
Kini Aisyah sudah berkumpul di rumahnya kiyai Husen bersama kaluarganya umi Salamah. Mereka melepas rindu bersama ustad Usman yang baru pulang dari kairo bersama Nisa istrinya. Mereka mengobrol dan bercanda bersama, Aisyah sangat bahagia bisa di terima di keluarganya umi Salamah.
" Ka Usman, apa kakak pernah bertemu Riziq di kairo ? " tanya Aisyah.
" Riziq ?, siapa dia ? " tanya balik ustad Usman.
" Dia pergi ke kairo bersama kiyai Mansyur " ucap Aisyah.
" Ooh bocah abg itu "
Aisyah pun mengangguk antusias.
" Dia putranya kiyai Mansyur kan ? " tanya ustad Usman. Aisyah terdiam heran mendengar ucapan ustad Usman.
" Bukan, dia itu adiknya ustad Rasyid, bukan putranya kiyai Mansyur " jawab Aisyah menjelaskan. Ustad Usman terdiam mendengar nama ustad Rasyid.
" Hei Aisyah, kak Usman dengar tadi sore di perkebunan, istrinya ustad Rasyid marah marah padamu " ucap ustad Usman. Aisyah langsung terdiam, sementara umi Salamah malah terkejut.
" Darimana kak Usman tau kejadian tadi sore, pasti mas fahmi yang cerita " gumam Aisyah dalam hati.
" Ustajah Yasmin marah marah ?, tapi kenapa Aisyah? " tanya umi heran. Aisyah semakin bingung harus menjawab apa.
" Aisyah jawab umi "
" Ustajah Yasmin hanya salah faham saja umi " jawab Aisyah.
" Tidak mungkin ustajah Yasmin marah marah tanpa sebab " ucap ustad Usman.
" Ustajah Yasmin cemburu sama aku mi " ucap Aisyah pelan sambil menundukan wajahnya.
" Cemburu ?, memangnya kamu punya hubungan apa sama ustad Rasyid? " tanya umi penasaran. Aisyah semakin bingung harus menjawab apa.
" Aisyah jawab umi "
__ADS_1
" Aku tidak punya hubungan apa apa sama ustad Rasyid " jawab Aisyah.
" Kamu tidak bohong ?, jujur sama umi ada hubungan apa kamu sama ustad Rasyid " tanya umi kembali.
" Sebenarnya dulu aku dan ustad Rasyid punya rasa yang sama, tapi itu dulu umi, sebelum ustad Rasyid menikah sama ustajah Yasmin. Tapi demi Allah umi kami tidak ada hubungan apa apa " jawab Aisyah sedikit takut. Semua terkejut mendengar jawaban Aisyah.
" Pantesan saja ustajah Yasmin cemburu sama kamu, mulai sekarang kamu jaga jarak sama ustad Rasyid, biar istrinya tidak cemburu terus sama kamu " ucap ustad Usman.
" jalan satu satunya, kamu harus segera menikah Aisyah, biar ustajah Yasmin ga selalu cemburu sama kamu " tutur umi Salamah. Aisyah pun terdiam.
" Umi, mau nikah sama siapa aku kan belum punya calon " ucap Aisyah.
" Sebenarnya, kak Usman mau bilang, Fahmi sahabatnya kak Usman itu dia menaruh hati padamu "
Semuanya pun terkejut dengan ucapan ustad Usman. Aisyah hanya diam saja.
" Fahmi itu lelaki yang baik, soleh dan bertanggung jawab. Dia juga salah satu muridnya kiyai Mansyur " tutur ustad Usman.
" Dia belum punya istrikan ? " tanya Aisyah.
" Bagaimana Aisyah, kalau umi sih setuju aja, lagi pula umurmu sudah cukup untuk menikah " ucap umi Salamah.
" tapi aku tidak punya rasa apa apa sama mas Fahmi " jawab Aisyah.
" Cinta dan kasih sayang bisa datang dengan seiringnya waktu " ucap umi penuh penegasan. Aisyah mulai menimbang nimbang keputusan yang akan ia buat.
" Kamu pikirin aja dulu, kebetulan besok Fahmi mau berkunjung lagi ke sini, siapa tau dia adalah jodohmu, kalau kamu memang setuju dan menerima Fahmi, besok juga dia akan mengkhitbah lalu menta'aruf kamu" tutur ustad Usman.
" Apa dia ya laki laki yang di maksud Riziq, laki laki baik, soleh dan belum beristri, apa mungkin dia jodohku ? "
* * * * * *
Esok pun tiba. Aisyah sudah bercerita pada bi Ratna, mang llham dan Dewi tentang Fahmi yang berniat menta'arufnya.
__ADS_1
" Bibi sama mamangmu sih terserah sama kamu Aisyah, kalau memang Fahmi serius sama kamu, kenapa juga kamu harus menolak bukannya sudah jelas dia itu lelaki yang baik soleh dan bertanggung jawab, siapa tau dia memang jodoh yang di kirim Allah padamu" tutur bi Ratna.
" Tapi aku belum lama mengenalnya bi, aku masih ragu" ucap Aisyah. Dewi hanya diam saja sebenarnya dia kurang setuju karna Aisyah belum mencintainya.
Kini Fahmi sudah datang menemui ustad Usman, ia juga bertanya prihal tentang Aisyah.
" Bagaimana man, kau sudah bilang pada Aisyah tentang niatku mengkhitbah lalu menta'arufnya ? " tanya Fahmi .
" Aku sudah bilang, tapi belum ada jawaban dari Aisyah, kalau dia tidak mau, tolong kau jangan memaksanya " pinta ustad Usman.
" Tentu saja aku akan ikhlas dan menerima apapun keputusannya Aisyah "
Tidak lama kemudian Aisyah datang.
"Asalamualaikum " Aisyah mengucap salam, Fahmi pun langsung tersenyum melihat Aisyah.
" Waalaikumsalam " jawab Fahmi dan ustad Usman. Umi Salamah dan kiyai Husen pun menghampiri mereka. Kini mereka sudah berkumpul di rumah kiyai Husen.
" Bagaimana Aisyah, apa keputusanmu ? " tanya kiyai Husen. Aisyah hanya diam saja, lalu ia menatap Fahmi yang kini sedang tersenyum padanya.
" Apa benar dia adalah jodohku, mas Fahmi memang masuk dalam kriteriaku, lelaki baik soleh dan belum beristri, bismillahirrahmanirohim mudah mudahan ini keputusanku yang benar "
" Saya nenerimanya " jawab Aisyah. Fahmi pun tersenyum termasuk yang lain.
" Alhamdulillah " semua mengucap syukur.
" Tapi saya ada permintaan pada mas Fahmi " ucap Aisyah.
" Kamu minta apa Aisyah ? " tanya Fahmi.
" Saya hanya minta setelah menikah saya tidak mau di madu " ucap Aisyah penuh penegasan. Fahmi pun tersenyum.
" Saya terima permintaan kamu Aisyah, saya janji tidak akan berpoligami " jawab Fahmi tegas.
__ADS_1
Seketika itu pula acara ta'aruf Aisyah dan Fahmi dilaksanakan, mang ilham dan bi Ratna juga Dewi sudah berkumpul di rumahnya kiyai Husen. Semua nampak gembira kecuali Dewi, entah kenapa ia merasa Aisyah terpaksa menerima Fahmi, meskipun tidak ada yang memaksa Aisyah.
" Besok kita perlu bicara Aisyah " gumam Dewi dalam hati.