Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Berkasih sayang


__ADS_3

Siang itu Aisyah sudah berkunjung kerumahnya umi Salamah, tentu saja atas izin dari Riziq. Aisyah sedang asik memasak bersama umi Salamah dan ka Nisa istrinya ustad Usman.


" Umi senang sekali bisa masak bareng kalian, sayang sekali istrinya Soleh tidak bisa kesini karna sedang mengantar putranya mengikuti les pengajian" tutur umi Salamah.


" Aku juga kangen masak bareng umi, karna setelah menikah aku lebih sering memasak di rumah." ucap Aisyah.


" Untunglah ustad Riziq sering makan di rumah, itu artinya dia suka sama masakanmu" ucap umi Salamah. Aisyah pun tersenyum.


" Oh iya Aisyah, apa kau dan ustad Riziq sengaja menunda kehamilanmu? " tanya umi Salamah.


" Tidak Umi, kami tidak menundanya, mungkin masih belum saatnya. Tapi aku yakin, suatu saat Allah pasti akan memberikan malaikat kecilnya pada kami untuk melengkapi keluarga kecilku." tutur Aisyah sambil tersenyum.


" Amiin" ucap kak Nisa.


Tidak lama kemudian. Riziq datang bersama ustad Usman dan ustad Soleh.


" Asalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


Mereka pun masuk ke dalam rumah. Aisyah pun mencium tangan suaminya itu lalu menggandengnya.


" Waah mesra sekali ya pengantin baru, kau sampai membuat iri seseorang yang istrinya lagi pergi" tutur ustad Usman sedikit menggoda ustad Soleh kakanya.


" Kau meledekku Man?" tanya ustad Soleh. Ustad Usman malah tertawa tawa.


" Hei jangan ribut ribut, kita makan siang dulu" ucap Umi Salamah. Aisyah dan kak Nisa sudah mempersiapkan masakannya di teras belakang. Aisyah sudah menuangkan nasi ke dalam piring beserta lauk pauknya, setelah itu ia memberikannya pada Riziq.


" Terima kasih Uni" ucap Riziq sambil tersenyum.


* * * * * *


Riziq sudah duduk di kursi rumah sambil membaca buku. Perlahan Aisyah menghampirinya sambil membawa secangkir teh manis dan menaruhnya di atas meja.


" Terima kasih Uni" ucap Riziq sambil tersenyum. Aisyah pun ikut duduk di sebelah suaminya itu.


" Le boleh aku tanya sesuatu?" ucap Aisyah.


" Apa" tanya Riziq sambil menaruh bukunya, perlahan ia pun meminum teh manis buatan Aisyah.


" Terkadang uni suka iri melihat umi Fadlun yang selalu mesra dengan suaminya, meskipun umur mereka tidak muda lagi" ucap Aisyah.


" Iri kenapa?, jangan jangan uni menyesal ya karna tidak menjadi istri keduanya kiyai Mansyur" goda Riziq pada Aisyah. Seketika Aisyah langsung menepuk lengan suaminya itu.


" Ikh, kata siapa" ucap Aisyah sambil cemberut. Melihat jawaban Aisyah Riziq malah tertawa tawa.

__ADS_1


" Ikh ko malah tertawa sih" ucap Aisyah sedikit kesal.


" Maaf, memangnya uni iri kenapa sama umi Fadlun ?" tanya Riziq serius.


" Ia uni melihat umi Fadlun dan kiyai Mansyur meskipun umur mereka tidak muda lagi, tapi mereka tetap terlihat mesra." ucap Aisyah kembali. Seketika Riziq tersenyum mendengar ucapannya Aisyah.


" Karna mereka saling mencintai " jawab Riziq.


" Kita juga saling mencintai tapi kemesraan kita masih kalah sama mereka"


" Jadi uni ingin mengadu kemesraan dengan mereka? " tanya Riziq sambil menatap Aisyah.


" Tidak juga sih " jawab Aisyah sambil tersenyum.


" Kemesraan terkadang harus tau tempat dan kondisi, uni sudah tau belum cara berkasih sayang mengikut sunah rasullulah saw" tanya Riziq.


" Uni hanya tau bergandengan tangan saja, makanya kalau berjalan berdua beramamu, uni selalu memegang tanganmu, selain itu adalah cara rasul berkasih sayang, itu juga dapat sedikit menghindari dari serangan pelakor" ucap Aisyah sambil memberi tawa kecil di akhir kalimatnya. Riziq pun ikut tertawa mendengar penjelasan dari istrinya itu.


" Aku jelasin ya bagai mana cara berkasih sayang mengikut sunah rasullulah, dan mudah mudahan kita bisa mengikutinya"


Aisyah sudah menghadap pada Riziq siap mendengarkan. Karna setelah menikah, ustajah Ulfi berhenti menjadi guru prifatnya Aisyah.


" Cara berkasih sayang mengikut sunah rasulullah, yang pertama, tidur satu selimut bersama istri"ucap Riziq.


" Yang kedua, memakai wangi wangian. Yang ketiga mandi bersama istri" ucap Riziq kembali. Aisyah malah membulatkan matanya. Seketika Riziq tersenyum.


" Apa uni mau mandi bersamaku? " goda Riziq pada Aisyah. Aisyah langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


" Tidak mau uni malu" wajah Aisyah sudah memerah.


"Yang ke empat, menyikat rambut


suami"


" Rambutmu sudah pendek, sepertinya tidak perlu di sikat, cukup dengan di usap saja pasti sudah rapih" jawab Aisyah. Riziq yang mendengarpun malah tersenyum, ia sedikit gemas pada istrinya itu.


"Yang kelima membantu istri di dapur"


" Yeee, ternyata ada juga ya membantu istri di dapur, Ale, kau mau kan membantuku memasak?" tanya Aisyah.


" Tentu" jawab Riziq singkat.


Riziq pun kembali menjekaskan.


"Yang ke enam, minum bergantian pada tempat yang sama, nabi Muhammad sering meminum di gelas bekas bibirnya Aisyah"

__ADS_1


" Manisnya" ucap Aisyah sambil tersenyum senyum.


" Yang ketujuh, membelai istri" ucap Riziq sambil menatap Aisyah.


" Bukankah setelah menikah dan sampai saat ini setiap malam kau selalu membelaiku ups" seketika Aisyah langsung menutup mulutnya sendiri. Riziq malah tersenyum senyum.


" Apa Uni senang jika aku membelaimu?" tanya Riziq sedikit menggoda Aisyah.


" Menurutmu" ucap Aisyah sambil memalingkan wajah.


" Kenapa wajah uni memerah seperti itu?" tanya Riziq sambil tersenyum.


" Jangan menggodaku, ayo lanjutkan kembali" pinta Aisyah.


" Yang kedelapan, tidur di pangkuan istri"


"Tidak mau kau berat" jawab Aisyah. Seketika Riziq langsung menatap lekat pada istrinya itu.


" Jadi aku berat?" tanya Riziq sambil memicingkan matanya. Aisyah malah tertawa.


" Yang ke sembilan, memanggil dengan kata kata mesra"


" Apa sebutan Uni dan Ale itu adalah panggilan mesra?" tanya Aisyah.


"Jika kau yang memanggilnya itu akan terasa begitu mesra, coba uni panggil aku" pinta Riziq.


" Hai Ale sayang" ucap Aisyah sambil tersenyum. Riziq pun ikut tersenyum.


" Apa sudah terdengar mesra? " tanya Aisyah penasaran.


" terdengar sangat manis " jawab Riziq sambil tersenyum.


" Yang kesepuluh, berjalan berpegangan tangan"


" Bukankah itu yang selalu kita lakukan saat berjalan berdua" jawab Aisyah.


" Uni mau kan mengikuti cara berkasih sayang rasullulah? " tanya Riziq.


" Tentu, tapi tidak dengan nomor empat, uni malu kalau harus mandi bareng denganmu, kau juga adalah laki laki normal, pasti kau macam macam padaku" tutur Aisyah. membuat Riziq tertawa.


" Memangnya kenapa kalau aku macem macem pada uni, aku kan suamimu. Apa uni lebih memilih aku macem macem pada perempuan lain" gida Riziq. Seketika itu pula wajah Aisyah berubah menjadi garang.


" Awas kalau kau berani macem macem pada perempuan lain" ucap Aisyah sedikit mengancam.


" Ternyata bukan hanya sedang datang bulan, tapi sedang cemburu pun uni terlihat menakutkan" ucap Riziq sambil tertawa.

__ADS_1


__ADS_2