
Siang itu Aisyah tengah sibuk di kantinnya bi Ratna. Sebenarnya ia hanya main saja, namun karna bi Ratna nampak sangat sibuk dan kerepotan, akhirnya Aisyah membantu bibinya itu. Untung saja Adam dan Hawa sangat anteng bermain bersama Syifa putrinya Dewi.
" Untung kau kemari Aisyah, jadi kau bisa membantu kami yang kerepotan ini" ucap Dewi.
Tiba tiba ada santriwati yang memanggil Aisyah.
" Asalamualaikum ka Aisyah" ucap Santriwati.
" Waalaikumsalam" jawab Aisyah.
" Maaf ka Aisyah ada yang mencari kak Aisyah. Dia menunggu ka Aisyah di lapangan"
" Siapa?" tanya Aisyah.
" Tidak tau Kak" ucap santriwati itu sambil berlalu pergi.
" Siapa ya?" tanya Aisyah pada dirinya sendiri.
" Temui dulu sana, siapa tau penting"ucap bi Ratna. Aisyah langsung berpikir itu adalah Zahra. la sebenarnya tak ingin menemuinya, tapi ia harus menemuinya untuk mengakhiri rencana Zahra yang ingin merebut suaminya itu.
" Bi, aku titip Adam dan Hawa ya sebentar" ucap Aisyah pada bi Ratna.
" Pergilah, nanti bibi jagain anak anak" jawab bi Ratna.
Aisyah pun pergi kelapangan. Sesampainya di sana ia terdiam karna tidak ada Zahra disana.
" Sebenarnya siapa yang menyuruhku datang kesini?" gumam Aisyah.
Tiba tiba ada yang mengucap salam.
" Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam" jawab Aisyah sambil membalikan badannya. Ia terkejut saat melihat ustad Rasyid kini ada di hadapannya.
" Ustad Rasyid?" panggil Aisyah heran.
" Aisyah?".
* * * * * * * *
Sementara itu Riziq sedang berjalan menuju kantinnya bi Ratna untuk menemui Aisyah dan putra putrinya. Namun tiba tiba ada yang memanggilnya dari belakang.
"Alee"
Seketika Riziq langsung membalikan badannya. Namun ia terkejut, ternyata Zahra yang memanggilnya, ia pikir Aisyah yang memanggilnya.
__ADS_1
" Asalamualaikum" ucap Zahra sambil tersenyum.
" Waalaikumsalam, kenapa kamu memanggilku seperti itu?" tanya Riziq tak suka.
" Bukannya Ale itu adalah panggilan kesayanganmu?" tanya Zahra.
" Ale memang panggilan kesayanganku, tapi cuma Aisyah yang boleh memanggilku seperti itu" jawab Riziq tegas. Hingga Zahra mendengus kesal.
" untuk apa kau menemuiku?" tanya Riziq.
" Ka Riziq pasti sedang mencari ka Aisyah kan?"
" Lalu?"
" Barusan aku melihat ka Aisyah ada di lapangan. Berdua bersama seorang laki laki" ucap Zahra. Riziq pun terdiam.
" Kau mau memfitnah istriku?"
" Kalau ka Riziq tidak percaya, kau boleh mengeceknya ke lapangan" ucap Zahra sambil berlalu pergi. Entah kenapa Riziq merasa ada yang aneh hingga ia pun membatalkan pergi ke kantin dan berbalik untuk pergi kelapangan.
Sesampainya disana Riziq terkejut melihat Aisyah sedang berdua bersama ustad Rasyid. Awalnya ia ingin marah, namun ia mencoba untuk membuang prasangka buruknya terhadap Aisyah. Perlahan ia berjalan menghampiri mereka.
" Asalamualaikum" ucap Riziq.
Aisyah dan ustad Rasyid pun terkejut dengan kedatangan Riziq.
" Le" pangil Aisyah sedikit takut. la takut Riziq akan salah faham.
" Uni ngapain disini?"
" Aang bisa jelasin Ziq, kau jangan salah faham dulu" ucap ustad Rasyid.
" Aku ingin Aisyah yang menjelaskan" pinta Riziq tegas. Perlahan Aisyah mendekat dan langsung menggenggam lengannya Riziq. Sudah nampak raut wajah khawatir dan cemas, ia takut Riziq akan salah faham.
" Kau jangan salah faham dulu Le"
" Kau jelaskan saja Uni" pinta Riziq kembali.
" Tadi uni sedang membantu bibi di kantin, tiba tiba ada santriwati yang bilang kalau ada yang menungguku di lapangan, jadi aku kesini" ucap Aisyah.
" Aang menyuruh Aisyah kesini?" tanya Riziq pada ustad Rasyid.
" Demi Allah Ziq, aang tidak menyuruh Aisyah kesini. Justru aang kesini, karna ada santri yang bilang kalau ada orang yang menungguku disini. Dan setelah aang kesini, ternyata ada Aisyah disini. Tolong kau jangan salah faham dulu" tutur ustad Rasyid.
" Le, kau percaya padakukan?" tanya Aisyah takut. Seketika Riziq langsung menatap istrinya itu.
__ADS_1
" Aku percaya padamu uni" jawab Riziq sambil terus menatap Aisyah. Aisyah pun tersenyum mendengar jawabannya Riziq.
" Pulanglah" pinta Riziq tegas.
" Tapi Le, kau tidak marah pada ustad Rasyid kan?, ini cuma salah faham. Kami tidak sengaja bertemu disini. Jadi jangan berpikir macam macam" pinta Aisyah takut. Aisyah benar benar cemas dan khawatir kalau Riziq akan berpikir macam macam pada kakanya itu.
" Uni sekarang pulanglah. Kau jaga anak anak, Aku masih ada perlu dengan kakakku" ucap Riziq.
" Tapi Le"
" Pulanglah"
Meski cemas dan khawatir, Aisyah pun pulang kekantinnya bi Ratna. Di perjalanan ia terus berdo'a agar suami dan kakak iparnya itu tidak bertengkar karna salah faham.
Kini menyisakan Riziq dan ustad Rasyid yang berdiri di lapangan.
" Kau mau menghakimiku?" tanya ustad Rasyid.
" Aku percaya pada Aisyah. Aang tenang saja, aku tidak berfikir yang tidak tidak tentang kalian. Maaf jika kau terlibat dalam masalahku"
" Maksudmu?" tanya ustad Rasyid tak mengerti. Sebenarnya Riziq tak ingin bercerita tentang masalah rumah tangganya. Namun karna ustad Rasyid ikut terlibat, jadi mau tidak mau Riziq pun bercerita pada kakaknya itu.
" Sebenarnya ini adalah rencananya Zahra. Dia adalah keponakannya umi Fadlun. Dia menaruh hati padaku. Dia pernah meminta pada Aisyah untuk dijadikan istri kedua. Tentu saja aku dan Aisyah menolak. Namun Zahra tetap nekat dengan niatnya itu. hingga ia melakukan berbagai cara untuk membuatku berpisah dengan Aisyah. Salah satunya mempertemukanmu dengan Aisyah" tutur Riziq. Ustad Rasyid pun terkejut.
" Memangnya apa hubungannya denganku?" tanya ustad Rasyid.
" Karna dulu kau pernah dekat dengan Aisyah, Zahra ingin membuat kalian bersatu kembali agar dia bisa mendapatkanku" ucap Riziq. Ustad Rasyid pun terdiam.
" Aang tidak akan menghianatiku kan?" tanya Riziq.
" Aku sudah berjanji padamu untuk melupakan Aisyah. Jadi kau tidak perlu khawatir. Aku tidak akan menarik kata kataku lagi" jawab ustad Rasyid tegas.
" Kuharap juga begitu"
" Kalau kejadiannya seperti itu, kau harus hati hati dengan perempuan itu Ziq. Dia terang terangan ingin menghancurkan rumah tanggamu"
" Aku tau Ang, kau juga harus hati hati, sepertinya dia ingin memanfaatkanmu. Aku hanya takut itu akan membuat ustajah Yasmin salah faham terhadap kalian. Aku takut dia akan merasa cemburu lagi pada Aisyah." ucap Riziq cemas.
" Nanti aku beri pengertian pada istriku suapaya dia tidak termakan omongan dan rencananya Zahra."
" Terimakasih Ang"
Ustad Rasyid pun tersenyum sambil mengelus pundaknya Riziq.
" Kau sangat mencintai Aisyah kan?, jadi pertahankanlah dia. Aang percaya kau tidak akan berbuat bodoh sepertiku. " ucap ustad Rasyid.
__ADS_1
" Aku akan menjaga Aisyah seperti aku menjaga diriku sendiri. Aku juga sangat menyayanginya seperti aku menyayangi ibu" ucap Riziq tegas. Setelah memberi penjelasan, Riziq pun pergi kekantin untuk menjemput Aisyah dan putra putrinya. Kini menyisakan ustad Rasyid yang berdiri sendirian di lapangan.
" Kau beruntung Ziq bisa mendapatkan istri seperti Aisyah. Kau jangan bodoh sepertiku yang telah melepaskan seorang Aisyah yang cantik, baik, dan solehah. Kalau kau bertanya apa aku menyesal telah meninggalkan Aisyah, jawabannya benar. Aku sangat menyesal telah melepas perempuan seperti Aisyah. Jadi pesanku untukmu jagalah dia dan pertahankan dia, kalau kau tidak ingin menyesal sepertiku. Semoga kau dan Aisyah bisa melewati ujian rumah tangga. Doaku selalu untukmu adiku."