
Dodo tiba-tiba membuka mata sehingga dua sinar cahaya dari matanya melesat seperti kilat, “Meskipun Gala bersalah, tapi nggak boleh diinterogasi mereka! Richard, kamu jangan khawatir, aku akan menolong Gala malam ini. Kamu siapkan uang untuknya agar dia pergi dari sini, kalo gak dia akan menjadi sasaran polisi dan ini bukan hal baik.”
Richard mengangguk, “Baik Tuan. Aku akan menyiapkan uang tunai 2 miliar untuknya, selain itu mempersiapkan kartu bank senilai 10 miliar. Gimana?”
Dodo mengangguk, “Bagus sekali! Richard, dia telah membantumu melakukan banyak hal, aku juga senang melihatmu memperlakukannya dengan baik.”
Richard berkata, “Tuan nggak usah sungkan padaku, aku seharusnya memperlakukan Gala dengan baik. Apa yang akan dilakukan tuan malam ini?”
Dodo, “Kamu hanya perlu mengirim seorang pengemudi ke tempat yang kutentukan untuk menjemputnya. Sedangkan masalah lain biarkan aku yang urus.”
Richard sedikit khawatir, “Tuan, pihak polisi pasti menjaga Gala dengan ketat. Mungkin Anda sendiri tidak bisa melawan mereka semua?”
Dodo tersenyum angkuh, “Richard, apa kamu merasa aku sudah tua, jadi nggak berguna lagi?”
“Haha, tuan ini bercanda saja. Aku nggak berani meragukan kemampuan bela diri tuan.” Richard tertawa, “Baiklah. Tuan, nanti kita akan minum bir setelah kamu kembali dengan menang.”
Dia berhenti tertawa, lalu berkata, “Tuan, Borez dari Myanmar akan datang ke kota Tomohon malam ini. Aku merasa kedatangan bocah itu kali ini memiliki niat yang tidak baik, jadi aku perlu merepotkan tuan untuk ke sana.”
“Pengedar narkoba itu? Baik, kamu janjikan waktu pada mereka, lalu kabari aku.” Dodo sebagai perwakilan kekuatan tertinggi dari pihak Richard hanya akan keluar saat dibutuhkan. Jika masalah sepele, maka dia tidak perlu berpartisipasi.
Richard berkata, “Kami dan Borez nggak pernah menunggak, karena selalu memberikan barang setelah diberi uang. Sebenarnya Borez nggak perlu datang kali ini. Menurut berita dari tempat lain, kali ini Borez membawa pengawalnya menyelinap secara diam-diam. Apakah dia ada tujuan lain?”
Dodo tersenyum, “Itu hanya pengedar narkoba dari Myanmar, Richard, nggak usah takut.”
Richard berkata, “Aku juga akan mempersiapkan saudaraku dan membuat jebakan untuk mereka ketika mereka tiba.”
“Baik, kamu atur saja.” Dodo melambai tangan dengan acuh tak acuh.
Richard dengan cepat mengundurkan diri. Dia dan Dodo telah menjalin hubungan selama puluhan tahun. Dodo tidak memiliki anak, jadi dia menganggap Richard sebagai keturunannya, sementara Richard sangat tertarik pada seni bela diri Dodo yang hebat itu. Jika dia tidak mengandalkan Dodo, maka Richard sudah lama mati!
Dodo-lah yang terus-menerus menolongnya, sedangkan Richard nggak bisa menghitung sudah berapa kali Dodo menyelamatkannya. Selain itu, Dodo telah membunuh banyak lawan yang hebat deminya, jadi ini bukan lagi budi biasa.
Pukul 10 malam, Gala dibawa ke mobil tahanan untuk diantar ke pusat penahanan. Kakinya sudah dibalut perban, wajah masih memar, belum pulih, tapi sudah diolesi obat.
Bagian depan adalah truk pasukan polisi khusus, bagian belakang adalah mobil tahanan dan Aldi yang bertanggung jawab atas pengawalan mobil di belakang.
__ADS_1
Ada belokan tajam di depan, jadi Aldi buru-buru memperingati mereka, “Semua orang perhatikan, ada belokan tajam di depan, pelan-pelan, oke?”
“Oke!” jawab Gavin Tantama selaku kapten SWAT.
“Ih?” Begitu dia berbelok di tikungan, Gavin melihat seorang pria tua dengan jenggot dan rambut putih berdiri di tengah jalan sambil memegang tongkat! Di leher pria tua itu ada untaian manik-manik rosario hitam.
“Klakson! Kita nggak bisa turun dari bus karena keadaan khusus,” perintah Gavin dengan serius.
“Tir tit…” Pengemudi SWAT membunyikan klakson, tetapi pria tua itu tidak bergerak dan masih berdiri di bawah angin dingin itu.
Namun, dia berdiri di tengah jalanan! Sehingga mobil truk yang membawa pasukan ini nggak bisa melewatinya.
Begitu klakson mobil berbunyi, pria tua itu tiba-tiba mengangkat kepalanya, lalu sosoknya melintas, lalu dia berada di depan mobil pengangkut itu!
“Ayo gaskan!” perintah Gavin.
“Baik!” Ketika pengemudi SWAT mendengar ini, dia langsung menginjak gas!
Brum brum! Truk pengangkut pasukan itu tiba-tiba berputar di tempatnya dan jatuh ke tanah dengan kondisi terbalik!
Sebenarnya, truk pengangkut pasukan ini tidak menabrak apapun, tetapi pria tua si Raja Kaki Utara mengangkat bagian depan mobil dengan tiba-tiba dan langsung menggunakan kekuatan fisiknya untuk membalikkan mobil!
Mobil yang terperangkap di tengah melihat mobil di depan menginjak pedal gas, jadi mengira bisa melaju ke depan. Nggak disangka, mereka baru mau menginjak pedal gas, sudah melihat adegan aneh itu. Pengemudi terkejut, nggak tahu harus gimana, tiba-tiba merasa mobil sendiri bergoyang, kemudian jatuh ke tanah!
Lalu, pedal gas tidak berfungsi lagi, karena empat rodanya sudah menghadap ke satu sisi!
Aldi yang mengemudi di baris belakang menyaksikan adegan paling mengejutkan dalam hidupnya di malam ini!
Kedua mobil di depannya tiba-tiba terbalik!
Kemudian, sosok seseorang tiba-tiba melintas di depan mobilnya, lalu Gavin merasa dirinya seperti terbang menembus awan dan bagian depan mobil tiba-tiba terbang ke atas, bang!
Mobil pun terbalik! Gavin juga tercengang dan nggak tahu apa-apa.
Setelah lebih dari sepuluh menit, polisi khusus, polisi kriminal dan penjaga penjara baru merespon.
__ADS_1
“Ada apa? Kenapa mobilnya terbalik?”
“Kenapa? Apakah ada sesuatu yang aneh terjadi?”
“Mungkinkah pria tua di depan itu hantu?”
“Kok bisa mobil tiba-tiba terbalik, aneh sekali!”
“Petugas Aldi, gimana kalian?”
“Aku nggak tahu! Kapten Gavin, gimana kamu?”
Setelah saling bertanya, puluhan orang turun dari mobil mereka dengan merangkak dan semua orang berkumpul.
Gavin berkata dengan keras, “Semua petugas SWAT, dengarkan aku! Segera balikkan mobil kita!”
Hulala, lebih dari selusin orang mendekat dan membalikkan truk pengangkut pasukan.
Kemudian, lebih dari selusin orang berlari ke mobil tahanan, lalu bekerja sama untuk membalikkan mobil.
Lalu pergi ke mobil lain lagi, sementara Aldi masih pusing di dalam mobil!
Bang! Ketika mobil dibalik, baru tahu bagian depan mobil menghadap ke belakang dan kerusakan mobil juga parah.
Gavin bergegas mendekat dan menepuk wajah Aldi, “Petugas Aldi, apa kamu baik-baik saja? Gak apa-apa, kan?”
“Apa?” Aldi akhirnya bangun sambil melihat sekeliling dan tiba-tiba berseru kaget, “Aduh! Tersangka Gala! Di mana dia?”
“Di dalam mobil tahanan!” Gavin menjawab dengan santai, “Segera periksa kondisi Gala!”
“Lapor, Gala hilang! Batang besi sangkar mobil ditekuk sampai bengkok oleh seseorang!”
“Apa?!” Gavin terkejut! “Mencuri tahanan dari mobil tahanan? Sialan! Apa dia mencuri begitu saja? Apa nggak ada hukum lagi?”
Ketika dia mendekati mobil tahanan dan melihat batang besi sangkar, dia pun terkejut, “Seberapa kuat orang itu hingga bisa menekuk batang besi setebal ini?”
__ADS_1
Sangkar yang sangat kokoh ini bisa-bisanya ditekuk oleh seseorang hingga membuat lubang dan memungkinkan orang untuk keluar. Gala benar-benar menghilang!