
Serangan peluru senapan lebih besar daripada peluru biasa!
“Ah?” Dodo tiba-tiba terbang ke belakang seperti bayangan ilusi.
“Alex, jangan pergi, mari kita bertarung sampai ada yang menang dan ada yang kalah!” Dodo sepertinya masih tidak mengerti apa yang terjadi, “Ngapain kamu membawa begitu banyak penembak?!”
Alex mendengus, “Aku nggak membawa orang, Dodo! Kamu memang brengsek, kamu pasti membawa penembak, kan?” Kemudian, Alex berjalan menuju jalan gunung tempat pistol itu terdengar.
“Berhenti!” Saat ini, terdengar suara Stevanus. Dia sudah membawa orang ke puncak gunung.
Sosok Alex tiba-tiba menghilang, lalu terlihat dia berbelok ke jalan gunung lain dan terbang!
Dikarenakan Alex sebelumnya sudah datang melihat area gunung ini, jadi kecepatannya untuk kabur sangat cepat. Hanya dalam sekejap, dia sudah tidak terlihat lagi.
“Stevanus? Kok kamu ke sini?” Dodo memelototi para marinir dengan marah.
Stevanus tidak menjawabnya, hanya mengejar ke arah Alex! Pistol di tangannya dan rekannya menembak ke arah Alex dengan sengit!
“Jangan menembaknya! Dasar bajingan, ini adalah kompetisi seni bela diri, bagaimana kamu bisa berbuat begini?!” teriak Dodo, seolah-olah sengaja membiarkan Alex mendengar perkataan ini.
“Kejar!” Stevanus segera mengejar ke bawah gunung. Sementara rekan-rekannya juga ikut mengejar ke bawah dan terkadang akan terdengar suara tembakan dari bawah gunung!
Cars dan Weling akhirnya tiba dan ikut mengejar.
Ketika Weling mengejar, dia melambaikan tangan pada Dodo, “Pak Tua, ayo ikuti kami, jangan bengong di sana.”
Dodo merasa tak berdaya, lalu dia melihat ke arah jalan mereka datang ada sejumlah besar polisi yang berlari kemari, jadi dia segera pergi.
Ketika Bagus, komandan tim SWAT dan Nova, wakil komandan polisi kriminal memimpin polisi ke puncak gunung, tidak ada seorang pun di sina. Tapi mereka masih bisa melihat ada orang yang berlari ke bawah gunung sambil menembak di sisi lain jalan gunung.
“Kejar!” Bagus enggan menyerah. Dia segera memberi perintah, lalu dia memimpin untuk mengejar mereka.
Alex bukan hanya memiliki kemampuan bertarung yang kuat, tetapi dia juga memiliki kemampuan melarikan diri yang hebat.
__ADS_1
Makanya, meskipun Stevanus mengambil pistol dan yang lainnya juga ahli dalam berperang, mereka tetap nggak bisa menemukan bayangan Alex.
Mereka tidak bisa menemukannya, jadi hanya bisa turun gunung dari jalan lain. Lalu orang yang menjemput mereka mengendarai mobil kemari dan pergi dengan cepat.
Setelah kembali ke rumah Keluarga Japari, wajah Dodo sangat masam dan dia sedang di aula Richard menunggu Stevanus.
Richard terus-menerus meminta maaf pada Dodo, “Pak Tua, kamu jangan marah pada Stevanus. Kamu juga tahu anak muda sekarang hanya tahu ingin sukses, jadi wajar saja dia ingin mengalahkan lawan dengan satu tembakan.”
Dodo sangat marah sampai tidak mengatakan sepatah kata pun. Tak lama kemudian, dia baru berkata, “Cepat panggil dia kemari!”
“Baik Pak Tua, kamu jangan marah karena nggak baik untuk kesehatan,” bujuk Richard.
Stevanus sudah melepaskan baju anti pelurunya, lalu dia datang ke aula tempat Richard duduk dengan angkuh, “Ayah, kenapa Anda memanggilku kemari?”
Cars dan Weling mengikuti Stevanus dengan santai, lalu menatap Dodo dan berpikir bahwa master ini sangat menarik.
Dodo menatap Stevanus dengan marah, “Kamu sengaja mengikutiku dengan membawa pistol. Kenapa kamu nggak memberitahuku?”
Stevanus tertawa terbahak-bahak, “Kakek Dodo, aku ini mengkhawatirkan kesehatan Anda. Kenapa malah membuat Anda marah? Kalau begitu aku minta maaf padamu dulu, Anda boleh saja memukul atau memarahiku dan aku Stevanus nggak akan melawan.”
“Kamu!” Dodo mengangkat tangan kanannya. Awalnya dia bersiap ingin menamparnya, tapi dia melihat Stevanus hanya memejamkan mata dan tak bermaksud menghindar. Dodo pun nggak bisa turun tangan, hanya bisa menghela napas dan duduk, “Stevanus, aku dan Alex ini bersaing secara adil, tapi perbuatanmu ini benar-benar membuatku malu!”
Stevanus berkata sambil tersenyum, “Pak Tua, hari ini nggak bisa membunuh Alex baru hal yang memalukan.”
“Sudahlah, aku pamit dulu.” Dodo pun pergi.
Ketika hanya tersisa sepasang ayah-anak itu, Stevanus pun mengedipkan matanya pada Richard, “Ayah, pemikiran Kakek Dodo masih saja kuno.”
Richard mengangguk, “Iya, tapi kemampuan bela diri pak tua sungguh hebat! Stevanus, kelak kamu harus menghormatinya, jangan membuatnya marah.”
Stevanus mengangguk, “Ayah tenang saja. Kakek Dodo ini melihatku dari kecil sampai dewasa, dia tentu saja nggak rela memukulku. Haha.”
Richard memelototinya, “Kamu ini ya!”
__ADS_1
Saat ini, walkie-talkie Stevanus berdering, dia dengan cepat menekan tombol jawab, “Elang Elang, menurut informasi yang dapat dipercaya, Dakson mungkin akan memimpin orang untuk menyerang rumah Keluarga Japari di malam hari.”
“Apa?!” Stevanus segera berdiri, “Baik, aku akan segera ke sana untuk merencanakan strategi.”
Setelah menutup walkie-talkie, Stevanus pun berkata pada Richard, “Ayah, malam ini Dakson akan menyerang kita, jadi kamu sebaiknya bersembunyi dulu. Biar aku dan para saudaraku yang menangani hal ini.”
Ekspresi Richard pun berubah dan berkata, “Iya, tapi kamu harus menghubungi pak tua. Mungkin dia bisa memainkan peran penting pada saat yang kritis.”
“Baik! Ayah jangan khawatir, aku nggak akan membiarkan Kakek Dodo hidup santai.” Sepasang ayah-anak ini saling menatap, lalu tampak mereka terlihat licik.
Mereka tahu jelas mereka sudah memanfaatkan Dodo sangat lama, tapi Dodo masih saja setia pada mereka.
Beberapa saat ini, banyak hal yang terjadi pada Richard.
Hal ini juga menyebabkan kehebohan di kota Tomohon.
Pengusaha dari berbagai kota yang sudah mendapat informasi, tahu bahwa Richard gagal dalam penawaran jalan tol kali ini, jadi semua orang berpikir: Apakah Richard sudah bangkrut?
Kemudian, balas dendam Richard terhadap komiter penawaran itu juga diketahui jelas oleh orang-orang: Ini adalah sikap yang beringas! Apakah Tuan Richard yang terkenal telah kehilangan akal pikirnya dan berbuat kriminal?
Sampai sekarang, semua orang pengusaha di berbagai kota mulai tahu kalau kemunculan Alex di kota Tomohon untuk melawan Richard. Waktu sudah berlalu setengah bulan, tapi Richard masih saja nggak ada cara menangani Alex!
Selain itu, ada gosip di dunia bahwa Dakson dari kota Taranesa membawa orang ke kota Tomohon untuk membalaskan dendam saudaranya, Borez. Lalu tujuan balas dendam mereka adalah Richard.
Gala adalah pemukul yang meraih medali emas di samping Richard, tapi dia akhirnya ditangkap oleh polisi dan masuk penjara.
Semua kejadian ini disimpulkan menjadi satu kalimat di hati orang-orang: Richard nggak berjaya lagi!
Semua orang mengerti. Karena Richard akan bangkrut, jadi mereka berusaha menghindarinya dan sebaiknya tidak terlibat dalam hal itu.
Tapi, masih saja ada yang tahu bahwa Dakson membawa orang menyerang ke rumah Keluarga Japari, lalu mereka memberi tahu informasi ini pada Keluarga Japari, jadi orang Stevanus pun mendapat kabar ini.
Apakah Dakson akan datang malam ini? Stevanus sudah membuat persiapan baik, juga menyiapkan dua senapan, lalu dia menunggu kedatangan Dakson di satu-satunya jalan memasuki rumah Keluarga Japari.
__ADS_1
“Ada sesuatu yang terjadi di rumah Keluarga Japari!” Nova segera mendapatkan kabar ini karena setidaknya ada selusin polisi yang mengawasi rumah Keluarga Japari dan ada banyak mata-mata yang tak terhitung.