Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Merah putih


__ADS_3

Ketika itu Aisyah sedang memberikan mp asi yang sesuai umur dan anjuran dari dokter pada Adam dan Hawa. Adam dan Hawa sangat susah untuk diberi mp asi. Namun dengan sabar Aisyah selalu menyuapinya meski pun mp asi itu suka di semburkan oleh putra putrinya.


" Ayo anak anak umi makan yang banyak ya biar sehat" pinta Aisyah. Tiba tiba ponselnya berbunyi. Dilihatnya umi Salamah yang menelponnya.


" Asalamualaikum umi"


" Waalaikum salam. Aisyah ini pesanan yang kamu titip dari Nisa sudah datang" ucap umi Salamah.


" Oh iya Mi nanti aku ambil kesana, sebentar, sekarang lagi menyuapi Adam sama Hawa"


" Oh iya tidak apa apa, umi tutup dulu ya teleponnya, asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Tiba tiba Riziq pulang bersama Zahira.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Aisyah pun tersenyum dan langsung menyambut kedatangan suaminya.


" Kau sedang apa uni?"


" Aku sedang memberi mp asi pada anak anak"


Riziq pun menemui Adam dan Hawa yang kini bibirnya sudah pada belepotan karna mp asinya di sembur semburin.


" Ira kau jaga anak anak sebentar ya ka Aisyah mau pergi ke rumah umi dulu sebentar" pinta Aisyah.


" Mau ngapain uni?"


" Pesanan yang kutitip dari ka Nisa sudah datang"


Zahira sudah mengambil mangkuk kecil yang berisi mp asi Adam dan Hawa.


" Ira, kau suapi anak anak ya, pokoknya mp asinya harus habis ga boleh ada sisa. Ingat ya gak boleh ada sisa" Aisyah mengulang kalimatnya. Zahira pun mengangguk.


" Iya kak"


" Le aku ke rumahnya umi dulu ya. Ira pokoknya makanannya harus habis ya, kalau tidak habis kau yang kumakan" ucap Aisyah sedikit mengancam. Zahira kembali mengangguk.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Aisyah pun pergi ke rumahnya umi Salamah.


" Ira kau jaga dulu anak anak, ka Riziq mau mandi dulu" ucap Riziq sambil berlalu ke kamar mandi. Zahira sudah mulai menyuapi keponakan keponakannya. Namun Adam dan Hawa masih selalu menyemburkan makanan yang di suapi Zahira hingga Zahira prustasi sendiri. Setelah selesai mandi, Riziq pun kembali menghampiri putra putrinya.


" Sudah habis makannya?" tanya Riziq.


" Boro boro, di sembur semburin terus dari tadi" gerutu Zahira.


" Coba biar ka Riziq yang nyuapin"


Zahira pun memberikan mangkok berisi mp asi itu.


" Makan ya sayang di suapin sama abi" ucap Riziq sambil menyuapi Adam. Seketika itu pula Adam langsung menyemburkan makanan yang ada di mulutnya itu hingga muncrat ke wajahnya Riziq.


" Allahu akbar" ucap Riziq saat sadar wajahnya penuh dengan mp asi.


" Ha ha ha ha"


Zahira tertawa puas. Hingga Riziq memicingkan matanya.


" Maaf, abis lucu sih. Hi hi hi"


Riziq pun mengambil tisu untuk membersihkan wajahnya. Tiba tiba terdengar suara langkah Aisyah. Seketika Zahira langsung panik.


" Ka gimana ini, ka Aisyah sudah datang, makanan bayinya belum habis, ka Aisyah sudah mengancam kalau makanannya tidak habis maka dia akan memakanku" ucap Zahira. Riziq pun ikut panik.


" Kalau kakak iparmu sudah marah, bibirnya pasti nyerocos terus" ucap Riziq.


" Gimana dong ka?"


" Ya sudah tidak ada pilihan lain, kau makan saja mp asinya" pinta Riziq hingga Zahira mengeryitkan keningnya.


" Kau jangan gila ka, masa aku makan mp asi, memangnya aku bayi, tidak lihat apa mp asinya lembek lembek begini" protes Zahira.

__ADS_1


" Memangnya kau mau di omelin kakak iparmu?"


Zahira pun menggelengkan kepalanya. Saat terdengar Aisyah membuka pintu, Seketika Zahira langsung memakan mp asi itu dengan tergesa gesa hingga tandas dari mangkuknya. Wajah Zahira sudah memerah karna merasakan mual di perutnya. Riziq sudah bergidik ikut merasa jijik melihat Zahira memakan mp asi itu.


" Ini benar benar menjijikan" batin Zahira.


Aisyah pun masuk ke rumah.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Aisyah pun mendekati mereka dan ikut duduk. Di lihatnya mangkuk mp asi itu kosong.


" Waaah, mp asinya sudah habis ya, kamu hebat Ira, padahal tadi ka Aisyah susah sekali untuk menyuapi Adam dan Hawa" tutur Aisyah. Zahira sudah tidak kuat ingin sekali memuntahkan makanan yang sudah masuk ke mulutnya itu.


" Makasih ya Ira"ucap Aisyah sambil mencubit kedua pipi adik iparnya itu dengan gemas. Alhasil Zahira seketika itu pula langsung menyemburkan semua isi perutnya tepat ke wajahnya Aisyah.


" Iraaaaaaaaa" Aisyah berteriak. Ada kesal, terkejut, marah dan jijik. Seketika Zahira langsung berlari ke kamar mandi dan kembali muntah muntah di sana.


" Leeee"


Aisyah sudah bergidik jijik karna wajahnya penuh dengan semburan makanan dari mulutnya Zahira. Seketika Riziq langsung mengambil sorban yang ada di pundaknya dan dengan perlahan ia membersihkan muntahan Zahira di wajah istrinya.


" Ini sungguh menjijikan Le" gerutu Aisyah. Sedari tadi Riziq sudah cekikikan tanpa suara.


" Cuci muka sana" pinta Riziq. Dengan kesalnya Aisyah pun pergi ke kamar mandi. Di depan kamar mandi Aisyah bertemu dengan Zahira. Aisyah langsung menggeram sementara Zahira sudah tersenyum getir.


" Maaf ka aku kan tidak sengaja" Zahira memelas.


" Hmmm"


Aisyah langsung masuk kamar mandi dan membersihkan muka. Setelah selesai, ia pun duduk kembali bersama Riziq dan Zahira.


Tiba tiba terdengar suara mengetuk pintu.


Tok tok tok.


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


" Ira, kau buka pintu sana, sepertinya ada tamu" pinta Aisyah.


" Iya ka"


Zahira pun membuka pintu, tiba tiba matanya membelalak saat melihat Yusuf berdiri di depan rumahnya Riziq bersama dengan ustad Usman. Zahira malah menganga tak percaya.


" Calon imamku" batin Zahira saat menatap Yusuf yang kini ada di hadapannya. Di tatap seperti itu Yusuf langsung menundukan kepalanya.


" Eh selebor kondisikan matamu, tutup juga mulutmu jangan menganga begitu nanti ada dedemit masuk" ucap ustad Usman. Zahira langsung menutup mulutnya sambil cemberut.


" Sebentar ya" ucap Zahira sambil menutup pintu dan berlari mendekati Aisyah dan Riziq.


" Eh slebor, bukannya di suruh masuk, pintunya malah di tutup" gerutu ustad Usman.


" Siapa yang datang Ira?" tanya Aisyah. Bukannya menjawab, Zahira malah mengipas ngipas wajahnya, dadanya pun bergetar tak biasa membuat Riziq dan Aisyah menatap heran.


" Kau kenapa Ira?" tanya Aisyah kembali.


Zahira malah membereskan penampilannya.


" Ka, bagaimana dengan penampilanku?, apa aku masih terlihat cantik, lipstik yang kupakai masih belum memudarkan?, aku masih terlihat mempesona kan?" tanya Zahira bertubi tubi membuat Aisyah dan Riziq mengeryitkan keningnya.


" Le, coba kau bacakan ayat kursi pada adikmu ini, sepertinya dia sedang kesurupan" ucap Aisyah.


" Aku tidak kesurupan ka, tapi aku sedang merasakan kebahagiaan yang teramat sangat" jawab Zahira masih dengan mengipas ngipas wajahnya dengan tangan.


" Uni, coba kau pegang keningnya, siapa tau anget" pinta Riziq. Saat Aisyah akan memegang kening adik iparnya itu, Zahira langsung menepiskan tangannya Aisyah.


" Aku tidak anget, kalau aku anget, pasti aku sudah di isolasi" jawab Zahira sedikit kesal.


" Lalu kenapa kau bersikap seperti cacing kepanasan begitu?"


" Itu ka di depan, di depan ada ka Yusuf sama si om ustad, sepertinya ka Yusuf mau melamarku deh" ucap Zahira sambil tersenyum senyum.


" Uni, bukan keningnya yang anget, tapi otaknya" ejek Riziq. Aisyah sudah tertawa sementara Zahira sudah mengerucutkan bibirnya kesal.


" Temui dulu Le, mungkin Yusuf ada perlu" pinta Aisyah.

__ADS_1


" Kalau dia beneran mau melamarku, langsung terima saja ya kak" pinta Zahira penuh harap.


" Tidak boleh genit"


Kini mereka pun menemui Yusuf dan ustad Usman yang masih setia berdiri di depan rumah.


" Iraaaa, kenapa kau malah meninggalkan kami di depan pintu" gerutu ustad Usman.


" Terima saja ka" ucap Zahira sambil berbisik.


" Ada apa ustad?, tumben?" tanya Riziq.


" Begini ustad, kami datang kesetiap rumah untuk memberitahukan kalau setiap rumah di anjurkan untuk memasang bendera merah putih karna bulan ini sudah memasuki bulan agustus, apa kalian punya benderanya" tutur ustad Usman.


" Kita punya tapi benderanya kecil ka" jawab Aisyah.


" Badan suamimu tinggi besar, masa pasang benderanya yang kecil" gerutu ustad Usman.


" Suf berikan bendera yang ukurannya besar pada ustad Riziq" pinta ustad Usman. Yusuf pun memberikan bendera yang berukuran sedikit lebih besar pada Riziq.


" Makasih"


" Makasih ka, kau baik hati sekali" ucap Aisyah.


" Enak saja, kalian harus bayar, ini tidak geratis. Berapa suf harganya?" ucap ustad Usman.


" 45.000" jawab Yusuf.


" Aku ralat ucapanku, kau tidak baik hati, tapi kau pelit" gerutu Aisyah.


" Di dunia ini tidak ada yang geratis Aisyah, masuk surga saja kita harus banyak banyak beribadah" ucap ustad Usman. Riziq pun memberikan uang 50.000.


" Jangan lupa kembaliannya 5.000" ucap Aisyah mengingatkan.


" Kau pelit sekali Aisyah, kembalian 5.000 saja masih di tanyakan, anggap saja itu adalah uang tips untuk memasang benderanya" gerutu ustad Usman.


" Huuh, kupikir ka Yusuf datang kemari mau melamarku, ternyata mau dagang bendera. ikhh menyebalkan, kesel deh" gerutu Zahira dalam hati.


Ustad Usman pun memasang bendera itu di tiang yang ada di depan rumahnya Aisyah dengan menggunakan kursi karna tiangnya sangat tinggi. Setelah selesai, ia pun turun dari kursi itu.


" Selesai" ucap ustad Usman.


" Om ustad benderanya kebalik, itu warna merahnya ada di bawah" ucap Zahira memberitau. Semuanya mengadahkan kepalanya ke atas untuk melihat bendera yang sudah di pasang itu.


" Astaghfirullah"


Kini ustad Usman kembali naik kursi untuk membenarkan bendera itu.


" Gara gara otaknya yang terbalik, pasang bendera saja jadi ikutan terbalik" gerutu Aisyah. Setelah selesai membenarkan benderanya, ustad Usman pun tersenyum.


" Sudah benarkan sekarang. Merah putih. Kau dengar Aisyah, bangun tidur dan sebelum tidur kau harus berdiri dan memberi hormat pada sangsaka merah putih" ucap ustad Usman.


" Iya kak, nanti bangun tidur aku hormat dulu pada benderanya. Tapi kalau malam aku tidak janji" ucap Aisyah.


" Kenapa?"


" Kalau malam itu adalah jadwalnya aku dan suamiku mengibarkan bendera perepangan di atas ranjang" ucap Aisyah keceplosan hingga ia langsung menutup mulutnya sendiri.


" Astaghfirullah al azim, Aisyah kau telah mengotori fikirannya Yusuf dan Zahira"


" Maaf, aku keceplosan" ucap Aisyah malu.


" Fikiranku tidak merasa di kotori, karna setelah menikah nanti aku pun akan mengibarkan bendera peperangan bersama ka Yusuf" ucap Zahira. Seketika Riziq langsung menutup mulutnya Zahira.


" Maaf, adiku baru bangun tidur, nyawanya belum kumpul semua jadi bicaranya sedikit ngawur" ucap Riziq.


"Adik dan kakak sama kakak ipar tidak ada bedanya sungguh menggelikan" batin ustad Usman.


" Ya sudah kita pergi dulu, mau keliling keliling rumah yang ada di lingkungan pesantren"


" Asalamualaikum"


" Waalaikum salam"


Ustad Usman dan Yusuf pun pergi dari rumahnya Aisyah.


" Daah ka Yusuf" ucap Zahira sambil melambai lambaikan tangannya. Seketika Riziq langsung memicingkan matanya.


" Kalau kau masih melambai lambaikan tanganmu, kupastikan besok pagi kau sudah ku kibarkan di atas tiang listrik" ucap Riziq sedikit mengancam hingga Zahira langsung menurunkan tangannya karna takut dengan ancaman kakaknya itu.

__ADS_1


__ADS_2