" tanya Riziq sambil mengusap ngusap wajah Aisyah dengan sorbannya.


" Tadi sandal Zahira terjatuh ke bawah" jawab Aisyah. Riziq sudah menggosok gosok tangan Aisyah supaya istrinya itu tidak kedinginan.


" Kau kedinginan uni"


Riziq menutupi tubuh istrinya dengan sorban.


" Kak Yusuf, kau tidak mau menghangatkanku?" ucap Zahira manja. Seketika Riziq langsung memicingkan matanya dan tangannya pun berhasil mendarat pada telinganya Zahira dan menariknya hingga naik turun membuat Zahira meringis kesakitan


" Awwww sakit ka" ringis Zahira.


" Le aku mau pulang" pinta Aisyah. Riziq pun mengangguk, lalu ia mendorong kereta bayi Adam dan Hawa.


" Ayo bocah ingusan kita pulang" pinta Riziq pada Zahira.


" Kak Yusuf tidak mau mengantarkanku pulang?" ucap Zahira sambil tersenyum senyum hingga Riziq melototkan matanya. Zahira pun langsung menundukan wajahnya sambil cemberut.


"Dasar punya kakak tidak peka ikh sebel deh" gerutu Zahira dalam hati.


" Asalamualaikum" Riziq berpamitan pada ustad Rasyid dan Yusuf


" Waalaikumsalam"


" Kalau kau genit genit lagi akanku gantung kau di pohon mangganya ustad Azam" ucap Riziq mengancam. Ustad Rasyid hanya diam saja saat menatap kepergian mereka.


" Aku sungguh menghormati sikapmu yang tak ingin membuat suamimu salah faham hingga kau melepaskan genggaman tanganku hingga sampai kau terjatuh ke sungai, sungguh tidak ada maksudku untuk mencari kesempatan padamu, niatku hanya ingin menolongmu" gumam ustad Rasyid sambil menatap jari jemari tangannya.


Riziq pun membawa pulang Aisyah dan Zahira yang kini telah basah kuyup. Niatnya mengajak mereka pergi ke kantin bi Ratna pun telah dibatalkannya. Di tengah jalan mereka bertemu dengan ustad Usman.


"Asalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


Ustad Usman terdiam heran melihat Aisyah dan Zahira yang kini basah kuyup. Ustad Usman lalu mengadahkan kepalanya menatap sinar matahari yang kini sinarnya terpancar sempurna, lalu ia menatap kembali pada Aisyah dan Zahira. Mereka hanya mengeryitkan keningnya masing masing merasa heran melihat tingkahnya ustad Usman.


" Ka Usman kenapa?, otaknya geser kali" batin Aisyah.


" Ni si om ustad kenapa dengan tatapannya, mungkin dia linglung kali" batin Zahira.


" Kenapa ustad ?" tanya Riziq.


" Kalian kehujuanan dimana sampai basah kuyup begitu, bukankah disini cuacanya terang"


" Kami kehujanan di asrama ka" jawab Aisyah bohong.


Ustad Usman malah mengeryitkan keningnya.


" Mana mungkin di asrama hujan sementara disini cuacanya terang benderang" ucap ustad Usman tak percaya.

__ADS_1


" Itu namanya perbedaan cuaca om, mungkin awan mendungnya lebih menyondong ke asrama, jadi hujannya cuma ada disana saja" timpal Zahira.


" Astaghfirullah alazim, putraku masih di asrama, pasti dia main hujan hujanan aku harus segera menyusulnya asalamualaikum" pamit ustad Usman yang kini langsung berlari menuju asrama sambil mengangkat sedikit sarungnya agar ia bisa leluasa untuk berlari. Aisyah dan Zahira sudah tertawa tawa .


" Kalian mau masuk neraka ya mengerjai ustad Usman" ucap Riziq sedikit tak suka.


" Tidak apa apa kak sekali kali kita mengerjai om ustad biar sikapnya yang menggelikan itu hilang" tutur Zahira.


" Sudah sudah ayo kita pulang"


Setelah sampai di rumah. Mereka pun masuk kedalam rumah.


" Ira kau mandilah duluan" pinta Aisyah. Zahira pun mengangguk dan langsung masuk ke kamar mandi. Setelah selesai mandi dan meminjam baju Aisyah, Zahira pun menemui mereka.


" Kau jaga Adam dan Hawa dulu ya" ucap Riziq pada Zahira.


" Hmm"


Zahira membawa Adam dan hawa ke depan rumah. Sementara Riziq sudah menarik Aisyah ke kamar mandi.


" Le, aku bisa mandi sendiri" ucap Aisyah.


" Biar aku yang memandikanmu uni" pinta Riziq.


" Tidak mau, nanti kau macam macam" protes Aisyah.


" Aku tidak akan macam macam uni"


" Janji !!"


" Janji" ucap Riziq.


Dan benar saja Riziq hanya membantu istrinya membersihkan diri, memberinya sampo dan menggosok rambutnya Aisyah. Setelah selesai mandi, Aisyah dan Riziq pun duduk di kursi, Riziq dengan sabar mengeringkan rambut istrinya itu dengan handuk lalu setelah kering Riziq pun menyisir rambutnya Aisyah.


" Uni rambutnya aku kepang ya" pinta Riziq.


" Jangan dong Le, nanti pas kepangannya di lepas, rambutku akan bergelombang dan mengembang tak karuan" ucap Aisyah.


" Loh bukannya bagus, nanti rambut uni seperti rambutnya SUSANA di film jum'at keliwon" ucap Riziq sambil cekikikan, hingga Aisyah mengerucutkan bibirnya. Tiba tiba Riziq memeluk Aisyah lalu mencium pipinya.


" Terima kasih ya uni" ucap Riziq sambil tersenyum. Aisyah hanya mengeryit heran.


" Terima kasih untuk apa?"


" Untuk kejadian tadi, aku tau kenapa uni dan Zahira bisa terjatuh ke sungai"


" Memangnya kenapa?" tanya Aisyah.


" Karna kau tak mau bersentuhan dengan kakakku hingga kau melepaskan genggaman tangannya dan membuatmu terjatuh ke sungai" tutur Riziq. Aisyah pun tersenyum.


" Tapi uni, lain kali kau harus hati hati, aku tidak mau kau celaka"


Aisyah pun mengangguk nganggukan kepalanya. Riziq pun kembali menyisir rambut Aisyah. Zahira yang baru masuk rumah pun menggeram kesal melihat mereka.


"Aku sedari tadi di suruh jagain Adam sama Hawa sementara mereka malah asik asikan main salon salonan ikh menyebalkan"

__ADS_1


__ADS_2