Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Menatap


__ADS_3

Setelah selesai membagikan daging kurban, Riziq pun langsung pulang ke rumahnya.


" Asalamualaikum"


Karna tak ada jawaban dari Aisyah, Riziq pun masuk dan duduk di teras ruang tamu.


" Unii" panggil Riziq.


Sementara Aisyah sedang asik memasak makan siang di dapur. Ia tidak mendengar suara suaminya mengucap salam.


" Tereeeng selesai" ucap Aisyah sambil menaruh hasil masakannya di meja makan. Ia pun mendorong kereta bayi putra putrinya ke ruang tamu.


" Kita tinggal nunggu abi kalian pulang" ucap Aisyah pada Adam dan Hawa. Baru saja masuk ke ruang tamu, Aisyah pun terkejut melihat Riziq sudah tertidur di ruang tamu dengan menyender ke kaki kursi.


" Le, kau sudah pulang"


Aisyah pun mendekati suaminya dan berjongkok dihadapan Riziq. Di lihatnya Riziq sudah tertidur karna kelelahan setelah berkeliling kampung membagikan daging kurban.


" Sepertinya kau kelelahan ya Le"


Aisyah mengusap keringat di dahi suaminya, lalu menatapnya dalam. Ada seuntai senyum dan fikiran licik yang mulai menari nari di kepalanya Aisyah hingga ia tertawa tanpa suara melihat wajah suaminya itu. Aisyah pun berucap pelan di hadapan wajah suaminya yang nampak manis itu.


" Heii bocah ingusan bangun. Apa kau lelah?, apa kau cape hingga kau tidur dengan posisi tidak mengenakan seperti ini, apa tadi di kampung kau bertemu dengan seorang janda?, apa kau menutup matamu saat mereka melihatmu?. Heei berondongku bangun, boleh tidak aku memakimu sekarang?. Boleh, he he he" jawab Aisyah sendiri sambil cekikikan tak bersuara.


" Heei Muhamad Riziq Alfiqri, kalau mengerjaimi itu tidak berdosa, pasti sekarang aku sudah mengambil sepidol untuk melukis wajahmu yang manis ini. Kau tau gambar apa yang pertama kali ingin ku lukis di wajahmu?, aku ingin menggambar obat nyamuk di kedua pipimu, pasti sangat lucu bukan, he he. Tapi sayang aku takut dosa" Aisyah mengoceh sendiri di hadapan suaminya yang masih terlelap. Sesekali ia tersenyum sambil mencubit hidungnya Riziq.


" Teimakasih kau telah menyayangiku dan anak anak. Aku mencintaimu berondongku" Saat Aisyah akan bangun dari duduknya, tiba tiba Riziq langsung menarik tengkuknya Aisyah hingga mendekat padanya. Tentu saja Aisyah terkejut.


" Leeee"


Aisyah sedikit meronta dan mencoba menahan kepalanya agar tak mendekat pada wajahnya Riziq.


" Leeee, lepaskan tanganmu" pinta Aisyah sedikit meronta. Riziq yang masih terpejam pun tiba tiba tersenyum.


" Kenapa kau seperti nyamuk yang curi curi pandang padaku, kau bahkan ngomel ngomel tak jelas, Dan lebih parahnya lagi kau ingin melukis wajahku dengan gambar obat nyamuk" tutur Riziq. Aisyah pun tersenyum getir, wajahnya sudah nampak memerah.


" Jadi kau dari tadi cuma tidur ayam" ucap Aisyah sedikit cemberut. Riziq malah tersenyum senyum.


" Sebenarnya aku tidur, tapi karna tiba tiba ada ada nyamuk nempel dan ngoceh ngoceh tak jelas, jadi aku bangun. Untung saja kau tidak membangunkan yang lain"


" Siapa yang lain?" tanya Aisyah.


Riziq malah tersenyum senyum hingga akhirnya ia tertawa. Aisyah langsung kesal hingga mencubit pinggang suaminya itu. Bukannya marah, Riziq malah tertawa puas melihat ekspresinya istrinya itu. Dengan kesalnya Aisyah pun bangun dari duduknya, namun Riziq masih enggan untuk melepaskan tangannya yang memegang lehernya Aisyah.


" Lepaskan tanganmu Le"

__ADS_1


" Minta maaf dulu, karna kau telah ngomel ngomel padaku" pinta Riziq.


" Maafkan aku MUHAMMAD RIZIQ ALFIQRI telah ngomel ngomel tak jelas" ucap Aisyah pasrah. Riziq pun tersenyum hingga ia menarik leher Aisyah hingga wajahnya Aisyah mendekat padanya.


" Kau mau apa Le?"


" Mau menghukumu"


Seketika Aisyah langsung membungkam mulutnya Riziq dengan tangan kanannya.


" Bajumu bau kambing Le"


Riziq pun mencium bajunya memang bau kambing.


" Iya bau kambingnya masih menempel" ucap Riziq. Aisyah pun melepaskan tangan suaminya itu.


" Kau mandilah dulu. Setelah itu pergi ke masjid, sebentar lagi Azan zuhur" pinta Aisyah.


" Uni bantu aku membersihkannya"


" Nggaak"


" Uni mau masuk surga apa masuk neraka?" tanya Riziq.


" Kau menyebalkan Le. Kalau aku membantumu mandi, nanti anak anak tidak ada yang jaga" ucap Aisyah. Tiba tiba Zahira datang.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


" Ka kau bau kambing" ucap Zahira pada Riziq sambil menutup hidungnya dengan menjepitkan jarinya.


" Ya sudah aku mandi dulu" ucap Riziq sambil berlalu ke kamar mandi.


" Ira kau sudah makan?"


" Belum ka"


" Nanti kita makan sama sama setelah kakakmu pulang dari masjid" ucap Aisyah. Zahira pun mengangguk. Tiba tiba Riziq berteriak memanggilnya di kamar mandi.


" Uniii"


" Iya Leee" jawab Aisyah sedikit berteriak.


" Pasti kakakmu lupa bawa baju ganti. Kau jagain Adam sama Hawa dulu ya, ka Aisyah mau bantu kakakmu dulu" ucap Aisyah sambil berlalu mengambil baju ganti dan membantu Riziq membersihkan diri dari bau kambingnya. Zahira pun menguyel uyel pipinya Adam dan Hawa.

__ADS_1


"Tunggu sebentar ya anak anak, umi kalian sedang memandikan bayinya yang manis itu. Kalau difikir fikir, menggelikan juga melihat kakak kakaku itu. Mentang mentang umurnya lebih muda dari istrinya, ia jadi di perlakukan bak seorang balita. Menggelikan" ucap Zahira berbicara sendiri.


Setelah Riziq selesai mandi, Aisyah pun membantu mengancingkan baju suaminya itu, lalu memakaikan kopeah dan sorbannya.


" Berangkatlah ke masjid, setelah itu langsung pulang, aku dan Zahira menunggumu untuk makan siang" ucap Aisyah.


" Hmmm"


Namun Riziq masih mematung di tempat.


" Apa lagi?" tanya Aisyah. Riziq malah tersenyum. Aisyah yang mengertipun langsung mencium kilat pipinya Riziq. Riziq pun langsung tersenyum setelah mendapatkan ciuman manis dari istrinya.


" Sepertinya kurang uni"


" Sudah cukup, kau jangan macam macam ya Le, cepatlah pergi ke masjid, takutnya nanti terlambat" ucap Aisyah sambil mencium tangan suaminya.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Riziq pun berlalu. Ketika bertemu dengan Zahira.


" Ira kau jangan lupa salat berjamaah dengan kakak iparmu" ucap Riziq mengingatkan.


" Iya kak, tapi pulangnya beli cemilan ya" ucap Zahira.


" aku mau pergi ke masjid, bukan mau pergi ke monas, segala minta oleh oleh" gerutu Riziq sambil berlalu ke luar rumah.


" Ayo Ira, ambil wudhu dulu" pinta Aisyah. Zahira pun mengangguk dan pergi untuk mengambil wudhu. Setelah selesai berwudhu, mereka pun mengerjakan shalat Zuhur berjamaah.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam" jawab Aisyah sambil membuka pintu. Dilihatnya Riziq datang bersama umi Fadlun.


" Ka bawa oleh oleh tidak?" teriak Zahira dari dapur.


" Bawaaa" jawab Riziq sambil berteriak juga.


Zahira langsung berlari antusias menemui mereka.


" Mana oleh olehnya?"


" Umi ku" jawab Riziq sambil tersenyum senyum. Hingga Zahira mengerucutkan bibirnya.


" Memangnya kau mau oleh oleh apa Ira?" tanya umi Fadlun. Zahira malah cengengesan.

__ADS_1


" Ngga ko umi"


" Kita makan siang dulu yu, aku sudah masak banyak" ucap Aisyah. Mereka pun akhirnya makan makan bersama di hari yang membahagiakan itu.


__ADS_2