Jodoh Aisyah

Jodoh Aisyah
Hilang


__ADS_3

Masih dengan rombongan pesantren yang berlibur di kebun binatang. Setelah tau hasil jepretan Syifa gagal Zahira terus cemberut kesal hingga Dewi heran melihatnya.


" Kenapa kau Ira?" tanya Dewi.


" Hasil jepretan anakmu mengecewakan" jawab Zahira masih dengan cemberut kesal.


" Jangan menyalahkan Syifa, Syifa kan masih kecil, lagian diakan seorang santri putri bukan seorang potograper" jawab Dewi.


Tiba tiba ustad Usman dan Nisa menghampiri mereka.


" Kenapa kalian ribut ribut begitu?" tanya ustad Usman.


" Kepo. Kata ka Riziq orang yang suka ingin tau urusan orang lain, uban di kepalanya akan tumbuh mendadak" jawab Zahira. Ustad Usman hanya mengeryitkan keningnya.


" Ira, kau mau ikut ga kita mau lihat harimau" ucap Nisa.


" Tante Nisa jangan repot repot pergi mencari harimau, tante Nisa tinggal tatap saja suamimu, bukankah dia mirip dengan harimau" jawab Zahira. Nisa dan Dewi sudah tersenyum senyum sementara ustad Usman sudah menggeram.


" Eh slebor, kenapa kau membandingkanku dengan harimau, memangnya aku semenakutkan itu, apa kau mau aku menerkamu" ucap ustad Usman sedikit kesal. Zahira pun cemberut.


" Ira kenapa kau cemberut terus dari tadi?" tanya Nisa.


"Aku sedang gelisah galau dan merana tante" jawab Zahira. Nisa dan ustad Usman pun mengeryitkan keningnya.


" Di usiamu yang masih di bawah umur, memangnya kau sudah mengerti yang namanya gegana?" ucap ustad Usman.


" Tentu saja aku mengerti, umurku kan sudah menginjak 18 tahun" jawab Zahira.


" Ia 18 tahun, tapi kurang 3 tahun" ledek ustad Usman hingga Zahira cemberut kesal.


" Ya sudah, kalian mau ikut ga pergi melihat lihat sepesies sejenis kalian"


" Aku tidak ikut, badanku pegal semua, sepertinya aku perlu energi tambahan" ucap Dewi.


" Bukan kah kau belum lama ini makan bareng kita, sekarang kau sudah laper lagi?" tanya ustad Usman tak percaya. Dewi sudah menganggukan kepalanya.


" rasa laperku kan 2 x lipat dari kalian" jawab Dewi sambil tersenyum malu. Ustad Usman dan Nisa pun mengeleng gelengkan kepalanya.


" Ya sudah aku istirahat sekalian mau makan lagi, asalamualaikum" ucap Dewi sambil berlalu bersama Syifa menemui yang lain yang kini sedang istirahat di atas tikar yang mereka bawa. Saat Dewi berjalan ia bertemu dengan Aisyah dan Riziq.


" Wi, kau melihat Zahira tidak?" tanya Aisyah.


" Sepertinya dia di makan induk gajah" jawab Dewi sambil cengengesan.


" Dan kau induk gajahnya" jawab Aisyah seketika hingga Dewi mengerucutkan bibirnya yang mungil.


" Tadi dia pergi bersama ustad Usman dan ka Nisa" jawab Dewi.


" Ya sudah terima kasih ka Dewi, kami permisi mau menyusul mereka" ucap Riziq sambil menarik tangan Aisyah. Adam dan Hawa masih tertidur dan dijaga oleh umi Fadlun dan umi Salamah.


Setelah berkeliling keliling akhirnya Aisyah dan Riziq bertemu dengan Zahira.


" Ira ka Aisyah dari tadi nyariin kamu" ucap Aisyah.


" Untuk apa kau mencari cari Zahira, biarkan saja dia menjadi spesies baru di kebun binatang ini, sepertinya Ira akan menarik banyak perhatian pengunjung" tutur ustad Usman sedikit cekikikan. Hingga Zahira cemberut kesal. Begitu juga dengan Riziq yang sudah memicingkan matanya pada ustad Usman. Ustad Usman yang sadar akan hal itu, ia pun sedikit takut.


" Maaf ustad Riziq, aku hanya bercanda, lagian asal kau tau adikmu itu telah berhasil menguras dompetku, masa tiap ada pedagang yang lewat di berentiin semua, kupikir dia mau bayar sendiri eh ternyata dia minta di bayarin" gerutu ustad Usman.


Aisyah sudah tertawa tawa.


" Om ustad tidak boleh pelit pelit pada anak yatim sepertiku" ucap Zahira.


" Iya iya aku iklas lahir batin" jawab ustad Usman.


" Eh disana ada kereta keliling, bagaimana kalau kita naik kereta itu untuk berkeliling melihat lihat binatang disini" Zahira memberi usul.


" Kau masih pantas menaiki kereta keliling karna kau masih bocah, nah aku apa aku masih pantas menaiki kendaraan itu, aku malu dengan umurku" ucap ustad Usman.


" Kenapa harus malu?, om ustad nyadar ya kalau sekarang sudah tua, lagian kita tidak akan menemukan kendaraan itu di pesantren" ucap Zahira sedikit meledek.


" Ayo Le kita naik kereta" ucap Aisyah sambil menarik tangannya Riziq menuju tempat pembelian tiket. Ustad Usman, dan Nisa pun terpaksa menyusul, begitu pun Zahira. Setelah membeli tiket, mereka pun menaiki kereta keliling itu satu persatu.


" Hati hati sarungnya pada melorot" ucap pak supir yang merasa heran karna jarang ada pengunjung yang menggunakan sarung. Mereka pun berkeliling keliling melihat binatang yang ada di sana. Saat melewati tempat peristirahatan mereka, mereka pun berteriak sambil melambai lambaikan tangan pada mereka yang kini sedang asik istirahat. Umi Salamah dan umi Fadlun pun melambai lambaikan tangannya pada mereka. Saat Syifa melihat, ia langsung merengek minta ikut.

__ADS_1


" Ibu, aku ingin naik kereta itu sama ka Zahira" ucap Syifa sambil merajuk.


" Keretanya tidak bisa berhenti di tengah jalan" ucap Dewi mencoba membujuk Syifa.


" Tapi aku mau naik kereta itu" rengek Syifa.


" Ya sudah, kau naik punggung ibu saja kan tidak ada bedanya" ucap Dewi.


" Tapi ibukan bukan kereta"


" Syifa, kau anggap saja kalau ibumu itu BUSWAY" ucap bi Ratna. Hingga umi Fadlun dan umi Salamah tersenyum senyum mendengar ucapannya bi Ratna. Dewi sudah mengerucutkan bibirnya.


" Mereka sudah seperti pacaran saja asik asikan berkeliling keliling naik kereta wara wiri hingga lupa sama anak anak nya" gerutu Dewi.


Setelah lama berkeliling di kebun binatang dan membeli oleh oleh, mereka pun memutuskan untuk pulang. Liburan kali ini membuat mereka terhibur karna aktifitas yang padat di pesantren membuat mereka sedikit membutuhkan hiburan. Riziq dan Aisyah berjalan untuk menemui yang lain di tempat istirahat, di ikuti oleh ustad Usman, Nisa dan Zahira.


" Ka aku cape banget, kau tidak mau menggendongku" ucap Zahira pada Riziq.


" Apa maksudmu Ira?" tanya Riziq.


" Kakiku pegal dari tadi berkeliling terus, kau gendong aku ya, badanmu kan tinggi besar, masa tidak kuat menggendongku yang yang mungil dan imut ini" tutur Zahira sedikit merengek pada Riziq. Aisyah pun mengeryitkan keningnya.


" Kau jangan macam macam Ira, sebentar lagi kita sampai di tempat istirahat" jawab Riziq.


" Ya sudah kalau kau tidak mau menggendongku, aku akan menyuruh ka Yusuf untuk menggendongku" ucap Zahira.


" Iya suruh saja Yusuf menggendongmu, nanti setelah Yusuf menggendongmu, akan ku suruh Yusuf untuk melemparmu ke sungai" tutur Riziq. Zahira sudah cemberut, sementara Aisyah dan Ustad Usman sudah cekikikan.


Setelah semua berkumpul di tempat istirahat tadi. Mereka memutuskan untuk pulang karna hari sudah sore.


" Hati hati ya, cek barang masing masing takutnya ada yang ketinggalan" ucap ustad Soleh mengingatkan. Saat berjalan menuju germang keluar, Aisyah dan ustadzah Ulfi pun pergi ke toilet terlebih dulu di ikuti oleh Zahira.


" Ira kau tidak mau ke kamar kecil dulu?" tanya Aisyah.


" Tidak ka, aku tunggu di luar saja, aku capek banget, ngantuk" ucap Zahira sambil menguap.


" Ya sudah kau tunggu disini sebentar jangan kemana mana" ucap Aisyah sambil berlalu ke toilet bersama ustadzah Ulfi. Setelah Aisyah dan ustadzah Ulfi keluar dari tolilet, Aisyah terdiam karna Zahira tidak ada.


Aisyah sudah mencari cari Zahira namun adik iparnya itu tidak ada. Aisyah sudah panik sendiri.


" Ira kemana ya, bukannya tadi dia menunggu disini" ucap Aisyah.


" Mungkin Zahira sudah menyusul yang lain ke parkiran" ucap ustadzah Ulfi. Aisyah pun mengangguk dan menemui yang lain di gerbang luar. Aisyah sudah mencari cari Zahira di gerbang luar.


" Le kau lihat Zahira tidak?" tanya Aisyah.


" Bukannya Ira tadi bersamamu uni" jawab Riziq.


" Iya Le, tadi waktu aku dan ustadzah Ulfi masuk ke tolilet, Ira menunggu di luar. Setelah aku keluar tiba tiba Ira tidak ada"


" Kau sudah menghubunginya Aisyah?" tanya ustad Soleh.


" Sudah ka, tapi tidak di angkat" jawab Aisyah.


Riziq pun sudah menghubungi ponselnya Zahira begitupun dengan ustad Rasyid, namun ponselnya Zahira tidak aktif.


" Le, kau cari Zahira Le, aku takut dia kenapa napa" ucap Aisyah cemas.


" Jangan jangan jahira di culik" ucap Dewi.


" Jangan memperkeruh suasana" ucap bi Ratna pada Dewi. Aisyah sudah semakin panik.


" Tidak akan ada yang berani menculik Zahira. Diakan sedikit menyebalkan, pasti penculiknya itu mikir 1000 x untuk menculik Zahira" tutur ustad Usman.


" Usmaaaaaan" geram umi Salamah.


" Ya sudah aku akan mencari Zahira ke dalam" ucap Riziq sambil berlalu masuk kembali ke kebun binatang itu. Di ikuti oleh ustad Rasyid dan ustad Soleh. Mereka sudah berkeliling keliling mencari Zahira. Hingga lebih dari 30 menit. Mereka pun kembali lagi ke luar gerbang.


" Bagaimana Le Zahira ketemu?" tanya Aisyah.


" Aku sudah berkeliling keliling mencari Ira tapi tidak ketemu" jawab Riziq. Seketika Aisyah langsung menangis.


" Le, cari lagi adikmu" pinta Aisyah sambil sesegukan.

__ADS_1


" Apa mungkin sore sore begini ada wewe gombel di kebun binatang" ucap Dewi sembarangan. Hingga bi Ratna menepuk pundaknya Dewi sedikit kesal.


" Sudah bibi bilang jangan memperkeruh suasana"


Tiba tiba Aisyah pingsan mendengar ucapannya Dewi. Semua nampak terkejut.


" Uniiiiii" teriak Riziq saat melihat Aisyah pingsan. Riziq langsung membawa Aisyah ke kursi yang ada di parkiran lalu mencoba menyadarkan Aisyah.


" Uni, bangun uni" ucap Riziq sambil mengoleskan minyak angin.


" Mungkin Zahira tersesat di dalam" ucap ustadzah Ulfi.


" Kalau tersesat di dalam masih mending, bagaimana jika Zahira tersesat di kandang harimau" ucap ustad Usman.


" Harimaunya yang akan takut pada Zahira" jawab Dewi.


" Coba umumin pake speker di tempat pengumuman" pinta ustad Azam.


" Ya sudah biar aku saja yang kesana" pinta ustad Usman sambil berlalu kedalam.


" Si slebor ada ada aja pake hilang segala"


Suara pengumuman pun terdengar jelas sampai ke parkiran.


" Perhatian kepada pengunjung yang bernama selebor di tunggu di parkiran oleh rombongannya, sekali lagi panggilan untuk selebor di tunggu di parkiran oleh rombongannya" ucap petugas perempuan yang bertugas disana.


Yang ada di parkiran nampak kebingungan mendengar pengumuman itu.


" Selebor?, siapa selebor?" tanya ustad Azam.


" Mungkin pengunjung yang lain yang hilang" ucap mang Ilham.


" Soleh, kau samperin adikmu itu, sekalian kau geplak kepalanya, karna sedari tadi dia mengoceh tak jelas" pinta umi Salamah. Ustad Soleh pun masuk kedalam sambil menghampiri Ustad Usman. Saat Aisyah sadar dari pingsannya, Riziq dan bi Ratna mencoba menenangkannya.


" Kau tenang saja uni, Zahira pasti ketemu" ucap Riziq sambil menghapus air mata istrinya itu. Kini terdengar kembali pengumuman di sepeker.


" Perhatian kepada pengunjung yang bernama Zahira Rahmadia Alfiqri dari rombongan


pesantren A di tunggu segera di parkiran" ucap petugas pengumuman. Namun Zahira belum muncul muncul juga.


" Ini mah beneran si selebor di culik. Sungguh naas nasib si penculiknya, dia pasti kerepotan dengan tingkah menyebalkannya bocah ingusan itu" ucap ustad Usman.


" Kau jangan bicara sembarangan" ucap ustad Soleh. Karna tidak ada tanda tanda Zahira datang, akhirnya ustad Usman meminjam speker itu, kini ia yang bicara sendiri.


"Asalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Pengumuman, telah hilang perempuan kecil bernama Zahira Rahmadia alfiqri anak perempuan berumur 18 tahun kurang 3 tahun, memakai baju pink dengan ciri ciri, tubuh kecil, kalau bicara sedikit cerewet, rese dan menyebalkan, jika ada yang menemukan anak perempuan dengan ciri ciri tersebut tolong hubungi petugas disini, bagi yang berhasil menemukannya, akan mendapatkan hadiah dari ustad Riziq dan ustad Rasyid selaku kakaknya. Wasalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh" tutur ustad Usman. Ustad Soleh hanya menggeleng gelengkan kepalanya mendengar pengumuman dari adiknya itu. Sementara kiyai Husen sudah menepuk jidatnya sendiri mendengar pengumuman dari putranya itu.


" Kau dengar tidak bi, pengumuman dari putramu itu, sepertinya dia harus sering sering di rukiah" ucap umi Salamah pada kiyai Husen. Aisyah masih menangis di pelukan Riziq.


" Kau harus tenang uni, mudah mudahan Ira ketemu" ucap Riziq menenangkan. Setelah hampir satu jam menunggu, namun Zahira belum juga di temukan padahal petugas dari kebun binatang itu banyak yang membantu mencari Zahira. Ustad Usman dan ustad Soleh pun datang.


" Gimana ustad, apa Zahira ketemu?" tanya Riziq cemas. Ustad Usman dan ustad Soleh pun menggelengkan kepalanya.


" Astaghfirullah alazim" ucap mereka serempak. Tiba tiba Aisyah pingsan kembali.


" Uniii"


" Astaghfirullah Aisyah pingsan lagi?" tanya umi Salamah.


" Ustad Riziq, bawa Aisyah ke mobil saja, urusan Zahira nanti kita yang bantu mencari" ucap kiyai Husen. Riziq pun menggendong Aisyah menuju mobil. Di ikuti oleh ustad Usman yang membantu membuka pintu mobil. Ustad Usman sedikit terheran karna pintu mobil tidak terkunci.


" Cepat bawa Aisyah kedalam" ucap ustad Usman sambil masuk kedalam duluan. Tiba tiba matanya membelalak sempurna saat melihat Zahira sedang tertidur di kursi mobil.


" Astaghfirullsh alazim, SLEBOOOOR" ucap ustad Usman sambil berteriak, tentu saja membuat yang lain terkejut.


" Ada apa ustad?" tanya Riziq.


" Kau lihat ustad adikmu itu sedang mendengkur di kursi mobil"


Riziq pun terkejut melihat Zahira sedang tertidur di kursi.


" Iraaaaa" panggil Riziq.


Semua langsung masuk kemobil setelah mendengar Zahira ada di dalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2