
Pagi pagi sekali Aisyah sudah bersiap diri untuk di rias oleh kak Nisa istrinya ustad Usman, karna hari ini menjelang pernikahannya. Aisyah nampak cantik dengan riasan sederhana dan gamis putih yang di kenakannya sangat terlihat menawan jika di pandang. Dewi dan bi Ratna sudah menunggu Aisyah sedari tadi di rumahnya umi Salamah, bi Ratna sudah berkaca kaca melihat keponakannya yang akan melangsungkan pernikahannya hari ini.
" Alhamdulilah ya Allah akhirnya keponakanku, hari ini akan menikah, mudah mudahan ustad Riziq adalah jodoh sempurna untuk Aisyah, amiin " gumam bi Ratna dalam hati sambil menatap Aisyah.
" Cantiknya putri umi " ucap umi Salamah sambil membelai lembut wajahnya Aisyah. Aisyah pun tersenyum, terlihat sekali rasa bahagia di raut wajah cantiknya.
" Pinta umi cuma satu, jadilah istri yang soleha, insyaallah surga menantimu "
Aisyah kembali tersenyum. Setelah selesai berias, mereka pun pergi ke masjid besar pesantren, karna pernikahan akan di laksanakan di sana. Di laksanakan sederhana asalkan sakral, itu yang di inginkan Aisyah.
Sesampainya di masjid. Aisyah duduk di temani umi Salamah, bi Ratna dan Dewi. Sementara kiyai Husen dan mang ilham sudah duduk bersama Riziq dekat penghulu. Mang llham menjadi wali nikahnya Aisyah, sementara Kiyai Husen dan ustad Azam menjadi saksi, semua sudah berkumpul termasuk ustad Rasyid dan ustajah Yasmin.
" Kau lihat Aisyah, berondong manismu nampak gagah di depan penghulu " bisik Dewi pada Aisyah.
" Ustad Riziq " ucap bi Ratna mengingatkan Dewi.
" Maaf bibi aku lupa " jawab Dewi sambil mengerucutkan bibirnya.
Semua tata cara pernikahan sesuai agama sudah di laksanakan, kini tinggal proses ijab kabul. Riziq tampak rilex .
" SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA AISYAH KHOERUNISA BINTI KHOER ABDULAH DENGAN MAS KAWIN TERSEBUT DI BAYAR TUNAI "
Riziq mengucapkannya secara lantang dengan menggunakan mix, hingga semua orang yang ada di pesantren bisa mendengar ijab kabulnya.
" bagaimana sah ? "
Sah
__ADS_1
Sah
Sah
" SAAAAAH " teriak ustad Usman antusias, hingga umi menepuk pundak putra bungsunya itu, karna suaranya begitu nyaring di telinganya umi Salamah.
" Alhamdulilah " semua mengucap syukur.
Nampak rasa bahagia di raut wajah pasangan pengantin yang baru resmi menjadi suami istri itu.
Setelah semua acara dan tata cara pernikahan menurut agama selesai. Aisyah mencium tangan suaminya, lalu Riziq pun mencium kening Aisyah. Mereka pun mencium tangan umi Salamah, bi Ratna dan umi Fadlun.
Umi Salamah memeluk dan mencium pipi Aisyah sambil berkaca kaca, sedangkan bi Ratna sudah berderai air mata, sementara Dewi jangan di tanya lagi sebelum ijab kabul di mulai Dewi sudah sesegukan tak karuan menahan air mata yang terus mengalir.
" Jadilah istri yang soleha, mulai sekarang surga mu ada pada suamimu, berbaktilah pada ustad Riziq, umi do'akan kau selalu bahagia " ucap umi Salamah sambil membelai lembut pipinya Aisyah.
" Terima kasih umi " ucap Aisyah sudah berkaca kaca.
Tiba tiba Dewi sudah sesegukan sambil memeluk Aisyah.
" Selamat ya Aisyah, kini kau sudah mendapatkan jodohmu "
" Makasih ya Wi " ucap Aisyah, lalu ia pun memeluk bi Ratna.
" Bibi sayang sama kamu "
Kini Riziq sudah memeluk ustad Rasyid.
__ADS_1
" Terima kasih ang, atas semuanya " ucap Riziq. Seketika ustad Rasyid tersenyum.
" Semoga kau jadi imam yang bertanggung jawab, do'a terbaiku untukmu " ucap ustad Rasyid sambil mengelus pundak adiknya itu. Seketika itu Riziq pun tersenyum.
Lalu Aisyah pun memeluk mang Ilham, ia mulai menangis di pelukan mamangnya itu.
" pinta mamang, jadilah istri yang baik ya " pinta mang llham. Aisyah pun mengangguk .
" Kalau sudah begini, sudah seperti menangis berjamaah " gumam ustad Usman.
Setelah acara pernikahan selesai. Mereka pun menikmati hidangan sederhana namun terasa nikmat di lidah, Riziq dan Aisyah bersamaan mengambil hidangan, Aisyah dan Riziq malah saling tatap sambil tersenyum.
" Tatap teruuuus sampai puas, kalau perlu jangan berkedip sekalian " ucap ustad Usman sambil melewati Aisyah dan Riziq. Seketika Aisyah langsung menundukan wajahnya karna malu. Tiba tiba ustad Usman bicara pada Aisyah.
" Pernikahanmu terlalu mendadak jadi ka Usman sama ka Nisa belum sempat memberimu pengarahan "
" Pengarahan apa ? " tanya Aisyah tak mengerti. Tiba tiba ustad Usman langsung berbisik .
" Pengarahan malam pertama " ucap ustad Usman. Seketika wajah Aisyah nampak memerah, ia pun menepuk lengan kakaknya itu karna selalu menggodanya.
" Gak usah aneh aneh deh " gerutu Aisyah. ustad Usman malah tertawa tawa melihat reaksinya Aisyah.
Perlahan Riziq menghampiri Aisyah lalu menggenggam tangannya sambil tersenyum, seketika itu pula Aisyah pun ikut tersenyum.
" Jodoh, sekarang aku sudah mempunyai Muhammad Riziq Alfiqri, dia laki laki hebat yang pernah ku kenal, meskipun umurnya lebih muda dariku, aku yakin dia bisa menjadi suami dan imam yang baik untukku, cintanya yang begitu besar padaku, membuatku yakin kalau dialah jodoh yang tepat untukku, dulu dia selalu mengekorku kemanapun aku pergi, tapi sekarang, akulah yang akan akan mengekor kemanapun dia pergi, dia yang dulu suka minta jajan padaku, kini dialah yang akan memberikanku nafkah, dialah orang yang berani menukar kebahagiaannya hanya untukku.
Dan untukmu ustad Rasyid, terima kasih pernah membuat hariku tersenyum, tapi maaf kita belum berjodoh, lebih tepatnya tidak berjodoh. Kan ku jadikan kau kenangan manis dalam hidupku, semoga kau bahagia bersama jodohmu, terima kasih atas restumu pada kami, semoga kita bisa menjadi saudara, saudara ipar dan saudara seiman, do'akan aku dan adikmu selalu bahagia di jalan Allah.
__ADS_1
Dan untukmu lelakiku Muhammad Riziq Alfiqri, tuntunlah aku di jalan Allah, melangkahlah bersamaku dikala suka maupun duka, biarkan aku menjadi surga dalam lembaran hidupmu , karna ku yakin engkaulah jodoh yang di kirim Allah untukku khusus hanya untukku. Wahai engkau lelakiku Muhamad Riziq Alfiqri aku mencintaimu, jodohku, jodoh Aisyah " . ( Aisyah )