
Pagi pagi sekali. Aisyah sudah menyiapkan sarapan untuk suaminya. Tidak lama kemudian Riziq pun keluar dari kamar, ia sudah rapih, menggunakan bju koko, sarung, kopeah dan sorban. Seperti biasa ia selalu terlihat rapih untuk pergi mengajar para santri.
" Sarapan dulu" ucap Aisyah. Perlahan Riziq pun mendekati Aisyah, karna setiap pagi Riziq selalu mencium manis pipi istrinya itu. Belum juga mencium pipinya Aisyah. Aisyah sudah menjauhkan diri sambil menutup hidung.
" Kenapa?" tanya Riziq heran.
" Kau bau" jawab Aisyah.
Riziq terdiam, ia mulai menciumi pakaian dan sorban yang di kenakannya.
" Tidak bau, malahan tercium wangi. Aku sudah memakai minyak wangi seperti biasa" jawab Riziq.
" Tapi tercium bau di hidungku"
Riziq hanya menggeleng gelengkan kepalanya, heran dengan sikapnya Aisyah.
" Ayo kita sarapan" ajak Riziq pada Aisyah.
" Tidak mau, pokoknya kau harus mengganti bajumu, jangan memakai minyak wangi itu, perutku mual mencium baunya"
Meski kesal, Riziq pun mengganti baju kokonya.
" Jangan pake minyak wangi itu, pake punya aku saja" ucap Aisyah. Riziq malah mengeryitkan keningnya.
" Masa aku pake minyak wangi uni, itu kan minyak wangi perempuan, nanti aku di tertawakan anak anak" protes Riziq.
" Pokoknya Ale harus pake minyak wangi punyaku" ucap Aisyah sambil menyemprotkan minyak wanginya pada baju Riziq yang baru di kenakannya itu. Tidak peduli suaminya itu mau atau tidak. Riziq hanya berdiam diri pasrah dengan apa yang di lakukan istrinya. Perlahan Aisyah menjinjing baju koko yang sebelumnya di pake oleh Riziq, membawanya kekamar mandi sambil menutup hidungnya. Lalu menaruh baju itu ke tempat cucian kotor. Setelah itu, Aisyah menemui Riziq untuk menemaninya sarapan.
" Sudah tidak bau?" tanya Riziq.
" Hmm, lebih harum minyak wangiku kan?" tanya Aisyah.
" Kalau ada yang mencium minyak wangi yang ku kenakan sekarang, pasti mereka akan merasa geli, karna aku menggunakan minyak wangi perempuan" ucap Riziq dalam hati.
Setelah sarapan. Riziq pun pamit pergi untuk mengajar.
" Hati hati Le"
" Suamiku yang manis"
Sebelum mengajar, Riziq pun pergi ke aula untuk menemui pengajar yang lain.
__ADS_1
" Asalamualaikum" Riziq mengucap salam.
" Waalaikumsalam"
Disana sudah ada ustad Usman, ustad Soleh dan ustad Azam. Riziq pun duduk di sebelahnya ustad Usman.
" Mau kopi ustad Riziq?" tanya ustad Azam.
" Tidak terima kasih ustad Azam, saya sudah sarapan di rumah" jawab Riziq. Tiba tiba ustad Usman mencium bau minyak wangi di bajunya Riziq.
" Duh pengantin baru, kayanya sebelum berangkat kesini nempel terus ya, hingga wanginya kebawa bawa sampai sini" sindir ustad Usman.
" Kenapa ustad?" tanya Riziq tak mengerti. ustad Usman malah tersenyum.
" Aku mencium wangi Aisyah di tubuhmu, sepertinya dari tadi pagi Aisyah menempel terus padamu ya, hingga minyak wangi Aisyah tertinggal di baju kokomu" ucap ustad Usman sedikit menggoda Riziq. Riziq yang mendengarpun tersenyum malu, ia tak mungkin menceritakan keinginan Aisyah yang tak masuk akal. Yang memintanya untuk memakai minyak wangi perempuan.
" Jangan menggodanya terus" ucap ustad Azam.
" Ustad Riziq, ku beritau ya, kalau suatu saat Aisyah marah dan merajuk padamu, kau tinggal peluk saja dia dari belakang, kalau masih marah, cobalah kau bisikan mantra pada telinganya, SAYANG ... SHOPING YU, 99% marahnya pasti langsung hilang. Itu yang sering ku baca di internet" tutur ustad Usman.
Semua tersenyum mendengar ucapannya ustad Usman.
" Itu lebih gampang lagi ustad. Kau tarik Aisyah ke kebunnya abi, suruh dia memilih beberapa sayuran di sana sebagai bahan makanan. Kalau dia mau daging, mang llham mempunyai dua ekor ayam jago di rumahnya. Dan kalau dia mau ikan, kuberitau ustad Azam mempunyai beberapa ikan di dalam akuariumnya, gampang kan?, tidak perlu pergi ke pasar." tutur ustad Usman yang terdengar tak masuk akal. semua hanya tersenyum senyum saja mendengar celotehannya ustad Usman.
" Jangan kau dengar ustad Riziq, adiku ini sejak pulang dari Kairo, ilmu agamanya bagus, tidak perlu di ragukan lagi, namun otaknya sedikit miring kanan sedikit miring kiri" ucap ustad Soleh sedikit meledek adiknya itu. Sementara ustad Usman bukannya marah di ledek kakanya dia malah tertawa.
" Terima kasih kak Soleh, sepertinya kau sangat senang memujiku" jawab Ustad Usman sambil tersenyum.
* * * * * *
Keesokan harinya. Riziq sudah bersiap untuk pergi kebandara mengantarkan kiyai Mansyur yang akan berangkat ke Kairo.
" Uni sudah siap belum" panggil Riziq pada Aisyah. Seketika Aisyah pun keluar. Ia nampak cantik, karna hari ini ia sedikit berdandan. Riziq pun tersenyum melihat istrinya itu.
" Uni berdandan?" tanya Riziq sambil tersentum.
" Hmm, entahlah sudah beberapa hari ini, uni lagi seneng berdandan saja"
" Uni mau menggoda siapa, berdandan cantik seperti itu?" tanya Riziq sedikit menggoda Aisyah. Karna biasanya Aisyah tidak pernah berdandan.
" Tentu saja menggodamu" jawab Aisyah sambil membereskan tas kecil yang akan di bawanya. Riziq pun tersenyum senyum mendengar ucapannya Aisyah.
__ADS_1
" Jadi pagi pagi begini kau ingin menggodaku?" tanya Riziq sambil memeluk Aisyah dari belakang. Seketika Aisyah langsung menutup hidungnya.
" Ale, kenapa kau masih menggunakan minyak wangi yang kemarin?" tanya Aisyah sedikit kesal.
" Memangnya kenapa?, bukankah sebelumnya kau sangat menyukai minyak wangiku" tanya Riziq heran.
" Le kau ganti bajumu, dan jangan memakai minyak wangimu itu, perut ku mual mencium baunya" ucap Aisyah dengan masih menutupi hidungnya. Riziq semakin heran dengan sikapnya Aisyah akhir akhir ini. la pun mengganti bajunya kembali. Setelah selesai ia langsung menemui Aisyah.
" Ayo kita berangkat"
Perlahan Aisyah mendekati Riziq sambil menempelkan hidungnya ke baju suaminya itu.
" Aku tidak memakai minyak wangi itu" ucap Riziq tegas.
" Kau tidak memakai minyak wangi Le?"
" Jangan menyuruhku untuk memakai minyak wangimu, kemarin saja ustad Usman meledekku terus karna mencium baumu di tubuhku, lagi pula, meskipun tidak memakai minyak wangi, tubuhku tidak bau" tutur Riziq.
Mereka pun akhirnya berangkat, Berjalan menuju depan gerbang pesantren. Disana umi Fadlun dan kiyai Mansyur sudah menunggu. Mereka berangkat ke bandara menggunakan taxi online.
Sesampainya di bandara. kiyai Mansyur pun berpamitan pada umi Fadlun sambil mencium kening istrinya itu.
" Hati hati bi, kalau sudah sampai di Kairo, cepat hubungi umi" ucap umi Fadlun. Kiyai Mansyur pun tersenyum.
" Ziq, selama abi pergi, kau jaga umi mu ya" ucap kiyai Mansyur.
" Tentu bi"
"Asalamualaikum"
" Waalaikumsalam"
Setelah kepergian kiyai Mansyur, mereka pun pergi dari bandara. Riziq sudah menggandeng Aisyah dengan begitu erat.
" Kenapa?" tanya Aisyah.
" Hari ini kau nampak begitu cantik, jangan sampai ada yang memandangmu selain aku" ucap Riziq tegas. Aisyah malah tersenyum.
" Apa itu artinya kau cemburu?" tanya Aisyah penasaran.
"Hmmm.." Jawab Riziq singkat.
__ADS_1