
Harry tidak menduga bahwa Dakson akan meminta bantuan keluarga Bazel. Dulu saat minum bersama, Harry juga hanya bersulang dengannya tanpa maksud apa-apa. Dia tentu saja senang karena tidak menyangka bahwa tindakannya itu bisa mendapatkan hasil seperti ini.
Meskipun Dakson hanya seorang diri, tetapi seorang bandar narkoba seperti dirinya mempunyai dana ratusan juta dolar Amerika. Makanya, Harry menerima Dakson untuk tinggal di kediaman Bazel. Alasannya bukanlah karena persahabatan setelah minum bir bersama sekali, melainkan karena harta Dakson.
Setelah kembali ke kamarnya, wajah Dakson terlihat murung. Dia tahu jelas apa yang sedang dilakukan Harry. Saat ini, dia bagaikan seorang tahanan, tetapi dia masih belum mendapatkan cara untuk meninggalkan kediaman Bazel.
Andi masih berada di luar. Begitu Dakson keluar dari kediaman Bazel, dia pasti akan langsung diserang oleh Andi dan yang lainnya. Tentu saja, dia tidak menginginkan hal itu terjadi. Dia tahu jelas mengenai kemampuan Andi dan yang lainnya serta tahu bahwa dirinya tidak akan bisa melawan mereka. Jadi, dia hanya bisa tinggal di kediaman Bazel hingga mereka pergi.
Namun, Dakson juga tahu bahwa keluarga Bazel juga tidak akan membiarkannya pergi, kecuali dia membayar harga tertentu. Jika bukan karena tidak mempunyai pilihan lain, dia juga tidak akan datang ke kediaman Bazel.
Saat ini, Alex sedang berada di markas militer bersama Ruby. Kehidupan di dalam markas militer sangatlah teratur, bahkan jam makan dan jam tidur juga telah ditentukan.
Saat ini, Zaki sedang mengikuti Alex. Setelah mengetahui bahwa Alex adalah seorang master, dia berusaha memikirkan cara agar Alex bisa tinggal untuk melatih tentaranya.
Alex tentu saja tahu maksud Zaki, jadi dia tersenyum dan berkata, “Mayor, aku tahu maksudmu dan aku juga bisa menyanggupinya. Tapi, aku hanya bisa berjanji bahwa aku akan datang untuk melatih tentaramu selama aku masih berada di kota ini. Bagaimana menurutmu?”
Zaki langsung bertepuk tangan dan berkata sambil tersenyum, “Aku hanya perlu janjimu ini. Kelak, kalau kamu membutuhkan bantuanku, langsung katakan saja. Asalkan hal itu nggak melanggar prinsip dan aturan, aku pasti akan membantumu.”
Alex dan Zaki sama-sama tersenyum lantaran sudah mendapatkan hal yang mereka butuhkan. Sementara, Ruby malah memandang kedua orang itu dengan kebingungan. Dia tidak mengerti kenapa senyuman kedua orang itu tiba-tiba menjadi begitu cerah.
__ADS_1
Setelah tidur semalam, Zaki langsung mencari Alex di pagi buta keesokan harinya.
Ruby juga belum pernah bangun sepagi ini, apalagi mengikuti waktu aktivitas tentara. Dia tidak bisa langsung menyesuaikan diri. Namun, dia juga tahu bahwa ini adalah saat-saat khusus. Lagi pula, dia merasa bahwa dirinya sudah sangat beruntung karena bisa tinggal di tempat ini.
Alex tersenyum dan berkata, “Aku bisa memberikan pelatihan hari ini. Saat ini, belum ada kabar dari pengadilan, mungkin kapten Roselline sedang mengaturnya.”
Berhubung Roselline masih belum menyelesaikan masalah di pengadilan, Alex juga masih sangat senggang. Jadi, dia bisa membantu melatih para tentara.
Setelah tiba di lapangan besar, semua tentara sudah berkumpul. Zaki berdeham sekali sebelum berbicara, “Hari ini, aku sudah mengundang seorang master untuk memberi panduan latihan bagi kalian. Seberapa banyak ilmu yang bisa kalian pelajari, itu semua tergantung pada diri kalian sendiri!”
Tidak ada tentara yang bergerak dan suasananya juga sangat serius.
Namun kali ini, tujuannya meminta bantuan Alex adalah agar para tentara menjadi semakin kuat dan mereka bisa mendapatkan peringkat yang lebih tinggi dalam kompetisi tahun ini.
Zaki menggeser sedikit ke samping dan Alex pun pelan-pelan maju. Setelah menyapu para tentara sekali, dia tersenyum, “Aku tahu kalian semua adalah pria yang sangat kuat. Lagi pula, kalian juga sudah berusaha semampu kalian untuk melindungi negara. Tapi dalam mataku, nggak peduli dalam pertarungan jarak dekat maupun jarak jauh, kemampuan kalian masih belum cukup tinggi.”
Para tentara tentu saja tidak terima setelah mendengar kata-kata Alex. Namun, mereka juga tidak membantah dan hanya menatap lurus ke depan.
Alex berkata, “Aku tahu kalian nggak terima, jadi aku akan memberi kalian kesempatan untuk bertarung melawanku nanti. Kalau kalian menang, aku akan menyuruh mayor kalian untuk memberikan cuti satu bulan untuk kalian.”
__ADS_1
Selesai berbicara, pelatihan pun dimulai. Para tentara mulai berkelompok, ada yang berlatih menembak dan ada juga yang berlatih pertarungan jarak dekat.
Saat ini, Brian yang sedang berlatih menembak pun terkejut setelah melihat Alex, namun dia tetap menembak ke arah sasaran tetap dengan cepat.
Kecepatannya sudah semakin cepat. Dulu, dia membutuhkan waktu 10 detik dan kali ini, dia hanya memerlukan lima detik. Namun, dia mengerutkan keningnya lantaran hasil yang ditunjukkan hanyalah 86 poin. Dapat dikatakan bahwa ini adalah rekor terendahnya.
Dia sangat tidak puas, apalagi dia menggunakan teknik penembakan sasaran dan bukan penembakan beruntun. Kecepatannya memang sangat cepat, tetapi dia hanya dapat menembak satu sasaran saja. Dia tahu bahwa Alex menggunakan teknik penembakan beruntun dan langsung mendapatkan 97 poin!
“Brian, kenapa kamu begitu terburu-buru hari ini? Meskipun nilai ini juga termasuk sangat tinggi, kamu seharusnya nggak akan mendapatkan hasil di bawah 90 poin dengan kemampuanmu itu,” kata seorang rekan Brian sambil menatapnya dengan kebingungan. Dia tahu biasanya Brian tidak akan begitu saat latihan.
Saat ini, Alex sedang berjalan di antara para tentara yang sedang berlatih. Kadang-kadang, dia akan memberi tahu mereka bagaimana mereka harus berlatih agar bisa meningkatkan kemampuan mereka.
Tepat di saat itu, dia berhenti di hadapan sepasang tentara yang sedang berlatih. Salah seorang dari mereka yang bernama Levi menatap Alex dengan tidak senang, “Aku sudah memperhatikanmu dari tadi. Kamu hanya mengamati kami, lalu mengatakan harus bagaimana berlatih. Bagaimana kami tahu bahwa ajaranmu itu berguna? Lagi pula, kamu masih belum menunjukkan kemampuanmu sama sekali. Apa karena kemampuanmu sendiri memang sangat buruk?”
Kata-kata Levi membuat tentara lainnya yang juga tidak puas terhadap Alex menatap Alex sambil tersenyum sinis. Mereka juga ingin bersuara, tetapi tidak bernyali. Sebaliknya, mereka mengagumi keberanian Levi yang berani mengutarakannya. Namun, mereka tahu Levi pasti akan dimarahi oleh Zaki karena berani mempertanyakan kemampuan Alex.
Seperti yang diharapkan, Zaki langsung mendekati mereka dan berkata dengan marah, “Levi, apa maksudmu ini? Jangan kira kalau kamu boleh bersikap kurang ajar mentang-mentang kamu adalah tentara lama. Ini adalah markas militer, kamu nggak boleh bersikap sembarangan!”
Levi malah berkata dengan lantang, “Mayor, aku percaya bahwa kawan-kawan yang lain pasti juga punya keraguan yang sama. Atas dasar apa dia mengajari kami kalau dia hanya tahu berbicara? Aku ingin bertanding dengannya. Kalau kamu ingin menghukumku, tunggulah setelah aku selesai bertanding dengannya!”
__ADS_1
Zaki sudah murka, tetapi Alex malah mengangguk, “Nggak masalah, aku toh memang bermaksud untuk bertanding dengan kalian nanti. Terserah kalian saja kalau kalian memang ingin memajukan segmen ini.”