Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 580 Lagi-lagi Orang PT. Mega


__ADS_3

Alex menunjuk ke komplek kelas atas yang di kejauhan. “Menurutku komplek itu cukup bagus, bisa dipertimbangkan.”


Setelah melihat apa yang ditunjuk Alex, staf itu pun terkejut, lalu tersenyum tak berdaya. “Maaf, Pak. Komplek di sana agak mahal, tapi kurang praktis.”


Alex tidak peduli. “Tapi fasilitas keamanan di sana lebih baik, ‘kan?”


Staf itu berkata dengan tak berdaya, “Benar, tapi sangat mahal.”


Alex ingin membiarkan staf membawa mereka melihat komplek itu, tapi seseorang wanita keluar dengan ekspresi meremehkan. “Orang miskin nggak usah berpura-pura kaya. Harga rumah itu 156 juta per meter persegi. Selain itu, luas rumah itu sekitar 200 meter persegi.”


Wanita gemuk berpakaian emas terlihat seperti orang kaya yang kampungan.


Erika mengerutkan dahi, tapi staf itu malah melihat wanita itu dengan sikap menyanjung. “Ternyata, Bu Rin. Kenapa nggak memberitahuku dulu kalau mau datang, biar aku bisa melayanimu.”


Bu Rin berkata dengan senyum, “Nggak usah repot-repot, kali ini aku datang untuk membelikan putraku rumah. Pelayanan kalian cukup bagus, jadi aku datang lagi.”


Ketika Bu Rin berbicara, dia menunjuk komplek kelas atas itu sambil melihat Alex dan Erika dengan ekspresi sombong.


Alex tentu saja tidak peduli, tapi sekarang Erika tidak akan membiarkan orang lain menjelekkan suaminya, jadi dia ingin keluar untuk membantah perkataan Bu Rin.


Tepat pada saat ini, Alex menarik Erika dan memeluknya sambil berkata dengan senyum, “Tampaknya komplek itu kurang baik. Setelah ditinggali oleh seekor anjing, pasti sangat ribut.”


Ekspresi Bu Rin langsung berubah, bahkan melihat Alex dengan marah. “Kamu bilang siapa anjing?”


“Siapa yang mengakui, ya siapa loh.” Alex tidak marah. Namun, sikapnya yang tenang malah membuat Bu Rin ini emosi.


Bu Rin menunjuk Alex. “Apa kamu tahu siapa aku? Berani-beraninya kamu memarahiku?”


Alex menjawab dengan senyum, “Aku nggak tahu siapa kamu, aku hanya tahu kamu itu wanita nggak masuk akal.”


“Brengsek!”

__ADS_1


“Oh, maaf. Seharusnya aku nggak boleh bilang kek gitu, kalau berbicara begitu sama saja nggak memberi muka pada wanita nggak masuk akal. Orang sepertimu mana boleh dibilang wanita nggak masuk akal?” Alex sangat tenang.


Bu Rin sangat marah, tapi dia hanya bisa menunjuk Alex tanpa mengatakan apa pun, karena Alex yang melihatnya dengan tenang membuatnya tidak tahu harus berkata apa.


Jadi, dia segera menunjuk ke arah Erika. “Kamu begitu cantik, apa kamu jadi pelacur?”


Plak!


Begitu selesai mengatakan itu, Alex langsung menamparnya. “Hati-hati krena aku bisa membuatmu mati dengan satu tamparan.”


Bu Rin menatap Alex dengan kaget, karena tidak mengerti kenapa Alex memukulnya tanpa tanda apa-apa. Bahkan sebelum dia merespons, dia sudah jatuh di lantai.


Ekspresi staf di samping pun berubah. Dia segera memapah Bu Rin berdiri, kemudian menatap Alex dengan kaget. “Bu Rin adalah istri dari pemimpin PT. Mega. Beraninya kamu berbuat begitu padanya, apa kamu sudah mau mati?”


Bu Rin berkata dengan marah, “Brengsek kamu, beraninya kamu memukulku! Aku mau membunuhmu!” Dia mengambil ponselnya untuk menelepon pengawalnya.


Saat ini, Alex hanya berkata, “Perkataanmu tadi bisa membuatku membunuhmu. Awalnya aku bingung kenapa kamu begitu sombong, sekarang aku baru tahu ternyata kamu juga orang PT. Mega, istrinya Anwar?”


Setelah dipikir, satu keluarga Anwar sudah dipukul dia.


Alex tentu tidak takut kalau Bu Rin ini memanggil pengawal. Saat itu, ada seratusan anak buah Anwar mencari masalahnya, akhirnya dipukulnya hingga babak belur.


Jadi, beberapa pengawal itu tidak akan mempersulit dirinya.


Sebaiknya membeli rumah dulu, kalau tidak malam ini mau tidak mau tinggal di hotel lagi.


Alex datang ke depan miniatur bangunan, lalu berkata pada staf, “Aku nggak mau komplek yang dipilihnya, apa masih ada komplek kelas atas yang lain? Aku mau beli satu.”


Erika sudah terbiasa dengan sikap tenang Alex. Meskipun dunia akan kiamat, Alex pasti akan melakukan urusannya dengan tenang.


Bahkan tidak akan peduli banyak.

__ADS_1


Staf pun tercengang, tidak mengerti apa yang dipikirkan Alex. Sekarang Bu Rin sudah menyuruh pengawalnya kemari, bukankah lebih baik harus pergi dulu?


Tapi, kenapa Alex malah ingin terus membeli rumah?


Apa sekarang waktunya membeli rumah?


Kalau tertangkap oleh pengawal itu, pasti tidak bisa lari lagi, hanya bisa menerima hukuman!


Tapi staf itu secara spontan memperkenalkan komplek kelas atas pada Alex. Setelah selesai memperkenalkan, dia baru memukul dahinya, juga tidak tahu kenapa dirinya ikut dalam kerusuhan ini.


Sekarang hal yang terjadi tidak baik, jadi dia seharusnya tidak memperkenalkan dan menjual rumah.


Alex mengangguk dengan puas. “Kalau begitu, rumah ini saja. Nanti, bawa aku dan istriku melihat rumah ini.”


Staf mengingatkan dengan suara kecil, “Apa kamu lupa kalau kamu telah menyinggung Bu Rin? Lalu, apa kamu merasa sekarang aku bisa membawamu melihat rumah?”


Alex menjawab dengan tenang, “Tenang saja. Mau pengawal apa yang dia panggil, aku pasti bisa mengalahkannya dalam 10 detik, jadi kamu ambil dulu kunci komplek ini. Sekarang kita pergi melihat rumah itu, kalau cocok, hari ini akan kubeli.”


Setelah mendengar ini, staf pun terkejut.


Cepat sekali! Apa ini tidak usah diskusi dengan keluarga? Bagaimanapun juga, ini adalah komplek kelas atas, jadi satu rumah lebih dari 20 miliar.


Pada saat ini, setelah Bu Rin melihat pengawal datang, dia langsung menunjuk Alex dengan marah. “Pukul mereka berdua, hari ini aku mau membiarkan mereka tahu kehebatanku! Beraninya memukulku!”


Bu Rin sangat marah, jadi membiarkan empat pengawal menyerang Alex. Sedangkan, dirinya hanya berdiri di samping sambil melipat tangan.


Alex hanya mengangkat baju dengan tenang. Ketika melihat empat pengawal menyerang kemari, dia pun berkata, “Kok masih nggak tahu diri, sih? Aku sudah memukul begitu banyak pengawal PT. Mega, tapi kalian masih saja nggak kenal aku.”


Melihat keempat pengawal yang lebih hebat dari orang biasa, dia langsung menyerang para pengawal itu dengan tendangan dan tinju. Awalnya, dia menendang terbang satu pengawal, lalu menendang yang lain dengan kaki.


Karena kecepatan Alex sangat cepat, para pengawal hanya bisa melihat bayangan hitam yang terbang keluar, juga disertai dengan rasa sakit di tubuh.

__ADS_1


__ADS_2