Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Terlahir Sebagai Dewa Perang


__ADS_3

“Oke, tuan Alex. Kalau begitu terima kasih.” Jasmin memberitahu Keano untuk istirahat, tapi Keano malah tidak mau, “Kak, kalau mereka datang, aku bisa menghajarnya lagi.”


“Hahaha.” Alex tertawa, “Ken, masih banyak kesempatan kok, sana istirahat dulu.”


“Beneran?” Orang yang berbakat dalam bela diri seperti Keano sangat terobsesi dengan pertarungan.


Alex mengangguk, “Aku jamin.”


Alex berkata dalam hati sambil menatap kepergian Keano: Anak ini lumayan mirip sama Andi, tapi sifatnya lebih lembut dari si Andi.


Setelah rencana Andreas gagal, dia kembali untuk melapor kepada Ghaston dan menekankan bahwa pihak musuh punya ahli bela diri!


Ghaston kehilangan mood untuk bermesraan dengan kekasihnya, dia segera pergi ke rumah Andreas untuk mendiskusikan rencana menghadapi PT. Atish. Karena dia punya firasat, pergantian pemilik Atish beberapa hari terakhir seperti menargetkan keluarga Mahari!


Jangan-jangan, PT. Atish juga ingin mendapatkan proyek rekonstruksi pelabuhan kali ini?


“Alex? Ngak pernah denger! Dia juga muncul malam ini? Gimana?” Ghaston terhitung lumayan tenang, ya karena dia tidak berhadapan dengan situasi pertarungan sebelumnya.


Berbeda dengan Andreas yang heboh, “Aku ngak tahu yang mana Alex, Kak. Setelah pertarungan itu, aku bertanya pada orang yang ikutan bertarung, dan mereka bilang Alex sama sekali ngak ikutan pada saat itu.”


“Hah? Orang kita dihajar habis-habisan, tapi Alex ngak muncul?” Barulah Ghaston memikirkan masalah ini dengan serius, “Jadi maksudmu, mereka punya ahli bela diri terhebat? Bisa sehebat apa?”


 Andreas merenung, lalu berbicara, “Aku rasa, harusnya ngak beda jauh sama kamu.”


“Heh!” Ghaston sulit mempercayainya, “Dre, ngak salah kamu? Jadi kamu bilang, bawahannya si Alex lebih hebat dari kita? Kita ini muridnya tuan Tambo! Kita ini ngak terkalahkan di Medan!”


Andres mengangguk dan menggelengkan kepala, “Ini cuma penilaianku saja, mungkin saja ngak tepat. Tapi, kita bisa membuktikannya.”


“Benar! Buktiin, minta Sony ke sana!” Sony yang diungkit Ghaston juga seorang ahli berbakat, di bawah bimbingan Tambo, di usianya yang masih muda dia sudah mencapai tingkat master, bahkan mereka berlima pun sulit mengalahkannya.


Saat ini Sony adalah petarung pertama keluarga Mahari, karena Tambo sudah tidak perlu lagi turun tangan, dan 5 bersaudara keluarga Mahari sudah tidak mau turun tangan.


Setengah jam kemudian, Sony yang bertubuh kekar muncul di luar gedung PT. Atish, setiap langkahnya begitu berat sehingga seolah-olah sedang gempa.


Ghaston dan Andreas masing-masing membawa sebuah mobil, mereka berjalan perlahan sejauh ratusan meter di belakang Sony.

__ADS_1


Sony seperti sebuah tank, dan mereka berdua layaknya tentara yang berada di belakang tank.


“Orang ini luar biasa!” Hengky mengetahuinya hanya dengan sekali lihat, Sony tidak hanya bertubuh kekar, tapi di dalam tubuh kekarnya sepertinya tersembunyi ilmu bela diri yang sulit dibayangkan orang pada umumnya!


Setiap gerakannya seakan sedang mengerahkan kekuatan yang tak ada habisnya ke segala penjuru! Sedangkan Sony, sama seperti sebuah inti pusat kekuatan! Tubuhnya akan memproduksi sesuatu yang disebut kekuatan tanpa hentinya!


Bum! Bum! Sony semakin mendekat selangkah demi selangkah.


“Mundur.” Alex tentunya juga merasakan kehebatan Sony, dia membentangkan kedua tangannya untuk menyuruh Hengky, Rega, dan yang lainnya untuk segera mundur.


“Hm? Orang baru?” Andreas tidak pernah bertemu Alex, dia sedikit bingung melihat pemuda ini maju, “Orang ini cari mati.”


Ghaston mengangguk, “Dengan tubuh mungilnya itu, Sony bisa membunuhnya hanya dalam 1 pukulan.”


Tepat pada saat itu, suara riang terdengar dari belakang Alex, “Hahaha! Ada yang datang nih! Tuan Alex, biar aku saja!”


Keano bergegas menerjang ke arah Sony, awalnya Alex ingin menghentikannya, tapi keinginan tempur Keano terlalu kuat, jadi Alex memberikannya kesempatan, “Hati-hati, Ken. Lawan sangat kuat.”


Keano tertawa, “Lawan seperti ini baru seru!”


“Hei, gede, ayo mulai!” Keano sudah tidur selama 2 jam, sekarang ini dia melakukan sedikit pemanasan sambil menatap Sony dengan tak sabar seperti sedang menatap mangsa.


Sony menyeringai, “Kamu bukan lawanku.”


Keano terkejut, “Mulai dulu baru tahu!”


Keano melangkah maju dan melayangkan sebuah pukulan. Sony mekekuk sedikit kedua kakinya dan mengayunkan tinju.


Buk! Suara bentrokan ini seperti suara guntur, meskipun berada pada jarak sejauh 10 meter sekalipun diafragma orang-orang juga bisa merasakan getaran dashyat!


“Akh! Aduh! Sakit oi!” teriak Keano sambil mundur ke belakang dan menggoyang tangan kanannya, “Eh gede, ngak bisa pelan dikit apa?”


Sony sampai di hadapan Keano dalam selangkah dan kembali melayangkan tinju kanan.


Keano melangkah dengan bentuk zig zag dan sampai di sisi kanan Sony dalam sekejap, dia berhasil menghindari tinjuan tersebut, lalu menendang bokong Sony, “Hei, rasakan ini.”

__ADS_1


Buk! Tendangan Keano tidak berefek apa-apa terhadap Sony, dia berbalik dan menatap Keano dalam diam, kemudian kembali melayangkan tinju!


Keano berada di sebelah Sony dan memulai perkelahian. Alex mengamati dengan cermat dan menemukan bahwa keterampilan tubuh Keano sangat rapi, semua jenis kilatan dan gerakan digunakan dengan bebas, datang dan pergi seperti angin, membuat si kokoh Sony pusing tujuh keliling.


Hengky dan yang lainnya mengagumi keterampilan Keano.


Bahkan Ghaston dan Andreas juga sangat terkejut: Bawahan biasa Alex punya kemampuan seperti ini?


Terutama mampu menerima pukulan keras Sony, ini menunjukkan bahwa keterampilan anak ini sendiri tidak jauh lebih buruk daripada Sony! Dia juga pasti orang yang terlahir dengan kekuatan supernatural! Di mana Alex menemukan ahli sesat seperti itu?


Keano melompat keluar dari lingkaran dengan penuh keringat, lalu berbicara dengan nafas terengah-engah, "Hei gede, kamu hebat! Haha!"


Sony juga terengah-engah saat ini, dia menatap Keano dalam diam sambil berpikir dalam hati: Jangan lihat anak ini lciik, sebenarnya, kita sudah melayangkan lebih dari belasan pukulan. Aku sudah sangat lelah sampai tangan pun gemetaran, tapi dia masih bisa segar begitu?


Alex melangkah maju, "Ken, istirahatlah, biar aku saja."


Keano menjentikkan jarinya: "Tuan Alex, kamu harus mengalahkannya ya!"


Pada saat ini, langit perlahan menjadi terang, dan Ghaston tiba-tiba berkata, "Sony, ayo pergi!"


Sony juga cukup tegas, setelah mendengarnya, dia pun berbalik dan pergi.


“Eh? Lanjut dong!” Alex berseru dengan sengaja.


Sony mengabaikannya dan masuk ke mobil, kemudian melaju pergi.


“Ken, gimana orang tadi?” Jasmin tidak bisa menahan diri untuk bertanya. Dia juga melihat sekujur tubuh Keano yang dibasahi keringat, jelas dia sangat lelah.


Keano mengacungkan jempol, "Orang ini terlahir sebagai dewa perang! Seru banget tadi! Kalau masih dilanjutkan, mungkin saja aku akan benar-benar kalah."


Setelah mengatakannya, dia pun melirik Alex. Dia tahu betul jika Alex turun tangan, maka pria besar tadi pasti juga akan kalah dalam satu gerakan!


 


 

__ADS_1


__ADS_2