Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Salah orang


__ADS_3

Masih dengan Riziq yang menggendong Aisyah sampai rumah. Setelah tau kalau Aisyah tidak hamil, Riziq merasa tubuhnya terasa lemah dan kelelahan. Aisyah menatap heran pada suaminya itu.


" Kau kenapa Le?" tanya Aisyah.


" Ku pikir kau hamil uni, tadi saat kupikir kau hamil, tenagaku seperti habis di cars ful 100%, aku menggendongmu seperti menggendong kertas, sangat ringan terasa. Tapi saat mendengar kau tidak hamil, tenagaku seperti lowbet, aku menggendongmu saat pulang kerumah seakan aku seperti menggendong ka Dewi, beraaaaaaaat sekali" tutur Riziq. Aisyah hanya tersenyum senyum saja.


" Sepertinya kau sangat menginginkan anak lagi?" tanya Aisyah.


" Tentu saja, banyak anak banyak rejeki, dan saat masa tua kita nanti, akan terasa ramai dengan banyaknya anak anak" tutur Riziq.


" Tapi kan Adam sama Hawa masih kecil, baru juga menginjak 3 bulan, masa aku sudah hamil lagi, kau fikir masa masa kehamilan itu tidak berat, belum lagi saat melahirkan, kau mau kucekik lagi" ucap Aisyah. Riziq malah tertawa.


Tiba tiba Dewi datang.


" Berapa usianya?" tanya Dewi penasaran.


"3 bulan" jawab Riziq. Dewi langsung membelalakan matanya.


" Astaghfirullah, Jadi pas Adam dan Hawa di lahirkan, sehari setelah itu dalam perutmu langsung ada isinya lagi Aisyah?, Allahu akbar, keajaiban dunia ini." ucap Dewi sedikit heboh. Aisyah dan Riziq hanya mengeryitkan keningnya tak mengerti apa yang di katakan oleh Dewi.


" Apa maksudmu Wi?" tanya Aisyah.


" Tak kusangka kau ustad Riziq, kau kan mengerti agama, kenapa kau langsung melakukan itu pada Aisyah" ucap Dewi sedikit tak percaya.


" Memangnya aku melakukan apa?" tanya Riziq tak mengerti.


" Kau menyentuh Aisyah sehari sesudah dia melahirkan, kau menyentuhnya saat dia dalam masa nifas. Jadi ketika Adam dan Hawa berumur 3 bulan, maka usia kandungan Aisyah pun 3 bulan juga" tutur Dewi tak nyambung. Aisyah dan Riziq semakin di buat bingung.


" Aku masih tidak mengerti dengan ucapanmu itu Wi" ucap Aisyah.


" Akan ku beri tau bi Ratna kalau kau sedang hamil 3 bulan, bi Ratna pasti langsung pingsan. Asalamualaikum" ucap Dewi sambil berlalu pergi.


"Waalaikumsalam"


" Dewi kerasukan setan apa ya, kenapa kau menjawab 3 bulan Le?" tanya Aisyah.


" Aku menjawab tiga bulan, karna kupikir ka Dewi menanyakan usia Adam sama Hawa" jawab Riziq.


" Biarkan saja dia dengan pemikirannya yang oleng itu" ucap Riziq kembali. Aisyah malah tertawa.


" Oh ya uni sekarang tidak apa apa kau belum hamil lagi, mulai malam ini aku akan melakukan proses pembuahan secara berkala biar kau cepat hamil lagi" ucap Riziq. Aisyah pun mengeryitkan keningnya.


" Sepertinya kau perlu di ruqiah Le, aku curiga di otakmu yang cerdas itu tersimpan jin genit yang setiap waktu selalu siap menggoda keimananmu" tutur Aisyah hingga Riziq tertawa tawa. Tiba tiba ia langsung terdiam.


" Kenapa Le?" tanya Aisyah heran.


" Uni, hari libur kan masih panjang, mau tidak kau menemaniku mencari ayah" tanya Riziq sedikit ragu. Aisyah pun terdiam, ini pertama kalinya Riziq menyinggung soal ayahnya.

__ADS_1


" Tentu saja mau, tapi memangnya kau masih ingat dimana rumahnya?" tanya Aisyah. Riziq pun terdiam.


" Aku tidak tau, tapi kata aang, ayah sudah pindah rumah"


" Ya sudah kau tanyakan lagi saja pada kakakmu, siapa tau ustad Rasyid sudah mendapatkan alamatnya yang baru" tutur Aisyah.


" Aang Rasyid sepertinya tidak suka kalau aku menanyakan tentang ayah, dia seperti menyimpan rasa sakit dalam hatinya ketika ayah membuangnya kesini" tutur Riziq.


* * * * * * *


Sementara ustad Usman yang baru sampai kerumah.


" Asalamualaikum" ucap ustad Usman.


" Waakaikumsalam"


Umi Salamah merasa heran melihat anaknya itu.


" Kenapa datang datang wajahmu seperti benang kusut begitu?" tanya umi Salamah heran.


" Aku punya kabar yang akan mengguncang dunia, mungkin ini kabar baik, namun sedikit buruk untukku" jawab ustad Usman.


" Memang nya kau punya kabar apa?"


" Aisyah hamil" jawab ustad Usman. Seketika umi Salamah terkejut mendengarnya, begitu pun dengan Nisa.


" APA, AISYAH HAMIL????"


" Ia tadi aku melihat ustad Riziq menggendong Aisyah ke klinik, dokter Husna bilang kalau Aisyah hamil" tutur ustad Usman.


Tiba tiba umi tersenyum.


" Tidak apa apa Aisyah hamil lagi, umi senang, semakin banyak anak anak akan semakin ramai rumah ini dengan kebahagiaan" ucap umi Salamah.


" Aku siap membantu Aisyah menjaga anak anak" ucap Nisa.


" Pasti si Aisyah setiap malam selalu menggoda si ustad berondong itu. Setiap malam dia pasti mengibarkan bendera peperangan di atas ranjang. Si ustad brondongkan umurnya masih unyu unyu, pasti hasrat dan birahinya sedang menggebu gebu, jadi saat si Aisyah sedikit saja menyingkap rok gamisnya, dia pasti langsung menyerangnya tanpa aba aba" tutur ustad Usman.


" Nisa, kau bawa suamimu ke klinik, suruh dokter Husna memeriksa kejiwaannya" ucap Umi Salamah. Seketika itu pula Nisa tertawa terbahak bahak.


" Ha ha ha ha" Nisa tak henti hentinya menertawakan suaminya sampai matanya berair. Ustad Usman sudah mengerucutkan bibirnya.


" Nis, kau tak berhenti menertawakanku, kupastikan uang bulananmu ku potong 30%" ucap ustad Usman sedikit mengancam. Seketika itu pula Nisa terdiam karna takut ada potongan uang bulanannya.


Tiba tiba ada yang mengucap salam di depan rumah.


" Asalamualaikum"

__ADS_1


"Waalaikumsalam" jawab Umi Salamah dan Nisa.


" Astaghfirullah" ucap ustad Usman. Umi Salamah mengeryitkan karna ustad Usman malah mengucap istighfar bukan menjawab salam.


" Waalaikumsalam Usman, bukan Astaghfirullah" ucap umi Heran.


" Waalaikumsalam, maaf umi mulutku repleks mengucap istighfar saat mendengar Aisyah datang" ucap ustad Usman.


" Memangnya kenapa kalau Aisyah datang?" tanya umi Salamah heran.


" Tentu saja itu adalah zona tidak aman untuku umi, ZONA GAWAT DARURAT"


" Lama lama otakmu sedikit bergeser" ucap umi sambil menggelengkan gelengkan kepalanya.


" Apa umi lupa saat Aisyah ngidam dulu, dia mengerjaiku tanpa ampun, aku tidak mau ngidam kehamilan yang sekarang dia mengerjaiku kembali" tutur ustad Usman sedikit waspada.


Umi Salamah dan Nisa malah tersenyum senyum mendengar pertuturan ustad Usman. Nisa dan umi Salamah langsung membuka pintu dengan antusiasnya.


" AISYAAAAAH" teriak umi Salamah dan Nisa dengan senangnya sambil memeluk Aisyah. Tentu saja Riziq dan Aisyah terdiam saat mereka memperlakukan Aisyah berbeda.


" Kenapa umi?" tanya Aisyah. Lalu Aisyah menatap heran pada ustad Usman yang sudah berdiri di pojokan ruang tamu.


" Kak Usman kenapa berdiri disitu?" tanya Aisyah heran.


" Kau tidak perlu memperhatikanku Aisyah, perhatikan saja mereka yang sedang berbahagia untukmu" jawab ustad Usman sedikit takut.


" Berbahagia untuku?" ucap Aisyah tak mengerti.


" Selamat ya Aisyah, umi senang kau hamil lagi" ucap umi Salamah.


" Kau tidak perlu khawatir, kak Nisa akan membantu untuk menjaga Adam dan Hawa" ucap Nisa.


Aisyah dan Riziq pun terkejut, Tiba tiba ia tersenyum.


" Umi aku tidak hamil" jawab Aisyah.


" Kau tidak hamil ?"


" Hmmm"


" Tapi kata Usman kau di gendong suamimu ke klinik dan kata dokter Husna kau hamil" tutur umi Salamah.


" Ia tadi kakiku terkilir dan perutku mual gara gara salah makan, dan Ale membawaku ke klinik, yang hamil itu ustadzah Yasmin, mungkin yang di maksud oleh dokter Husna adalah ustadzah Yasmin" tutur Aisyah.


Seketika itu Umi Salamah dan Nisa langsung menggeram.


" USMAAAAN"

__ADS_1


Ustad Usman langsung tersenyum malu.


"Alhamdulilah aku selamat"


__ADS_2