
Nova terdiam, “Cherish! Kamu benar-benar bodoh! Bisa-bisanya begitu bucin! Pria bajingan kayak Nando hanya tahu mempermainkanmu, mana mungkin bisa mencintaimu dengan tulus? Sadarlah! Kamu sudah mengorbankan tubuhmu, tapi apa yang kamu dapat darinya? Bahkan mobil sport ini saja direbut balik olehnya.”
Cherish berkata dengan kaget, “Nov, bukannya dia menyukaimu? Aku nggak keberatan jika mobil sport ini diberikan padamu.”
Nova merasa kesal sampai menjitak kepala Cherish, “Kamu kira aku akan menerimanya? Nando cuma mengandalkan keluarganya yang kaya, makanya bisa ada kesempatan membuat wanita matre sepertimu tertipu! Jika aku menerimanya, bukankah aku akan menjadi kamu? Kedepannya jangan bergaul dengan pria playboy seperti ini lagi! Ngerti nggak?!”
“Oh.” Cherish menganggukkan kepala dan menerima kunci mobil tersebut, “Tapi, gimana jika dia meminta mobil ini denganku? Dia ada empat pengawal lho!”
Nova mengepalkan tangan dan menunjukkan kepada Cherish, “Jangan khawatir, aku sudah memukul empat pengawalnya sampai babak belur! Jika dia berani mengganggumu lagi, kamu beritahu saja ke dia kalau aku nggak akan mengampuninya!”
“Um!” Kekhawatiran Cherish pun hilang, “Nov, aku traktir kamu makan ya?”
“Oke, ayo cari tempat makan.” Nova merasa lapar lagi, tapi dia menjulurkan lidahnya setelah selesai berbicara, lalu melihat ke arah Alex untuk meminta pendapatnya.
Alex menganggukkan kepala, “Baik.”
Cherish pun menghela napas ketika melihat mereka berdua begitu saling mencintai, “Nov, kamu memang lebih pintar. Sungguh bagus bisa menemukan pria patuh sepertinya, nggak ada uang bukan masalah, yang terpenting adalah setia.”
“Jangan asal ngomong.” Nova memelototinya dan berkata, “Aku beritahu ya, orang ini sangat kaya!”
“Dia? Kaya? Oh oh.” Cherish sepertinya nggak percaya, “Yang jelas aku rasa dia perlu mengandalkanmu dalam segala hal, jadi cinta begini baru bisa diandalkan.”
“Mengandalkanku?” Nova mengerutkan dahi, “Kamu jangan asal ngomong, ayo makan dulu.”
Cherish memanyunkan bibirnya, “Lho, emangnya bukan? Bukankah kamu sendiri yang mengatakan bahwa kamu memukul empat pengawal Nando sampai kabur? Pa… pasti seni bela dirinya lebih rendah darimu, kan? Terus dia juga nggak punya uang, aku benar-benar nggak mengerti, kenapa kamu bisa menyukainya?”
“Ehem.” Alex tentu saja malas menjelaskan hal seperti ini pada orang yang nggak dikenalnya seperti Cherish, tapi dia merasa pemikiran Cherish ada masalah, hanya saja dirinya nggak cocok untuk mengatakannya.
__ADS_1
Nova menghela napas, “Cherish, aku rasa berdasarkan pengetahuanmu saat ini belum cocok untuk menikah, kamu sebaiknya konsentrasi melakukan pekerjaanmu dulu.”
Kehidupan Pengacara Philips sangat sulit dalam beberapa hari ini, karena Gala sudah mencarinya beberapa kali untuk menanyakan banyak hal secara rinci, juga membuat Philips merasa takut dan merasa Kak Gala akan berurusan dengannya kapan saja.
Oleh karena itu, Philips menghabiskan uang untuk menyewa dua pengawal yang pernah lolos juara 10 besar dalam lomba tinju di kota Tomohon.
Philips sendiri pernah melihat dua pengawal ini latihan tinju, mereka memang sangat hebat, bahkan petinju biasa saja tidak bisa melawan mereka, dan hanya bisa pasrah ditinju oleh mereka.
Setiap hari dua pengawal ini mengantar dan menjemputnya pulang kerja, sehingga Philips merasa sangat tenang.
Seperti malam ini, satu pengawal bertanggung jawab menyetir mobil, sedangkan satunya lagi membantunya membuka pintu mobil ketika pulang kerja.
“Pak Philips, tunggu sebentar.” Philips terkejut ketika mendengar sebuah suara dan berkata dalam hati: Kak Gala?!
Kak Gala, sebagai salah satu petinju yang meraih medali emas di sisi Richard, sebenarnya tinggi badannya hanya 175 cm, tubuhnya juga tidak termasuk kekar. Namun, dia diikuti dua anak buah sehingga terlihat sangat hebat dan tinggi badan anak buahnya di atas 185 cm.
Dahi Kak Gala ada codet yang sampai ke garis rambutnya, oleh karena itu dia terlihat menakutkan meskipun tertawa, “Pak Philips, aku ingin berbicara denganmu.”
“Bi… bicara apa?” Sebenarnya dia sudah mengatakan apa yang boleh dikatakan, sedangkan yang nggak boleh dia katakan, dia juga nggak berani mengatakannya! Apalagi masalah mengkhianati Rico.
Kak Gala mengaitkan tangan padanya, “Jangan omong kosong, Rico kena tangkap ada hubungannya denganmu ‘kan?”
Saat ini, kedua pengawal muda yang disewa Philips berdiri di hadapan Philips. Bagaimanapun mereka sudah mengambil uang darinya, jadi mereka harus berdiri di depan ketika Philips mengalami bahaya. Ini juga yang namanya kesetiaan.
“Jangan mengganggu Pak Philips!” Salah satu pengawal muda menatap Gala dengan kejam sambil mengepalkan tangan dan siap untuk bertarung.
“Haha! Belum ada yang berani berkata begitu padaku di Tomohon,” tawa Gala dengan dingin dan tetap berjalan mendekati mobil Philips.
__ADS_1
“Aku peringatkan, berhenti di sana, kalau nggak, aku nggak akan segan-segan padamu.” Kedua pengawal sudah melakukan persiapan untuk berkelahi.
Kak Gala menyeringai dan berkata, “Philips, apa kedua pria pengecut yang kamu sewa ini adalah pengawal? Cuih!”
Gala berjalan selangkah ke depan setelah berbicara. Ketika kedua pengawal itu memukulnya, Gala menggunakan dua tinju untuk meninju mereka, buk! buk!!
Kedua pengawal yang disewa Philips seolah-olah seperti kertas, mereka berdua langsung jatuh ketika ditinju oleh Gala! Bahkan tidak mengeluarkan suara sama sekali karena Gala langsung menghajar mereka sampai nggak bisa bernapas!
Pukulan Gala sangat mendadak dan begitu sederhana!
“Kak Gala!” Philips yang berbohong langsung berlutut di depan Gala karena dia nggak ada kesempatan untuk kabur.
Kedua anak buah Gala sudah berjalan kemari, lalu memukul pingsan dua pengawal Philips, kemudian menyeret mereka ke samping. Entah apa yang akan mereka lakukan selanjutnya
Philips pun takut sampai gemetar ketika memikirkannya. Kak Gala sering memukul orang sampai mati, kemudian orang itu langsung menghilang dari dunia ini!
Tapi, ini di siang bolong, langit juga sangat cerah!
Gala pelan-pelan jongkok sambil menatap Philips yang bersujud di depannya seperti anjing, “Pak Philips, kuyakin kamu nggak bodoh. Katakanlah, gimana kamu mengkhianati Rico?” Sebenarnya ini hanyalah tebakan Gala sebelum dia datang.
Namun, Gala yakin ini perbuatan Philips ketika melihat Philips menyewa pengawal dan hampir kencing di celana ketika melihatnya datang.
“Kak Gala, aku biadab, aku bukan manusia! Saat itu, aku juga nggak punya pilihan karena Alex sangat hebat. Sudut meja mahoniku dipatahkannya hanya dengan tangan kosong, aku juga hanya manusia biasa, mana tahan dengan kekuatannya itu! Lalu aku memberitahunya masalah Rico, hikss, Kak Gala, aku sudah tahu salah, tolong ampuni aku.”
Codet di wajah Gala bergerak seperti cacing tanah dan otot-otot di wajahnya berkedut ketika melihat Philips menangis, “Hahaha! Kamu bisa lolos dari tangan Alex, tapi apakah kamu merasa Tuan Richard akan mengampuni orang yang mengkhianatinya?”
“Bawa dia pergi!” perintah Gala, lalu kedua anak buahnya membawa Philips serta kedua pengawal ke dalam mobil dan pergi.
__ADS_1