Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Siapa dia?


__ADS_3

Sementara dengan Aisyah dan Riziq, mereka sudah sampai di bandara. Mereka duduk bersama umi Fadlun menunggu kiyai Mansyur datang.


Aisyah sudah khawatir sedari tadi mengingat putra putrinya.


" Kenapa uni, sepertinya kau nampak gelisah?" tanya Riziq.


" Uni kepikiran anak anak Le, uni takut mereka rewel"


" Uni telepon umi Salamah, tanyakan apa anak anak baik baik saja" ucap Riziq.


Aisyah pun menghubungi umi Salamah.


" Asalamualaikum umi"


" Waalaikumsalam" jawab umi Salamah.


" Mi, anak anak tidak rewelkan?" tanya Aisyah cemas.


" Anak anak baik baik saja, mereka sangat senang dan anteng di jaga oleh kakakmu" jawab umi Salamah. Dan benar saja, kini Adam dan Hawa sedang di gendong ustad Usman. Yang satu menarik kopeahnya dan yang satu menarik sorbannya. Ustad Usman hanya diam dan pasrah dengan apa yang di lakukan oleh Adam dan Hawa.


" Terima kasih ya umi, dari tadi aku khawatir dengan anak anak"


Setelah selesai menanyakan Anak anaknya, Aisyah pun duduk kembali. Setelah 15 menit kemudian kiyai Mansyur pun terlihat dari kejauhan.


" Itu abi" tunjuk Riziq.


Mereka pun langsung berdiri. Tiba tiba Aisyah terdiam melihat kiyai Mansyur berjalan dengan seorang perempuan muda yang umurnya di bawah Aisyah.


" Siapa perempuan itu, kenapa dia berjalan dengan kiyai Mansyur. Apa dia istri barunya kiyai Mansyur?" tanya Aisyah dalam hati.


Aisyah langsung menatap umi Fadlun. Dan yang ditatap malah tersenyum sambil melambaikan tangannya pada mereka. Seketika perempuan muda itu berlari sambil melambai lambaikan tangannya.


" Kak Riziiiiq" panggil perempuan itu.


Deg.


Aisyah terkejut dengan perempuan itu yang memanggil nama suaminya. Perempuan itu sudah merentangkan tangannya sambil berlari mendekati mereka, seperti ingin memeluk seseorang. Seketika itu pula Aisyah sigap, ia langsung menggandeng erat lengan suaminya.

__ADS_1


Perempuan itu berhenti di hadapannya Riziq sambil memandang lekat pada Aisyah. Ada ribuan tanda tanya yang tersirat di wajah perempuan itu saat menatap Aisyah.


" Zahra" ucap Riziq. Perempuan itu bernama Zahra. Seketika Aisyah langsung menatap Riziq, seakan ia ingin bertanya siapa perempuan yang ada di hadapannya itu.


" Kak Riziq, aku kangen" ucap Zahra antusias. Riziq hanya tersenyum saja, lalu ia menatap Aisyah yang sedari tadi seperti patung menatap mereka berdua.


" Uni, ini Zahra, dia keponakannya umi Fadlun" ucap Riziq memperkenalkan.


" Dan Zahra, ini Aisyah, dia adalah istriku" ucap Riziq kembali. Mereka memandang satu sama lain, ada rasa tak suka dalam diri Aisyah begitupun dengan zahra yang menatap tak suka pada Aisyah. Jangankan bersalaman menyapa pun mereka sepertinya enggan.


" Jadi ini kak Aisyah" gumam Zahra dalam hati.


" Siapa perempuan ini, ada hubungan apa dia dengan suamiku, sepertinya mereka sangat akrab, tapi entah kenapa aku tak suka dengannya meskipun dia adalah keponakannya umi Fadlun" gumam Aisyah dalam hati.


" Uni" panggil Riziq. Mau tidak mau Aisyah pun merentangkan tangannya pada Zahra, dan Zahra pun menjabat tangan Aisyah.


" Zahra, kau tidak kangen sama umi" ucap umi Salamah. Seketika Zahra langsung memeluk umi Fadlun. Kiyai Mansyur pun mendekat dan memeluk Riziq.


" Apa kabar Ziq?" tanya kiyai Mansyur.


" Aisyah" panggil kiyai Mansyur.


Aisyah pun mengangguk tersenyum. Lalu kiyai Mansyur memeluk umi Fadlun sambil mencium keningnya.


" Kak Riziq, apa kau tidak Rindu padaku?, kenapa kau tidak kembali lagi ke Kairo" ucap Zahra sedikit genit, membuat Aisyah mendengus kesal.


" Aku sudah mendapatkan kebahagiaanku disini" jawab Riziq sambil menatap Aisyah. Ada rasa tak suka di raut wajahnya Zahra.


Setelah beristirahat sejenak. Mereka pun langsung pulang. Aisyah dan Riziq menaiki taxi berdua, sementara kiyai Mansyur, umi Fadlun dan Zahra menaiki taxi yang lain.


Di dalam taxi Aisyah diam saja sambil cemberut, ia benar benar tak suka dengan Zahra yang sok akrab dengan suaminya. Riziq pun terheran melihat Aisyah yang hanya diam saja sedari tadi.


" Uni kenapa dari tadi diam saja?" tanya Riziq.


" Le siapa sebenarnya Zahra itu?, ada hubungan apa kau dengannya, seperinya kalian sangat akrab" ucap Aisyah sambil cemberut. Namun Riziq malah tersenyum melihat raut wajah Aisyah yang nampak cemburu.


" Kenapa Hmm?, aku melihat kecemburuan di wajahmu" ucap Riziq sambil menatap Aisyah.

__ADS_1


" Aku tidak suka dengan keponakan umi Fadlun itu, dia sangat kecentilan padamu" ucap Aisyah. Riziq pun tersenyum.


" Sepertinya kau benar benar cemburu ya Uni?"


" Kalau ia memangnya kenapa" tanya Aisyah sedikit kesal.


" Itu artinya aku bukan hanya manis tapi juga tampan, hingga banyak perempuan yang menyukaiku" ucap Riziq sedikit menggoda Aisyah. Hingga Aisyah menjadi sangat kesal, lalu tanpa aba aba ia mencubit keras pinggangnya Riziq. Hingga Riziq langsung menjerit seketika.


" Aaaawww"


Seketika sang supir langsung menginjak rem mobilnya karna terkejut mendengar jeritan Riziq yang nampak kesakitan.


Sssreeeeetttt...


Hingga Riziq dan Aisyah terkejut di buatnya.


" Pak kenapa berhenti mendadak?" tanya Aisyah heran.


" Saya kaget kenapa si mas nya menjerit" tanya pak supir. Aisyah dan Riziq langsung saling pandang.


" Saya di gigit semut pak" ucap Riziq lirih. Seketika pak supir langsung panik.


" Ya Allah, ada semut di taxi saya mas?, maaf ya mas, setelah ini saya akan membeli kapur bagus dan semprotan pembunuh serangga, jadi tidak akan mengganggu kenyamanan penumpang" ucap pak supir. Riziq pun tersenyum getir, sementara Aisyah sudah tertawa tawa di balik kerudungnya. Perjalanan pun di lanjut kembali.


Sesampainya di depan gerbang pesantren. Aisyah pun turun terlebih dulu, sementara Riziq membayar taxi terlebih dulu.


" Mas, kira kira, semut jenis apa ya, yang tadi menggigit kulit masnya, sepertinya gigitannya sangat mematikan?" tanya pak supir penasaran.


" Semut betina yang lagi cemburu" jawab Riziq sambil keluar dari taxi. Membuat pak supir mengeryitkan keningnya mendengar jawaban dari Riziq.


Aisyah sudah menggandeng lengan Riziq saat melihat Zahra keluar dari taxi.


" Kau jangan dekat dekat dengan perempuan itu, aku tidak suka" ucap Aisyah menegaskan.


Mereka pun berjalan menuju rumahnya kiyai Mansyur. Aisyah sudah menjaga jarak dengan Zahra.


" Pokonya sampai rumah kau harus menjelaskan siapa perempuan itu sebenarnya" bisik Aisyah pada Riziq.

__ADS_1


__ADS_2