
“Meskipun kemampuannya lumayan, sepertinya otaknya sedikit bermasalah. Aku malah berharap dia benar-benar akan datang setelah lewat tiga hari. Pada saat itu, aku akan menunjukkan padanya seberapa hebat PT. Zrank!” cibir Trevor.
“Dengan catatan, dia harus berani datang ke sini!” ejek Morgan.
“Belum tentu. Bagaimanapun juga, dia sangat bodoh!” Trevor tertawa terbahak-bahak.
Saat ini, Alex memandang wanita yang sedang tidur bersandar di dinding kaca dan menggelengkan kepalanya. Dia lalu menggendong wanita itu dan memesan taksi untuk pergi ke kantor polisi.
Saat melihat mobil yang berhenti di depan pintu, dua polisi yang sedang bertugas bertukar pandang dengan sedikit ragu.
Mereka pun dengan cepat berjalan ke depan mobil itu.
Alex turun dari mobil, lalu menggendong wanita yang tidak sadar itu keluar dari mobil dan berkata kepada dua polisi itu, “Maaf, wanita ini memintaku untuk membawanya ke sini sebelum pingsan.”
Setelah melihat rupa wanita itu, raut wajah kedua polisi itu pun langsung berubah.
Polisi dengan perawakan lebih tinggi yang berada di sebelah kiri itu meraih tangan si wanita dan berteriak, “Amel.”
Polisi yang satu lagi bergegas masuk ke dalam dan memanggil beberapa polisi lainnya untuk keluar. Semua orang mengulurkan tangan dan memapah Amel masuk ke dalam kantor polisi.
Saat Alex hendak meninggalkan tempat itu, seorang polisi malah menahan Alex, “Terima kasih, tapi kami mempunyai beberapa pertanyaan untukmu. Bolehkah kamu menjawabnya terlebih dahulu?”
Setelah berpikir sebentar, Alex hanya bisa menganggukkan kepalanya. Dia sudah mengantarkan wanita itu ke sini, jadi tidak ada salahnya bila dia menyisihkan sedikit waktunya lagi.
Setelah Alex menceritakan seluruh kejadiannya, polisi yang menginterogasinya pun menutup buku catatannya. Dia memukul meja dengan marah, “Bajingan itu ternyata berani melakukan hal seperti itu pada Amel! Aku akan memberinya hukuman yang setimpal setelah menangkapnya!”
Alex tersenyum dan bertanya, “Umm ... aku sudah selesai menjawab semua pertanyaanmu. Apakah aku sudah boleh pulang?”
Argo menganggukkan kepalanya, “Terima kasih atas kerja samanya dan karena sudah mengantarkan Amel pulang. Kalau bukan karena kamu, aku tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi pada Amel.”
Dia mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Alex. Kemudian, dia mengantar Alex berjalan keluar.
Saat berjalan melewati aula, Alex melihat semua orang sedang mencari cara untuk membangunkan Amel. Namun, mereka semua gagal membangunkan Amel yang masih berada dalam kondisi tak sadarkan diri.
“Kenapa ini? Kenapa Amel masih belum sadar?” tanya seorang polisi wanita dengan sangat kebingungan.
__ADS_1
“Aku juga tidak tahu, tapi mungkin dia sudah mengkonsumsi sesuatu. Bagaimana kalau kita membawanya ke rumah sakit saja?” usul seorang polisi pria yang bernama Gordon.
“Aku setuju. Bagaimanapun juga, kita tidak tahu apa yang sudah Amel makan. Bagaimana kalau itu membahayakan tubuhnya?" Polisi wanita yang bernama Ratna menyetujui kata-kata Gordon.
Setelah melihat kejadian itu, Alex memberi tahu Argo, “Sebenarnya kalian tidak perlu membawanya ke rumah sakit. Kalian hanya perlu membeli sedikit etanol dan mengusapkannya ke tenggorokkan beserta telapak tangan dan kakinya. Setengah jam kemudian, dia pasti akan sadar.”
Wajah Argo tersirat rasa tidak percaya, “Apakah kamu yakin?”
“Hmm? Seharusnya tidak akan ada masalah.”
Gordon dan lainnya memandang Alex dengan sedikit curiga. Mereka tidak mengerti bagaimana Alex bisa mengetahui cara untuk membangunkannya.
Ratna lekas berdiri, “Di gudang masih ada beberapa botol etanol, aku akan segera mengambilnya.”
Gordon menahan Ratna, “Kenapa kamu langsung percaya apa yang dikatakannya? Meskipun dia sudah mengantar Amel kembali, kita juga tidak tahu apakah dia benar-benar hanya orang yang ditabrak Amel di depan lift, lalu membawanya kembali ke sini.”
Ratna mengerutkan alisnya, “Apa maksudmu? Kalau bukan karena dia, kita bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi pada Amel sekarang. Kenapa kamu bisa berpikir begitu terhadap tuan ini?”
Gordon hanya mencibir, “Ceritanya memang sangat indah, tapi kalian harus tahu bahwa PT. Zrank adalah perusahaan jasa pengamanan. Morgan dan Trevor mempunyai lebih dari dua puluh pengawal di sisi mereka, bagaimana mungkin dia bisa menyelamatkan Amel dari tangan mereka?”
Gordon lanjut berkata, “Aku rasa, lebih baik kita mengurungnya dulu, lalu bicarakan lagi semuanya setelah Amel sadar.”
“Jangan bercanda! Alex tidak melakukan kesalahan apapun dan bahkan sudah menolong Amel. Apakah pantas kamu berkata seperti itu?” Argo adalah orang pertama yang membantah.
Dia tidak mengerti kenapa Gordon menargetkan Alex padahal Alex sudah berbaik hati mengantarkan Amel pulang. Tindakan Alex itu bisa dianggap sudah menyelamatkan nyawa Amel.
Mereka seharusnya berterima kasih pada Alex. Namun saat ini, mereka bukan hanya tidak berterima kasih, tetapi malah memfitnah dan bahkan ingin mengurung Alex.
Bagaimana mungkin mereka sanggup melakukan hal seperti itu?
Alex juga tidak menyangka bahwa pada akhirnya, situasinya bisa berubah menjadi seperti ini. Ini sangat tidak masuk akal!
Dia jelas-jelas hanya membantu orang, tetapi akhirnya malah dituduh berkomplot dengan orang jahat!
Setelah melihat beberapa rekan kerjanya yang membantah usulnya itu, Gordon hanya berkata dengan dingin, “Kalau Amel sudah sadar dan mengatakan bahwa orang ini yang mencelakainya, kalian pasti akan merasa bersalah!”
__ADS_1
Pada akhirnya, Ratna mengikuti cara Alex dan menyeka etanol ke badan Amel.
Tidak lama kemudian, Amel pun sadar. Dia langsung bangkit di atas bangku dengan wajah penuh kewaspadaan. Namun setelah melihat rekan kerjanya, dia pun menghela napas lega.
Dia segera turun dari bangku dan berkata, “Aku benar-benar minta maaf karena sudah membuat kalian khawatir. Trevor dan Morgan benar-benar sangat licik dan bahkan aku juga masuk ke dalam perangkap mereka.”
“Tidak apa-apa, yang penting kamu selamat. Aku rasa sebaiknya kita meminta komisaris untuk mengutus orang lain sebagai mata-mata. Situasimu sangat berbahaya dan tidak ada orang yang bisa menjagamu!”
“Benar! Sangat berbahaya bagi kamu untuk memata-matai Trevor dan lainnya sendiri. Identitasmu bisa terbongkar kapan saja, apalagi mereka sangat waspada.”
Amel malah menggelengkan kepalanya dengan tegas, “Aku harus menyelesaikan masalah ini. Kalian tidak perlu khawatir, aku tidak akan mengecewakan kalian!”
Setelah berpikir sebentar, dia seolah-olah mengingat bahwa dia dibawa pulang oleh seseorang. Jadi, dia melihat ke sekelilingnya.
“Kamu sedang cari apa?” tanya Ratna.
Amel menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis, “Saat aku keluar dari lift, ada seseorang yang menolongku. Apakah orang itu yang mengantarku pulang?”
Ratna menunjukkan foto Alex yang dia ambil diam-diam, “Apakah ini orangnya?”
Amel meraih ponselnya dan mengangguk dengan pasti, “Benar. Di mana dia sekarang?”
“Dia sudah pulang.”
“Kalau begitu, berikan alamatnya padaku. Aku ingin berterima kasih padanya secara langsung.”
Untungnya, Argo memberitahunya alamat dan nomor telepon Alex dari catatan interogasinya. Jadi, Amel bisa dengan gampang mendapatkan informasi Alex.
Amel tersenyum setelah membaca informasi di ponselnya, “Akhirnya aku menemukanmu. Tenanglah, aku adalah orang yang tahu membalas budi.”
Setelah Alex kembali ke Hotel Snow, dia langsung pergi mencari Friska. Friska baru saja selesai menelepon keluarganya, wajahnya terlihat sangat merah seperti sedang marah besar.
“Kenapa?” tanya Alex dengan heran.
“Tidak apa-apa. Ada apa kamu mencariku?” tanya Friska dengan penasaran.
__ADS_1
Alex tersenyum, “Apakah kamu mau memperluas perusahaan jasa pengamananmu ke kota Kendari?”