
Hari libur kini telah tiba. Selama tiga hari kebelakang, Aisyah hanya berdiam diri di rumahnya, bukannya Riziq melarang Aisyah untuk keluar rumah, namun untuk berjaga jaga agar ia tak bertemu ustad Rasyid, Aisyah lebih memilih di rumah saja sambil menjaga anak anak.
Hari libur kali ini, Riziq mengajak Aisyah berjalan jalan tak lupa juga membawa Adam dan Hawa dengan kereta bayinya. Di gerbang pesantren telah ramai di padati para orang tua murid yang mau menjenguk anak anaknya.
" Le, Hari ini Zahira pulang tidak?." tanya Aisyah.
" Tidak tau uni, kita lihat saja kesana" pinta Riziq. Mereka pun akhirnya pergi ke asrama putri, disana sudah banyak wali murid yang sedang berkunjung.
" Tunggu Le"
Aisyah menarik sorbannya Riziq lalu memakaikannya pada Riziq yang di lilitkan ke wajahnya. Tentu saja Riziq tidak suka.
" Uni, kau ini apa apaan kenapa wajahku di lilit srperti ninja hatori begini?" tanya Riziq tak suka.
" Di sana banyak ibu ibu yang sedang berkunjung pada anaknya, aku tidak mau mereka menikmati wajahmu yang manis ini, siapa tau di antara mereka ada yang single, karna aku tidak bawa masker maka dengan terpaksa kau harus menutupi wajahmu dengan sorban. Jangan protes meskipun seperti ninja hatori setidaknya kau tidak mengotori kesucian mata mereka" ucap Aisyah. Riziq hanya mengeryitkan keningnya.
" Sepertinya si uni balas dendam, dia membalik balikan kata kataku dulu, waah sekarang dia mulai pintar untuk membantah semua yang kukatakan" batin Riziq.
Sesampainya di depan gedung asrama putri, para orang tua santri sudah berkumpul disana. Riziq sudah menundukan kepalanya, karna kini wajahnya sedang terlilit sorban. Tidak sedikit dari mereka yang memandang aneh padanya.
" Waah rame sekali ya Le, tapi ko Zahira tidak kelihatan" ucap Aisyah.
" Uni aku tunggu di luar, uni saja yang masuk suruh Zahira keluar"
" Hmm"
Aisyah pun masuk ke asrama di lihatnya teman teman Zahira sedang bermanja manjaan pada orang tuanya. Perlahan Aisyah membuka pintu kamarnya Zahira. Di lihatnya Zahira sedang menangis di pojokan kamar, Aisyah pun terdiam, ia mengerti dengan perasaan adik iparnya itu. Perlahan Aisyah duduk di sampingnya lalu mengelus kepalanya dengan lembut.
" Heeei kenapa kau menangis?" tanya Aisyah.
Zahira hanya menggelengkan kepalanya. Air mata tak henti hentinya mengalir. ada rasa duka yang teramat dalam di hatinya.
" Kau rindu ibumu?" tanya Aisah.
" Tidak"
" Lalu kenapa kau menangis?" tanya Aisyah kembali.
" Kata Dilan rindu itu berat, tapi buatku ringan, aku tidak pernah rindu sama ibu apalagi sama si bebegig sawah itu" ucap Zahira sambil tersisak.
" Siapa bebegig sawah itu?" tanya Aisyah tak mengerti.
" Tentu saja ayah tiriku, dia yang membawa ibu pergi. Aku tidak rindu pada mereka. Tapi aku iri pada teman temanku, mereka semua pada di tengokin sama orang tuanya, sementara aku tidak"
" Kan ka Aisyah kesini mau nengokin kamu"
" Benarkah?" tanya Zahira.
" Hmmm, kak Riziq juga nunggu di depan"
Zahira pun langsung memeluk Aisyah.
__ADS_1
" Terima kasih ya kak"
" Ayo temui dulu kakamu" pinta Aisyah.
" Tidak mau, mataku sudah sembab begini, aku malu dilihat orang.
" Ya sudah ka Aisyah panggil kakakmu dulu ya"
Aisyah pun pergi keluar untuk memanggil Riziq.
" Le, kau masuk sana, Zahira sedari tadi menangis terus"
" Kenapa?" tanya Riziq heran.
" Katanya dia iri pada teman temannya, semua teman temannya pada di tengokin orang tuanya"
" Kenapa uni tidak menyuruhnya keluar"
" Dia tidak mau Le, matanya sudah sembab katanya dia malu"
" Bocah ingusan itu seperti punya malu saja, lagian ini kan asrama putri, mana mungkin aku masuk kedalam"
" Ini darurat Le"
Mau tidak mau Riziq pun masuk kedalam sendirian karna Aisyah bertemu ustadzah Ulfi di depan jadi mereka mengobrol sebentar. Saat Riziq membuka pintu kamar, Tiba tiba Zahira berteriak karna Riziq menutup wajahnya dengan sorban, ia lupa belum membukanya.
" WUAAAAAAAAAAA" teriak Zahira yang kala itu sendirian di kamar sambil melemparkan bantal pada Riziq, ia takut saat melihat Riziq. Teriakan Zahira mengundang perhatian ibu ibu disana, dengan hitungan detik ibu ibu itu pun berlarian menghampiri Zahira, mereka pun terkejut melihat Riziq yang menutup wajahnya dengan sorban.
" Dia pasti mau berbuat pelecehan pada ade ini" ucap ibu ibu yang lain. Riziq nampak panik.
" Sabar ibu ibu, sepertinya kalian salah faham, saya adalah kakaknya Zahira" ucap Riziq. Zahira pun hanya mengeryit kebingungan.
" Siapa kau ?" tanya Zahira.
" Aku kak Riziq" ucap Riziq sambil berusaha membuka sorban yang melilit di wajahnya. Namun sialnya, sorban itu susah untuk di lepas.
" Duuh, kenapa sorbannya susah di lepas, si uni kenceng banget sih makeinnya" gerutu Riziq dalam hati.
" Aaah dia bohong" ucap salah satu ibu itu.
" Ibu ibu, HAJAAAAAAAR"
Buk Bak buk, prang prang, jebred aw
Seketika ibu ibu itu menyerang Riziq tanpa ampun, ada yang menarik rambutnya ada yang menjewer kupingnya, memukul ini memukul itu hingga Riziq meringis kesakitan.
" AAAAAW UNIIIIIIII" teriak Riziq.
Seketika Aisyah terkejut melihat suaminya di pukuli ibu ibu.
" Ya Allah Lee" ucap Aisyah panik.
__ADS_1
" Masyaallah ibu ibu, maaf ini suami saya kenapa di pukuli" ucap Aisyah terkejut.
" Oh jadi ini suami ibu, Suami ibu mau berbuat jahat sama ade ini" ucap salah satu ibu itu dan menunjuk pada Zahira.
" Ira ini kakak kamu" ucap Aisyah sambil membuka sorban yang melilit di wajahnya Riziq. Zahira pun terkejut saat tau itu adalah kakaknya. Riziq pun menggeram pada Aisyah karna merasa ini adalah gara gara istrinya itu.
" Uniiiiii, semua ini gara gara kau, nanti malam akan kubalas perbuatanmu ini" bisik Riziq sedikit kesal. Mata Aisyah langsung membulat.
" Habislah aku" batin Aisyah.
" Ka Riziq" ucap Zahira lirih.
Setelah sorbannya berhasil di buka, salah satu santriwati mengenalinya.
" Inikan ustad Riziq pengajar di pesantren ini" ucap santriwati itu. Ibu ibu itu nampak malu karna telah memukuli Riziq.
" Duuh ustad Maafin kami, kami tidak tau" ucap salah satu ibu itu.
" Waaah ternyata pak ustad ini wajahnya manis sekali, pantasan saja wajahnya di tutupi sorban" ucap salah satu ibu yang lain.
" Waah beneran sangat manis" ucap ibu yang lain sambil mencubit pipinya Riziq.
" Astaghfirullah" ucap Riziq.
Ibu ibu yang lain pun ikut ikutan mencubit pipinya Riziq. Hingga Aisyah menggeram kesal.
" Ibu ibu maaf ya, jangan di pegang pegang bukan mahrom, nanti yang punyanya marah" ucap Aisyah sedikit sinis. Aisyah pun langsung menarik Riziq dan Zahira untuk pergi dari asrama itu.
Setelah Jauh dari kerumunan ibu ibu, Aisyah pun menghela nafas.
" Alhamdulilah selamat juga" ucap Aisyah lega. Namun Riziq sudah menggeram pada Aisyah. Aisyah dapat merasakan kemarahan suaminya itu.
" UNIIIIIIIIII, ini semua akibat ulahmu" ucap Riziq kesal. Aisyah sudah tersenyum getir.
" Maafin aku Le"
Dilihatnya muka Riziq sedikit merah merah, bekas pukulan dan bekas cubitan ibu ibu itu.
" Kau lihat wajahku ini uni, sudah merah merah tak karuan begini, Sedikit saja manisnya berkurang, kau akan menerima akibatnya uni, nanti malam aku akan menghukumu" tutur Riziq.
" Kau menakutkan sekali Le" gumam Aisyah. Tiba tiba Zahira tertawa tawa.
" Kenapa kau tertawa tawa?" tanya Riziq sedikit kesal.
" Kalau ingat kejadian tadi lucu sekali. Seorang ustad manis di keroyok ibu ibu, ha ha ha" Zahira nampak puas menertawakan kakaknya.
" Zahiraaaaaaaa" geram Riziq.
Seketika Zahira langsung menutup mulutnya. Namun tiba tiba ia tertawa kembali karna merasa kejadian tadi adalah waktu bersejarah yang teramat lucu. Hingga Aisyah langsung membekap mulutnya Zahira.
" Jangan tertawa terus, nanti kakakmu semakin marah, kalau dia sudah marah maka habislah aku" bisik Aisyah.
__ADS_1