
Masih dengan Riziq yang berlari meninggalkan Aisyah di perkebunan. Ia berlari dan terus berlari tanpa memikirkan apapun yang terjadi, tekat nya sudah bulat, pikirannya satu yaitu Aisyah, buat kiyai Mansyur membatalkan pernikahannya itu pikirnya. Riziq berlari tanpa menghiraukan apapun di sekitarnya, sampai ia tak menyadari menabrak ustajah Ulfi.
"Astaghfirullah Riziq, jangan lari lari seperti itu " ucap ustajah Ulfi sambil memperhatikan Riziq yang terus berlari, jangankan minta maaf mengucap salampun tidak. Hingga kini ia menabrak Dewi yang habis pulang dari kantin.
Bruggh.
Riziq menabrak Dewi hingga Dewi menjadi kesal, yang bikin kesalnya lagi Riziq tak berhenti untuk minta maaf. Riziq terus berlari, Dewi terus memperhatikan Riziq sambil mengucap sumpah serapahnya karna sangat kesal dengan bocah ingusan itu. Tiba tiba Dewi menjerit ketika Riziq terserempet motor hingga jatuh.
"Riziq " teriak Dewi cemas. Namun anehnya Riziq bangun lagi dan kembali berlari, ia tak memperdulikan luka yang ada di tangan kirinya, kebetulan Riziq memakai baju koko berlengan pendek.
"Kenapa si Riziq lari lari seperti orang gila, eh tapi tadi dia terserempet motor apa dia tidak terluka " ucap Dewi. Lalu ia kembali melanjutkan perjalanan meskipun hati nya terus bertanya tanya kenapa Riziq lari lari gak jelas seperti itu.
Sesampainya di tempat tujuan. Kini Riziq berdiri di sebuah rumah, nafasnya sudah terengah engah, ia terdiam sejenak mecoba mengatur nafasnya. Ketika sudah merasa stabil, perlahan ia mengetuk pintu.
"Asalamualaikum " Riziq mengucap salam. Terdengar ada yang menjawab salam dari dalam rumah, pintu pun terbuka, Riziq menatap sosok perempuan yang kini ada di hadapannya yaitu umi Fadlun. Ternyata Riziq pergi ke rumahnya kiyai Mansyur. Umi Fadlun ikut menatap Riziq.
"Saya ingin bertemu kiyai Mansyur " ucap Riziq tanpa basa basi. Umi Fadlun terdiam ketika melihat luka di lengan kirinya Riziq.
" Kau terluka ? masuklah" pinta umi Fadlun lembut. Riziq kini masuk dan duduk di ruang tamu.
"Saya ingin bertemu kiyai Mansyur " pinta Riziq kembali.
"Sebentar saya panggilkan " ucap umi Fadlun. Umi Fadlun pergi ke ruang keluarga memanggil kiyai Mansyur dan mengambil kotak p3k, mereka pun langsung menemui Riziq di ruang tamu.
"Kau mencariku ? " tanya Kiyai Mansyur sambil ikut duduk di ruang tamu. Seketika Riziq langsung berdiri dari duduknya.
"Saya ada perlu penting dengan kiyai Mansyur " ucap Riziq tegas. Perlahan umi Fadlun menghampiri Riziq.
__ADS_1
"Duduklah saya obati dulu lukamu "pinta umi Fadlun sedikit menarik tangan Riziq untuk kembali duduk. Akhirnya mereka berdua duduk di hadapannya kiyai Mansyur.
"Jangan bicara dulu sebelum saya selesai mengobatimu " pinta umi Fadlun sambil mengobati Riziq. Kiyai Mansyur terus menatap ke arah Riziq. Setelah selesai mengobati Riziq, umi Fadlun duduk di sebelah suaminya itu.
"Bicaralah " pinta umi Fadlun. Entah kenapa kini Riziq mulai berdebar, ada sedikit rasa takut ketika berhadapan dengan sepasang suami istri itu, namun ia mencoba memberanikan diri.
"Hei bukannya kamu itu adiknya ustad Rasyid " ucap kiyai Mansyur.
"Sebenarnya saya datang ke sini untuk meminta kiyai Mansyur agar tidak jadi menikahi uni saya " ucap Riziq. Mendengar ucapannya Riziq, kiyai Mansyur dan umi Fadlun saling lirik.
"Memangnya siapa uni kamu ? " tanya umi Fadlun.
"Aisyah " jawab Riziq tegas. Umi Fadlun dan kiyai Mansyur kembali saling menatap .
" Kenapa saya tidak boleh menikahi Aisyah ? " tanya kiyai Mansyur santai.
" Kalau yang di katakanmu benar, lantas kenapa Aisyah menerima saya sebagai calon suaminya? " tanya kiyai Mansyur.
"Karna dia bodoh, dia terlalu baik hingga tak mau mengecewakan umi Fadlun, hari ini saya melihatnya menangis tersedu sedu, ia bilang tak mau menikah dengan kiyai Mansyur." tutur Riziq menjelaskan.
" Benarkah ? " tanya umi Fadlun sedikit tak percaya.
" ia umi, saya mohon tolong bebaskan uni Aisyah, dia tidak mau jadi istri kedua, tolong jangan memaksanya "
"Kami tidak memaksa Aisyah, dia sendiri yang menerimanya" jawab umi Fadlun.
" Dia menyesal akan hal itu, sekali lagi saya mohon batalkan rencana kalian untuk menjadikan uni Aisyah sebagai istri kedua. Demi Allah saya tidak ikhlas kalau Aisyah hanya di jadikan madu " tutur Riziq. Kiyai Mansyur pun tersenyum.
__ADS_1
"Kau lihat istriku ini dia lebih cantik dari Aisyah, dan kau pasti tau kenapa saya ingin menikahi Aisyah " ucap kiyai Mansyur sambil menatap istrinya, umi Fadlun pun tersenyum.
"Saya tau kalian hanya ingin Aisyah melahirkan seorang anak, tapi umi, aku memang seorang lelaki dan umurku pun belum dewasa seperti kalian, tapi aku bisa merasakan ada rasa cemburu di hatimu ketika nanti Aisyah masuk ke dalam kehidupan kalian, dan aku pun tidak bisa menjamin ketika Aisyah sudah melahirkan seorang anak, kalian akan menelantarkannya, kalian ambil anaknya dan kalian tinggalkan Aisyah, karna saya tau kiyai Mansyur begitu mencintai umi Fadlun "
" Insyaallah kami tidak akan melakukan semua itu, dan saya juga tidak merasa cemburu pada Aisyah " jawab umi Fadlun.
"Sekarang umi bisa bicara seperti itu, tapi nanti setelah Aisyah masuk dalam kehidupan kalian ?, tidak ada perempuan yang rela di madu dan tidak ada perempuan yang rela suaminya berbagi dengan perempuan lain." ucap Riziq tegas. Umi Fadlun dan kiyai Mansyur pun terdiam.
" Saya mohon bebaskan uni Aisyah, biarkan dia mendapatkan jodohnya sendiri " pinta Riziq memelas. Kiyai Masyurpun tersenyum.
"Baiklah aku akan membebaskan Aisyah tapi ada syaratnya " ucap kiyai Mansyur
" Apa syaratnya? " tanya Riziq tegas.
" Kau tau kan kenapa saya ingin menikahi Aisyah, karna saya ingin mempunyai anak, jadi syaratnya adalah jadilah kau putraku " ucap kiyai Mansyur, sontak Riziq terkejut, syarat tak masuk akal keluar dari mulutnya kiyai Mansyur.
"jadi putramu ?, apa tidak salah, umurku sudah 16 tahun, aku bukan seorang anak balita" jawab Riziq cepat. Kiyai Mansyur pun tertawa.
"Memang nya kenapa ? kiyai Husen saja bisa mengangkat Aisyah menjadi putrinya, kenapa saya tidak bisa mengangkatmu menjadi putraku " tutur kiyai Mansyur. Riziq terdiam, ia mulai bingung dan gelisah sendiri.
"Kalau kau mau jadi putra kami, kau akan kami bawa ke kairo dan kami akan menyekolahkanmu di sana " ucap umi Fadlun.
" Keputusan ada padamu, kau pilih jadi putraku atau Aisyah jadi istriku. Kalau kau mau jadi putraku, lusa kita akan pergi ke kairo, akan ku sekolahkan kau sampai lulus. Tapi sebelum kau lulus kau tidak boleh pulang dulu kesini, tapi kalau kau menolak, itu artinya saya akan tetap menikahi Aisyah " ucap Kiyai Mansyur.Riziq mulai dilema.
" Lusa kami akan berangkat ke kairo, kalau kau yang ikut itu artinya kau akan jadi putraku, tapi kalau Aisyah yang ikut itu artinya dia akan jadi istriku, ku beri waktu kau 15 menit untuk berfikir "
" Kalau aku tidak jadi putranya, ia akan tetap menikahi Aisyah, tapi kalau aku menerimanya aku akan pergi ke kairo, itu artinya aku akan meninggalkan Aisyah disini " gumam Riziq dalam hati.
__ADS_1
"Bebaskan Aisyah, aku mau jadi putramu " ucap Riziq tegas