
Sore pun tiba, Kini Aisyah sudah berada di rumahnya umi Salamah. Aisyah sedang berbaring di pangkuannya umi Salamah sedikit bermanja manja. Umi Salamah pun mengelus lembut kepalanya Aisyah.
"Umi aku boleh tanya gak ? " ucap Aisyah sambil menatap ke arah langit langit rumahnya umi Salamah.
"Mau tanya apa ? "
"Dulu waktu umi menikah sama abi, umurnya umi berapa tahun ? " tanya Aisyah, membuat umi Salamah tersenyum penuh arti.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu, umi jadi curiga " ucap umi sambil tersenyum senyum.
"Curiga apa umi, aku hanya bertanya saja " ucap Aisyah menegaskan.
"Umi waktu menikah sama abi, waktu itu umi seumuran sama kamu, tapi Abi sedikit lebih tua dari umi, jarak umur kami sekitar 4 tahun " tutur umi Salamah.
"Umi menikah sama abi karna saling mencintai atau karna di jodohkan ? " tanya Aisyah penasaran. Mata umi sudah mulai memicing, ia mulai curiga pada Aisyah dengan semua pertanyaan pertanyaannya barusan.
" Umi curiga nih sama kamu, jangan jangan kamu sudah ingin menikah ya ? " goda umi Salamah. Aisyah malah mengerucutkan bibirnya.
"Ih umi ko ngomongnya begitu sih, aku cuma ingin tau saja, cuma itu tidak ada yang lain" ucap Aisyah meyakinkan. Umi pun hanya tersenyum.
"Dulu umi sama abi menikah karna di jodoh kan oleh orang tua kami, kebetulan orang tua umi sama abi itu sahabatan, setelah pertemuan pertama sama abi kami, abi pun mengkithbah umi, lalu kami pun
berta 'aruf lalu beberapa bulan kemudian umi sama abi menikah " tutur umi Salamah menjelaskan.
__ADS_1
"Jadi waktu umi nikah umi belum cinta sama abi ? " tanya Aisyah kembali.
"Waktu itu umi belum cinta sama abi, tapi umi yakin dengan seiring waktu umi perlahan lahan bisa mencintai abimu, dan kenyataannya memang benar setelah menikah rasa cinta itu datang dengan sendirinya "
Aisyah yang mendengarpun tersenyum. Ia yakin perlahan lahan ia juga bisa melupakan ustad Rasyid dan menemukan gantinya.
"Kamu sudah siap menikah ? " tanya umi.
"Kenapa umi bertanya seperti itu ? " tanya Aisyah kembali.
"Kalau kau sudah siap untuk menikah nanti abi akan mencarikan jodoh untukmu " ucap umi Salamah.
"Umi jangan bicarakan hal itu aku belum siap " jawab Aisyah tegas. Tiba tiba ada yang mengucap salam dari depan pintu, perlahan Aisyah bangun dan membuka pintu. Sudah terlihat ustajah Ulfi berdiri di depan pintu bersama Riziq. Aisyah pun tersenyum .
Kini Aisyah dan Riziq sudah duduk di hadapannya ustajah Ulfi, untuk mendengarkan pelajaran yang akan di berikan oleh guru prifatnya itu.
"Kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang Jodoh, jodoh artinya pasangan hidup, jika kalian ada yang di tanya tentang siapa jodohmu, maka akan berbeda beda jawabannya, jika yang di tanya belum punya pasangan maka jawabannya, saya ingin jodoh yang sempurna, yang cantik/ ganteng yang soleh / soleha, mapan, hafalan
al qurannya bagus, dan dari keluarga yang baik, biasanya yang belum punya calon akan berharap mendapatkan jodoh yang sempurna. Tapi lain lagi jika sudah punya pasangan, maka jawabannya akan mengarah pada ciri ciri pasangannya, tidak peduli lagi dengan kelebihan dan kekurangan pasangannya. Dan akan berbeda lagi jika seseorang di tanya tentang jodohnya ketika dia pernah gagal dalam pernikahannya atau gagal dalam hubungannya, maka jawabannya biasanya akan mengatakan untuk saat ini belum memikirkan jodoh dulu takut gagal. Kalian tidak perlu takut tidak mempunyai jodoh karna Allah telah mempersiapkan jodoh kita masing masing.
Di surat AN NUR ayat :26
" Wanita wanita yang tidak baik untuk laki laki yang tidak baik, dan laki laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula, wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik "
__ADS_1
(Qs . An nur : 26** )
Dari ayat tersebut Allah menjelaskan laki laki yang baik hanya untuk wanita yang baik begitu juga sebaliknya, Jodoh itu adalah cerminan diri kita, kalau kita soleh /soleha, taat, suka membaca al Quran, baik ahlak dan prilaku, insya Allah, Allah akan mempertemukan kita dengan orang yang seperti itu." tutur ustajah Ulfi menjelaskan panjang lebar. Riziq dan Aisyah pun mengangguk.
"Jadi kalau kita pernah gagal dalam berhubungan itu artinya dia bukan jodoh kita ? "tanya Aisyah penasaran.
"Bisa jadi, tapi kamu tidak perlu takut, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik lagi" tutur ustajah Ulfi.
"Kau dengar uni, kau akan mendapatkan gantinya, kau orang yang baik kau pasti akan mendapatkan jodoh yang baik pula " bisik Riziq pada Aisyah. Aisyah hanya tersenyum.
"Nah, kalian kan sekarang belum punya pasangan, kalau saya tanya pasti kalian akan memberikan jawaban ingin punya pasangan yang sempurna, lalu menurut kalian yang sempurna itu seperti apa sih ? " tanya ustajah Ulfi.
"Hmm menurut saya manusia tidak ada yang sempurna, tapi kalau di tanya seperti apa kesempurnaan itu maka jawaban saya adalah, perempuan yang baik, perempuan yang cantik, yang soleha, pengertian, pintar masak, pintar menjaga dan merawat suami juga merawat diri, pintar menghibur suami juga, pintar mengatur uang belanja lalu....
Belum saja Riziq menyelesaikan ucapannya, Aisyah sudah memotong pembicaraannya lebih dulu.
"Banyak sekali kriteria kesempurnaanmu, kalau kriteriamu sebanyak itu kau akan perjaka seumur hidup " tutur Aisyah menjelaskan.
"Ini kan cuma berandai andai uni " gerutu Riziq. Aisyah hanya tersenyum.
"Lalu menurutmu yang sempurna itu seperti apa Aisyah ? " tanya ustajah Ulfi kembali.
"Saya akan tetap menjawab sebaik nabi Muhhamad saw, setampan nabi Yusuf as dan sekaya nabi Sulaiman as " tutur Aisyah.
__ADS_1
"Si uni ujung ujung nya matre " gerutu Riziq membuat semuanya tertawa.