
Setelahselesai dengan pelajaran yang di berikan ustajah Ulfi, mereka pun sempat ngobrol ngobrol. Tiba tiba ustad Rasyid dan ustad Azam datang bersama kiyai Husen.
"Asalamualaikum " ucap ustad Rasyid, ustad Azam dan kiyai Husen.
"Waalaikum salam"
Ustad Azam datang untuk menjemput ustajah Ulfi. Mereka pun berpamitan karna ada urusan, sementara ustad Rasyid ikut duduk bersama kiyai Husen bergabung dengan Aisyah dan Riziq.
"Sudah belajarnya? " tanya kiyai Husen.
"Sudah bi" jawab Aisyah. Aisyah pun tersenyum pada ustad Rasyid begitupun sebaliknya. Riziq yang sadar akan hal itu langsung berdehem.
"Ehem ehem "
Membuat semua menatap ke arahnya.
"Kamu kenapa Ziq ?" tanya kiyai Husen, Riziq malah cengengesan.
"Haus kiyai " jawab Riziq singkat, kiyai Husen hanya tersenyum.
"Aisyah tolong ambilkan minum, sekalian buatkan untuk ustad Rasyid " pinta kiyai Husen. Aisyah mengangguk dan langsung pergi ke dapur mengambil minuman.
Tidak lama kemudian Aisyah sudah membawa 3 gelas teh manis di atas nampan, menaruhnya tepat di hadapan mereka. Setelah
itu Aisyah duduk bersama umi Salamah, tidak jauh dari posisi mereka. Setelah setengah jam mengobrol, kiyai Husen mengajak ustad Rasyid dan Riziq ke perkebunan untuk memanen beberapa sayuran.
Sesampainya di sana, sudah terlihat ustad Soleh dan 2 orang petani yang membantunya.
"Asalamualaikum"
"Waalaikumsalam" jawab ustad Soleh.
"Gimana leh panennya?" tanya kiyai Husen.
"Alhamdulilah bi panennya lebih banyak dari yang kemarin" jawab ustad Soleh. Kiyai Husen pun tersenyum, ustad Rasyid dan Riziq ikut membantu memanen sayuran itu.
Ketika memanen sayuran sudah selesai, Aisyah dan umi Salamah menyusul ke perkebunan sambil membawa makanan, nasi dan lauk pauknya, berniat makan bersama di perkebunan.
"Asalamualaikum "Aisyah dan umi Salamah mengucap salam.
__ADS_1
"Waalaikumsalam "jawab mereka.
"Sudah selesai? " tanya umi Salamah sambil
tersenyum.
"Sudah mi, umi bawa apa? " tanya kiyai Husen.
"Ini umi bawa nasi dan lauk pauknya, kita makan bareng bareng di sini, kebetulan Aisyah masak banyak.
"Alhamdulilah rezeki anak soleh" celetuk Riziq, membuat yang lain tertawa, namun tidak dengan ustad Rasyid, ia malah menarik telinganya Riziq, hingga Riziq meringis.
"Ya sudah kita makan dulu" pinta kiyai Husen.
Kini Aisyah sudah menggelar tikar di tengah perkebunan, lalu menaruh makanan itu di sana.
Kini semua sudah berkumpul untuk menikmati hidangan yang di siapkan Aisyah.
Aisyah menuangkan nasi ke dalam piring, lalu memberikannya pada Riziq yang ada di sebelahnya, Riziq menerimanya sambil tersenyum lalu ia malah memberikan piring itu pada ustad Rasyid.
"Khusus untukmu katanya" bisik Riziq pada ustad Rasyid. Perlahan ustad Rasyid menerima piring itu dari tangan adiknya, ia pun menampakan senyum manis di raut wajah tampannya.
"Buatku mana uni " pinta Riziq sambil terkekeh. Aisyah menuangkan nasi kembali ke piring, lalu memberikannya lagi pada Riziq.
"Terima kasih uni" ucap Riziq sambil tersenyum. Mereka pun makan bersama di perkebunan. Ketika Riziq ingin mengambil nasi lagi, Aisyah langsung menepuk tangannya sambil melototkan matanya.
"Mau gendut seperti Dewi? " ucap Aisyah.
Riziq langsung menggelengkan kepalanya sambil cengengesan.
"Ga mau uni terima kasih "
Setelah selesai majan makan, mereka pun pergi ke pesantren, sebelum itu kiyai Husen sempat berbicara pada ustad Rasyid.
"Ustad Rasyid, bisakah nanti malam datang ke rumah saya, ada hal penting yang mau saya bicarakan " tutur kiyai Husen.
" Tentu saja bisa " jawab ustad Rasyid, ia sangat menghormati kiyai Husen dan tak bisa menolak apapun perintah kiyai Husen, kiyai Husen tersenyum dengan jawaban yang di berikan oleh ustad Rasyid.
"Datanglah bersama ustad Azam " pinta kiyai Husen.
__ADS_1
"Baik kiyai" jawab ustad Rasyid singkat.
Aisyah yang tak sengaja mendengar pembicaraan kiyai Husen dan ustad Rasyid pun sempat bertanya tanya dalam hati
"Kenapa abi menyuruh ustad Rasyid datang nanti malam ya, kenapa perasaanku tidak enak " gumam Aisyah dalam hati.
* * * * * *
Ustad Rasyid pun pulang bersama Riziq. Sesampainya di rumah, Riziq langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa.
"Duuh cape nya" ucap Riziq sambil merentangkan tangannya ke udara.
"Kamu mah bukan cape tapi kenyang" ledek ustad Rasyid, Riziq malah terkekeh mendengar ucapan kakaknya itu.
" Masakan uni enak kan ? kalau kau menikah dengannya, tentu aku yang paling beruntung, uni Aisyah akan memasak makanan enak setiap hari " ucap Riziq sambil tertawa tawa.
"Kau ini maunya " ucap ustad Rasyid sambil duduk di lantai, tepatnya di sebelah Riziq.
"Ziq, nanti malam kiyai Husen menyuruh aang untuk datang kerumahnya bersama ustad Azam "
"Mau ngapain? " tanya Riziq penasaran.
"Entahlah aang tidak tau, tapi aang sudah putuskan, nanti malam sekalian akan bicara pada kiyai Husen tentang niat aang untuk mengkhitbah Aisyah" tutur ustad Rasyid menjelaskan, seketika Riziq langsung bangkit dari sofa, matanya membelalak mendengar kakaknya ingin mengkhitbah Aisyah.
"Benarkah? " tanya Riziq antusias.
"Tentu saja, apa kau mendukungku? " tanya ustad Rasyid.
"100 %" jawab Riziq singkat, ustad Rasyid pun tersenyum sambil mengelus lembut kepalanya Riziq.
" terima kasih "
* * * * *
Sementara dengan Aisyah, ia terus bertanya tanya dalam hatinya.
"Abi mau ngapain ya, kenapa menyuruh ustad Rasyid datang ke rumah, apa abi tau tentang perasaan kami, tapi tidak mungkin yang tau kan cuma Riziq dan Dewi, tapi kalau benar apa abi akan marah padaku, atau akan merestui kami ?" gumam Aisyah dalam hati, ia malah senyum senyum sendiri memikir kan hal yang belum pasti.
jangan lupa like ya
__ADS_1
terima kasih😊😊😊