
Kini Aisyah dan Riziq sudah berada di per kebunan. Aisyah duduk di kursi bambu dan Riziq berdiri di hadapan Aisyah, jaraknya sekitar 2 meter, mereka sedang menunggu kedatangannya Dewi. Tidak lama kemudian Dewi datang bersama putrinya Syifa yang kini sedang di gendongnya.
" Asalamualaikum " Dewi mengucap salam.
" Waalaikumsalam " jawab Aisyah dan Riziq.
Seketika mata Dewi membelalak menatap sosok Riziq berdiri di hadapannya, saking terkejutnya, ia sampai melepaskan gendongannya Syifa, hampir saja Syifa terjatuh kalau Dewi tak sigap menahannya.
" Riziq " gumamnya lirih sambil ikut duduk bersama Aisyah, ia hampir tak percaya melihat Riziq si bocah ingusan kini sudah tumbuh menjadi lelaki Dewasa.
" Aisyah, apa aku tidak salah liat, apa benar lelaki yang di hadapan kita itu Riziq adiknya ustad Rasyid ? " bisik Dewi pada Aisyah.
" Hmm " jawab Aisyah singkat sambil terus menatap Riziq. Riziq pun tersenyum pada Dewi.
" Apa kabar kak Dewi ? " tanya Riziq.
" Ba baik " jawab Dewi terbata, ia sedikit kurang percaya kalau yang di hadapannyaitu Riziq si bocah ingusan.
" Banyak yang berubah ya setelah 5 tahun kepergianku, tempat ini, perkebunan, suasana pesantren pun nampak berubah. Cuma satu yang tidak pernah berubah " ucap Riziq sambil menatap ke arah perkebunan.
" Apa ? " tanya Aisyah.
" Uni, kau satu satunya yang tidak pernah berubah, uni masih cantik seperti dulu " ucap Riziq membuat wajah Aisyah merah merona. Seketika Dewi langsung berbisik ke telinganya Aisyah.
" Hei apa aku tidak salah dengar, dia menggodamu Aisyah " bisik Dewi. Riziq yang mendengar pun tersenyum.
" Apa aku salah kalau bilang uni Aisyah cantik ?, tapi aku tidak sedang menggodanya aku hanya mengungkapkan fakta yang ada " ucap Riziq masih tetap dengan memandang lurus ke arah perkebunan.
" Kalau cuma Aisyah yang tidak berubah, lantas apa yang berubah dariku ? " tanya Dewi penasaran. Kini Riziq malah tersenyum mendengar pertanyaan Dewi.
__ADS_1
" Ka Dewi nampak terlihat lebih langsing sekarang " jawab Riziq. Seketika Dewi langsung mengeryitkan keningnya.
" Wah, pulang dari kairo kau pandai berbohong, setelah menikah dan melahirkan seorang anak, berat badanku naik 16 kilo, dulu badanku 2 kali lipat dari Aisyah, dan sekarang menjadi 3 kali lipat dari badannya Aisyah " ucap Dewi menjelaskan. Riziq dan Aisyah sedikit rertawa mendengar jawabannya Dewi.
" Benarkah ? " tanya Riziq sedikit tak percaya.
" Kalau kau tak percaya kau boleh menggendogku " jawab Dewi.
" Jangankan menggendongmu, melihatmu saja sudah terasa berat " ucap Aisyah sedikit bercanda.
" Kau ini malah mengejekku Aisyah "
Mereka bertiga pun menatap lurus ke arah perkebunan. Tiba tiba Dewi menatap Riziq yang kini berdiri dihadapannya, ia langsung berbisik pada Aisyah.
" Aisyah, tolong kau bangunkan aku sekarang, sepertinya aku sedang bermimpi melihat Riziq di hadapanku, kau lihat badannya sekarang, dia lebih besar bahkan lebih tinggi dari ustad Rasyid, coba kau lihat perutnya sekarang, terlihat rata, dulu badannya sedikit kurus dan perutnya juga sedikit buncit, apa mataku kurang normal Aisyah ?, sebenarnya dia di beri makan apa di kairo " tutur Dewi sambil berbisik.
Aisyah hanya diam saja, memang benar yang di katakan Dewi, banyak sekali perubahan fisik pada Riziq sahabat kecilnya itu.
" Aisyah sangat kehilanganmu Ziq, hampir tiap hari dia menangisi kepergianmu setelah hampir 3 minggu kau pergi " tutur Dewi. Seketika Riziq tersenyum mendengar jawaban Dewi, sementara Aisyah langsung mencubit tangannya Dewi sambil berbisik.
" Kenapa bilang bilang "
" Memang kenyataannya seperti itu " jawab Dewi.
" Ziq, sekarang kau tinggal dimana ? " tanya Aisyah.
" Aku tinggal di rumahnya kiyai Mansyur, mereka mengizinkanku untuk sementara tinggal di rumahnya selama mereka masih di kairo " jawab Riziq.
" Uni mau tanya, sebenarnya apa hubunganmu dengan kiyai Mansyur, kenapa kau pergi ke kairo bersamanya ? " tanya Aisyah penasaran.
__ADS_1
" Terkadang ada sesuatu yang tak perlu harus di jelaskan " jawab Riziq. Seketika Aisyah terdiam, ia sedikit menaruh curiga padanya.
* * * * * * *
Kini Riziq dan ustad Rasyid sudah berdiri berdampingan di depan rumahnya ustad Rasyid. lni pertama kalinya mereka bertemu kembali setelah 5 tahun berpisah.
" Aang senang sekali akhirnya kau sudah pulang " ucap Ustad Rasyid.
" Apa semenjak aku pergi, aang pernah rindu padaku ? " tanya Riziq.
" Tentu saja aang merindukanmu, aang senang kau pulang, apa sekarang kau sudah cukup menghukumku ? " tanya ustad Rasyid.
" Apa aang merasa kepergianku adalah hukuman untukmu ? "
" Ya, itu yang sering kau bilang padaku " jawab ustad Rasyid.
" Setelah kepergianku, kau tidak mengganggu Aisyah kan ? " tanya Riziq.
" Kenapa kau selalu mencurigaiku, sekarang aku sudah mempunyai seorang putra, Syakir namanya, dia buah hatiku dengan ustajah Yasmin " ucap ustad Rasyid.
Riziq malah tersenyum sambil memandang ke arah lain.
" Apa aang sudah mencintai ustajah Yasmin ? "
Seketika ustad Rasyid terdiam. Meskipun sudah mempunyai seorang putra, ustad Rasyid tidak bisa membohongi perasaannya kalau dia masih menaruh hati pada Aisyah.
" Kau masih mencintai Aisyah ? " tanya Riziq sambil menatap wajah kakaknya itu. Ustad Rasyid hanya diam saja sambil memalingkan wajahnya.
" Kini aku sudah kembali, kupastikan aku akan merebut Aisyah darimu, terutama dari hatimu " ucap Riziq sambil menunjuk ke arah dadanya ustad Rasyid.
__ADS_1
" Kau menyayangi Aisyah ? " tanya ustad Rasyid.
" Bukankah dari dulu aang tau kalau aku menyayangi Aisyah, bahkan aku lebih menyayanginya daripada dirimu " jawab Riziq menegaskan. Ustad Rasyid hanya diam saja, Riziq pun langsung meninggalkan kakaknya itu.