
Di dalam gedung kontrol utama, Arkan telah menyaksikan situasi di luar melalui cctv. Dilihat dari pakaian dan postur penyerangannya, kelompok tentara ini jelas berbeda dari anggota polisi bersenjata barusan. Arkan berkata dengan kesal, "Datang lagi!"
Olivia mengumpulkan data-data, dan segera membuat statistik: "Jumlah penyerang kali ini sekitar dua ratus orang, kurang lebih adalah kompi pertahanan yang diperkuat! Namun, tidak peduli berapa banyak orang yang mereka miliki, tetap saja tidak ada gunanya. Dengan medan area seperti ini, mereka tidak dapat mengerahkan pasukan sepenuhnya. Mereka tetap saja harus masuk dari pintu masuk utama gedung. Selain itu, mereka juga tidak berani menggunakan senjata berat!"
Berbeda dengan Sandi yang tampaknya sedikit khawatir, "Tidak, meskipun mereka tidak punya senjata berat, dan tidak unggul dalam hal medan area. Namun, jika mereka hanya mengepung di luar tanpa menyerang, tetap saja bisa membuat kita mati terperangkap hidup-hidup."
Arkan menggertakkan giginya: "Sialan, jangan paksa aku! Apa mereka tidak takut aku benar-benar akan meledakkan gudang ini? " Dia juga tidak mau menggunakan trik ini jika belum darurat.
Tiba-tiba saja, dua anggota tentara bayaran petir datang melapor, "Kapten, kami menemukan sebuah gudang yang berisi beberapa bahan cadangan!"
Olivia bertanya: "Bahan apa?"
Lintar 4 berkata, "Lengkap banget, senjata dan amunisi, makanan dan minuman, kebutuhan sehari-hari. Biskuit, air dan sejenisnya cukup untuk kita selama seminggu.
“Hm? Banyak juga!” Arkan juga sangat senang, “Tidak perlu seminggu, asal bisa ditunda satu atau dua hari, mereka pasti akan menyerah. Beritahu tim teknis untuk mengirimkan situasi di sini melalui satelit dan mengumumkannya ke seluruh negeri. Aku mau lihat apa yang akan mereka lakukan!"
Serangan opini publiknya ini sangat kuat, hanya sebatas orang-orang di Jakarta saja sudah pasti akan memberikan tekanan yang luar biasa pada pemerintah.
Arkan kembali mengirim beberapa orang ke gudang untuk mengambil senjata dan amunisi untuk bersiap melanjutkan pertempuran. Olivia melihat ke layar dan berkata, "Mengapa orang-orang di luar tiba-tiba berhenti bergerak? Gawat, mereka mungkin mengambil tindakan lain!"
__ADS_1
Benar saja, bunyi peringatan dikeluarkan dari komputer prajurit radar di sebelahnya. Sandi menghampiri dan bertanya: "Apa yang terjadi, cepat selidiki."
Segera setelah prajurit radar mengetuk keyboard, gambar pemindaian holografik muncul di layar, dan dua titik merah terus berkedip naik turun di layar hijau.
“Apa-apaan itu?!” teriak Sandi.
Pasukan radar kembali menanganinya, dan akhirnya mendapati bahwa itu adalah "helikopter tempur". “Kedua pesawat terbang pada ketinggian 3.200 meter dengan jarak sekitar 40 kilometer dari kita. Menurut kecepatan terbang saat ini, mereka akan mencapai langit di atas gedung kontrol utama dalam...2 menit 40 detik! "
"Hebat ya, angkatan udara juga ikutan! Tapi apa yang bisa mereka perbuat? Mereka berani menjatuhkan bom? Tidak mungkin..." pikiran Olivia berputar cepat sambil menatap dua titik merah di layar, " Mungkinkah mereka ingin mengudara pasukan khusus dan menyerang dari atas gedung?"
Arkan yang orangnya emosian langsung mengambil senapan snipernya: "Tidak penting dari mana asal mereka! Aku akan meledakkan mereka dengan satu tembakan!" Dia kembali memasukkan bom pembakar berdaya ledak tinggi ke dalam senapan.
“Paman, tunggu sebentar!” Olivia meraihnya, “Ini jet tempur yang bisa terbang di ketinggian dengan kecepatan yang jauh lebih cepat daripada helikopter biasa, dan peluru biasa tidak bisa mengenai mereka sama sekali. Bom pembakarmu akan didorong kembali oleh arus udara jika mengenai mereka, dan kemungkinan akan jatuh dan melukai kita sendiri."
Olivia memberitahunya untuk tetap tenang, kemudian dia kembali mengamati dua titik merah di layar sambil melihat parameter di sisi layar, lalu dia berseru, "Jet tempur mereka sudah memasuki dataran rendah! Jangan-jangan mereka akan menurunkan pasukan terjun payung? Pakai peluru penembus zirah..."
Arkan tertawa: "Mereka datang tepat waktu, akan kubunuh berapa banyak pun yang datang. Coba saja datang kalau tidak takut mati.." Kemudian, dia mengambil senapan sniper dan berjalan keluar pintu. Saat tiba di atas gedung, suara deru mesin terdengar semakin nyaring, dan terlihat dua jet tempur sedang mendekat di langit malam.
Lintar 9 yang bertanggung jawab dalam pengintaian berkata setelah melihat melalui teropong penglihatan malam jarak jauh, "Paman, dua jet tempur telah memasuki jangkauan serangan kita. Mereka di sudut 45 derajat, arah jam 11 di kiri depan."
__ADS_1
Arkan juga melihat sekelompok bayangan gelap datang sesuai dengan instruksi LIntar 9, "Oke. Akan kubiarkan mereka merasakan kehebatanku!" Dia memilih peluru penembus zirah dan memasukkannya ke dalam magasin.
Suara mesin terdengar semakin dekat, saat ini jet tersebut sedang berputar di langit, lalu tiba-tiba menukik turun menuju gedung kontrol utama. Sekarang bisa dilihat dengan jelas susunan kedua jet tersebut, satu adalah kekuatan utama, dan satunya lagi adalah pelindung.
Pesawat pelindung terlebih dulu meluncurkan tembakan ke atap gedung, sederetan percikan api muncul dari mesin di kedua sisi dan membuat atap dipenuhi debu dalam sekejap! Melihat tidak ada respon, pesawat pelindung berbalik dan pesawat utama mendekati atap.
Arkan dan Lintar 9 bersembunyi dengan baik di tempatnya. Mereka tidak terkena tembakan, tetapi tetap saja marah, "Brengsek, apa bagusnya bisa naik helikopter?! Rasakan tembakanku!"
Lintar 9 melaporkan parameternya kepada Arkan setelah mengamati dengan seksama, "Oke, jaraknya 1.300 meter, kecepatan gerak target hampir 200 meter per detik!"
Arkan menyipitkan sebelah mata dan jet utama yang terbang semakin dekat melalui senapan, setelah melihat kepala dan sayap jet dengan jelas. Dia mengumpat, "Matilah", sambil menarik pelatuknya, dan menembakkan peluru penembus zirah.
Orang ini sebenarnya membidik kokpit, tapi dia mengabaikan kecepatan pesawat. Peluru tidak mengenai pilot di kokpit, melainkan melewati ekor jet, dan menabrak tangki bahan bakar secara tidak sengaja.
Dalam sekejap, api menyala, dan asap hitam tebal membumbung tinggi. Pilot juga terkejut: "Gila, musuh ini?! Tembakannya mengenai tangki bahan bakarku? "Dia buru-buru berbicara dengan tim di bawah: "Tangki bahan bakar tertembak dan akan segera kehilangan kendali. Mohon instruksinya! "
Komandan Beni yang berada di bawah memerintahkan: "Jatuhkan bomnya, putar balik!"
Rencana pengebom kali ini adalah melakukan pengintaian terlebih dahulu, lalu menjatuhkan bom, sekarang setelah tertembak, mereka akan kehilangan kesempatan jika tidak menjatuhkan bomnya. Jadi dua buah bom dijatuhkan. Dengan bantuan kekuatan menukik pesawat, dua buah bom dijatuhkan dari jendela belakang ke bagian dalam gedung.
__ADS_1
Ini adalah hal yang tidak diduga oleh gangster seperti Arkan. Mereka tidak menyangka pesawat akan tiba-tiba melemparkan bom. Bukankah ini artinya mereka akan mengambil inisiatif untuk meledakkan gudang? Namun nyatanya, kedua bom ini bukanlah senjata peledak biasa, melainkan e-bomb berteknologi tinggi!
Fungsi utama bom jenis ini adalah melepaskan sinar gamma untuk menciptakan fenomena elektromagnetik tegangan tinggi. Ketika energi elektromagnetik tersebar di udara, maka sirkuit dan kabel dalam peralatan elektronik akan menyerap gelombang energi tak kasat mata ini seperti antena.