
"Benar-benar bajingan, siapa yang melakukan hal semacam ini?" Figo langsung bertanya dengan kesal.
Chris malah menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Jangan sampai aku tahu siapa dia atau aku akan benar-benar membuatnya terbunuh!"
"Tapi kita juga nggak bertarung. Sebenarnya apa yang sedang dia coba lakukan? Selain itu, walaupun orang itu menyingkirkan kita, dia nggak akan pernah bisa mengambil alih posisi kita tanpa koneksi keluarga Bazel di Provinsi Sulawesi Tenggara!" Figo menjadi lebih bingung lagi.
Figo sangat yakin dengan apa yang dia katakan. Ini adalah peraturan di Provinsi Sulawesi Tenggara. Jika tidak ada keluarga Bazel yang mendukung, otomatis mustahil untuk bisa melakukan bisnis ilegal di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Alex menyaksikan kedua belah pihak mulai tenang. Setelah kesalahpahaman terselesaikan, baik Figo dan Chris kembali harmonis. Mereka tidak lagi saling menargetkan satu sama lain seperti seekor harimau, melainkan seperti teman lama yang mengobrol.
Seolah-olah kejadian barusan tidak pernah terjadi.
Setelah Alex melihat pertunjukan yang bagus berakhir, dia bertepuk tangan dan pergi ke luar.
Pertunjukan telah selesai, jadi tentu saja tidak perlu tinggal di tempat ini.
Setelah Morgan dan Trevor dibawa kembali ke kantor polisi, akhirnya mereka menjelaskan kasus yang terjadi lebih dari sepuluh tahun yang lalu dan diinterogasi secara terpisah. Jadi kalau Morgan dan Trevor berbohong, tentu saja mereka akan menjadi orang pertama yang menyadarinya.
Saat semua pernyataan telah dicocokkan, Amel menatap Morgan dan Trevor dengan memerah. Akhirnya dia merasa lega setelah mengetahui tentang kejadian ini dan senang karena kedua orang ini telah menerima hukuman yang pantas mereka terima. Ayahnya pun bisa bebas dari ketidakadilan.
Baik Morgan dan Trevor tahu mereka sudah tamat. Tidak hanya dengan perusahaan mereka, tetapi juga dengan kebebasan mereka. Mereka berdua akan dipenjara selama sisa hidup mereka.
Morgan dan Trevor ditahan di pos jaga, siap untuk dibawa langsung ke pengadilan besok dan dijebloskan ke penjara setelah persidangan.
Di dalam pusat penahanan, Alex menunjukkan senyuman di depan sel Morgan dan Trevor.
Alex menatap keduanya dan berkata, "Luar biasa, aku juga nggak perlu menipu kalian."
__ADS_1
Morgan merasa agak penasaran dan bertanya, "Apa maksudmu?"
Alex menghela napas. "Sebenarnya, menurutku akan terlalu kejam kalau aku nggak memberitahumu semua hal ini. Sesungguhnya, keluarga Bazel nggak pernah bertindak. Akulah yang menipu kalian."
Morgan meraih jeruji besi dengan kedua tangan dan memelototinya. "Apa maksudmu dengan itu?"
Alex tertawa. "Secara harfiah, selama ini kamulah yang mengira keluarga Bazel mencoba membunuh kalian, entah itu di ruang interogasi atau di stasiun kereta."
"Kalau begitu dua geng di stasiun kereta api ...." Morgan menghela napas berat seolah telah memikirkan sebuah kemungkinan.
Trevor juga agak gelisah. Dia ingat saat itu memang ada yang tidak benar, tetapi dia tidak menyadarinya sebelumnya. Sekarang dia baru sadar kalau ternyata itu adalah jebakan.
Mereka berdua juga sama sekali tidak menyadarinya.
Morgan meraung, "Sialan!"
Alex mengangkat bahunya dengan acuh. "Kalian yang terlalu bodoh. Padahal aku sudah mempersiapkan rencana alternatif lainnya yang akhirnya nggak berguna. Kalian begitu percaya dengan apa yang kutunjukkan pada kalian."
Alex tersenyum dan berkata, "Aku sama sekali nggak perlu mengundang mereka. Aku cukup menyuap dua bawahan mereka, kemudian menyuruh mereka saling menyerang satu sama lain dan membuat kesepakatan waktu pertarungan kelompok. Mereka pun langsung datang tanpa babibu. Bukankah hal semacam ini sangat sederhana?"
Trevor tiba-tiba mengerti. Dia tidak pernah menyangka kedua bawahan dari keluarga Bazel di stasiun kereta pun ditipu oleh Alex. Mereka masih mengira pihak keluarga Bazel yang datang untuk membunuh mereka.
Ini benar-benar konyol!
Morgan menunjuk ke arah Alex dan kehilangan kata-kata. Bagaimana dia bisa tidak menyadari kalau semua ini diatur oleh Alex? Akan tetapi, dia juga mengerti sudah tidak ada gunanya mengetahuinya sekarang.
Kejahatan mereka telah diputuskan dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk memperbaikinya.
__ADS_1
Setelah membereskan Morgan dan Trevor, Alex keluar dari kantor polisi. Saat itu, Amel menunggunya di depan pintu.
Dia berjalan ke depan, Amel tersenyum dan berkata, "Benar-benar terima kasih padamu. Kalau bukan karenamu, aku nggak akan pernah tahu rincian masalahnya dan nggak akan bisa membuat kedua bajingan ini mengaku!"
Alex tersenyum dan berkata, "Aku nggak pernah melupakan apa yang kujanjikan kepadamu saat itu, jadi membuat mereka berdua mengaku juga merupakan hal yang ingin kulakukan. Orang-orang jahat itu harus mendapatkan hukuman yang pantas mereka dapatkan."
Amel menganggukkan kepalanya. "Jadi, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?"
Alex tersenyum dan berkata, "PT. Zrank sudah jatuh, jadi yang tersisa hanyalah PT. Mega. PT. Mega adalah mitra terbesar keluarga Bazel. Sekarang juga ada pengakuan dari Morgan dan Trevor, 'kan? Selama PT. Mega juga dijatuhkan, aku yakin pengusaha lain akan tetap berpegang teguh pada hubungan antara keluarga Bazel dan mereka."
Amel selalu tahu Alex sangat cerdas dan memiliki wawasan yang luas, tetapi sekarang dia masih merasa sangat kagum padanya.
Bagaimanapun, orang biasa tidak akan bisa melakukan hal semacam ini. Merencanakan segalanya, kemudian cukup menunggu untuk melaksanakan setiap langkah dan menjatuhkan target dalam satu gerakan.
Alex mengangkat bahunya dan berkata, "Tapi PT. Mega ini bukanlah apa-apa dan bukan sebuah ancaman. Lagi pula, Slamet sudah kuhajar hingga masuk ke rumah sakit. Zarif itu juga mencoba mencari masalah denganku, tapi semua orang yang dia bawa malah terluka parah olehku. Kemungkinan mereka baru saja pulih."
Setelah mendengar ini, Amel membelalakkan mata. Dia sama sekali tidak siap dengan kenyataan kalau Alex telah melakukan begitu banyak hal dan setiap hal yang dia lakukan begitu mengejutkan.
Bisa dikatakan tidak ada yang berani memprovokasi PT. Mega di Provinsi Sulawesi Tenggara kecuali keluarga Bazel, tetapi sekarang mereka benar-benar telah diintimidasi oleh Alex.
Amel menatap Alex, sementara Alex mengusap hidungnya, "Ada juga istri Anwar yang sepertinya juga pernah kupukul."
Amel merasa Alex telah benar-benar telah menyinggung PT. Mega. Walaupun dia tidak mengusik PT. Mega, Anwar pasti tidak akan mengampuninya.
Amel memang mendengar Slamet telah dihajar sampai masuk ke rumah sakit. Lukanya juga sangat serius. Dia juga sempat tepuk tangan untuk pelaku tersebut.
Akan tetapi, dia tidak pernah menyangka Alex adalah pelakunya.
__ADS_1
Alex benar-benar cukup berani untuk melakukan apa saja.
Harus diketahui kalau Alex telah menyinggung beberapa pasukan besar. Kalau saja dia adalah orang biasa, pastinya dia sudah diburu berkali-kali oleh orang lain.