Menantu Hebat Seperti Dewa

Menantu Hebat Seperti Dewa
Bab 513 Datang Untuk Membahas Bisnis


__ADS_3

Satu wanita yang di resepsionis menuangkan teh pada Alex dan Friska.


Tak lama kemudian, wanita seksi yang tadi menyambut mereka kembali menghampiri dan berkata dengan senyum, “Maaf sekali, Tuan. Pak Trevor nggak ada di atas.”


Alex juga tidak peduli. “Kalau begitu, aku cari Morgan saja. Morgan pasti ada, kan?”


“Dia juga nggak ada di sini.”


“Jadi kapan mereka kembali?”


“Aku juga nggak tahu.” Wanita cantik tersenyum pahit. Dia hanya karyawan di resepsionis, jadi tidak mungkin tahu begitu banyak.


Alex juga tidak mempersulitnya lagi dan berkata. “Kalau begitu, aku tunggu di atas saja. Ini boleh, kan?”


Wanita itu ragu sejenak, karena dia tahu tidak boleh membiarkan tamu naik ke atas kalau tidak ada janji, tapi sekarang identitas Alex ini bukan orang biasa.


Jadi, dia merasa serba salah.


Friska berkata dengan senyum, “Tenang saja, kami hanya naik saja, nggak akan melakukan apa-apa. Selain itu, kami datang untuk membahas bisnis, nggak akan melakukan hal lain kok.”


Pada akhirnya, wanita itu membiarkan Alex dan Friska naik ke atas. Lagian di atas ada banyak orang, jadi tidak akan terjadi kerusuhan besar, nanti dia juga akan memberi tahu orang di atas.


Saat itu, pasti ada yang mengawasi mereka berdua.


Area kerja PT. Zrank sangat sederhana, tidak berlebihan seperti lantai pertama, selain itu hanya ada beberapa meja kerja saja.


Sebagian besar ruangan dipartisi dan digunakan sebagai ruang pelatihan.


Setelah Alex datang ke atas, dia mencari ruang untuk duduk dan melihat pelatihan para pengawal itu.


Sedangkan Trevor dan Morgan sudah kembali.


Resepsionis memberi tahu, “Pak Trevor dan Pak Morgan, di atas ada tamu wanita dan pria yang sedang menunggu kalian.”


Trevor bertanya dengan penasaran, “Cari kita? Untuk apa?”


“Katanya untuk membahas bisnis, tapi aku lihat dari gaya mereka, nggak seperti mau membicarakan bisnis, lebih mirip seperti menyelidikimu,” ucap wanita cantik itu dengan jujur.

__ADS_1


Trevor mengerutkan alisnya, sedangkan Morgan mendengus, “Apa dia Amel si wanita ****** itu? Jelas-jelas kasus itu sudah berlalu sangat lama, masih saja dia berani mencari kita. Dia kira sekarang dia masih bisa menemukan bukti dari tempat kita?”


Ekspresi Trevor menjadi masam, dia tahu kalau Amel ini adalah mata-mata pihak polisi. Juga dia yang inisiatif mengambil kasus setengah tahun lalu ini dan berpikir ingin menemukan terobosan dari Trevor dan Morgan.


“Sudahlah, hadapi dulu dia, lagian dia juga nggak bisa apa-apa.” Morgan mengangkat bahunya dengan tak berdaya, sebenarnya mereka tahu harus memperlakukan Amel dengan baik.


Karena mereka tidak ingin memiliki hubungan tidak baik dengan pihak pemerintah, lagi pula ada beberapa polisi pembantu yang dikirim oleh perusahaan mereka.


Saat keduanya naik, Morgan merasa bingung. “Kalau wanita itu bernama Amel, jadi siapa pria itu? Aku nggak pernah melihat Amel keluar dengan seorang pria untuk melaksanakan tugas.”


Trevor menggelengkan kepalanya. “Siapa yang tahu, mungkin saja teman yang dibawa kemari untuk mendukungnya.”


Ketika mereka mengatakan ini, mereka berdua pun tertawa.


Tapi, setelah mereka datang ke area kantor, mereka berdua langsung terkejut ketika melihat tampak Alex.


Morgan membelalakkan mata. “Kok kamu bisa kemari?”


“Apa kamu sudah lupa? Hari ini adalah hari keempat, aku sudah bilang aku memberi kalian waktu 3 hari untuk mengemas barang, tapi tampaknya kalian nggak melakukan pengemasan apapun.” Alex menggelengkan kepala.


Saat ini, ekspresi Trevor menjadi masam, lalu menepuk meja di sebelahnya. “Alex, kamu jangan terlalu sombong! Aku beritahu kamu, tidak semua orang bisa masuk ke pusat PT. Zrank. Karena kamu sudah masuk, maka tunggu mati saja!”


Karyawan di area kantor sudah bubar.


Mereka tahu akan ada pertempuran sengit di tempat ini.


Mereka juga tahu betapa hebatnya pengawal perusahaan. Selain pengawal ini, masih ada dua master hebat yang menjaga di sini. Mungkin sepasang orang yang datang ini akan terkena musibah besar.


Alex melihat pengawal di sekitar, lalu tersenyum. “Sebenarnya kamu sadar, meskipun pengawalmu sangat banyak, tapi tetap nggak bisa melindungi keamanan kalian.”


Morgan menggertakkan gigi, sambil berkata dengan tak senang, “Jangan omong kosong, pengawal kami adalah pengawal terhebat. Selain itu jangan kira hanya kamu yang memiliki kemampuan hebat, perusahaan kami juga ada dua master hebat!”


Selesai bicara, dua pria paruh baya yang mengenakan baju latihan berjalan keluar. Satunya terlihat sangat perkasa, satunya lagi terlihat sangat kurus, tapi memiliki kepang panjang.


Kedua pria itu menatap Alex dengan dingin.


“Kalian berdua sudah di alam grandmaster, kan? Bisa-bisanya kalian selaku seni bela diri membantu orang melakukan hal jahat, benar-benar menyebalkan sekali,” kata Alex.

__ADS_1


Mereka berdua memberi salam pada Alex, “Namaku, Fandi. Namaku, Fanda. Silahkan tunjukkan kemampuanmu.”


“Nama kalian biasa saja, mungkin asal diberi.” Alex tertawa.


Ketika dia tertawa, Fandi dan Fanda pun mulai menyerangnya.


Lalu pengawal yang awalnya mengelilingi Alex sudah mulai menyerang ke arah Alex.


Alex memeluk Friska, lalu melompat ke atas untuk menginjak tinju yang diulurkan pengawal, kemudian melewati para pengawal itu dan meletakkan Friska di depan pintu kamar.


Lalu, dia baru membalikkan tubuh untuk melihat para pengawal yang berekspresi terkejut itu.


Tindakan tadi membuat mereka kagum padanya, bahkan Fanda dan Fandi juga ikut kaget.


Kecepatan mereka menyerang sangat cepat. Tapi, alhasil, serangan mereka bahkan tidak menyentuh lengan baju lawan. Kalau ini bukan karena Alex dalam kondisi sangat fokus, maka ini karena kemampuan Alex telah mencapai tingkat yang tidak bisa dilampaui mereka.


Namun, mereka lebih percaya kalau Alex adalah orang dengan ciri-ciri pertama, mampu menghindari serangan begitu banyak orang, lalu pada saat yang sama harus keluar dari kepungan mereka. Ini pasti karena sangat fokus, jadi semua gerakannya telah dipikirkan duluan.


“Tapi, bocah ini terlalu stabil, karena dia bisa melompat sambil menggendong seorang wanita,” kata Fandi dengan kaget.


“Bagaimanapun juga, bos sudah memerintahkan untuk menangkap mereka berdua,” kata Fanda dengan tegas.


Mereka berdua menyerangnya lagi.


Setelah Alex tidak perlu melindungi Friska, dia pun tersenyum. “Apa kalian kira diri kalian sangat hebat?”


Ada banyak pengawal yang menyerang ke arah Alex, sedangkan Fanda dan Fandi menyerang di depan.


Morgan dan Trevor tersenyum bangga dari belakang.


“Beraninya datang ke perusahaan kita cari masalah, memang cari mati!”


“Memang terlalu polos, sampai mengira kita akan menepati janji.”


Mereka berdua sangat senang, karena mereka tahu asal menangkap Alex, mereka bisa membawa Alex ke keluarga Bazel untuk mendapat imbalan.


Alex telah menyinggung keluarga Bazel, sedangkan keluarga Bazel ingin melawan Alex. Tapi entah apa yang terjadi dengan keluarga Bazel, sampai sekarang hanya perkelahian kecil saja.

__ADS_1


Namun kali ini, mereka akan menang, saat itu dia bisa membawa Alex ke keluarga Bazel dan mendapatkan kesan baik dari keluarga Bazel.


Alex membuka sepasang tangannya dan membuat lingkaran di depannya dengan tangan.


__ADS_2