Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Daftar Hadiah


__ADS_3

Alex mengangguk dan berkata: "Aku sudah mengamati Mega dengan hati-hati, tatapan matanya sangat kosong, dan senyum di wajahnya juga palsu. Selain itu, Nova memberi tahuku kalau Gery memiliki gangguan kepribadian yang parah, bagaimanapun Mega juga gadis cantik setara dengan Erika saat masih sekolah, dan dia juga putri dari keluarga kaya di Jakarta. Untuk menekan keluarga kita, pengorbanannya ini memang terlalu besar. "


Di akhir acara pertunangan ini, Alex dan Erika pulang ke rumah, ketika mereka melewati puncak Gunung Runju, Alex memarkir mobil mereka di depan Vila no. 9.


Erika tersenyum dan bertanya, "Alex, kamu juga menyukai rumah ini?"


Alex berkata, "Aku tidak peduli tentang itu, yang penting adalah kamu suka atau tidak?"


Erika berkata: "Memangnya kenapa jika suka, apa kamu benar-benar ingin membelinya? Vila ini baru saja dilelang beberapa hari yang lalu, dan kudengar pembelinya menghabiskan lebih dari 400 miliar untuk ini."


Alex tertawa dan berkata, “400 miliar tidak ada apa-apanya! Asal kamu menyukainya, aku bisa menghabiskan 1 triliun lagi untuk membelinya."


Erika berkata, "Lupakan saja. Kita baru saja merebut armada kapal senilai 1 triliun dari Devan. Apa kamu berencana untuk menghabiskan semuanya sekaligus? Itu tidak boleh."


Alex berkata, "Baiklah, sayang, yang kamu katakana benar. Namun, belasan hari llagi adalah ulang tahun pernikahan kita. Aku benar-benar ingin nenek, ayah dan ibu tinggal di rumah besar ini di hari itu. "


Erika berkata: "Bangunlah. Aku sudah berdiskusi dengan Friska, dan tidak satu pun dari kita yang bisa mengurus bisnis armada itu. Lebih baik serahkan saja pada Friska. Kita akan mengambil keuntungan 70% dan Friska 30%. Friska berkata bahwa armada itu dapat memperoleh pendapatan tetap sebesar 200 miliar setahun. Jika kita menghemat 150 juta setiap tahun, kita dapat membeli sebuah rumah besar di puncak Gunung Runju dalam beberapa tahun kedepan. "


Alex tersenyum, dan tidak berkata apa-apa, begitu dia menginjak pedal gas, mobil itu melaju pergi.


Keesokan paginya, saat Lasmi sedang memejamkan matanya di kediaman besar keluarga Buana, kepala pelayan berlari masuk dengan panik, "Nyonya, sebuah perusahaan Wedding organizer Jakarta mengatakan ada yang memintanya mengirim daftar hadiah dan meminta Anda melihatnya. "

__ADS_1


Lasmi  "Daftar hadiah, daftar hadiah apa?"


Kepala pelayan berkata, “Dia berkata, ini adalah mas kawin.” Setelahnya, kepala pelayan memberikan daftar hadiah pada Lasmi.


Lasmi memakai kacamatanya, setelah membuka daftar itu dan melihat-lihat, dia tiba-tiba terkejut.


Ini ternyata adalah mas kawin bernilai tinggi, dari perhiasan dan batu giok dengan harga yang sangat mahal, hingga kaligrafi dan lukisan orang ternama, semuanya ada. Selain hadiah uang tunai sebesar 150 miliar, ada juga vila mewah di puncak Gunung Runju Jakarta yang disertakan sebagai rumah pengantin.


Pada awalnya, Lasmi mengira ada yang sedang membuat lelucon, "Di mana penanggung jawab perusahaan ini?"


Kepala pelayan berkata: "Dia pergi setelah mengantarkan barang-barang itu. Nyonya, masih ada satu kartu bank dengan kata sandi enam digit angka 6. Bagaimana jika Anda periksa dulu?"


Lasmi berkata: "Kurasa itu lelucon yang dikirim oleh Rangga. Bagaimana mungkin ada uang di dalam kartu itu? Lagipula, hanya ada beberapa anak perempuan dari keluarga Buana yang belum menikah. Aku tahu betul siapa yang menikah dengan keluarga kaya. Tidak perlu dicek. Lanjutkan pekerjaanmu. "


Tetapi Riska datang mengunjungi neneknya pagi ini. Setelah mendengarnya, Riska mengambil kartu bank itu dan berkata, "Nek, bukannya ada kata sandi? Aku akan memeriksanya untukmu."


Begitu diperiksa, Riska langsung berseru, "Ya Tuhan, benar-benar ada 150 miliar di dalam kartu ini!"


Riska dengan cepat memanggil Lasmi, "Nek, sungguh ada 150 miliar di dalam kartunya."


Lasmi juga tercengang, "Apa yang terjadi? Apa benar-benar ada seorang tuan muda kaya yang jatuh hati pada anak gadis di keluargaku? Kurasa 10 keluarga kaya teratas di Jakarta juga belum tentu bisa memberikan mas kawin sebanyak ini. Apa mungkin keluarga Wibowo? Namun, Haris hanya memiliki satu putri. Mungkinkah keponakannya? "

__ADS_1


Lasmi segera mengadakan rapat darurat. Hampir semua anggota keluarga Buana hadir. Saat Lasmi menyebutkan kejadian aneh yang terjadi hari ini, semua orang yang hadir kaget.


"Mas kawin tunai sebesar 150 miliar? Ada juga 10 kaligrafi dan lukisan orang ternama, yang masing-masing dengan perkiraan harga setidaknya di atas 22 miliar. Yang paling hebatnya lagi yaitu vila di puncak Gunung Runju."


“Mungkinkah Villa No. 9 yang baru saja dilelang? Villa No. 9 memiliki area terluas dan lokasi terbaik, terutama masih ada Bugatti Chiron edisi terbatas.”


"Yang penting adalah siapa yang memberikan mas kawin ini?"


Lasmi berkata: "Aku juga sudah mengirim seseorang ke perusahaan itu untuk bertanya. Penanggung jawab mereka mengatakan bahwa pihak itu juga tidak meninggalkan nama. Mereka hanya mengatakan akan memberikan mas kawinnya dulu dan datang untuk menikahi pengantin wanita bulan depan. "


Satriya berkata dengan bangga: "Nenek, pasti salah satu tuan muda kaya yang telah jatuh cinta dengan adikku Riska."


Saras berkata: "Satriya, jangan berbangga diri. Bagaimana kamu bisa yakin kalau mas kawin itu untuk Riska?"


Satriya berkata: "Bibi. Itu tidak perlu ditanyakan lagi. Hanya ada 4 anak gadis di keluarga kita yang belum menikah. Yasmin dan Kelly belum genap 18 tahun, jadi jelas bukan mereka. Yang tersisa hanya Riska dan Jessica, dengan kualifikasi adikku yang begitu bagus, bagaimana mungkin bukan dia? "


Jessica berkata, "Kak Satriya, mengapa tidak ada kemungkinan kalau mas kawin itu diberikan untukku?"


Orang tua Jessica juga kesal, "Benar. Bagaimanapun Jessica punya gelar Magister. Meski tidak sebagus Erika, tapi setidaknya dia lebih baik dari adikmu Riska, kan?"


Ibu Riska, Melisa berkata: "Orang yang bisa memberikan mas kawin sebanyak ini sekaligus pasti orang dari keluarga kaya di provinsi. Pemilihan menantu mereka pasti sangat ketat. Jessica memang punya Pendidikan dan gelar Magister. Namun, dengan tinggi badan dan wajahnya itu, keluarga kaya mana yang bisa meliriknya? "

__ADS_1


Ibu Jessica Berteriak: "Melisa! Jangan menyakiti orang dengan kata-kata. Putriku adalah keponakanmu juga, dia juga harus memanggilmu bibi ketika bertemu. Meskipun wajah Riska terlihat lebih cantik, tapi tak ada yang bisa dia lakukan. Nilai ujian masuk perguruan tingginya saat itu saja hanya 400 lebih, universitas bagus saja tidak bisa masuk. Apa keluarga kaya saat ini hanya memandang kecantikan saja? "


__ADS_2